
Melihat kedua pria yang di tolong nya mendekat, Feng May pun menyodorkan 4 ekor ikan bakar yang sudah selesai di masak nya dan mengajak mereka berdua untuk makan.
"Terima kasih nona" ucap pemuda yang berbaju putih, sedangkan yang satunya tetap diam tak mengeluarkan suaranya.
"Hhmm.." Feng May menjawab dengan singkat.
Kedua pemuda itu langsung menikmati ikan bakar buatan Feng May, mata mereka di buat berbinar merasakan sensasi gurih pedas di mulut mereka.
"Ikan bakar ini sungguh lezat" ucap pemuda itu, Feng May tak menjawab nya. Dia terlihat santai menikmati ikan bakar yang ada di tangan nya.
Tak lama pemuda yang berbaju putih itu pun memperkenalkan diri
"Namaku Changyi. Dan ini adalah majikanku putra mahkota Ahn Chyou" ucap pemuda itu
"Feng May" hanya dua kata yang di ucapkan Feng May saat memperkenalkan dirinya
"Apakah nona bukan berasal dari sini? Melihat pakaian yang nona kenakan sangat berbeda dengan para nona muda lain di kerajaan kami" ucap Changyi kemudian
"Hhmm.. Aku dari benua lain. Mungkin.. Aku juga tak yakin" ucap Feng May
Kedua pemuda itu pun saling memandang sebelum akhirnya Changyi kembali memberondong Feng May dengan pertanyaan.
"Maksud nona? Nona berasal dari dimensi yang berbeda dengan kami?" tanya Changyi
"Seperti nya begitu" jawab Feng May
"Lalu bagaimana cara nona masuk ke tempat ini?" tanya Changyi lagi
"Aku menemukan sebuah portal di lapisan ke enam hutan kehidupan. Dan saat aku masuk, aku menemukan hamparan rumput yang luas, karena penasaran dengan aroma mawar dan juga anggrek yang tidak sengaja aku cium, akhirnya aku pun bertarung dengan tanaman roh" ucap Feng May
"Lalu bagaimana nona bisa melarikan diri dari tanaman roh itu?" tanya Changyi semakin penasaran. Sedangkan pemuda yang satu nya masih tetap santai menikmati ikan bakar sambil mendengarkan perbincangan mereka.
"Melarikan diri? Kapan aku bilang melarikan diri? Aku membunuh tanaman roh itu" ucap Feng May santai sambil menggigit buah apel yang dia ambil dari cincin penyimpanan nya.
"Apaaa?" kedua pemuda itu pun sontak berteriak kaget mendengar pengakuan Feng May yang sudah membunuh tanaman roh berusia ribuan tahun itu.
"Lalu kenapa kalian berdua ada di sini dan bertarung dengan para pembunuh bayaran itu?" tanya Feng May
Sejenak pemuda itu melihat junjungannya sebelum pada akhirnya dia pun bercerita.
"Kami sedang mencari tanaman obat untuk mengobati yang mulia yang saat ini sedang keracunan" ucap Changyi
"Racun apa?" tanya Feng May
"Racun buah hitam" ujar Changyi
__ADS_1
"Ooh.. Ku pikir racun yang ganas" ucap Feng May sambil terkekeh
"Apa maksud mu nona? Apakah racun buah hitam bukan racun yang ganas?" tanya Changyi lagi.
"Hhmm.. Hanya sedikit ganas" ucap Feng May
"Apakah nona memiliki pil penawar racun itu?" tanya Changyi
"Mungkin" ucap Feng May sambil mengangkat kedua bahunya sebelum kemudian menyandarkan tubuhnya pada sebuah pohon dan terlelap.
Kedua pemuda itu pun saling memandang untuk mencerna jawaban Feng May hingga akhirnya keduanya memutuskan untuk membawa Feng May ke kerajaan Bintang.
Dua jam kemudian Feng May pun bangun dan melihat kesamping nya, dua pemuda tadi masih duduk disana. Feng May pun heran dengan mereka.
"Apa kalian tidak memiliki rumah? Kenapa kalian tidak pulang?" tanya Feng May
"Nona, kami menunggu nona bangun" jawab Changyi sambil menggaruk tengkuk nya
"Kenapa?" Feng May mengerutkan dahinya, merasa heran dengan kedua pemuda yang saat ini ada di hadapan nya.
"Bisakah nona menyembuhkan ayahanda ku?" Ahn Chyou tiba-tiba saja bersuara
"Hei! Kupikir tadi kau itu bisu" ucap Feng May santai
Akhirnya mereka bertiga pun berlari menggunakan ilmu peringan tubuh nya hingga sampai di istana kerajaan bintang.
Ahn Chyou segera saja membawa Feng May menuju paviliun ayah nya.
"Kau sudah kembali putraku? Siapa gadis yang kau bawa itu?" tanya permaisuri.
Sedangkan Ahn Chyou hanya mendekatkan jari telunjuknya ke arah sang ibu, seolah memberi tahu untuk tidak bersuara.
Feng May berjalan ke arah raja yang terbaring di tempat tidurnya dengan sebagian tubuh yang mulai membiru. Sejenak mata Feng May terlihat berkilat licik tapi kemudian terkikik.
"Racun biru" ucap Feng May
Semua yang ada di ruangan itu pun kaget mendengar ucapan Feng May.
"Bagaimana bisa yang mulia terkena racun biru? Bukankah tabib istana bilang yang mulia terkena racun buah hitam?" tanya permaisuri
Feng May memanggil Changyi dan juga Ahn Chyou untuk membantunya mendudukan raja, setelah itu memasukkan pil penyembuh dan pil segala racun tingkat tinggi pada tubuh nya.
"Kau bantu aku salurkan tenaga dalammu pada yang mulia, aku akan menggiring racunnya menuju tangan" ucap Feng May sambil menyuruh pelayan membawa 2 wadah dan juga lap.
Ahn Chyou segera duduk bersila di belakang Raja dan mengalirkan tenaga dalamnya, sementara Feng may mengeluarkan kotak yang berisi jarum perak miliknya.
__ADS_1
Dengan teliti, Feng May pun menusukkan 13 jarum pada tubuh raja dan langsung duduk bersila di depan raja.
Tubuh raja pun bergetar, keringat bercucuran nampak keluar dari seluruh badannya, Feng May segera mencabut jarum-jarum itu dan menyimpannya di kotak.
Mengambil belati dari pinggangnya dan langsung menggores tangan raja, seolah sudah mengerti, Changyi segera menyimpan wadah itu di bawah tangan raja, darah hitam dan kental mulai keluar dari tangan yang di gores Feng May.
Tak lama Feng May pun menyodorkan satu wadah pada Ahn Chyou membuat semua orang terbelalak kaget.
"Bukankah yang mulia yang keracunan? Lalu untuk apa gadis itu menyodorka wadah pada putraku?" pikir permaisuri.
Namun sedetik kemudian, keheranan mereka pun terjawab saat Ahn Chyou memuntahkan beberapa teguk darah hitam.
Feng May menyodorkan 2 butir pil pada Ahn Chyou dan langsung di terima dan di telan oleh Ahn Chyou tanpa bertanya, setelah itu Feng May pun menyodorkan sebotol air untuk di minum oleh Ahn Chyou. Dan sama seperti tadi, pemuda itu pun tanpa banyak bertanya langsung meminum air itu sampai habis.
Boom...
Terdengar ledakan kekuatan dalam tubuh Ahn Chyou setelah meminum air itu.
"Pergilah berkultivasi, lonjakan kekuatanmu harus bisa kau seimbangkan dengan baik. Kau masih akan menerobos kembali hingga lima tingkat" ucap Feng May dan langsung di angguki oleh Ahn Chyou.
Setelah kepergian Ahn Chyou, Feng May pun segera mengusap tangan raja, dalam sekejap luka itu pun kembali tertutup tanpa bekas, wajah raja terlihat kembali berseri, tak lama mata nya pun terbuka.
Permaisuri segera berlari dan langsung memeluk suaminya, dia pun menangis bahagia dengan kesembuhan suaminya itu.
Feng May menyodorkan pil berwarna merah dan juga hijau, permaisuri pun segera membantu suaminya untuk meminum pil itu lalu memberi minum dari botol yang di berikan Feng May
"Terima kasih nona" ucap permaisuri
Feng May hanya mengangguk sambil tersenyum manis, kemudian melirik ke arah Changyi.
"Changyi, apakah disini ada kamar kosong? Aku ingin istirahat" ucap Feng May
Mendengar ucapan Feng May, permaisuri pun segera memerintahkan para pelayannya untuk mengantar Feng May ke paviliun teratai.
"Nona, ini kamar anda" ucap pelayan itu sambil membukakan pintu.
Feng May cukup kagum dengan permaisuri yang memberikan nya paviliun yang terbaik dan juga sangat mewah untuk beristirahat.
"Hhmm.." jawab Feng May singkat
"Apakah ada yang nona butuhkan lagi?" tanya pelayan itu
"Tidak, kau boleh pergi. Aku akan beristirahat" ucap Feng May sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Pelayan itu pun segera keluar dan menutup pintu kamar Feng May. Lalu berdiri di depan kamar itu untuk menunggu perintah selanjut nya.
__ADS_1