MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA

MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA
Part 53


__ADS_3

Jika biasanya suasana di meja makan akan hening, tapi kali ini terdengar begitu riuh.


Semua sibuk mengambil hidangan dan menumpuknya di piring masing-masing.


Mayleen dan Qiancheng yang biasanya bersikap anggun, bahkan kini mereka berebut makanan dan saling lirik dengan tajam.


Sedangkan Mey-Yin dan juga Qiaofeng masih menjaga etika mereka, bukan karena mereka tahan godaan, melainkan kedua pria tampan incaran mereka kini duduk di depan keduanya.


Long Yue dengan sikap acuh tak acuh nya, dan juga Ahn Chyou yang masih mempertahankan sikap dinginnya.


"Ya ampun.. Ini masakan dari surga, sungguh lezat. Baru kali ini aku memakannya" ucap ibu suri Sashuang sambil terus menyumpit hidangan satu persatu dan mencicipinya.


Tak mau kalah dengan ibunya, Qiancheng pun mulai menumpuk semua makanan di atas piring nya meski berkali-kali sumpit nya bertabrakan dengan sumpit milik Mayleen.


Permaisuri Ahn terus menumpuk lauk dan sayur di atas piring suaminya, hingga akhirnya dirinya mendesah pasrah melihat makanan dimeja telah tandas tak bersisa.


Para pelayan segera bergerak cepat mengambil piring saji yang kosong dan menggantinya dengan piring saji penuh makanan hingga membuat duel sumpit berkali-kali terjadi.


Anggota keluarga kerajaan neraka hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis melihat tindakan para tamu mereka yang tak lagi mengingat posisi dan jabatannya di hadapan hidangan lezat.


Mereka terlihat sangat rakus dalam menikmati sajian makan malam lezat ala kerajaan neraka tersebut.


Setelah satu jam, akhir nya pertempuran sumpit pun berakhir, semua tamu tampak duduk tenang di kursinya sambil mengelus perut mereka masing-masing.


Binar kepuasan nampak di wajah semua orang, hingga membuat mereka berkali-kali memuji dan terus bercerocos tentang hidangan makan malam itu.


Kaisar Yongsheng memperhatikan wajah Feng May sekejap, entah kenapa hatinya selalu saja berdesir setiap kali melihat wajah gadis berusia 12 tahun itu, bukan hanya sekedar tatapan kagum yang di tujukan oleh nya, namun entah apa, kaisar Yongsheng pun tak mengerti.


Feng May bukannya tak tahu, dia jelas tahu. Hanya saja dia pun berusaha menjaga ketenangan dirinya. Debar di dadanya terasa setiap kali pandangannya bertemu dengan pandangan mata kaisar Yongsheng. Itulah alasan yang membuat Feng May kadang menghindarinya.


To Mu yang saat ini berjalan beriringan dengan kaisar Yongsheng pun merasa heran melihat raut wajah majikannya yang terlihat begitu ceria, tak seperti biasanya yang selalu datar.


Namun sekali lagi, To Mu pun tak berani mengatakan rasa kepenasaran nya atas perubahan yang terjadi, dia masih sayang nyawa jika harus memancing keganasan majikannya yang memang sudah terkenal tiran dan berdarah dingin.

__ADS_1


Feng May pun merasa tak berdaya saat ini, ingin rasanya dia memeriksakan jantungnya yang terkadang berdetak cepat dan juga wajahnya yang sering memanas tiba-tiba, namun julukannya yang merupakan tabib terhebat diantara 250 orang tabib hebat kembali membuat dirinya mundur.


Jika dirinya sendiri saja tak bisa mendeteksi penyakit yang saat ini di derita nya, lalu bagaimana dengan 250 tabib yang lain?


Sungguh Feng May saat ini ingin berteriak kencang saat menyadari jika ilmu pengobatannya ternyata tak sehebat julukannya.


Feng May pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, namun selalu saja dia tak bisa memejamkan matanya. Penciumannya selalu saja merindukan wangi cendana milik seseorang yang selalu mengganggu tidur nya.


Sraak..


Jendela kamar Feng May terbuka, seseorang dengan pakaian serba hitam masuk kedalam kamarnya dengan gesit dan langsung menutup kembali jendela kamar itu dengan cepat.


Feng May langsung bangun dan bersiap menyerang sang penyusup. Namun aroma cendana yang menguar dari tubuh pria itu kembali membuat nya menahan serangan yang hendak di keluarkannya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Feng May sambil menatap tajam ke arah mata penyusup itu.


"Hanya berkunjung" ucap nya santai


"Berkunjung kau bilang? Tengah malam seperti ini? Lewat jendela? Apa kau sudah gila?" ucap Feng May sambil menyemburkan pertanyaan tanpa henti hingga tangan penyusup itu menutup mulut nya dengan tangannya.


"Biarkan saja mereka semua tahu kalau.." ucapan Feng May pun terhenti saat tanpa sengaja bibir nya bersentuhan dengan bibir dingin milik pria itu.


"Ingat kau adalah milik zen.." ucapnya sambil kembali meloncat dari jendela saat mendengar beberapa langkah kaki mendekat ke arah kamar Feng May.


"Sial.. Dia mencuri ciuman pertamaku" rutuk Feng May sambil meraba dadanya yang berdetak kian cepat bersamaan dengan semburat kemerahan yang muncul di kedua pipinya.


Tok.. Tok.. Tok..


"May'er.. Apa kau baik-baik saja? Cepat buka pintunya" terdengar suara Teriakan kelima gege nya di depan pintu kamar Feng May.


Segera Feng May pun menetralkan kembali emosi dan juga debaran di jantung nya sambil melangkah ke arah pintu dan membukanya.


Kelima gege nya langsung masuk dan memeriksa kamar Feng May.

__ADS_1


"Apa kau baik-baik saja May'er?" tanya Xiao Bai penuh perhatian.


Feng May hanya mengangguk, dia merasa sangat heran dengan tindakan kelima gege nya tersebut yang langsung berlarian kesana kemari dan menyingkap seluruh tirai juga mengacak-acak lemari.


"Apa yang kalian lakukan disini?" tanya Feng May


Kelima nya pun langsung menoleh ke arah Feng May sambil menelisik tubuh adiknya itu.


"Bagaimana mungkin dia bisa menghilang begitu saja? Aku yakin tadi ada aura yang berbeda dari kamar May'er" ucap Nix yang masih pantang menyerah dan terus celingak-celinguk.


Feng May mulai merasa salah tingkah mendengar ucapan Nix, Feng May jelas tahu siapa yang saat ini di cari oleh kelima gege nya itu, si penyusup yang sudah berhasil mencuri ciuman pertamanya.


Namun bukan Feng May namanya jika tak bisa segera menyingkirkan kelima gege nya itu dari kamarnya, bukan karena takut. Tapi Feng May merasa tak nyaman saja saat ini.


"Astaga gege, jadi kalian berlima datang berbondong-bondong ke sini dan mengobrak-abrik kamarku seperti pencuri hanya ingin menemukan aura yang berbeda itu? Hais sudahlah.. Lebih baik sekarang gege keluar. May'er benar-benar lelah" ucap Feng May sambil menguap.


Melihat adiknya yang sudah mengantuk, kelima gege nya pun tak kuasa untuk terus mengganggu nya dan langsung pergi dari sana.


Feng May segera memanggil keempat pelayannya untuk membereskan kekacauan yang di buat oleh kelima gege nya itu.


Dia benar-benar sangat lelah malam ini dan ingin segera merebahkan diri.


Para pelayan segera beranjak pergi setelah kamar Feng May kembali rapi, namun..


Baru saja Feng May merebahkan dirinya dan akan terlelap, sepasang tangan kokoh memeluk tubuhnya dari belakang membuat Feng May kembali membuka matanya.


"Tidurlah.. Zen tak akan mengganggumu" ucap si penyusup itu sambil mengelus kepala Feng May hingga terlelap.


Coba tebak siapa penyusupnya??


😅😅😅


Mohon maaf jika cover nya belum saya ganti ya, cover yang sebelumnya belum lolos Review. Insyaallah nanti akan saya ganti kembali setelah menemukan yang cocok dan juga sesuai..

__ADS_1


Semoga tidak menghalangi minat para pembaca untuk tetap setia bersama Feng May. 🙏🙏🙏


__ADS_2