MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA

MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA
Part 91


__ADS_3

Kaisar Yongsheng bangkit dari singgasana nya, dia melangkahkan kakinya menuju ke luar.


Matanya menatap langit sambil terus bergumam "Cepatlah kembali.. Zen sangat merindukanmu"


Xiu Juan bisa merasakan perasaan rindu yang kini tengah di dera oleh sang tunangan, hanya sekali kedipan mata, tubuh Xiu Juan menghilang dan kini telah kembali muncul di samping kaisar Yongsheng.


"Kau merindukan ku?" suara lembut itu terdengar begitu jelas di samping telinga kaisar Yongsheng, hingga membuat orang nomor satu di kekaisaran angin itu menoleh.


Xiu Juan tersenyum dengan sangat lembut saat matanya bertatapan langsung dengan kaisar Yongsheng.


Kini kedua manusia berlainan jenis itu telah berpelukan erat menumpahkan segala perasaan yang membuncah di hati mereka.


Klik..


Satu jentikan dari jari kaisar Yongsheng membuat keduanya berpindah menuju kamar sang kaisar, Xiu Juan hanya menggelengkan kepala nya, tak berdaya dengan kelakuan sang tunangan yang begitu terburu-buru.


"Maafkan aku yang telah melupakanmu" ucap Xiu Juan sambil menahan setetes air mata yang hampir jatuh.


Kaisar Yongsheng menggelengkan kepalanya pelan sambil terus memeluk sang tunangan, tangan nya mengusap rambut coklat milik Xiu Juan dengan penuh cinta.


"Bukan salah mu.. Zen terlalu lemah untuk bisa melindungimu" ucap kaisar Yongsheng semakin erat memeluk tubuh mungil tunangan nya.


Xiu Juan menggeleng "Tapi aku bukan lah Feng May.." ucap nya sambil tertunduk.


"Tak peduli berada dalam tubuh siapa, jika itu kau.. Zen akan tetap mengenalimu" ucap kaisar Yongsheng mematahkan keraguan Xiu Juan.


Xiu Juan hanya tersenyum sambil mengusap rahang tegas milik pria yang begitu dia rindukan, hatinya terasa menghangat melihat betapa besar nya pengorbanan dan juga cinta yang di miliki kaisar Yongsheng untuk nya.


"Aku mencintaimu.." ucap kaisar Yongsheng sambil mengangkat tubuh mungil Xiu Juan dan membopong nya ke atas tempat tidur.


Xiu Juan membulatkan matanya melihat kelakuan sang tunangan, tapi dengan segera gadis itu pun mengalungkan tangan nya di leher kaisar Yongsheng.


"Kau.." ucapan Xiu Juan tertahan karena kaisar Yongsheng telah membungkam nya dengan sebuah kecupan hangat.


Setelah membaringkan tubuh mungil gadis itu, kaisar Yongsheng kembali menjentikan jarinya.


Klik...

__ADS_1


Seluruh pintu, jendela bahkan gorden pun langsung tertutup.


Kaisar Yongsheng membaringkan dirinya d samping sang tunangan sambil terus menatap nya penuh kerinduan, jarinya mulai menyibak beberapa helai rambut yang menutupi wajah sang pujaan.


"Aku mencintaimu" bisik nya di telinga Xiu Juan.


Wajah gadis itu pun langsung berubah memerah saat mendengar ucapan dari sang kekasih hati, sambil menunduk malu.


Tangan kaisar Yongsheng menarik dagu gadis itu agar kembali mendongak dan menatap nya.


Dihadapan kaisar Yongsheng kini, Xiu Juan terlihat seperti gadis kecil yang sedang malu-malu, wajah nya bersemu merah hingga ke telinga nya.


"Katakan.." ucap kaisar Yongsheng sambil terus menatap sang pujaan dengan penuh damba.


Gadis itu menggelengkan kepalanya, tapi bibir mungil nya seakan tak bisa mengucapkan hal yang sama seperti yang di ucapkan sang pujaan.


Perlahan kaisar Yongsheng mulai mengecup seluruh wajah Xiu Juan dengan lembut, gadis itu terlihat hanya diam menerima perlakuan dari sang tunangan. sambil terus memejamkan matanya.


"Kau menyukainya?" bisik kaisar Yongsheng terasa menggelitik di telinga Xiu Juan.


Brak....


Suara Pintu di dobrak dari luar mengganggu suasana romantis pasangan yang baru saja kembali di pertemukan setelah sekian lama, seorang gadis berhanfu merah muda muncul sambil bertolak pinggang.


"Gege.. Apa yang kau lakukan? Kalau kau berani berbuat macam-macam, aku akan memukulmu hingga wajah mu menjadi seperti babi!" teriak nya sambil masuk ke dalam kamar kaisar Yongsheng.


Mata gadis itu membulat melihat Xiu Juan berbaring dalam dekapan sang gege, sambil tersenyum lembut padanya.


"Kau? Siapa kau? Kenapa kau ada di kamar gege ku? Keluar..! Aku tidak menerima mu di istana ini, selain Feng May, aku tak akan sudi menjadi adik ipar nya!" teriak Qiaofeng menggelar.


Ibu suri Sashuang dan Qiancheng pun langsung datang ke arah kamar kaisar Yongsheng karena penasaran dengan teriakan dari putri bungsunya itu.


"Ada apa Qiaofeng?" tanya ibu suri Sashuang bergegas datang dan menghampiri Qiaofeng.


Begitu juga dengan Qiancheng yang langsung berlari ke dekat pembaringan sang gege.


Wajah ketiga wanita berbeda usia itu telihat merah dengan mata yang nyalang melihat Xiu Juan yang lancang berbaring di atas peraduan milik kaisar Yongsheng.

__ADS_1


Apa lagi posisi mereka terlihat begitu intim, dengan tubuh yang saling berpelukan.


"Apa seperti ini kelakuan seorang kaisar Yongsheng? Bahkan sampai saat ini tunanganmu belum di temukan tapi kau malah bersenang-senang dengan gadis yang tak jelas asal usul nya ini!" teriak ibu suri Sashuang.


Xiu Juan tersenyum penuh kehangatan, meskipun dirinya dengan jelas mendengar umpatan ketiga wanita itu, tapi entah kenapa dia merasa begitu lucu melihat wajah ketiga wanita yang ada di hadapannya itu, mereka seolah-olah tengah melindungi harta berharga milik mereka agar tak di ambil oleh nya.


"Apa sudah cukup membuat kegaduhan di kamar zen?" tanya kaisar Yongsheng sambil menatap ibu dan juga kedua adiknya.


Xiu Juan menepuk bahu kaisar Yongsheng dan segera bangkit dari tempat tidur, kemudian menyibak kelambu dan bergegas berdiri menyambut kedatangan ketiganya.


"Yang mulia, Xiu Juan memberi salam untuk ibu suri dan juga kedua tuan putri" ucap Xiu Juan sambil membungkukkan sedikit badan nya.


Qiaofeng dan Qiancheng menatap sinis pada Xiu Juan, bagi kedua gadis ini, Feng May adalah yang terbaik dan tak tergantikan. Jadi jangan berharap jika keduanya bersedia menerima Xiu Juan.


Ibu suri Sashuang langsung membuang muka, tak ingin menatap gadis cantik yang kini berdiri di hadapannya.


Kaisar Yongsheng hanya menggelengkan kepala nya melihat kelakuan dari ibu dan juga kedua adik nya, bukankah mereka semua tahu jika kaisar Yongsheng sangat mencintai Feng May dan hanya ingin menikah dengan nya? Lalu kenapa hari ini mereka bertiga menjadi idiot dan tak bisa mengenali gadis yang ada di hadapan nya?


Kaisar Yongsheng rasanya ingin menangis melihat kebodohan dari ketiga wanita itu, sungguh sangat konyol.


"Apa kalian tak ingin memeluk May'er kalian?" tanya kaisar Yongsheng pada akhirnya.


Ketiga wanita itu pun terkejut mendengar ucapan dari kaisar Yongsheng, mata mereka hampir saja jatuh dari tempat nya karena shock dan langsung berhamburan memeluk Xiu Juan.


"May'er" panggil ketiganya dengan lirih sambil berpelukan.


Tak lama ibu suri Sashuang pun langsung melerai pelukan mereka dan mengajak kedua putri nya untuk keluar dari kamar kaisar Yongsheng.


"Ayo kita pergi, jangan ganggu gege kalian lagi" ucap ibu suri Sashuang sambil menyeret kedua putrinya.


Brak...


Pintu kamar pun kembali di tutup dengan kerasnya dari luar, kaisar Yongsheng dan Xiu Juan hanya bisa tertegun sambil mengurut dada mereka.


Jangan lupa untuk terus mendukung author ya, dengan klik like dan komentar nya, jika berkenan lemparkan juga vote dan gift nya. Gift away akan kita umumkan pada tanggal 5 desember 2022.


Happy reading semua, sehat selalu...

__ADS_1


__ADS_2