MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA

MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA
Part 44


__ADS_3

Setelah beristirahat selama dua jam, Feng May pun terbangun dengan tubuh yang segar.


Semua rasa lelah dan juga letih yang tadi dirasakannya telah hilang sepenuhnya.


Feng May pun membuka pintu paviliun dan berniat untuk memanggil pelayan tadi, namun saat pintu terbuka ternyata pelayan itu masih berdiri setia di depan pintu kamarnya.


"Apa kau berdiri disini sejak aku tertidur tadi?" tanya Feng May


Pelayan itu pun mengangguk sambil menyunggingkan senyum manis nya.


"Apa nona mau mandi sekarang?" tanya pelayan itu dengan penuh hormat


"Baiklah, siapkan air mandiku" ucap Feng May. Pelayan itu pun segera beranjak dan mempersiapkan semua yang Feng May perlukan.


30 menit kemudian Feng May pun sudah selesai membersihkan diri dan langsung berganti pakaian. Tangan gadis pelayan itu dengan lincah merias wajah Feng May dengan sangat natural kemudian menggulung sebagian rambut Feng May dan memberinya hiasan tusuk konde dengan hiasan bunga peony dari giok putih.


Feng May tersenyum melihat pantulan wajahnya di cermin, sedangkan pelayan itu terus berceloteh memuji kecantikan Feng May.


"Oh astaga.. Nona terlihat sangat cantik" ucap nya dengan wajah yang berbinar


"Siapa namamu?" tanya Feng May


"Nama hamba Lien Nona" ucap gadis pelayan yang berumur 15tahun itu sambil menunduk


"Lalu kenapa kau terus berdiri di depan kamarku saat aku tertidur tadi?" tanya Feng May


"Maafkan kelancangan hamba nona. Hamba di beri tugas oleh permaisuri untuk menjaga anda, hamba takut terjadi apa-apa jika hamba meninggalkan nona sendiri" ucap Lien sambil terus menunduk


"Duduklah.. Dan ceritakan apa yang terjadi di kerajaan ini sampai-sampai kau begitu takut terjadi sesuatu terhadapku" ucap Feng May


Lien hanya menggelengkan kepalanya.


"Hamba tidak berani nona, hamba hanyalah pelayan rendahan, tidak pantas duduk bersama nona" ucap Lien sambil terus menunduk. Mata gadis itu terlihat berkaca-kaca saat Feng May mengajaknya untuk duduk.


"Lien.. Angkat kepalamu dan pandang orang yang sedang berbicara denganmu!" ucap Feng May memberi perintah.


Namun Lien lagi-lagi menggelengkan kepala nya dan masih dengan keadaan menunduk.


"Baiklah.. Tolong tutup pintunya" ucap Feng May.


Lien pun segera beranjak dari samping Feng May dan langsung menutup pintu.

__ADS_1


"Kemarilah dan duduk bersamaku" ucap Feng May sambil menepuk tempat tidur di samping nya, dengan ragu-ragu Lien pun duduk di samping Feng May


"Sekarang ceritakan padaku apa yang terjadi di kerajaan ini" ucap Feng May pelan.


Lin pun mendongak menatap Feng May, dia pun mengangguk dengan susah payah


"Yang mulia diracuni oleh perdana menteri Bai, dan perdana menteri Bai mengatakan akan memberikan penawar nya jika putra mahkota Ahn Chyou besedia menikahi putrinya. Karena putra mahkota terus menerus menolak, akhirnya perdana menteri pun melakukan banyak pemberontakan. Dia berusaha untuk menjatuhkan yang mulia dan menjadikan dirinya sebagai raja yang baru" ucap Lien dengan mata yang berkaca-kaca


"Apa kau masih memiliki keluarga?" tanya Feng May


"Hamba masih memiliki ibu beserta tiga orang adik yang masih kecil nona" ucap Lien


"Lalu bagaimana dengan ayahmu?" tanya Feng May sambil melihat mata pelayan itu


"Ayah hamba telah dibunuh oleh orang suruhan perdana menteri" ucap Lien sambil terisak


"Lalu dimana ibu beserta adikmu?" tanya Feng May


"Mereka ada di desa nona" ucap Lien


"Jika aku pergi dari sini, apa kau mau mengikutiku?" tanya Feng May


"Benarkah itu nona? Hamba boleh mengikuti nona?" tanya Lien.


Lien langsung bersujud sambil menangis di kaki Feng May


"Terima kasih nona, terima kasih" ucap Lien sambil mencium kaki Feng May


"Hei.. Apa yang kau lakukan? Bangunlah" ucap Feng May sambil membantu Lien untuk bangun


"Jika kau ingin mengikutiku, maka mulai hari ini jangan pernah menundukkan wajahmu dihadapan siapa pun, dan jangan pernah bersujud selain pada tuhanmu dan juga orang tuamu. Kau mengerti?" ucap Feng May panjang lebar.


"Hamba mengerti nona" ucap Lien sambil menganggukkan kepalanya.


"Dan satu hal lagi, berhentilah menyebut dirimu hamba" ucap Feng May sambil tersenyum


Tak lama pintu kamar Feng May pun di ketuk dari luar, Lien segera membuka pintu dan terlihatlah seorang kasim datang dengan penuh hormat menyampaikan undangan makan malam dari raja dan juga permaisuri.


Feng May pun segera mengangguk dan berjalan mengikuti kasim itu menuju sebuah aula makan di istana kerajaan bintang.


Saat sampai di sana, Feng May bisa melihat raja, permaisuri, Ahn Chyou beserta dua orang gadis yang Feng May prediksi sebagai adik-adik dari Ahn Chyou sudah duduk dengan rapi di kursi masing-masing.

__ADS_1


Permaisuri pun segera menyambut Feng May dan mempersilakan nya untuk duduk di samping Ahn Chyou, setelah itu mereka pun makan dengan hidmat.


Usai makan, Keluarga raja pun mengajak Feng May untuk menikmati teh sambil berbincang di gazebo.


"Nona Feng May terima kasih untuk bantuan anda yang sudah menyelamatkan yang mulia dan juga putra mahkota" ucap permaisuri.


Feng May hanya mengangguk sambil tersenyum tipis, dia juga memperhatikan kedua putri raja itu


"Mereka putri kami" ucap permaisuri saat melihat Feng May memperhatikan kedua putri nya yang buruk rupa.


Feng May segera berjalan mendekati kedua gadis itu dan langsung mengeluarkan dua buah pil kecantikan tingkat tinggi dan memberikannya pada mereka, tanpa ragu mereka pun menelannya.


Krak..


Semua orang pun menoleh saat terdengar suara retakan dari kedua putri raja, dalam sekejap kedua gadis itu berubah menjadi cantik jelita hingga membuat permaisuri histeris dan langsung memeluk kedua putri nya itu.


"Terima kasih nona" ucap raja dengan mata berkaca-kaca


Feng May hanya mengangguk kemudian mengatakan sesuatu yang membuat mereka terbelalak.


"Kedua putri yang mulia di beri racun selama bertahun-tahun hingga membuat wajah mereka menjadi buruk rupa dan meridian mereka juga tertutup" ujar nya sambil menyesap teh dengan santai.


Raja pun mengangguk dan langsung mengepalkan tinju nya di atas meja.


"Seperti nya zen harus segera memberantas perdana menteri beserta pasukannya secepatnya" ucap Raja. Namun ucapan Feng May selanjutnya lagi-lagi membuat mereka ternganga.


"Nona ini bisa membantu yang mulia untuk menghancurkan mereka, tapi nona ini ingin meminta pelayan Lien untuk ikut bersamaku nantinya" ucap Feng May


"Terima kasih nona dan untuk pelayan itu, kau bisa membawanya" ucap raja.


Lien yang berdiri di belakang Feng May segera bersujud dan berterima kasih karena raja bersedia melepaskannya.


"Terima kasih yang mulia" ucap Lien sambil berkaca-kaca.


Raja hanya mengangguk kemudian mulai bertanya pada Feng May.


"Jika raja ini boleh tahu, siapakah nona muda sebenarnya?" tanya raja.


Feng May hanya tersenyum sebelum menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh raja itu.


"Namaku Feng May, putri kedua sekaligus putri mahkota dari kerajaan Neraka" ucap Feng May santai sambil menyesap teh nya dengan anggun.

__ADS_1


Jedeeer...


Semua orang pun kaget saat tahu jati diri Feng May yang sebenarnya. Pantas saja dia bisa menyembuhkan raja, karena dia memang putri kerajaan Neraka yang terkenal hebat dalam pengobatan.


__ADS_2