
Kereta pangeran Zhu berjalan melintasi pasar, orang-orang yang sedang berjalan pun langsung menyingkir memberi jalan sambil membungkuk menghormati sang pangeran.
Setelah 50 menit, kereta itu pun tiba di kediaman perdana mentri Song dan langsung di sambut sang pemilik rumah dengan begitu antusias.
Pangeran Zhu Kai berjalan dengan pakaian lengkap seorang pangeran dan aura tegas nya membuat wajahnya terlihat semakin tampan.
Meneliti sekeliling, mata pangeran Zhu Kai pun menatap tajam perdana mentri Song membuat pria paruh baya itu menelan ludah nya dengan susah payah.
"Perdana mentri Song, bukankah kemarin kau mendatangi orang tua ku dan meminta dekrit pertunangan untuk putri mu? Lalu dimana putri kesayangan mu itu? Kenapa tidak datang menyambutku?" tanya Zhu Kai
"Ampun beribu ampun yang mulia, putri hamba pergi bersama teman-temannya untuk menghadiri pesta minum teh, mungkin akan kembali setelah malam, silahkan masuk terlebih dahulu yang mulia, dan izinkan yang tua ini menjamu anda" ucap perdana menteri Song
"Seperti nya putrimu itu memiliki banyak teman" ucap Zhu Kai
"Benar yang mulia, putri hamba cepat bergaul dan memiliki pertemanan dengan beberapa putri pejabat dan juga bangsawan" ucap perdana menteri Song
"Hmm.. Apakah putrimu itu memiliki kekasih di luar sana?" tanya Zhu Kai
"Tidak yang mulia, putri hamba Song Yun hanya menyukai yang mulia" ucap perdana mentri song sambil berkeringat dingin. Sedangkan Nyonya Song terlihat gemetar mendengar pertanyaan Zhu Kai
"Silakan diminum yang mulia" seorang pelayan menuangkan teh ke cangkir Zhu Kai dan mempersilahkannya minum
"Baiklah, nanti malam suruh putrimu menemuiku di hutan bambu" ujar Zhu kai
Perdana mentri Song pun mengangguk, menyanggupi permintaan sang pangeran.
"Apa kau tidak takut jika aku berbuat macam-macam pada putrimu?" tanya Zhu Kai
"Hamba percaya pada yang mulia" ucap perdana menteri Song dengan mantap.
__ADS_1
"Baiklah.. Aku akan pergi dulu" ucap Zhu Kai berpamitan pada perdana menteri Song dan keluarga nya.
"Sepertinya pangeran Zhu Kai mulai tergoda pada putri kita suamiku" ucap nyonya Song
"Tentu saja, pria mana pun pasti akan tertarik pada putri kita yang cantik sangat pandai" ucap perdana mentri Song.
"Apakah kita harus mengirim orang untuk menjemput Yun'er? Dia pasti ada di kediaman tuan Bing Lu itu" ucap nyonya Song
"Nanti saja. Biarkan tuan Bing Lu itu bersenang-senang dulu dengan putri kita" ucap perdana menteri Song
"Tapi suamiku, bagaimana jika Song Yun kelelahan dan tidak bisa melayani pangeran Zhu Kai? Ini tidak baik untuk kita" ucap nyonya Song. Akhirnya perdana menteri pun menyetujui usul dari istrinya. Song Yun memang harus beristirahat terlebih dahulu agar segar dan bertenaga.
"Baiklah.. Aku akan mengirim prajurit untuk menjemput Yun'er" ucap perdana mentri sambil berjalan menjauh dan memanggil prajurit nya.
Sementara Song Yun hari ini benar-benar kelelahan setelah melayani nafsu bejat nya Bing Lu, tubuhnya terasa remuk dan sakit-sakit. Tuan muda itu terus saja menyerang nya sejak dia datang di kediaman ini hingga sekarang entah sudah berapa kali. Membuat Song Yun menjadi semakin pucat dan lemah, sedangkan tuan muda itu masih memiliki tenaga untuk terus menggempurnya.
"Tapi sayang nya aku belum puas menikmati tubuhmu ini sayang" ucap Bing Lu sambil terus m*****a Song Yun membuat Song Yun terus-menerus berteriak.
Yi yang berada di luar ruangan pun sudah lelah menunggu nona nya, Yi berdiri dari siang hingga sore hari dan sudah mulai pegal dan kesemutan, tapi nona nya masih belum keluar juga dari ruang kerja Bing Lu.
30 menit kemudian Bing Lu pun keluar dengan wajah yang cerah dan segera menyuruh Yi dan juga pelayan nya untuk membantu Song Yun. Akhirnya Yi beserta pelayan yang bernama Yue pun bergegas masuk ke ruang kerja Bing Lu dan mendapati ruangan yang berserakan. Bing Lu segera membuka sebuah ruangan kecil disana dimana terdapat sebuah tempat tidur yang kini sedang di tiduri oleh Song Yun yang terlentang dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun. Pakaian Song Yun pun berserakan di lantai, Yi yang mencium aroma yang tidak sedap pun mengerutkan dahinya namun tetap diam dan langsung mendekati Song Yun.
Mata Yi terkesiap melihat keadaan nona nya yang penuh dengan bekas kissmark di leher, dada dan juga p******a nya. Segera Yi pun mengambil selimut untuk menutupi tubuh nona nya.
"Nona, apakah mau langsung pulang atau mau membersihkan diri terlebih dulu?" tanya Yue ramah
"Siapkan air panas, aku ingin berendam sebelum pulang ke rumah" ucap Song Yun dengan lemah.
Yue pun segera meninggalkan ruangan itu dan langsung menyiapkan air hangat untuk Song Yun, sedangkan Yi membantu nona nya bangun dan memapahnya ke pemandian.
__ADS_1
Selesai mandi, Song Yun pun bergegas berpakaian, setelah berpamitan pada Bing Lu, Song yun pun kembali menuju kediamannya dengan kereta khusus milik nya. Saat di perjalanan, prajurit yang di tugaskan mengirim pesan pun langsung menemui Song Yun dan memberitahu pesan dari perdana menteri.
Ingin rasanya Song Yun menangis, setelah pagi tadi dia melayani jendral jiu dan siang sampai sore nya terus di terkam oleh Bing Lu, kini pangeran Zhu Kai pun ingin menemui nya.
Sedangkan tubuh Song Yun benar-benar sangat lelah di tambah dengan banyaknya jejak yang di tinggalkan Bing Lu di tubuhnya membuat nya tak bisa menemui Zhu Kai.
Setelah sampai di kediaman, Song yun pun bergegas menemui ayah nya dan memintanya untuk memundurkan waktu pertemuan nya dengan pangeran Zhu Kai.
Perdana menteri yang mendengar alasan putrinya pun merasa kaget dan tak percaya jika putrinya bisa dengan gegabah membiarkan Bing Lu meninggalkan jejak percintaan mereka.
Akhirnya dengan gontai perdana mentri pun bergegas menuju istana untuk menemui pangeran Zhu Kai.
"Salam pangeran.." ucap perdana mentri
Zhu Kai yang sedang bersantai pun langsung menoleh dan bertanya "Ada apa perdana menteri?"
"Mohon maafkan kelancangan putri hamba sebelumnya yang mulia pangeran, saat ini Yun'er sedang tidak enak badan jadi tidak bisa menemui yang mulia malam nanti" ucap perdana menteri
"Bukankah tadi pagi dia baik-baik saja? Lalu kenapa sekarang tiba-tiba dia sakit?" tanya Zhu Kai
"Mungkin karena terlalu kelelahan setelah menghadiri jamuan para nona muda pangeran" ucap perdana menteri Song lagi
"Hhmm.. Baiklah, aku tidak akan memaksanya untuk menemuiku" ujar Zhu kai sambil melangkahkan kaki menuju paviliun nya
"Hhmm... Terlalu lelah ya? Bagaimana jika pangeran ini membuatmu semakin lelah?" gumam Zhu Kai. Lalu dia pun memanggil orang kepercayaannya dan membisikkan sesuatu.
"Baik pangeran, hamba akan menjalankan nya dengan baik." ucap orang kepercayaannya itu sambil segera pergi meninggalkan paviliun pangeran Zhu Kai.
"Seperti nya nona Song akan segera mendapatkan karma nya" ucap nya sambil tersenyum tipis
__ADS_1