MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA

MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA
Part 65


__ADS_3

Tok... Tok.. Tok...


Kaisar Yongsheng yang saat ini tengah berbaring di atas peraduannya terpaksa bangun karena terganggu oleh suara ketukan di pintu kamar nya.


Dengan langkah santai dan terkesan ogah-ogahan, akhirnya kaisar Yongsheng pun melangkahkan kakinya dan membuka pintu.


Krieeet...


Suara pintu kamar terbuka, di hadapan kaisar Yongsheng saat ini seorang pria tegap berdiri, Xiu orang kepercayaan kaisar Yongsheng yang di perintahkan untuk memata-matai para srlur dan juga gundik dari kaisar Xuan telah kembali.


Pemuda itu menunduk tak berani melihat wajah tuannya, dengan badan yang sedikit membungkuk, Xiu pun mulai memberi penghormatan.


"Hormat hamba yang mulia" ucap Xiu pelan.


Kaisar Yongsheng menyadari ada yang ganjil dengan orang kepercayaannya itu dan segera menyuruhnya untuk masuk ke dalam kamar nya.


"Apa kau menemukan sesuatu Xiu?" tanya kaisar Yongsheng sambil menatap Xiu.


Mendengar pertanyaan tuannya, Xiu pun segera menyahut.


"Seperti yang anda perkirakan yang mulia, para selir dan juga gundik dari kaisar Xuan memiliki niat tersembunyi untuk tinggal di kerajaan ini" ucap Xiu sambil menarik nafasnya.


"Katakan.." kaisar Yongsheng pun nampak tak sabar mendengar ucapan dari Xiu


"Mereka ingin menjerat para pangeran dari neraka yang mulia, mereka juga mulai merancang banyak sekali rencana licik untuk bisa menaklukan para pangeran neraka" ucap Xiu


"Apakah para pangeran itu sudah mengetahui nya?" tanya kaisar Yongsheng kembali


"Sepertinya belum yang mulia, bahkan para pangeran terlihat masih santai di kediaman nya masing-masing" ucap Xiu sambil menelan ludah nya dengan paksa.


"Pergilah dan terus awasi mereka" ucap kaisar Yongsheng, Xiu pun segera mengangguk.


Setelah memberi penghormatan, Xiu pun segera melesat kembali ke penginapan para selir dan gundik itu. Sedangkan kaisar Yongsheng langsung menemui Feng May di kamarnya.

__ADS_1


Kedatangan kaisar Yongsheng di istana Feng May di sambut dengan baik oleh para pelayan disana, mereka pun mengantarkan kaisar Yongsheng ke sebuah gazebo di belakang kediaman Feng May.


Kaisar Yongsheng sejenak terpesona dengan kecantikan Feng May yang saat itu sedang duduk di gazebo sambil memainkan kecapi.


Tangan Feng May pun menari di atas senar kecapi itu, irama merdu dan sarat akan kebahagiaan tertangkap oleh kaisar Yongsheng dari melody yang Feng May mainkan.


Wajah cantik Feng May terlihat begitu menawan di bawah sinar rembulan, rambut nya yang panjang meliuk-liuk di terpa angin, membuat penampilan Feng May kian memukau.


Kaisar Yongsheng pun berjalan mendekat ke arah tunangan nya, bibir nya menyunggingkan senyuman yang begitu manis yang hanya bisa di lihat oleh Feng May.


Feng May pun menghentikan permainan kecapi nya dan segera duduk dengan anggun, tak lama kaisar Yongsheng pun ikut duduk di samping Feng May.


"Ada apa?" tanya Feng May saat melihat wajah dingin tunangannya itu begitu kusut.


"Para selir dan juga gundik dari kaisar Xuan itu merencanakan sesuatu untuk menjerat semua gege mu" ucap kaisar Xuan sambil menatap Feng May yang masih dengan gerakan anggun menyesap teh yang baru saja di hidangkan oleh para pelayan.


"Lalu?" singkat, padat dan jelas. Ucapan Feng May membuat kaisar Yongsheng mengernyit tak suka.


"Apa kau tidak khawatir dengan gege mu?" tanya kaisar Yongsheng kembali


"Pijakan?" tanya kaisar Yongsheng sambil membulatkan matanya saat mendengar penjelasan Feng May.


"Umm... Kau tak perlu khawatir masalah itu, lagi pula ke lima gege itu tahu bagaimana cara membuang sampah pada tempatnya" ucap Feng May


Uhuk... Uhuk...


Kaisar Yongsheng pun langsung terbatuk mendengar ucapan Feng May.


"Sampah? Apakah orang-orang di istana ini menganggap jika selir ataupun gundik itu sampah?" pikir kaisar Yongsheng namun tak mengutarakan nya pada Feng May.


Dirinya kini hanya terdiam sambil terus berfikir "tapi jumlah selir dan gundik itu ratusan, zen hanya takut kelima gege mu itu tak bisa mengurus nya" ucap kaisar Yongsheng namun di acuhkan oleh Feng May.


Dirinya hanya peduli pada kue kecil yang kini ada di hadapannya, dan mengacuhkan ucapan kaisar Yongsheng.

__ADS_1


Setelah perut kecilnya kenyang, Feng May pun kembali melangkahkan kakinya menuju paviliun dan di ikuti oleh kaisar Yongsheng


"Kenapa kau mengikutiku?" tanya Feng May sambil melotot


"Karena kau tunangan zen" ucap kaisar Yongsheng sambil berjalan mendahului Feng May dan membukakan pintu


"Lebih baik kau segera pergi ke paviliunmu dan beristirahat, aku juga akan segera beristirahat" ucap Feng May.


Namun bukan kaisar Yongsheng namanya jika memperdulikan ocehan Feng May, dengan gerakan cepat, dia pun menerobos masuk ke kamar Feng May dan langsung membaringkan tubuhnya diatas peraduan Feng May.


"Astaga.. Kau ini benar-benar tak tahu malu" rutuk Feng May sambil menutup pintu.


Feng May pun segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian, lalu menyusul kaisar Yongsheng yang sudah terlebih dahulu terlelap.


"Sepertinya dia sangat kelelahan.. Tapi kalau di lihat-lihat wajah nya tampan juga" gumam Feng May sambil memainkan hidung mancung kaisar Yongsheng


Kaisar Yongsheng pun langsung membuka matanya dan melihat kelakuan tunangannya itu, tangan kirinya segera melingkar di pinggang Feng May


"Eeh.. Kau belum tidur?" tanya Feng May kikuk, tangannya masih berada di wajah kaisar Yongsheng


"Kau yang membangunkan zen, apa sekarang kau sudah puas meraba-raba wajah zen? Atau perlukah zen melakukan hal yang lain?" tanya kaisar Yongseng sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Dasar kaisar mesum" ucap Feng May sambil membenamkan wajahnya di dada kaisar Yongsheng.


Posisi tubuh mereka saat ini sangat dekat, hingga keduanya pun bisa mendengar detak jantung pasangannya, dan juga merasakan hembusan nafas nya.


Feng May segera menutup matanya dan berpura-pura tertidur, sedangkan kaisar Yongsheng menyeringai saat menyadari kelakuan tunangannya yang malu-malu.


Kaisar Yongsheng menciumi seluruh wajah Feng May hingga si empunya menggeliat karena merasa geli, apalagidi tambah tangan kaisar Yongsheng yang melingkar di pinggang nya membuat Feng May kesulitan untuk melepaskan diri.


"Aku benar-benar mengantuk" ucap Feng May sambil menguap.


Kaisar Yongsheng pun langsung mengecup bibir tipis Feng May sambil mengelus rambut nya.

__ADS_1


"Tidurlah.. Zen tak akan mengganggu mu lagi" ucap kaisar Yongsheng sambil mempererat dekapannya dan ikut tertidur di samping Feng May.


Feng May hanya mengangguk dan langsung memejamkan matanya, tertidur dengan nyaman dalam pelukan kaisar Yongsheng


__ADS_2