
Qiancheng langsung masuk ke paviliun nya begitu sampai di istana kekaisaran angin, dia meminta kepada semua pelayan nya agar tak mengganggu nya untuk sementara waktu, dia merasa sangat lelah dan juga ingin beristirahat.
Qiancheng membaringkan tubuhnya di atas peraduan, matanya nampak basah, hatinya berdenyut sakit. Dia tak pernah membayangkan akan merasakan patah hati sedemikian besar, jika saja sejak awal dia tahu, mungkin dia tak akan mengikuti kata hatinya untuk terus berharap pada pemuda yang tak akan pernah memiliki perasaan apa pun terhadap nya.
Dia benar-benar telah menyerah saat ini, tak ingin lebih banyak menghamburkan waktu percuma hanya untuk sebuah penantian, mungkin suatu saat nanti dia akan bertemu dengan orang yang benar-benar mencintai nya dan juga bersedia untuk hidup bersama dengan nya, dan tentu saja pemuda itu bukan Bao Yue.
Qiancheng tertidur dengan sangat pulas setelah lelah menyesali diri, matanya nampak bengkak menandakan jika dia telah menangis dalam waktu yang cukup lama.
Dua jam kemudian, seorang pelayan pun mengetuk pintu kamar Qiancheng, dia di beri perintah oleh ibu suri Sashuang untuk ikut makan malam bersama.
Qiancheng yang masih ogah-ogahan pun akhirnya bangkit dari peraduan nya dan bergegas untuk membersihkan diri.
Dia tak ingin membuat seluruh keluarganya khawatir dengan ketidak hadirannya di aula makan.
Tak...
Tak...
Tak...
Langkah Qiancheng diikuti oleh para pelayan nya menuju ke aula makan, wajah gadis itu masih terlihat sendu, seolah tengah menunjukkan kesedihan nya.
"Putri Qiancheng memasuki ruangan!" teriak seorang prajurit begitu Qiancheng sampai di depan pintu aula makan.
Qiancheng pun langsung tersenyum manis, raut sendu nya berubah hingga 180° setelah melihat seluruh anggota keluarga nya hadir dan telah menempati kursi masing-masing.
Gadis itu melangkah dengan sangat ceria, seolah beban yang tadi ada di pundaknya telah sirna. Dia pun segera menduduki kursinya dan mulai bersiap untuk makan.
__ADS_1
Di kekaisaran matahari saat ini, seluruh pembesar istana merasa sangat khawatir karena tuan putri dan juga kaisar mereka belum juga kembali dari kekaisaran angin, perdana mentri Wang Yi pun segera memanggil beberapa orang Mata-mata dan memberikan mereka tugas untuk mencari tahu keberadaan majikan nya, Wang Yi merasa sangat khawatir jika sesuatu terjadi pada kaisar dan juga tuan putri mereka.
Akhirnya dua puluh orang mata-mata itu pun bergerak dengan sangat cepat menuju kekaisaran angin dengan memecahkan artefak perpindahan, mereka langsung di teleportasikan menuju ke depan gerbang kekaisaran.
Setelah membayar biaya masuk, mereka segera berpencar untuk mencari informasi tentang kaisar dan juga tuan putri mereka. Para mata-mata itu juga mulai berbaur dengan rakyat berbagai kalangan untuk mempermudah pencarian.
Sementara itu di hutan neraka tepatnya di istana Lembah angin, seorang wanita tengah berteriak sambil terus melemparkan barang-barang yang ada di kamar nya, dia begitu murka melihat giok kehidupan milik putrinya yang hancur tak bersisa.
"Dasar manusia rendahan! Berani sekali dia membunuh putri kesayangan ku! Aku pasti akan membalas perbuatan biadab mu itu berkali-kali lebih menyakitkan!" teriak nya sambil menggertakan gigi.
Wanita cantik itu tiba-tiba saja berubah menyeramkan dengan rambut merah menyala dan juga iris mata yang tiba-tiba ikut berubah merah, sepasang tanduk dan juga taring muncul di tambah lagi dengan bulu-bulu yang sangat lebat di tubuh nya. Kuku yang sangat panjang dan juga berwarna hitam pun muncul, membuat para pelayan yang melayaninya langsung ambruk jatuh dan juga pingsan melihat penampilan dirinya.
Wanita itu bernama Yun Mengli, seorang manusia setengah iblis yang di jadikan persembahan oleh suami nya sendiri demi kejayaan dan juga kekuatan pada sepuluh tahun yang lalu.
Yun Mengli di jadikan istri ke 41 oleh raja iblis karena memiliki kecantikan yang tiada tara, bahkan dia juga menjadi kesayangan dari raja iblis.
Raja iblis memberikan setetes darah hitamnya pada putri dari istri ke 41 nya yang bernama Mei Ling, hingga membuat gadis kecil itu memiliki kekuatan setengah iblis. Bahkan Mei Ling juga bisa merubah dirinya jika dalam keadaan tertekan atau pun sakit hati.
Yun Mengli begitu senang melihat putri kesayangan nya itu tumbuh dengan sangat baik, bahkan memiliki kecantikan yang tiada tara seperti dirinya, namun hari ini...
Saat Yun Mengli mencoba untuk memanggil Mei Ling dari cermin kehidupan, cermin itu tak bereaksi apa pun hingga membuat Yun Mengli sangat marah, dengan segera dia pun memeriksa giok kehidupan milik Mei Ling.
Mata Yun Mengli terlihat suram, bahkan wajahnya langsung menghitam saat melihat kepingan dari giok kehidupan Mei Ling, dia pun akhirnya memeriksa kenangan yang di tinggalkan oleh putrinya dan langsung murka saat tahu jika pembunuh dari putrinya itu adalah seorang kaisar dari kekaisaran angin.
Yun Mengli juga melihat seorang gadis yang sangat cantik bahkan mengalahkan kecantikan milik nya dan juga Mei Ling sang putri.
Tangan Yun Mengli terkepal dengan sangat kuat saat melihat bagaimana cara kaisar Yongsheng membunuh putri kesayangan nya, bahkan bukan hanya jasad fana nya saja, tapi juga jiwa milik dari sang putri ikut di hancurkan.
__ADS_1
Yun Mengli menggeram dengan sangat keras setelah tubuh nya berubah menjadi sosok yang sangat mengerikan itu, dia pun melesat dengan sangat cepat menuju kekaisaran angin untuk membalas dendam.
Swush...
Sosok hitam itu pun menghilang dari istana lembah angin dan langsung muncul di kekaisaran angin, saat ini dia berencana untuk membuat kekacauan agar kaisar Yongsheng segera keluar dari istana nya dan langsung menghadapi maut sesuai keinginan nya.
Booom....
Booom...
Booom...
Duar...
Yun Mengli pun segera melemparkan seperempat dari kekuatan nya dan menyerang rumah-rumah milik rakyat kekaisaran angin, dan dengan sengaja dia juga membunuh puluhan bahkan ratusan orang yang tidak berdosa.
Dengan sangat kejam, Yun Mengli juga menculik bayi yang masih merah dan juga anak-anak kecil untuk dia serap inti kehidupan nya agar semakin memperkuat dirinya.
"Hahahaha... Sampai kan pada kaisar kalian yang bodoh itu! Aku Yun Mengli datang untuk membalas dendam atas kematian putri ku Mei Ling! Dan beritahu dia aku akan menunggunya di hutan perbatasan!" teriak Yun Mengli, suaranya begitu keras dan juga sangat lantang hingga membuat semua orang yang ada di tempat itu pun sontak menutup lubang telinga mereka yang berdengung.
Kaisar Yongsheng yang mendengar tantangan yang di ajukan padanya pun sejenak terdiam, dia tengah memikirkan bagaimana caranya agar bisa mengalahkan ibu dari si iblis Mei Ling itu dengan sangat cepat tanpa harus terlalu banyak menggunakan kekuatan nya.
Setelah beberapa saat berfikir, akhirnya kaisar Yongsheng pun segera bangkit dari tempat duduknya.
Swush....
Kaisar Yongsheng pun menghilang dalam sekelip mata di hadapan semua orang yang kini hadir di aula rapat istana kekaisaran nya.
__ADS_1