
Hiyaaaaa...
Terdengar teriakan dari orang-orang itu, masing-masing mulai menarik tali kekang kudanya dan melaju dengan kecepatan maksimal.
Drap...
Drap...
Drap...
Langkah kaki kuda pun terdengar menggema seiring berhamburannya debu yang tertiup angin, membuat semua orang harus mulai mengkondisikan matanya agar tak sampai kesulitan mengejar yang lain.
Jarak antara kekaisaran matahari dengan kerajaan cahaya cukup dekat, hanya menghabiskan waktu tiga hari tiga malam jika di tempuh dengan kuda.
Mereka pun memacu kudanya semakin cepat agar bisa segera sampai di kerajaan cahaya. Sebelum nya kaisar Junjie tidak memberi tahu orang-orang itu jika kerajaan cahaya di kelilingi oleh danau yang luas dan di jaga oleh ratusan beast spirit air tingkat 8, karena Mata-mata yang di kirim nya itu telah mati saat akan menyeberangi danau, jadi mereka belum sempat memberi tahu tuannya tentang hal itu.
Semangat mereka terlihat begitu membara, bagaimana pun juga perburuan kali ini akan mendapatkan manfaat besar untuk mereka, dan hadiah yang di janjikan oleh kaisar Junjie pun sangat menarik, hingga semua orang pun gelap mata dan terus memacu kudanya dengan sangat cepat hingga mendahului yang lain.
Sementara di kerajaan cahaya sendiri saat ini sangat tenang, semua orang pun telah selesai dengan penyerapan energi petir nya dan bersantai duduk di aula keluarga.
Kaisar Ahn memanfaatkan kebersamaan mereka kali ini untuk mempertanyakan hari baik untuk pernikahan Ahn Chyou dan juga Qiaofeng, kaisar Yongsheng tidak ingin ikut campur tentang hal itu dan menyerahkan segalanya pada ibu suri Sashuang untuk memutuskan.
Sedangkan Zhao Xiang saat ini tengah duduk di gazebo tak jauh dari istana milik Jian Yue sambil terus menggoda tunangannya itu hingga membuat wajahnya memerah seperti tomat masak.
Jian Yue terlihat malu-malu saat Zhao Xiang menanyakan kesiapan dirinya untuk menikah, dia yang saat ini baru menginjak usia 14 tahun, di buat gugup oleh perilaku Zhao Xiang yang terus saja membuntutinya.
Zhao Xiang seakan tak patah semangat untuk mendapatkan jawaban dari gadis impiannya, dia yang telah menunggu selama satu tahun lebih, tentu saja ingin mendapatkan kepastian.
"Ayolah Jian'er.. Sampai kapan kau akan terus diam seperti itu?" tanya Zhao Xiang kembali sambil menatap gadis nya yang tertunduk malu.
Jian Yue sendiri sebenarnya sudah siap untuk menikah, hanya saja dia merasa sangat gugup saat hal itu mulai di pertanyakan oleh Zhao Xiang.
Akhirnya Jian Yue pun menunduk, berharap Zhao Xiang mengerti jika sebenarnya dia juga ingin sekali menjadi istri dari putra mahkota kekaisaran Zhao itu.
Zhao Xiang akhirnya diam, tak lagi bertanya. Dia memilih untuk menikmati teh nya sambil memandang keindahan kerajaan cahaya.
Setelah tak lagi mendengar suara Zhao Xiang, Jian Yue pun perlahan mengangkat kepalanya, di hadapannya kini Zhao Xiang duduk dengan acuh sambil menghembuskan nafas berat. Pemuda itu terlihat begitu frustasi saat gadis terkasihnya tetap diam dan tak mau menyuarakan isi hatinya.
Zhao Xiang melirik dan menatap wajah Jian Yue yang kini tengah menatapnya dalam, hatinya terasa berdebar melihat tatapan teduh milik dari tunangannya itu, secara refleks, Zhao Xiang pun menggeser tempat duduk nya ke samping Jian Yue, dan menggenggam jemari gadis itu.
Deg...
__ADS_1
Deg...
Deg...
Jantung Jian Yue seakan hendak melompat dari tempatnya saat merasakan lengan halus yang kini tengah meremas jemarinya dengan lembut.
Meskipun Zhao Xiang berbadan kekar dan memiliki tubuh yang berotot, nyatanya pemuda itu juga bisa menunjukkan sikap yang romantis pada Jian Yue.
Tangan nya terulur mengusap surai hitam milik gadis kesayangannya itu dan membawanya ke dalam pelukannya.
Deg...
Deg...
Deg...
Kini jantung kedua nya pun berdetak dengan cepat, Zhao Xiang mendaratkan kecupan ringan di dahi Jian Yue dengan penuh kelembutan.
"Xiang'er!" panggil Jian Yue lirih.
Zhao Xiang pun menatap gadis yang kini berada dalam pelukannya itu dengan penuh damba, dulu... Jian Yue selalu memanggilnya dengan sebutan putra mahkota.
Dan sekarang? Apakah dia sedang berhalusinasi atau kah memang pendengarannya yang bermasalah? Zhao Xiang mendengar panggilan penuh kasih keluar dari mulut gadis kecil nya itu.
"Eh..." Jian Yue terlihat salah tingkah saat mendengar ucapan Zhao Xiang.
Namun sesaat dia terpaku saat Zhao Xiang membisikan sesuatu di telinganya hingga wajah cantik nya kembali bersemu merah.
"Coba ucapkan sekali lagi!" bisik Zhao Xiang di telinga Jian Yue, hingga membuat tengkuk gadis itu merinding saat merasakan hembusan nafas Zhao Xiang di telinga nya.
Sambil menunduk, Jian Yue pun kembali mengulang panggilan nya pada Zhao Xiang.
"Xiang'er.." panggil Jian Yue pelan.
"Apa? Kau memanggilku apa Jian'er? Aku sama sekali tidak mendengar nya!" ucap Zhao Xiang berpura-pura, padahal hatinya begitu bahagia saat mendengar panggilan itu dari gadis kesayangan nya.
"Ish.. Kau ini!" ucap Jian Yue sambil mencebikkan bibir nya. Gadis itu sepertinya tengah merajuk karena kekasih hatinya sungguh tak peka jika saat ini dia tengah malu setengah mati.
Zhao Xiang tersenyum manis melihat tindakan gadis kesayangan nya yang menggemaskan itu, dia pun kembali menarik Jian Yue ke dalam pelukannya.
Jian Yue hanya menurut dan membenamkan wajah nya pada dada bidang milik pemuda itu, wajah nya terlihat semakin merah karena terus di goda oleh Zhao Xiang.
__ADS_1
Di kejauhan nampak kaisar Zhao beserta yang lainnya sedang mengintip kedua sejoli itu sambil terus berbisik-bisik. Sesekali mereka pun menggelengkan kepala melihat tindakan Zhao Xiang yang tak sabar menghadapi sifat Jian Yue yang pemalu.
Kini permaisuri Zhao dan ratu Lin Xia pun saling pandang sambil tersenyum manis, sepertinya kedua wanita ini telah sepakat untuk segera menikahkan Jian Yue dengan Zhao Xiang.
Tak tahu saja dia jika di tempat lain saat ini putrinya yang lain bahkan terlihat lebih intim lagi dengan tunangannya, Xiu Juan duduk di atas pangkuan kaisar Yongsheng sambil menyenderkan kepalanya pada bahu kekar milik sang tunangan.
Gadis itu bahkan sudah tak merasa canggung lagi untuk bermanja dengan sang tunangan, seperti saat ini.
Kaisar Yongsheng menyuapi tunangannya itu langsung dari tangannya tanpa menggunakan sendok atau pun sumpit, dan Xiu Juan tentu saja langsung membuka mulut nya dan menerima setiap suapan dari tangan sang tunangan dengan rasa yang mengharu biru.
Sesaat keduanya pun saling berpandangan, dan Xiu Juan tanpa malu mengecup dahi sang kekasih hati dengan hati yang berbunga.
Cup...
Kecupan Xiu Juan pun mendarat, membuat kaisar Yongsheng tersenyum manis, bahkan sangat manis.
"Terima kasih untuk cinta yang begitu besar untuk ku" ucap nya sambil kembali mengecup pipi kiri kaisar Yongsheng.
Cup...
"Ini untuk kesetiaan mu mencariku selama 1 tahun lebih" ucap Xiu Juan.
Cup...
Kecupan pun berpindah ke pipi kanan Kaisar Yongsheng.
"Terima kasih telah setia padaku dan tak berpindah ke lain hati, bahkan saat aku menghilang dari sisimu" ucap Xiu Juan kembali sambil berderai air mata.
Kaisar Yongsheng langsung mendekapnya dengan penuh cinta, sambil sesekali tangannya mengusap air mata di pipi gadis itu.
Duar....
Duar...
Boom...
Boom...
Seketika keromantisan mereka pun terganggu saat mendengar suara pertarungan yang tak jauh dari istananya, membuat kaisar Yongsheng berdecak kesal.
"Siapa makhluk bodoh yang berani mengganggu waktu bahagia zen kali ini?" ucap kaisar Yongsheng sambil berdiri dan membuka jendela kamar milik Xiu Juan.
__ADS_1
Dari kejauhan nampak pasukan kerajaan matahari tengah bertempur dengan ratusan beast spirit air yang membuat mereka di paksa mundur dan tak lagi bisa mendekati danau yang mengelilingi istana kerajaan cahaya.