
Masih di dimensi yang sama dengan yang saat ini di tempati oleh Feng May, seorang pria berperawakan tegap dengan rahang kokoh dan mata sejernih air dan setajam pedang berdiri di atas singgasana dengan balutan jubah kebesaran nya.
Wajah tampannya tertutup topeng perak, dan hanya memperlihatkan bibir nya yang menawan.
Dialah Kaisar Yongsheng, seorang kaisar muda yang terkenal kejam dan tiran yang telah membantai seluruh keluarga nya dan menjadikan dirinya sebagai kaisar di kekaisaran Angin.
Ditemani kedua teman sekaligus kepercayaannya yaitu Xue dan juga To Mu. Dia telah menaklukan banyak sekali kekaisaran maupun kerajaan-kerajaan kecil yang tidak ingin tunduk padanya.
Lahir dari rahim seorang permaisuri terbuang menjadikan kaisar Yongsheng pribadi yang sangat dingin dan juga tak tersentuh. Dan setelah mendapatkan artefak ilahi menjadikan pemuda itu paling kuat dan tak terkalahkan.
Hingga kaisar yang saat itu menjabat atau dengan kata lain adalah ayah nya merasa takut jika Yongsheng akan merebut kekuasaan dan langsung mengerahkan seluruh pasukannya untuk memburu putra nya itu.
Namun kekuatan beserta kelicikan dan kecerdikan Yongsheng berhasil mematahkan seluruh kekuasaan ayah nya dan berbalik menyerang sang kaisar beserta seluruh keluarganya, pria berdarah dingin itu berhasil membantai seluruh keluarganya dengan tangannya sendiri.
Bahkan para pejabat yang tidak mau mengakui kekuasaannya pun turut dibantai dengan sangat mengerikan.
Seluruh rakyat dibuat ketakutan dengan kaisar baru mereka itu, hingga tak satu orang pun yang berani menyerukan keberatannya pada Yongsheng yang saat itu mengangkat dirinya sebagai Kaisar dan menjadikan ibundanya sebagai seorang Ibu Suri.
Memiliki ibu yang sangat sabar dan dua orang adik yang cantik namun terkenal sangat barbar dan juga memiliki kepribadian yang tidak jauh berbeda dengan kakak laki-laki nya.
Putri Qiaofeng dan juga putri Qiancheng tumbuh menjadi gadis yang tegas dan penuh pendirian, didikan kakak laki-laki nya yang keras membuat kedua gadis itu sama sadisnya dengan sang kakak.
Bahkan permaisuri Sashuang yang kini telah di angkat menjadi seorang Ibu Suri pun tak bisa mengeluarkan suaranya saat berhadapan dengan kemarahan ketiga anaknya itu.
Kaisar terdahulu dengan kejamnya membuang dan menyingkirkan permaisuri Sashuang beserta putra putrinya dan menjadikan Selir kesayangan nya yang bernama Lien Hua sebagai permaisurinya.
Sakit hati dan dendam mengakar dalam hati ketiga putra dan putri kaisar hingga menjelma menjadi seorang yang sangat kejam dan juga haus darah, apalagi saat kaisar mengeluarkan dekrit untuk membunuh Yongsheng membuat ketiganya kian murka dan mulai membalas dendam setiap kesakitan dan juga penderitaan yang mereka terima dari keluarga istana dan juga rakyat kekaisaran.
Saat permaisuri Sashuang di buang dan disingkirkan dari istana, bahkan rakyat pun mencemoohnya, karena itulah Yongsheng beserta kedua adik perempuan nya tidak akan memikirkan kesejahteraan rakyat nya dan hanya memikirkan cara untuk memperluas wilayah dan juga kekuasaan nya.
Saat ini putri Qiaofeng dan juga putri Qiancheng tengah berjalan-jalan dengan kereta mewah mereka, rakyat yang melihat kereta kekaisaran muncul pun segera memberi jalan dan bersujud. Tak ada satu pun orang yang berani mengangkat wajahnya apalagi setelah dekrit dari kaisar baru itu muncul membuat rakyat semakin menderita.
Kaisar Yongsheng menaikan pajak sebesar 50% pada setiap rakyat nya, menurunkan gaji setiap pejabat kekaisaran, membatasi usaha para bangsawan, melegalkan perbudakan dan menarik seluruh anak laki-laki yang telah berusia 12 tahun untuk menjadi prajurit kekaisaran.
Kaisar Yongsheng juga telah memecat seluruh pejabat lama dan mengambil seluruh aset yang dimiliki mereka. Lalu menggantinya dengan pejabat baru yang tunduk dan patuh padanya.
Bukan tanpa sebab kaisar muda itu melakukan semua kesewenang-wenangan terhadap mereka, rasa sakit hati yang mendalam saat dirinya beserta kedua adik perempuan nya yang masih kecil beserta ibunya yang sakit-sakitan saat itu dihina dan di cemooh oleh seluruh rakyat dan juga bangsawan termasuk para pejabat istana kekaisaran.
__ADS_1
Saat ini kaisar Yongsheng sedang membalas perlakuan semua orang terhadap dirinya dan juga keluarganya yang semena-mena dimasa lalu.
Dengan kekuasaan mutlak sebagai seorang kaisar, dia mempersulit semua orang yang dimasa lalu pernah melukai hatinya beserta ibu dan kedua adik perempuannya.
Dan semua orang hanya bisa menunduk pasrah dengan nasib mereka yang saat ini telah menjadi target pembalasan nya.
"Qiaofeng, apa kau tidak lupa membawa panah mu?" tanya putri Qiancheng
"Hahaha.. Bukan hanya panah Jie jie, bahkan aku juga membawa tombak dan juga pedang" ujar Qiaofeng sambil tersenyum.
"Semoga saja kita bisa mendapatkan hewan buruan yang banyak" ujar Qiancheng sambil menyandarkan tubuhnya menikmati semilir angin yang saat itu menerpa rambutnya.
"Aku dengar hutan Changbai sangat indah dan juga banyak sekali hewan buruan disana" ucap Qiaofeng.
"Kau benar, aku harap bisa mendapatkan seekor rusa yang cantik untuk ibunda" ujar Qiancheng.
Tak lama kereta pun berhenti, Qiaofeng dan Qiancheng pun menyibak tirai kereta mereka dan melihat sekeliling.
"Tuan putri, kita sudah sampai di hutan Changbai" ucap seorang prajurit sambil membungkuk dihadapan Qiaofeng dan juga Qiancheng.
Dibelakang mereka 50 orang prajurit terpilih mengikuti mereka untuk menjaga sekaligus membantu keduanya berburu.
Mereka pun segera mempersiapkan panah dan busur nya lalu mengambil ancang-ancang saat ekor mata mereka dengan cepat melihat seekor rusa berlari menuju rerimbunan.
Syuut..
Panah Qiaofeng pun melesat menuju rusa itu, dengan cepat kedua gadis itupun segera berlari menghampiri arah panah itu.
Hal pertama yang mereka lihat adalah seekor rusa dengan 2 anak panah di tubuhnya, satu di bagian perut dan satu lagi di bagian kepala.
Namun pertanyaannya sekarang, siapa pemilik panah yang kedua? Bukankah Qiaofeng hanya melesatkan satu anak panahnya?
Tak lama seorang gadis yang sangat cantik bak dewi pun muncul dengan hanfu biru muda nya, di tangan kanannya masih memegang busur yang indah, dengan alis yang berkerut gadis itu pun bertanya pada kedua orang asing yang saat ini sedang berdiri di depan hewan buruannya.
"Siapa kalian?" tanya gadis itu dengan dingin
Qiaofeng dan Qiancheng pun segera melirik sambil memperhatikan gadis itu.
__ADS_1
"Apa kau pemilik anak panah satunya?" tanya Qiaofeng
Gadis itu pun melihat hewan buruannya, ternyata benar ada 2 anak panah yang tertancap di tubuh rusa itu.
Dengan malas gadis itu pun mengangguk membenarkan.
"Aku tidak menyangka bisa bertemu seorang gadis yang memiliki kesukaan yang sama seperti kami. Perkenalkan namaku Qiaofeng dan ini Jie jie ku Qiancheng" ucap gadis itu dengan penuh semangat.
"Feng May" jawabnya dengan dingin
"Astaga, gadis ini bahkan lebih dingin daripada gegeku" Gumam Qiaofeng dalam hati.
"Sepertinya balok es akan segera memiliki saingan" seringai Qiancheng sambil memikirkan cara untuk menjodohkan Feng May dengan Gege nya.
"Baiklah, rusa ini untukmu saja sebagai perkenalan dari kami" ucap Qiaofeng sambil tersenyum manis
"Tidak perlu, kau bisa menyimpan nya untuk dirimu sendiri" ucap Feng May sambil berjalan menjauh dari kedua gadis aneh itu.
"Hei.. Kau mau kemana? Tunggu aku.." teriak Qiaofeng sambil berlari mengejar Feng May.
Sementara Qiancheng memerintahkan prajurit nya untuk membawa rusa itu.
Terima kasih untuk Reader yang selalu setia membaca karya saya meskipun receh ini 🙏🙏🙏
Seperti yang pernah saya katakan sebelumnya jika pangeran Zhu Kai bukanlah protagonis pria yang sesungguhnya.
Kisah cinta dan juga perjuangan Feng May baru akan di mulai ya...
😂😂😂
Sekarang mungkin kalian sudah bisa menebak siapa jodoh Feng May sebenarnya.
Pada part selanjutnya, perjuangan cinta sekaligus kisah cinta segitiga akan segera dimulai...
Semoga reader tidak kecewa dengan pemilihan tokoh protagonis nya..
😊😊😊
__ADS_1