
Setelah bersantai selama hampir 30 menit, akhirnya kaisar Changming beserta keluarga nya pun segera mendekati peti kelima.
Wajah mereka terlihat begitu penasaran akan kejutan yang di berikan oleh keluarga istana kerajaan neraka selanjutnya. Sesekali kaisar Changming pun terlihat menghela nafas panjang untuk meredakan debar-debar kecemasan di hatinya.
Sesaat mereka saling pandang dan mengangguk, tapi belum satu pun dari keempat orang itu yang berani membuka peti ke lima.
Nampaknya mereka masih mempersiapkan diri terlebih dahulu menanti kejutan lain yang akan segera mereka terima.
Dengan perlahan, tangan kaisar Changming pun membuka peti kelima.
Brak...
Suara peti terbuka, keempatnya melongo di tempat, satu pun tak ada yang bersuara, takjub.. Itulah yang kini mereka rasakan saat mata mereka melihat isi peti ke lima.
Belati kembar yang indah dengan ornamen bunga mawar yang di lilit ular pada genggamannya, satu belati beraura panas namun yang satunya beraura dingin, belati tingkat langit dan sangat langka.
Pedang hitam berkualitas tinggi tingkat raja, memiliki elemen api dan sangat kuat, bahkan bahan pembuatannya pun menggunakan besi hitam yang sangat langka.
Busuk dewa beserta anak panah nya yang berelemen es, bisa menciptakan kekuatan yang mampu membekukan lawan, merupakan busur tingkat langit yang sangat berguna dan begitu berharga.
Kipas lipat yang berisi senjata beracun dan mematikan, merupakan senjata tingkat langit yang memiliki elemen racun, bahkan pengguna nya sekalipun harus sangat berhati-hati saat menggunakan senjata ini.
20 kitab yang berisi teknik bela diri dan juga bela serang, berisi teknik-teknik langka yang telah menghilang selama ribuan tahun. Meskipun teknik ini berada di peringkat bumi, namun merupakan teknik yang banyak di cari dan di inginkan oleh para kultivator di setiap benua.
Kaisar Changming sampai meneguk ludah nya dengan paksa, bahkan senjata kelas langit pun di berikan sebagai hadiah oleh kerajaan neraka. Lalu sebanyak apa sebenarnya harta milik kerajaan neraka ini hingga barang-barang yang berkualitas tinggi dan sangat langka pun mereka jadikan hadiah.
Apakah ini bukan pemborosan? Jika orang lain yang mendapatkan nya mungkin akan langsung berjingkrak bahagia, tapi berbeda dengan kaisar Changming dan keluarganya yang merasa tidak pantas mendapatkan harga yang begitu mahal dan sangat berharga.
"Suamiku.." panggil permaisuri Xinlun, kaisar Changming pun menoleh
__ADS_1
"Apa ini tidak berlebihan? Maksudku kitab-kitab dan juga senjata ini, apa ini tidak membahayakan kita kedepannya?" tanya permaisuri Xinlun
Kaisar Changming hanya menggelengkan kepalanya, dia juga tak tahu harus berekspresi seperti apa saat ini. Apalagi dengan berbagai barang mahal dan langka di hadapannya.
Seorang pelayan wanita tiba-tiba mendekat ke ruang tamu tempat kaisar Changming beserta keluarga nya berada.
"Yang mulia.. Barang seperti ini adalah hal yang sangat biasa untuk semua orang yang tinggal di kerajaan neraka ini, bahkan anda bisa meminta lebih dari ini" ucap nya sambil sedikit menunduk
"Apa maksud mu?" Tanya pangeran Zhang Yong dengan pandangan yang rumit, dia agak sedikit risih dengan kelancangan pelayan baru nya itu.
"Maksud hamba... Yang mulia bisa saja meminta spirit beast atau pun demonix beast pada yang mulia ratu atau mungkin inti spirit, ketiganya juga bukan barang langka di kerajaan ini." ucap pelayan itu kembali
"Apa kau yakin?" tanya kaisar Changming
"Itu benar yang mulia, setelah kultivasi anda mencapai ranah langit, tuan putri pasti akan memberikan hewan spirit untuk tunggangan anda, sementara kultivasi anda dan keluarga belum mencapai tahap itu, pelayan kecil ini akan mengajak anda beserta keluarga untuk pergi ke suatu tempat untuk bisa berkultivasi" ucapnya sambil memandu keluarga kekaisaran petir itu menuju ke suatu tempat.
Pangeran Zhang Yong yang menyadari jika sejak tadi dirinya beserta keluarganya di ajak berkeliling di tempat yang sama pun segera mengangkat pedang nya dan menodongkannya pada pelayan itu.
"Tenanglah pangeran, sebentar lagi kita akan segera sampai, dan yang tadi anda ucapkan itu memang benar, kita memang harus mengelilingi tempat ini selama 7x" ucap pelayan itu sambil meneruskan perjalanan.
Kaisar Changming dan keluarga juga mau tak mau mengikutinya tapi kali ini mereka sama sekali tidak melonggarkan kewaspadaan nya pada pelayan itu.
"Kita telah sampai yang mulia" ucap pelayan itu sambil menunjukkan tato di dahinya.
Kraaak...
Krak...
Kratak...
__ADS_1
Terdengar suara retakan pada array yang terpasang di tempat itu, kini di hadapan keempat orang itu muncul sebuah air terjun yang sangat indah.
"Ini.." Permaisuri Xinlun nampak begitu takjub melihat pemandangan yang sangat indah itu
"Ini adalah air terjun kehidupan, yang mulia beserta keluarga bisa berkultivasi disini, mari ikuti pelayan ini untuk bisa masuk kesana" ucap pelayan itu kembali sambil berjalan mendahului keempat orang yang sedang terbengong-bengong itu.
Akhirnya keempat orang itu pun segera sadar dan langsung mengikuti pelayan itu menuju air terjun kehidupan.
Feng May saat ini duduk sendirian di kamarnya, pikiran nya menerawang entah kemana, ada sesuatu yang terus mengganjal di dalam hatinya, entah kenapa dia merasakan firasat buruk setiap kali memejamkan matanya seolah-olah akan terjadi suatu kejadian besar dengan dirinya. Tapi Feng May pun tak tahu pasti.
Kaisar Yongsheng yang baru saja datang pun menyernyitkan dahinya melihat tunangan nya yang kini sedang melamun bahkan tak menyadari kedatangan nya.
"Fiuuuh..." Feng May pun menghembuskan nafas panjang nya, sudut matanya tanpa sengaja melihat seseorang yang sedang duduk di kursi tak jauh dari tempatnya.
"Kau disini?" tanya Feng May sambil menatap kaisar Yongsheng dengan pandangan yang entahlah.
"Kapan kau datang?" tanya Feng May lagi
"Saat kau melamun" ucap kaisar Yongsheng sambil bangkit dari kursinya dan berjalan mendekati Feng May kemudian memeluk nya.
"Apa yang kau pikirkan May'er?" tanya kaisar Yongsheng sambil menatap wajah tunangannya itu
"Entahlah.. Tiba-tiba saja aku merasakan firasat buruk" ucap Feng May sambil membalas pelukan kaisar Yongsheng
"Jika suatu hari nanti aku pergi.." ucapan Feng May terpotong karena kaisar Yongsheng telah menempelkan jari telunjuknya pada bibir Feng May
"Zen akan mencarimu kemana pun kau pergi" ucap kaisar Yongsheng sambil mengecup bibir tipis Feng May yang entah sejak kapan telah menjadi candu nya.
Feng May pun membalas kecupan dari tunangannya itu dengan mata terpejam, hatinya mencoba untuk mempercayai ucapan kaisar Yongsheng.
__ADS_1
Melihat tindakan Feng May, kaisar Yongsheng pun berusaha untuk menenangkan nya, meski kini hatinya pun turut merasa gelisah seolah dia memang akan terpisah dengan gadis yang kini jadi tunangannya itu.
"Tenanglah May'er.. Bahkan jika zen harus berhadapan dengan dewa maut sekalipun, zen pasti akan terus bersamamu" gumam kaisar Yongsheng dalam hati sambil terus membelai rambut Feng May dengan penuh cinta