
Tak lama setelah kepergian Feng May beserta keluarganya, istana kekaisaran Zhu di kagetkan dengan kehadiran Kaisar Xuan beserta permaisuri dan beberapa selirnya.
Kehadiran mereka di sambut baik oleh kaisar Zhu, namun nampaknya kehadiran mereka tidak dengan niat baik.
"Zen sudah mendengar rumor tentang putramu beserta selir zen yang ke 47, lalu apa pendapat mu kaisar Zhu?" tanya kaisar Xuan
Kaisar Zhu pun terbelalak kaget mendengar ucapan kaisar Xuan yang blak-blakan, sedangkan Sun Yi sudah gemetar dengan tubuh yang terus berkeringat.
"Maafkan kesalahan putra zen.. Sebelum nya nona muda Sun itu memang memiliki hubungan dengan putra zen.. Namun dia menghilang dalam beberapa tahun ini, kemudian kembali lagi dengan alasan telah mengalami masalah kesehatan dan harus berobat ke tempat yang sangat jauh selama beberapa tahun" ucap kaisar Zhu berterus terang.
Kaisar Xuan pun tertawa terbahak-bahak mendengar alasan dari kaisar Zhu.
"Tentu dia menghilang karena telah menaiki ranjang kaisar ini dan berusaha untuk menjadi salah satu selir zen. Dan dia baru saja melahirkan seorang anak satu tahun yang lalu" ucap kaisar Xuan sambil melirik ke arah Sun Yi.
"Zen tak mau bertele-tele, karena pangeran Zhu Kai telah berani menginjak harga diri zen dengan berhubungan kembali dengan selir Sun, maka zen akan beri dua pilihan. Yaitu berperang atau memberikan daerah selatan sebagai ganti rugi, zen tunggu keputusan nya" ucap kaisar Xuan sambil bangkit dari duduknya dan hendak melangkahkan kaki nya keluar.
"Tunggu yang mulia.." panggil kaisar Zhu, kaisar Xuan hanya menoleh dengan malas.
"Lalu bagaimana dengan selir Sun?" tanya kaisar Zhu
"Bukankah putramu menginginkannya? Lalu kenapa bertanya kembali pada zen? Lagi pula zen juga sudah bosan dengan selir Sun itu. Kau ambil saja, zen tak mau memakan makanan bekas orang lain meskipun makanan itu milik zen.." ucap kaisar Xuan sambil melanjutkan langkahnya keluar.
"Tidak di sangka, calon kaisar dari kekaisaran Zhu ini sangat suka bekas orang lain. Hahaha... Zen memiliki 100 orang gundik di istana zen jika kau sudah merasa bosan dengan pelayanan selir Sun itu pangeran Zhu Kai. Bukankah kau sangat menyukai bekas kaisar ini?" ucap kaisar Xuan sarkas, nadanya terdengar begitu arogan dan sangat merendahkan.
Kaisar Zhu sedikit lebih tenang, meskipun ucapan kaisar Xuan tadi menghina dan juga menjatuhkan nama baik putra nya, tapi apa daya.. Semua yang kaisar ucapkan itu benar.
Putranya memang tidak menyelidiki terlebih dahulu tentang asal usul dan juga segala yang berhubungan dengan Sun Yi.
"Selir Sun, lebih baik anda kembali ke kediaman keluarga anda, istana ini tidak menyambut perempuan pembohong dan juga j****g seperti mu" ucap permaisuri Zhu akhirnya buka suara.
__ADS_1
Sun Yi pun keluar dari aula istana dengan wajah yang sangat buruk.
Apalagi saat mendengar cemoohan dari seisi aula istana, apa yang salah dengan dirinya? Dia sangat mencintai Zhu Kai begitu juga sebaliknya.
Lalu kenapa semua orang menghina dan mencemooh nya? Apa hanya karena dia seorang selir? Dan sudah pernah di tiduri pria lain selain Zhu Kai?
Pikiran Sun Yi semakin semrawut apalagi saat dia kembali ke kediaman nya, kedua orang tua bahkan saudara jauh dan para pelayan juga memberikan tatapan yang merendahkan.
Tak ada satu orang pun yang membela Sun Yi saat ini. Membuat dirinya semakin frustasi dan hampir kehilangan kesabaran.
Kaisar Zhu berusaha meminta bantuan dari sahabat lamanya yaitu kaisar Zhao, namun permintaan nya langsung di tolak begitu saja, mengingat jika kaisar Zhao saat ini masih memiliki hubungan baik dengan kerajaan neraka.
Hingga mau tak mau pada akhirnya kaisar Zhu pun melepaskan daerah selatan menjadi milik kaisar Xuan.
Zhu Kai saat ini masih terlarut dalam penyesalan dan juga kekecewaan nya, menyesal telah menyakiti Feng May dan kecewa karena wanita yang di bela nya Mati-matian ternyata hanya seorang wanita tak tahu diri.
Kata itu kini benar-benar melekat dalam dirinya, karena kaisar Xuan ternyata diam-diam menyebarkan masalah itu sampai kekaisaran lain.
Zhu Kai bangkit dan segera meloncat pergi dari kediaman nya menuju kerajaan neraka, dia melompat dari satu pohon ke pohon lainnya menggunakan kingqong nya namun dia tak bisa menemukannya.
Kerajaan neraka menghilang tanpa jejak, Zhu Kai semakin frustrasi dan marah.
"Semua ini gara-gara Sun Yi, dia lah biang dari segala kekacauan ini. Aku akan membalasmu nanti" ujar Zhu Kai sambil kembali ke istananya.
Zhu Kai menyuruh para prajurit untuk menjemput Sun Yi kembali ke istana, hati Sun Yi pun menjadi sangat bahagia. Dia pun segera mengganti pakaian nya dan berdandan dengan sangat tebal lalu menggunakan berbagai perhiasan di seluruh tubuhnya.
Langkah Sun Yi pun terlihat sombong saat menaiki kereta istana kekaisaran Zhu, Sun Yi menunjukkan wajah angkuh nya pada semua keluarga dan juga orang-orang sekitar yang melihatnya.
Sampai di istana Sun Yi pun segera di bawa menuju kediaman pangeran Zhu Kai yang saat ini sedang duduk sambil memainkan seruling di tangannya.
__ADS_1
"Pangeran.." Sun Yi pun menunjukan hormat dengan membungkukkan badannya.
Melihat dan mendengar suara yang paling di bencinya, pangeran Zhu Kai pun langsung mengajak Sun Yi untuk duduk dan meminum teh bersama
Tentu saja hal itu di sambut gembira oleh Sun Yi, dia pun segera duduk.
Tak lama seorang pelayan pun datang dan mengisi cangkir kosong untuk Sun Yi, dia menuangkan teh dengan raut wajah yang sedikit berbeda.
Ada senyum sinis melengkung terlihat dari bibir gadis pelayan itu.
Sun Yi menerima teh nya dengan anggun, dan menyesapnya dengan pelan.
Zhu Kai menyeringai melihat Sun Yi yang berusaha menunjukkan sikap yang polos dan anggun. Namun kali ini dia tak akan tertipu lagi.
Perasaan benci dalam hati Zhu Kai telah menggunung tak mungkin bisa hilang bergitu saja.
Tak lama, Sun Yi pun menunjukkan gelagat yang berbeda, dia mulai menggeliatkan badan nya, wajah nya nampak memerah dan tangan kanannya dengan anggun membuka kipas dan mengipasi dirinya.
Zhu Kai berpura-pura tak melihat perubahan Sun Yi, dia masih menyesap teh nya dengan anggun. Sampai akhirnya dia pun mulai mendekati Sun Yi.
"Kai-kai.. Tolong aku. Ini benar-benar panas" ucap Sun Yi sambil melonggarkan bagian atas hanfunya hingga menunjukkan aset nya.
Zhu Kai menelan ludahnya dengan paksa, namun kemudian dia ingat dengan rencananya.
"Kita istirahat disana" ajak Zhu Kai sambil menunjuk satu paviliun kecil tak jauh dari sana, dan membawa Sun Yi kesana.
Tak lama puluhan prajurit pun datang dan menghadap. Setelah membawa Sun Yi masuk kedalam kamar, Zhu Kai pun segera keluar dan menghampiri puluhan prajurit itu.
"Dia milik kalian, kalian bebas menikmatinya sesuka kalian.. Namun pastikan dia tetap hidup. Aku belum puas menyiksanya" ucap Zhu Kai sambil melangkahkan kakinya menjauhi paviliun itu.
__ADS_1