MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA

MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA
Part 82


__ADS_3

Zhao Xiang pun bersiap untuk pergi, dengan cepat dia pun menggunakan ilmu peringan tubuh nya untuk segera sampai di hutan perbatasan.


Dirinya kini di penuhi perasaan bahagia sekaligus khawatir kalau-kalau Feng May akan mendapatkan masalah lain sehingga kemungkinan nya sangat kecil untuk dia dan juga Jian Yue kembali bertemu.


"Astaga.. Kenapa aku jadi bodoh seperti ini? Bukankah aku bisa menggunakan teleportasi?" gumam Zhao Xiang sambil menepuk kening nya sendiri.


Karena terlalu bahagia, dia jadi melupakan segalanya, akhirnya Zhao Xiang pun segera membuat segel di tangannya untuk membuat teleportasi menuju hutan perbatasan.


Kaisar Yongsheng dan Zhao Xiang muncul hampir bersamaan dan mengagetkan semua prajurit kekaisaran bintang yang sedang berjaga, keduanya pun segera di antar menuju tenda milik kaisar Ahn.


"Salam kaisar Ahn" ucap kaisar Yongsheng sambil sedikit membungkuk.


Kaisar Ahn pun melakukan hal yang sama untuk menghormati kaisar Yongsheng.


"Mari duduk, zen akan menunjukkan sesuatu pada kalian" ucap kaisar Ahn.


Setelah keduanya duduk, kaisar Ahn pun segera mengeluarkan bola hitam milik Ahn Chyou, hanya saja bola hitam itu kini tak lagi bersinar terang, namun warna hitam nya telah berubah keperakan.


"Saat putra mahkota Ahn Chyou tertidur di atas pohon, genggaman tangan nya bersinar, zen mengambil bola ini dan warna nya berubah jadi keperakan" ucap kaisar Ahn menjelaskan kejadian sore tadi.


"Benar, berarti saat ini May'er ada di hutan ini, hanya saja posisinya agak jauh dari tempat kita bermalam" ucap kaisar Yongsheng


"Lalu apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" tanya Zhao Xiang tak sabar.


"Mungkin saat ini May'er tengah tertidur, besok pagi kita akan masuk ke hutan itu untuk berburu sekalian mencari keberadaan nya kembali" ucap kaisar Ahn.


"Zen setuju, besok pagi kita bagi tugas, sebagian ke arah barat, sebagian lagi ke arah timur dan selatan. Siapa pun yang melihat bola hitamnya bersinar harus segera memberi tahu agar pencarian semakin mudah di lakukan jika semakin banyak yang mencari nya" ucap kaisar Yongsheng.


"Baiklah, pangeran ini setuju" ucap Zhao Xiang.


Setelah pembicaraan beberapa waktu, akhirnya kedua tamu itu pun di antarkan ke tenda yang lain agar bisa beristirahat, agar bisa bangun lebih pagi di esok hari.

__ADS_1


Pagi yang cerah menjelang, para prajurit bersiap untuk ikut berburu, sebagian lagi tetap berada di tenda untuk menjaga permaisuri Ahn.


Kaisar Yongsheng akan berjalan menuju ke arah barat, To Mu dan Xue pun sudah kembali berada di sisi kaisar Yongsheng setelah di berikan pesan lewat telepati tadi malam.


Zhao Xiang beserta dua orang kepercayaannya akan berjalan ke arah timur dan kaisar Ahn beserta Ahn Chyou mengambil jalan lewat Selatan.


Setelah sarapan pagi, semua orang segera bergegas meninggalkan tenda, bola hitam sudah berada dalam genggaman tangan mereka masing-masing, agar mudah dalam mengenali Feng May.


Semua orang terlihat begitu bersemangat untuk terus masuk dan menjelajahi hutan perbatasan yang ternyata banyak di tumbuhi tanaman herbal itu. Mereka tak menyangka jika hutan yang selama ini mereka fikir sebagai hutan biasa, ternyata menyimpan begitu banyak harta di dalamnya.


Perjalanan mereka terlihat begitu lancar, bahkan mereka tak menemukan satu hewan buas pun di hutan itu.


Gemerincik air sungai terdengar di telinga semua orang, Zhao Xiang pun berpikir untuk membersihkan diri sekalian mengisi perbekalan minum mereka.


Seorang gadis cantik berusia 17 tahun saat ini tengah berdiri di atas batu yang berada di sungai itu, tangan kanan nya memegang tombak bambu, matanya terus tertunduk dengan tajam mengamati pergerakan ikan di sungai.


Slep...


Tangan gadis itu pun segera menarik kembali tombaknya, dan mengambil ikan yang tertancap di mata tombak itu kemudian menyimpan nya pada sebuah wadah yang terbuat dari bambu.


Tapi bukan kehebatan gadis itu menombak ikan yang membuat Zhao Xiang kaget, saat ini dia melihat dengan mata dan juga kepala nya sendiri, jika bola hitam di tangannya bersinar dengan terang.


Zhao Xiang segera mengirimkan telepati pada kaisar Yongsheng dan juga putra mahkota Ahn Chyou, dia memberi tahu keberadaan Feng May di arah Timur dan berada di dekat sungai.


Karena tak ingin kehilangan jejak, Zhao Xiang pun segera mendatangi gadis itu sambil tersenyum manis, dia begitu pangling melihat penampilan Feng May dengan tubuh barunya.


"Nona.. Bisakah kau memberikan satu ekor ikan itu untukku? Aku benar-benar kelaparan saat ini" ucap Zhao Xiang dengan pandangan menghiba.


Zhang Wei melirik Zhao Xiang dari atas hingga ke bawah, wajahnya terlihat sedikit berkedut mendengar permintaan pemuda di hadapannya.


"Bukankah kau itu seorang pria? Lalu kenapa kau tidak mencarinya sendiri dan malah meminta pada gadis seperti ku?" tanya Zhang Wei dengan dingin.

__ADS_1


"Aku akan membayar berapa pun yang kau minta, asal kau bersedia memberikan aku seekor ikan itu" ucap Zhao Xiang.


Saat ini dia harus terus mengulur waktu agar gadis itu tak pergi dari sungai sebelum kaisar Yongsheng datang, akhirnya kebodohan demi kebodohan pun dia keluarkan dengan wajah memelasnya.


"Hais, kau ini benar-benar bodoh! Ambil tombak ini dan cari sendiri ikannya. Aku harus segera pulang dan memasak untuk kakek" ucap Zhang Wei sambil melemparkan tombak bambu nya pada Zhao Xiang dan bergegas meninggalkan sungai.


"Sial.. Aku benar-benar bodoh" umpat Zhao Xiang.


Tak lama kaisar Yongsheng, kaisar Ahn dan juga Ahn Chyou pun tiba dan melihat Zhao Xiang yang terbengong di sungai.


Ketiga pria itu pun mendekat, kaisar Yongsheng segera menepuk bahu Zhao Xiang untuk menyadarkan sahabat nya itu dari lamunan nya.


"Dimana May'er?" tanya kaisar Yongsheng.


Zhao Xiang pun menunduk lesu saat mendengar pertanyaan dari kaisar Yongsheng.


"Dia baru saja pergi, aku tak bisa menahan nya" ucap Zhao Xiang sambil mengeluarkan bola hitam yang masih bersinar dengan terang.


"Kenapa kau biarkan dia pergi begitu saja putra mahkota?" tanya kaisar Ahn.


"Aku bahkan telah berbuat bodoh dengan berpura-pura meminta ikan miliknya dan akan menukarnya dengan koin milik ku agar dia tak pergi, tapi dia malah melemparkan tombak ini dan menyuruhku untuk mencari ikan sendiri" ucap Zhao Xiang sambil menunjukkan tombak bambu di tangannya.


Semua orang pun tertawa mendengar ucapan Zhao Xiang, seorang putra mahkota meminta ikan pada gadis yang tak dikenal nya? Sungguh ajaib alasan yang di gunakan oleh Zhao Xiang untuk menahan Feng May agar tak pergi dari sungai.


"Kenapa kalian menertawakan ku? Jika kalian yang melihat dia, lalu alasan apa yang akan kalian gunakan untuk menahannya tetap disini?" tanya putra mahkota Zhao Xiang sambil bertolak pinggang.


Akhirnya semua orang pun terdiam, mereka juga sama-sama belum menyiapkan alasan jika bertemu dengan Feng May.


" Bagaimana penampilan May'er dengan tubuh barunya?" tanya kaisar Yongsheng


" Sangat cantik, hanya saja dia terlihat lebih dingin dari sebelumnya" ucap Zhao Xiang kembali

__ADS_1


__ADS_2