
Song Yun bergegas menemui ayah nya saat matanya melihat kereta perdana mentri memasuki gerbang kediaman. Dia pun berjalan dengan terburu-buru.
"Ayah.. Bagaimana?" tanya Song Yun
Mendapatkan pertanyaan dari putri kesayangannya, perdana mentri Song hanya menghela nafas berat.
"Sepertinya pangeran Zhu Kai sangat kecewa, dia langsung pergi meninggalkan ayah setelah ayah memberi tahu kalau kau sakit dan tidak bisa menemui nya" ucap perdana mentri Song.
"Aku akan memikirkan cara agar dia tak marah lagi pada ku ayah, tapi untuk sekarang aku masih harus pura-pura sakit mengingat terlalu banyak tanda di tubuhku ini" ucap Song Yun dengan lemah
"Bersabarlah Yun'er.. Ayah akan memikirkan caranya" ucap perdana mentri Song sambil mengusap kepala putri nya dengan sayang.
Setelah beberapa saat, Song Yun pun memutuskan untuk kembali ke paviliun nya dan mulai menyusun rencana untuk kembali mendekati Zhu Kai.
Chen yang merupakan orang kepercayaan Zhu Kai saat ini berdiri di kegelapan sambil memperhatikan Song Yun. Dia sengaja mencari titik lemah gadis itu untuk melaksanakan perintah tuannya.
"Yi.." Song yun memanggil pelayan nya
"Ya nona, ada yang nona perlukan?" tanya Yi dengan cepat
"Bawakan makanan, aku akan makan di kamar saja" ucap Song Yun yang memang sudah kelaparan.
Saat Song Yun berjalan-jalan ke luar kediaman nya, Chen menyusup masuk ke dalam kamar nya dan menyimpan sebuah batu perekam, tidak lupa dia pun menyimpan 1 buket mawar merah yang terlihat indah di atas tempat tidur Song Yun kemudian segera pergi meninggalkan paviliun itu.
Song Yun sudah kembali ke kamarnya dan melihat buket mawar merah itu, dia pun mengambil dan segera mencium bunga nya. Senyuman cantik tersungging di bibirnya, merasa ada seseorang yang menyukainya di balik kegelapan. Tak lama Yi pun datang dengan membawa nampan makanan untuk nona nya.
"Nona, ini makanan anda" ucap Yi sambil menyerahkan nampan itu. Song Yun pun segera makan dengan lahap.
__ADS_1
Setelah bersantai sejenak, Song Yun di kejutkan dengan kedatangan Bing Lu yang tiba-tiba. Mata Song Yun memancarkan perasaan tak suka, sangat berbeda dengan tadi siang yang begitu mengagumi keperkasaan Bing Lu membuat Bing Lu menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
"Apakah kedatangan ku mengganggu mu nona Song?" tanya Bing Lu
"Kenapa kau menerobos ke kamarku? Bagaimana jika ada yang tahu?" tanya Song Yun
"Memangnya siapa yang akan tahu? Asal kau tidak mengatakannya pada siapa pun, kita tetap aman. Lagi pula ayahmu pun tak keberatan jika aku menikmati tubuhmu itu" ucap Bing Lu dengan tatapan cabulnya kembali menyerang Song Yun.
Song Yun di buat gelagapan dengan tindakan Bing Lu yang langsung kembali menerkam nya tanpa aba-aba membuat tubuhnya tersudut ke dinding. Bing Lu tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, dengan tangan nya yang lincah terus menyelusuri lekuk tubuh Song Yun membuat Song Yun akhirnya ikut terbuai dalam permainan Bing Lu.
Yi yang saat ini berniat untuk mengambil nampan bekas makan Song Yun pun di buat tertegun melihat majikannya yang saat ini berada di bawah kungkungan Bing Lu. "Sepertinya mereka lupa menutup pintu" pikir Yi, tapi dia pun takut akan mengganggu kesenangan nona nya.
Dengan gemetar dia pun segera pergi meninggalkan paviliun itu tak ingin mendengar suara-suara ajaib yang di keluarkan nona nya.
Sementara para pengawal yang sedang berjaga saat ini di buat menganga tak percaya saat mata mereka menangkap kegiatan nona nya dengan seorang pria yang tidak mereka kenali.
"Hormat hamba tuan perdana menteri" ucap pengawal itu sambil membungkuk
"Ada apa?" tanya perdana menteri Song
"Itu tuan.. Itu.. Itu nona muda.." ucap pengawal itu bingung bagaimana cara memberi tahu perdana menteri tentang kelakuan putrinya
"Ada apa dengan Yun'er?" tanya nyonya Song yang sudah berdiri di depan pintu
"Nona muda itu.. Itu.." pengawal itu pun tergagap
"Itu apa? Bicara yang jelas" ucap perdana mentri berang
__ADS_1
"Nona muda membawa seorang pria ke dalam kamar nya dan sekarang mereka itu.. Itu.." ucap pengawal itu gugup.
Perdana menteri Song dan nyonya Song segera pergi dengan tergesa-gesa menuju paviliun Song Yun. Alangkah terkejut nya dia melihat beberapa orang pengawal berdiri di depan pintu kamar putrinya itu dengan wajah bodohnya.
Dari kejauhan perdana menteri Song sudah mendengar suara d*****n Song Yun. Dia sudah mengerti apa yang terjadi di kamar putrinya. Namun pertanyaan nya bagaimana bisa mereka melakukan itu dengan di tonton oleh para pengawal kediaman?
Perdana menteri segera membubarkan mereka, dia ingin sekali menampar Bing Lu dan juga memarahi putrinya. Tindakan mereka telah mencoreng nama baiknya sebagai seorang yang di hormati.
Dia pun segera mengancam para pengawalnya untuk tutup mulut, dan langsung menutup pintu kamar Song Yun.
Para pengawal dengan patuh mengangguk untuk tutup mulut.
Sementara disebuah restauran, Zhu Kai dan juga Chen yang sedang makan pun bergosip
"Apa kau tahu Chen? Ternyata nona Song itu bukan wanita yang baik. Dia tak lebih dari seorang j****g" ucap Zhu Kai dengan suara lantang
"Benar tuan muda, tidak disangka ternyata nona Song itu sudah kehilangan kepolosannya dan ternyata dia berhubungan dengan tuan muda Bing Lu" ujar Chen sama lantang nya membuat semua orang jadi berbisik-bisik ikut membuat rumor
"Tapi yang aku dengar, dia bukan hanya melayani tuan muda Bing Lu tapi juga Jendral Jiu Zan dan beberapa pejabat tua lainnya" ucap Zhu Kai kembali membuat semua orang kian membulatkan matanya.
"Ternyata wanita yang selama ini terlihat polos itu tak lebih dari pemuas nafsu para pejabat tua dan juga bangsawan. Semoga saja pangeran Zhu Kai dan keluarga nya segera mengetahui kebusukan mereka" ucap Zhu Kai menyeringai
"Itu benar tuan, bahkan menurut cerita yang saya dengar, jendral Jiu sampai menyiksa istrinya karena mengganggu dia yang sedang bersenang-senang dengan nona muda Song itu" ucap Chen ikut menyeringai.
Salah satu pengawal kediaman perdana mentri song yang kebetulan baru saja masuk dan mendengar ucapan keduanya pun ikut nimbrung
"Saya tadi malah melihat nona muda itu sedang memadu kasih dengan tuan Bing Lu, karena mereka lupa menutup pintu, jadi para pengawal yang berjaga pun bisa melihat tontonan itu." celetuk pengawal kediaman perdana mentri Song hingga akhirnya kegaduhan pun terjadi.
__ADS_1
Rumor buruk tentang nona muda Song Yun sebagai pemuas nafsu para pejabat tua dan bangsawan pun merebak dengan cepat di berbagai kalangan. Para nyonya dari pejabat itu pun ikut ambil suara membenarkan. Begitu juga dengan istri-istri bangsawan yang merasa di rugikan. Mereka pun menghadap kaisar Zhu dengan beramai-ramai. Akhirnya Song Yun pun tidak bisa lagi menutupi semua kebusukannya dan mengamuk di paviliun nya. Perdana mentri Song di copot dari posisinya dan di hukum pancung karena telah merencanakan hal buruk pada anggota kekaisaran. Nyonya Song beserta Song Yun di jadikan budak untuk para nyonya pejabat mau pun nyonya bangsawan yang selama ini tersakiti oleh suami mereka karena Song Yun. Para nyonya itu di berikan kesempatan untuk menyiksa Song Yun secara fisik mau pun mental. Para pejabat yang pernah berhubungan dengan Song Yun di pecat dan di asingkan di perbatasan. Begitu juga dengan para bangsawan, status mereka dicabut dan menjadi rakyat biasa.