MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA

MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA
Part 48


__ADS_3

Keesokan harinya, pangeran Zhu Kai pun segera pergi menuju kekaisaran Xuan untuk bertemu dengan gadis kecilnya, sahabat sekaligus cinta pertamanya.


Dia menaiki kuda hitamnya dengan gagah, di pinggang nya terselip sebuah pedang.


Dengan ditemani oleh orang kepercayaannya, Zhu Kai pun melajukan kuda nya dengan sangat kencang, kerinduan nya terhadap Sun Yi membuat nya seolah-olah lupa jika beberapa bulan yang lalu dia telah melamar Feng May.


Meskipun pertunangan mereka belum di resmikan, minimalnya Zhu Kai telah mengantongi restu dari Ratu Lin Xia.


Namun perjuangan nya untuk mendapatkan Feng May seolah dia lupakan begitu saja.


Bagi Zhu Kai kini kembalinya Sun Yi adalah kebahagiaan terbesarnya, dengan wajah penuh senyum dan juga tatapan penuh binar harapan, dia pun segera ingin menjumpai kekasih masa kecilnya itu.


Perjalanan dari kekaisaran Zhu menuju kekaisaran Xuan adalah 7 hari dengan mengendarai kuda atau 14 hari menggunakan kereta, seolah tanpa lelah, Zhu Kai terus memacu kudanya tanpa henti.


Pikiran akan bertemu dengan gadis pujaan nya itu jauh lebih besar dari pada kelelahan nya saat ini.


Zhu Kai terlena dalam pesona cinta masa lalu nya tanpa menyelidiki kembali alasan menghilangnya gadis itu.


7 hari kemudian Zhu Kai pun sampai di gerbang kekaisaran Xuan, setelah membayar biaya masuk, dengan segera dia pun memacu kudanya menuju ke sebuah penginapan.


Dia akan membersihkan diri sekaligus berganti pakaian disana, ingin tampil menawan di depan gadisnya.


Di kediaman keluarga Sun saat ini, Sun Yi tengah berbincang dengan kedua orang tua nya, dia tak ingin melepaskan kesempatan untuk kembali pada Zhu Kai.


Jadi dengan penuh semangat, dia pun mengajak seluruh keluarga nya pindah dari kekaisaran Xuan menuju kekaisaran Zhu, demi keselamatan mereka.


Keputusan Sun Yi itu tentu saja di sambut dengan sangat bahagia oleh kedua orang tuanya, mereka pun ingin menaikan derajat keluarga nya dengan menjadikan Sun Yi sebagai permaisuri kekaisaran Zhu.


Seorang pengawal tiba-tiba datang menghadap dan menyampaikan berita yang mereka tunggu-tunggu siang dan malam, membuat senyuman mereka semakin merekah.


"Tuan besar.. Tuan besar.." seorang pengawal berlari menuju aula keluarga

__ADS_1


"Ada apa?" bangsawan Sun pun bertanya heran pada pengawal nya.


"Pangeran Zhu Kai ada di depan gerbang kediaman, dia ingin bertemu dengan selir Sun" ucap pengawal itu yang langsung di hafiahi pelototan tajam tuannya.


"Panggil putriku dengan Nona muda, bukan selir. Ingat itu! Kalau sampai kau salah bicara sekali lagi, aku tak segan-segan membunuh mu beserta seluruh keluarga mu" hardik bangsawan Sun sambil mengeluarkan ancaman hingga membuat pengawal itu berkeringat dingin.


"Maafkan hamba tuan besar, hamba tidak akan mengulangi kesalahan hamba lagi" ucap pengawal itu sambil bersujud dan membenturkan kepalanya ke lantai.


"Ingatkan seluruh pengawal dan juga pelayan di kediaman ini agar tak ada yang salah bicara lagi" ucap bangsawan Sun.


"Baik tuan besar, hamba akan memberitahu mereka semua" ucap pengawal itu dengn suara yang bergetar.


"Bagus, kalau kau masih sayang nyawamu, ikuti semua perintah ku" ucap bangsawan Sun


"Ayo kita sambut kedatangan calon menantu kita" ajak bangsawan Sun pada seluruh keluarganya.


Dengan senyuman yang tak luntur dari wajah, keluarga bangsawan Sun pun berjalan menuju gerbang kediaman untuk menyambut pangeran Zhu Kai.


Zhu Kai pun memperhatikan semua orang yang menyambutnya, matanya terlihat menyirot pada sesosok gadis cantik dengan balutan hanfu warna merah muda, dengan penuh senyum, Zhu Kai pun melangkah ke arah nya


"Yi'er.." panggil Zhu Kai dengan mata berkaca-kaca. Sungguh kerinduannya kini telah mencapai batas.


"Kai-Kai.." panggil Sun Yi pelan sambil menunduk


Bangsawan Sun yang melihat interaksi antara putrinya dengan Zhu Kai pun tersenyum dan mengajaknya masuk.


"Lebih baik kita bicara di dalam saja" ucap bangsawan Sun sambil mempersilakan Zhu Kai masuk.


Akhirnya mereka pun masuk dan duduk di aula keluarga, Zhu Kai terus saja memandang Sun Yi, sementara Sun Yi masih setia menunduk menunjukan sifat yang polos dan pemalu.


Bangsawan Sun yang melihat hal itu pun langsung terkekeh, segera dia pun memanggil pelayannya.

__ADS_1


"Pelayaan.." panggil bangsawan Sun.


Seorang pelayan langsung datang dengan tergopoh-gopoh menghadap.


"Hamba tuan besar.." jawab pelayan itu


"Siapkan teh dan juga cemilan dan bawa ke taman, sekalian kalian antar mereka ke gazebo taman agar bisa leluasa berbicara" ucap bangsawan Sun seolah mengerti arti tatapan Zhu Kai.


Mendengar pengertian dari bangsawan Sun, Zhu Kai pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya lalu bangkit dari duduknya, sebelah tangannya terulur pada Sun Yi.


Sun Yi pun meraih tangan Zhu Kai sambil malu-malu dan berjalan mengikuti pemuda itu beserta 4 orang pelayannya.


Setelah sampai di taman, mereka pun duduk di gazebo, pelayan yang tadi di beri tugas untuk menyiapkan cemilan pun datang dan menghidangkan kue beserta teh untuk nona muda beserta tamunya. Setelah semua tertata dengan rapi, pelayan-pelayan itu pun segera pamit undur dari dari hadapan keduanya.


Kini Zhu Kai berdua bersama Sun Yi, belum ada satu patah kata pun yang keluar dari bibir keduanya, Sun Yi masih terus menunduk, jari tangannya memilin-milin pinggiran hanfu yang di pakainya.


Sementara Zhu Kai memandang kosong ke arah kejauhan, saat ini hatinya seolah rindu dan ingin dekat dengan Sun Yi, tapi entah kenapa ada rasa bersalah juga yang tiba-tiba saja merasuk ke dalam hatinya.


Zhu Kai masih bimbang dengan perasaan nya. Apakah dia benar-benar masih mencintai Sun Yi ataukah hanya perasaan rindu semata? Zhu Kai pun tak tahu. Begitu pula dengan perasaan nya pada Feng May. Entah benar Zhu Kai mencintai Feng May dengan tulus atau kah hanya obsesi semata.


Sejenak Zhu Kai pun menenangkan hatinya, sebelum akhirnya bertanya pada Sun Yi.


"Aku mencarimu dalam 3 tahun terakhir ini, tapi tak pernah bisa menemukan keberadaan mu. Kemana sebenarnya kamu pergi Yi'er?" tanya Zhu Kai.


Mendengar pertanyaan Zhu Kai, Sun Yi pun terdiam sejenak, dadanya terasa bergemuruh antara senang dan takut. Senang karena Zhu Kai masih mencintainya dan takut jika Zhu Kai mengetahui kebenaran tentang dirinya.


" A.. Aku..Aku.. " Sun Yi bicara dengan terbata-bata. Sejenak wajahnya terangkat, pipinya basah dengan air mata.


Zhu Kai yang melihat Sun Yi menangis pun segera menariknya kedalam pelukannya, dia merasa tak tega melihat gadis polos yang ringkih itu.


"Jangan takut, bicaralah.. Aku tak akan memarahimu" ucap Zhu Kai sambil mengelus rambut Sun Yi dengan penuh kasih sayang

__ADS_1


__ADS_2