MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA

MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA
Part 49


__ADS_3

Mendapatkan perlakuan manis dari Zhu Kai, membuat Sun Yi makin yakin dengan rencana nya untuk meninggalkan kaisar Xuan dan menikahi calon pewaris tahta kekaisaran Zhu itu.


Senyum manis pun terus tersungging di bibirnya, membuat Zhu Kai semakin gemas.


"Kai-kai.. Aku sangat merindukanmu. Tiga tahun ini aku merasa seolah telah kehilangan kehidupanku karena harus terpisah darimu" ucap Sun Yi sambil menyandarkan kepalanya pada dada bidang milik Zhu Kai.


Mendengar pengakuan dari gadis yang telah lama di cintainya, membuat Zhu Kai semakin terlena. Dirinya semakin tenggelam dalam cinta lama yang bersemi kembali.


Bayangan serta senyuman Feng May yang selama ini selalu terus membayangi dirinya seolah-olah telah menghilang tanpa jejak.


Zhu Kai mendekatkan wajahnya dengan Sun Yi dan mengecup bibir gadis itu dengan penuh perasaan, Sun Yi pun langsung membalas nya dan menyalurkan semua kerinduan nya pada pangeran yang selama beberapa tahun terakhir ini mengisi hatinya.


Lain Zhu Kai lain pula dengan Feng May, putri kedua dari kerajaan neraka itu saat ini sedang berbicara riang bersama kedua putri dari kekaisaran angin, Qiaofeng dan juga Qiancheng.


Feng May yang tanpa sengaja mendengar ucapan rakyat dari kekaisaran angin pun merasa sangat penasaran dengan kisah hidup kaisar Yongsheng.


Qiaofeng dan juga Qiancheng tidak menutupi semua hal itu dari Feng May. Mereka pun menceritakan kisah hidup mereka pada nya.


"Sebenarnya gege adalah orang yang sangat baik, hanya saja ayahanda terus menerus menyiksa dan meneror kami sekeluarga, setelah kami di usir dari kekaisaran, kami pun di cemooh oleh semua rakyat, dan setelah itu, ayahanda beserta selir nya pun mengirimkan banyak sekali pembunuh bayaran untuk membunuh kami berempat." ucap Qiaofeng dengan mata yang berkaca-kaca.


Kaisar Yongsheng yang saat itu sedang berjalan ke arah mereka pun sejenak tertegun, namun akhirnya dia pun melompat ke salah satu atap sambil menghilangkan aura keberadaannya dan mendengarkan percakapan mereka.


Sebenarnya kaisar Yongsheng merasa sedikit kesal dan tidak nyaman saat Qiaofeng menceritakan tentang cerita hidup mereka pada Feng May, namun dia pun penasaran ingin mendengar tanggapan dari gadis itu.


"Lalu?" tanya Feng May semakin penasaran


"Akhirnya gege memberontak dan membunuh ayahanda beserta putra putri dan juga selirnya itu, dia juga menghukum para pejabat yang waktu itu ikut andil bagian dalam penderitaan kami. Dan tentang pajak itu.. Sebenarnya gege tidak bermaksud untuk melakukan itu, hanya saja rakyat kekaisaran begitu membenci gege hingga terus menjelekkan namanya di belakang" ucap Qiaofeng sambil menyesap teh nya.

__ADS_1


Qiancheng memperhatikan raut wajah Feng May saat mendengarkan cerita dari adik nya itu, namun Feng May tetap santai dan tak memperlihatkan raut yang takut atau pun marah.


"Nona May, menurut mu apakah gege ku itu orang yang jahat?" tanya Qiancheng yang penasaran dengan pendapat Feng May.


Feng May hanya tersenyum tipis sambil memainkan cangkir di tangannya, dia tak mengucapkan satu kalimat pun hingga membuat kedua kakak beradik itu mengerutkan kening nya.


Namun rasa penasaran mereka langsung hilang saat Feng May dengan santainya melemparkan cangkir itu ke atap dan langsung di tangkap oleh kaisar Yongsheng.


"Yang mulia.. Sampai kapan anda akan menguping disana?" tanya Feng May sambil menyeringai.


Akhirnya kaisar Yongsheng pun turun dan langsung berjalan menuju ketiga gadis itu.


"Apa kau tak takut padaku?" tanya kaisar Yongsheng yang penasaran dengan tanggapan Feng May.


Sedangkan Feng May hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum menyeringai.


"Apa maksudmu nona May?" tanya Qiaofeng sambil mendekat ke arah Feng May.


Feng May pun menceritakan semua tentang dirinya termasuk bagaimana dia menghukum para selir dan juga putra dan putri dari ayahnya, tak lupa dia pun menceritakan tentang ayahnya yang sampai saat ini masih menjalankan hukuman dari adiknya itu.


"Astaga.. Apakah itu benar?" tanya Qiaofeng sambil menutup mulutnya.


"Tentu.. Jika kaisar Yongsheng langsung memenggal kepala mereka, aku malah membuat mereka menjadi pelampiasan nafsu para bandit sebelum akhirnya mereka di kuliti dan di gantung di gerbang istana kekaisaran" ujar Feng May dengan antusias, sedangkan Qiaofeng dan Qiancheng menatapnya dengan berbagai ekspresi yang aneh.


Kedua gadis itu pun bergidik ngeri mengingat ucapan gadis cantik di hadapan mereka.


"Lalu bagaimana nasib putra dari kaisar itu? Ee.. Maksudku para putra dari selir kaisar itu" ralat Qiaofeng

__ADS_1


"Tentu saja setelah aku menyuruh orang-orang ku untuk mengkebiri dan juga merusak dentian mereka, aku juga menjadikan mereka budak seumur hidup. Mereka bekerja untuk mengangkat batu dan juga menggali tanah di kerajaan ku" ucap Feng May


"Lalu ayahmu?" Qiancheng pun merasa gatal ingin bertanya


"Dia masih berada di alun-alun kerajaan, di rantai dan juga di jadikan tempat penguji elemen bagi anak-anak di kerajaan neraka. Sejauh yang aku tahu dia masih hidup meskipun tubuhnya sudah dipenuhi banyak luka" ucap Feng May acuh.


Glup..


Kedua gadis itupun menelan ludahnya dengan susah payah, dalam hatinya mereka pun berjanji tidak akan pernah mencari masalah dengan Feng May.


Sementara kaisar Yongsheng tersenyum tipis, sangat tipis hingga tak ada yang melihatnya. Namun berbeda dengan insting dan kepekaan Feng May yang bisa melihat senyum itu.


"Sepertinya zen sudah menemukan calon permaisuri untuk kekaisaran ini" gumam kaisar Yongsheng dalam hati.


Feng May yang merasakan jika pandangan kaisar itu terus mengarah padanya pun segera memalingkan wajahnya, meskipun pemuda itu menggunakan topeng perak hampir di seluruh wajahnya, namun Feng May bisa menebak dengan pasti jika wajah di balik topeng itu sungguh sangat tampan.


"Apa kau memiliki sebuah Artepak ilahi?" tanya Feng May tiba-tiba hingga membuat ketiga saudara itu kaget, Qiaofeng hampir saja menyemburkan teh yang berada di mulutnya.


"Kau mengerahui nya?" tanya kaisar Yongsheng sambil menatap tajam ke arah Feng May.


"Umm.. Aku tidak bisa berkomunikasi dengan hewan spirit ku karena artepak itu" ucap Feng May


"Kau memiliki hewan spirit?" tanya Qiaofeng dan juga Qiancheng dengan wajah yang berbinar.


Feng May tahu apa yang ada di pikiran kedua gadis itu, hingga akhirnya dia pun berucap dengan santai "Suruh gege kalian untuk menyimpan artepak itu dan aku akan memberikan kalian hadiah beberapa pil dan juga kitab bela diri termasuk dua ekor hewan spirit"


Qiaofeng dan juga Qiancheng pun segera melirik ke arah kaisar Yongsheng, melihat tatapan tajam dari kedua adik perempuan nya, kaisar Yongsheng pun hanya bisa mendesah pasrah.

__ADS_1


"Baiklah.." ucapnya kemudian sambil mengacak rambut kedua adiknya dengan penuh sayang.


__ADS_2