MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA

MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA
Part 52


__ADS_3

"Dia.." Qiaofeng menatap seorang pemuda tampan dengan wajah yang begitu dingin melintas tak jauh dari mereka.


Mayleen dan Mey-Yin yang melihat tatapan gadis itu pun mengernyitkan dahinya.


"Bukankah tadi dia bilang ingin mendapatkan suami dari kerajaan neraka? Lalu kenapa tatapan matanya itu melihat gege ku srolah menemukan berlian dari dasar sumur?" pikir Mayleen dan juga Mey-Yin sambil saling pandang sebentar.


"Dia itu pangeran Ahn Chyou, gege kami. Pangeran mahkota dari kekaisaran bintang" ucap Mayleen menjelaskan


"Dia benar-benar tampan" mata Qiaofeng berbinar terang melihat pemuda berparas tampan itu.


Namun ketiga gadis di sampingnya saling melirik, jelas mereka bingung melihat reaksi Qiaofeng yang menurut mereka agak berlebihan itu.


"Bukankah tadi kau bilang ingin mendapatkan salah satu dari pangeran di kerajaan neraka ini Qiaofeng?" tanya Qiancheng dengan cepat.


"Tidak, aku mengubah keinginan ku, pangeran dari kekaisaran bintang itu jelas-jelas lebih tampan, aku akan meminta ibunda untuk mengajukan lamaran padanya" ucap Qiaofeng dengan cepat.


Byuuurr...


Ketiga gadis itu serempak menyemburkan teh yang ada di mulut mereka mendengar jawaban dari Qiaofeng.


"Astaga.. Kalian ini benar-benar jorok. Lihatlah pakaianku sampai basah gara-gara kalian" ucap Qiaofeng sambil bangkit dari duduknya dan menghentak-hentakkan kakinya.


Wajah Qiaofeng yang cemberut di sertai pipinya yang mengembung membuat ketiga gadis itu merasa gemas melihat kelakuannya.


"Maafkan kami calon kakak ipar.." ucap Mayleen serentak bersama Mey-Yin saat melihat Qiaofeng yang hendak mengamuk.


Mendengar panggilan kakak ipar dari Mayleen dan juga Mey-Yin, amarah Qiaofeng pun mereda. Dia segera tersenyum ringan.


"Tidak apa-apa, kalian tunggu saja disini, aku akan segera mengganti pakaian ku dan kembali kesini" ucapnya sambil melangkahkan kakinya dengan lebar menuju paviliun yang di tempatinya.

__ADS_1


Ketiga gadis itu kembali terbengong dengan tindakan Qiaofeng, wajah mereka bertiga masih cengok di sertai mata yang melotot sempurna, masih memandang ke arah menghilang nya Qiaofeng.


"Apakah jatuh cinta akan membuat seseorang menjadi bodoh?" tanya Qiancheng


Sedangkan Mayleen dan juga Mey-Yin hanya menggelengkan kepalanya kemudian mengangguk-angguk.


"Hais.. Sepertinya kalian juga ikut bodoh karena terbawa oleh adik ku itu" ucap Qiancheng sambil berdiri dan meninggalkan kedua saudari itu yang masih setia dengan wajah bodohnya.


Qiaofeng saat ini masih berada di paviliunnya, sejak tadi dia terus saja bolak-balik mengganti hanfunya, dia ingin terlihat menawan saat bertemu dengan Ahn Chyou nanti.


Tiga orang pelayan yang melayaninya pun merasa bingung, gadis itu tak berhenti bergerak dari tadi, sehingga mereka kesulitan merias dan juga menggulung rambutnya.


Qiaofeng tak menyadari tatapan ketiga pelayan yang memandang dirinya aneh itu, dia masih tenggelam dalam pemikiran nya memilih hanfu yang terbaik yang akan di pakainya.


Tak lama, pintu paviliun pun terbuka dan menampakkan Qiancheng yang sedang berdiri diambang pintu, memperhatikan raut ketiga pelayan yang bengong dengan wajah bodohnya, Qiancheng pun menepuk dahinya sendiri.


"Astaga.. Sepertinya ketiga pelayan itu pun di buat bodoh oleh Qiaofeng" ucap Qiancheng sambil melangkahkan kakinya masuk menuju kamar Qiaofeng.


Mendengar pertanyaan dari kakaknya, Qiaofeng pun mengedarkan pandangannya, dan benar saja. Saat ini kamar nya terlihat berantakan, hanfu yang tadi di coba oleh Qiaofeng pun berserakan di lantai. Apalagi ketiga pelayan itu dari tadi hanya duduk diam terkesima dengan tindakannya yang nyaris aneh itu.


Qiaofeng segera menepuk dahinya menyadari tindakan konyolnya itu, dia pun menepuk pundak ketiga pelayan itu untuk menyadarkan mereka.


Ketiga pelayan itu pun sontak berdiri dan mulai sibuk mengambil dan menata semua hanfu yang berserakan, tak lama mereka pun merias dan menyanggul rambut Qiaofeng dengan indah.


Qiaofeng melihat pantulan dirinya dalam cermin dan berdecak kagum melihat hasil riasan para pelayan itu, meskipun riasannya terkesan natural, namun penggunaan assesoris dan juga perhiasan yang sederhana itu makin membuatnya terlihat anggun dan juga cantik.


"Ah.. Aku tidak menyangka bisa jadi secantik ini" puji Qiaofeng sambil terus menatap wajahnya di cermin penuh kekaguman.


"Sepertinya bukan wajahmu yang berubah, tapi cermin itulah yang membuat mu cantik" ucap Qiancheng yang mulai jengah melihat kelakuan adiknya.

__ADS_1


Qiaofeng hanya mencebikkan bibirnya mendengar ucapan sarkas dari sang kakak, sambil kemudian beralih melihat perhiasan yang kini di pakainya.


"Dari mana asalnya perhiasan ini? Bukankah sebelum nya aku tidak memiliki perhiasan seperti ini?" tanya Qiaofeng pada ketiga pelayan nya itu.


"Perhiasan itu dikirimkan oleh yang mulia ratu khusus untuk anda pagi tadi, selain itu ada beberapa hanfu juga yang dikirimkan oleh putri pertama Jian Yue sebagai ucapan selamat datang di kerajaan neraka" ucap salah satu pelayan sambil membuka sebeuah peti kayu yang berisi lima set hanfu yang sangat indah.


"Aah.. Kenapa kalian tidak mengatakan nya dari tadi? Lihatlah.. Bahkan hanfu ini terlihat jauh lebih cantik dari hanfu yang aku pakai" ucap Qiaofeng sambil melihat satu persatu hanfu yang di kirimkan ke paviliunnya itu.


Sedangkan Qiancheng hanya geleng-geleng kepala melihat tindakan adiknya yang semakin ajaib itu.


"Tuan putri juga di undang keacara jamuan makan malam di aula makan istana satu jam lagi" ucap pelayan itu


"Apakah semua tamu yang datang hari ini di undang semua?" tanya Qiaofeng dengan semangat


"Benar putri, semua tamu di undang dan akan hadir" ucap pelayan itu kembali.


"Baiklah.. Kalian bantu aku mengganti hanfu ini dengan hanfu yang itu, kurasa hanfu itu lebih cocok untuk kupakai dari pada hanfu yang ini" ucap Qiaofeng sambil menunjuk hanfu yang saat ini di pegang pelayannya.


"Baik tuan putri.." ucap pelayan itu dengan sabar membantu Qiaofeng mengganti hanfu nya.


Sementara Qiancheng langsung keluar dari paviliun Qiaofeng diikuti ketiga pelayan nya menuju ke paviliunnya untuk bersiap menghadiri undangan makan malam.


Satu jam kemudian, semua undangan telah duduk di kursinya masing-masing, satu persatu anggota keluarga istana neraka pun mulai muncul dan menduduki kursinya.


Para pelayan mulai masuk dan menyajikan berbagai macam hidangan di atas meja.


Aroma harum dari setiap hidangan pun mulai merasuki penciuman mereka, membuat para tamu mulai meneteskan air liur nya.


Saat penutup hidangan di buka, terlihatlah berbagai hidangan unik dan juga asing di mata mereka, namun aroma yang begitu lezat tercium oleh mereka membuat para tamu tak bisa menghentikan tangannya untuk mengambil sumpit dan mulai mencicipi hidangan itu.

__ADS_1


Feng May dan keluarganya pun hanya mengacuhkan tindakan para tamu nya itu, dan mulai menikmati hidangan mereka.


__ADS_2