MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA

MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA
Part 81


__ADS_3

Keesokan harinya, seluruh tamu dari semua kekaisaran pun berpamitan untuk kembali menuju kekaisaran mereka masing-masing.


Kaisar Yongsheng beserta keluarganya pun turut hadir mengantarkan tamu undangannya hingga ke gerbang istana.


Puluhan kereta kuda beserta ratusan kuda yang di tunggangi para prajurit pun segera melaju untuk meninggalkan istana kekaisaran angin.


Selepas kepergian para tamu, kaisar Yongsheng pun memanggil kedua orang kepercayaannya yaitu Xue dan juga To Mu, kaisar Yongsheng ingin agar keduanya segera meninggalkan istana dan mencari keberadaan calon permaisuri nya.


Kaisar Zhao beserta permaisuri dan putra mahkota Zhao Xiang duduk di kereta mewah milik istana kekaisaran Zhao, ketiganya terus berbincang sambil memperhatikan bola hitam di genggaman tangan mereka masing-masing.


Mereka berharap agar bola hitam itu bersinar saat mereka mulai melewati kediaman para penduduk, namun sepertinya saat ini mereka harus menelan kekecewaan, bola hitam itu tak kunjung bersinar.


Kaisar Ahn beserta permaisuri dan juga putra mahkota Ahn Chyou pun melakukan hal yang sama, sambil berbincang mereka pun terus memperhatikan bola hitam itu.


Akhirnya setelah dua hari perjalanan, kereta istana kekaisaran bintang itu pun berhenti di hutan, tepatnya hutan perbatasan kekaisaran bintang dan juga kekaisaran angin.


Mereka keluar dari kereta dan bergegas menyuruh para prajurit nya untuk segera mendirikan tenda untuk beristirahat.


Perjalanan menuju kekaisaran Bintang masih tiga hari lagi jika menggunakan kereta dan kaisar Ahn berpikir untuk berburu sebentar di sana.


Putra mahkota Ahn Chyou pun menyetujui usulan dari ayahanda nya, apa lagi hutan itu terkenal dengan banyaknya binatang buruan yang bisa mereka tangkap untuk di makan bersama.


"Sebentar lagi hari akan malam, segera kalian cari buah-buahan dan juga ranting untuk membuat api" ucap kaisar Ahn kepada para prajuritnya.


Para prajurit pun segera pergi menjalankan tugas mereka masing-masing, sementara putra mahkota Ahn Chyou duduk bersandar di atas dahan sebuah pohon, sambil memejamkan matanya.


Ahn Chyou tak menyadari jika saat ini bola hitam yang ada di tangan nya itu bersinar cukup terang, dan menyilaukan mata yang melihat.


Hawa ngantuk terlalu menguasai tubuh nya yang tengah lelah karena perjalanan jauh yang di lalui nya.


Kaisar Ahn sempat mencari keberadaan putranya, namun melihat benda yang bersinar terang dalam genggaman tangan putranya itu, dengan segera kaisar Ahn pun melompat dan segera mengambil benda itu dari genggaman tangan putra nya.

__ADS_1


Kaisar Ahn sempat tertegun sejenak saat bola hitam itu berubah warna menjadi keperakan dan mengeluarkan cahaya, sementara putra mahkota Ahn Chyou hampir saja terjatuh dari pohon jika tak segera melompat dan bersalto.


Permaisuri Ahn merasa kaget dengan tinfakan suaminya itu, dia pun segera meminta agar sang kaisar segera turun.


"Yang mulia, ada apa?" tanya permaisuri Ahn.


Kaisar Ahn pun segera melompat ke hadapan permaisuri nya sambil menunjukan bola hitam yang telah berubah warna itu.


"Astaga yang mulia, berarti.." ucapan permaisuri Ahn terpotong oleh putra mahkota Ahn Chyou


"Putri Feng May ada di hutan ini" ucap Ahn Chyou sambil terburu-buru menulis surat pada kaisar Yongsheng dan mengirimkan nya lewat beast elang milik nya.


"Benar, saat zen mencari putra kita, zen melihat cahaya yang menyilaukan mata dari tangannya. Jadi zen langsung melompat dan mengambil benda itu" ucap kaisar Ahn


"Cepat beritahu kaisar Yongsheng beserta kaisar Zhao agar segera datang kesini" titah kaisar Ahn.


"Pangeran ini telah mengirim surat untuk kaisar Yongsheng ayahanda" ucap Ahn Chyou.


Kaisar Ahn pun segera menulis surat pada kaisar Zhao dan mengirimkannya lewat merpati pengirim pesan.


"Ingat.. Jika kita bertemu dengan gadis itu, kita harus berpura-pura tidak mengenal nya" ucap kaisar Ahn.


"Tapi kenapa ayah?" tanya Ahn Chyou.


"Kita semua akan segera tahu alasannya, hanya saja kita harus tetap bungkam untuk sementara waktu sampai puyri Feng May sendiri yang mengakui kebenaran tentang dirinya.


Sementara itu di istana kekaisaran angin, seekor beast elang api menukik dan langsung bertengger di bahu kaisar Yongsheng yang saat ini tengah makan malam bersama keluarga nya.


Tadinya kaisar Yongsheng berniat untuk menyerang binatang itu, tapi saat menyadari jika binatang itu milik dari calon adik iparnya yaitu Ahn Chyou, dia pun mengurungkan niatnya dan menyarungkan kembali pedang nya.


Kaisar Yongsheng melihat ada kertas yang melilit di kaki elang itu dan dengan segera mengambil kemudian membacanya.

__ADS_1


Wajah kaisar Yongsheng terlihat sumringah diiringi dengan sebuah senyuman manis, dia pun segera menyodorkan kertas itu untuk dibaca oleh ibunda dan juga kedua adik perempuan nya.


"Zen harus segera berangkat menuju hutan perbatasan" ucap kaisar Yongsheng sambil bangkit dari kursinya.


"Gege, aku ikut" ucap Qiaofeng dan juga Qiancheng bersamaan.


"Tidak, kalian berdua tetap di istana dan jaga ibunda, gege akan memberi kabar setelah menemukan kakak ipar kalian" ucap kaisar Yongsheng sambil bergegas berjalan menuju ke paviliunnya untuk berganti pakaian.


Dia tak bisa berpakaian resmi seperti yang tengah di pakai nya kini, mengingat Feng May mungkin akan kabur jika melihat ada seorang kaisar yang mengejarnya.


Dengan segera, kaisar Yongsheng pun melompat dan langsung melesat dengan cepat menuju hutan perbatasan sesuai petunjuk yang di berikan oleh putra mahkota Ahn Chyou dalam surat nya.


"Kita akan kembali bersama, tunggulah May'er.. Zen akan segera menjemputmu kembali calon permaisuri ku" gumam kaisar Yongsheng sambil melesat semakin cepat.


Beast merpati pengirim pesan pun kini telah sampai pada rombongan kekaisaran Zhao, dengan cepat beast itu pun segera mendarat tepat di depan jendela kamar penginapan yang di huni kaisar Zhao.


Dengan cepat kaisar Zhao pun membuka jendela dan mengambil surat yang tergulung dan terikat di kaki merpati itu, lalu memberikan beberapa jagung untuk di makan oleh hewan beast itu sambil membuka surat dan segera membacanya.


Tak lama kaisar Zhao pun segera memanggil putranya lewat telepati agar bergegas datang ke kamarnya, sementara permaisuri Zhao yang baru saja keluar dari kamar mandi menatap heran pada suaminya yang terus tersenyum mencurigakan.


Tok... Tok.. Tok...


"Ayahanda.." panghil putra mahkota Zhao Xiang dari luar.


Kaisar Zhao pun segera membuka pintu dan mempersilahkan putra nya untuk masuk, setelah itu dia pun segera memberikan gulungan surat itu ke tangan putra kesayangan nya.


"Pergilah temukan putri Feng May dan bawa kembali calon permaisuri mu itu" ucap kaisar Zhao sambil menepuk pundak putranya tiga kali.


"Terima kasih ayahanda" ucap putra mahkota Zhao Xiang sambil memeluk sang ayah penuh haru.


Permaisuri Zhao pun mendekat dan bertanya "Ada apa ini? Dan kenapa kalian berdua berpelukan?"

__ADS_1


Putra mahkota Zhao Xiang pun segera memberikan surat itu pada ibundanya agar di baca, mata permaisuri terlihat berkaca-kaca saat tahu isi dari surat tersebut.


"Pergilah putraku.. Kau harus membawa kembali calon menantu ibunda" ucap permaisuri Zhao sambil memeluk putranya penuh kasih sayang.


__ADS_2