MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA

MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA
Part 114


__ADS_3

Baaaam...


Serangan yang di luncurkan oleh kaisar Yongsheng langsung memukul telak pergerakan dari kaisar Junjie, bahkan saat ini tubuhnya terasa kaku dan tak bisa di gerakan kembali, dia terhempas hingga jarak 20 meter dan langsung menyemburkan darah segar dari hidung dan juga mulutnya.


Tubuh kaisar Junjie terhuyung dan menabrak sebuah bongkahan batu raksasa yang sengaja di lemparkan oleh kaisar Yongsheng.


Bruk...


Pria tua itu pun terjatuh, dia berusaha mengambil sesuatu dari dalam cincin penyimpanan nya, sebuah batu komunikasi yang di berikan oleh raja iblis padanya.


Tapi belum juga dia meminta bantuan, sebuah penjara kini mengurung nya, tubuhnya di buat menggigil karena energi es yang terkandung dalam energi jiwa itu.


Apalagi ada energi petir yang terkandung dalam benang-benang merah yang kini mulai menggulung tubuh nya hingga dengan cara paksa jiwanya pun di tarik dari dalam tubuh itu.


Aaargh...


Aaaargh...


Kaisar Junjie mengerang dengan teramat sangat pelan, seluruh tenaganya seolah tersedot oleh jeruji es yang kini mengurung tubuh nya.


Krak...


Krak...


Kratak...


Terdengar beberapa patahan tulang dari pria itu, benang merah yang halus itu seolah telah menjerat seluruh tubuh nya dan mematahkan seluruh persendiannya, bahkan saat ini dia merasakan tubuh nya yang semakin melemah.

__ADS_1


Penjara jiwa dengan sangat rakus secara terus menerus menggerogoti seluruh energi beserta kekuatan yang di milikinya, bahkan kini penjara itu juga menyerap seluruh energi hidup miliknya hingga mau tak mau jiwa dari kaisar Junjie pun mulai keluar dari raganya.


Dia yang selama ini hanya meningkatkan kemampuan tubuh nya dengan jurus-jurus hebat dan juga kultivasi nyatanya tak memiliki kekuatan jiwa yang cukup besar untuk mempertahankan tubuh fananya.


Kaisar Junjie dalam bentuk jiwa nya menatap tajam pada kaisar Yongsheng yang saat ini sedang tersenyum sinis padanya, bahkan kaisar muda itu pun dengan kejamnya melemparkan sebuah bola hitam yang telah di aliri oleh energi perusak dan melemparkan nya pada tubuh tak berdaya milik putri kesayangan nya yaitu Mei Ling.


Bam....


Duar...


Duar...


Tubuh Mei Ling pun langsung hancur seketika, darah dan daging berhamburan tepat di depan jiwa kaisar Junjie, bahkan saat ini dirinya tak bisa melakukan apa pun demi menyelamatkan nya.


Andai saja tadi dia datang dengan membawa pasukannya, mungkin saat ini hal ini tak akan pernah terjadi, apalagi sekarang dirinya juga tak lagi bisa menyelamatkan sang putri dari kematian tragis yang di akibatkan oleh kemarahan dari pria yang sangat di cintainya.


"Zhen rasa hal itu cukup untuk memberimu pelajaran agar tak lagi mengganggu kebahagiaan zhen bersama Juan'er! Dan saat ini kau bahkan tak akan bisa memanggil seluruh pasukanmu atau pun pasukan iblis mu karena jiwa dan juga tubuhmu telah tersegel dalam penjara itu!" ucap kaisar Yongsheng sambil tertawa terbahak-bahak melihat penderitaan yang di alami oleh ayah dan juga anak itu.


Kaisar Junjie menatap nanar tubuh putrinya yang telah berubah menjadi bubur daging, dia tak menyangka jika kaisar Yongsheng bahkan tak akan berbelas kasih pada orang yang telah sekarat sekalipun.


Gigi nya gemelutuk menahan sakit dan juga pedih karena kehilangan orang yang sangat di cintai nya, bahkan dirinya pun kini tak memiliki kekuatan sedikit pun untuk melawan kaisar Yongsheng.


Dia benar-benar di buat bodoh oleh keinginan nya, bahkan begitu ceroboh karena tak memikirkan seberapa kuat nya kaisar Yongsheng. Andai saja dia memanggil pasukan iblis nya sejak tadi, mungkin putrinya itu kini masih selamat, dan dia juga tak perlu hidup dalam penjara jiwa milik kaisar Yongsheng.


Kaisar Junjie larut dalam penyesalan, dia tertunduk dengan pipi yang basah, derai air mata mengalir bagaikan sungai dengan sangat deras hingga membasahi dirinya, dia sangat kacau saat ini, bagaimana dia bisa melepaskan diri dari sana? Sementara saat ini dirinya telah tersegel bersama seluruh kekuatannya, bahkan tubuh fana nya yang selalu menjadi kebanggaan nya kini bak kepompong yang terbungkus dalam gulungan benang merah.


Kenangan bersama Mei Ling terus berputar bagaikan kaset kusut di dalam fikiran nya, bagaimana Mei Ling tertawa bahagia, hingga bagaimana raut wajah putrinya itu saat dia merajuk jika keinginannya tak terpenuhi.

__ADS_1


Ingin rasanya kaisar Junjie berteriak memanggil kembali sang istri agar membantunya melepaskan diri dari dalam penjara jiwa itu, tapi bagaimana caranya? Dia bahkan sudah tak lagi bisa melihat sang istri selama sepuluh tahun terakhir.


Lama kaisar Junjie terpaku, pandangannya kini kosong, dia tak tahu harus berbuat apa agar bisa meloloskan diri dari sana, akhirnya kaisar tua itu pun duduk bersila dan mencoba untuk menenangkan dirinya.


Perlahan dia pun memejamkan matanya sambil terus mencoba untuk menarik energi langit dan bumi. Dia ingin memperkuat jiwa nya agar bisa kembali kedalam tubuh fana nya.


Namun sial! Bukan hanya tersegel, bahkan kini kaisar Junjie hanyalah sampah karena ternyata seluruh dentian yang berada dalam tubuh fana nya itu juga bahkan telah di hancurkan oleh kaisar Yongsheng dengan sangat parah.


Pandangan kaisar Junjie terlihat tajam, wajah nya pun menggelap, bagaimana bisa dia membalas dendam pada Xiu Juan dan juga kaisar Yongsheng jika saat ini bahkan dirinya juga telah menjadi seorang sampah. Tidak memiliki dentian.


Dia kembali mencoba untuk memfokuskan dirinya dan hendak memanggil raja iblis yang kini tinggal di hutan neraka, tempat sebelumnya istana kerajaan neraka berdiri.


Kaisar Junjie berusaha sekuat tenaga agar bisa melakukan telepati, tapi ternyata usaha nya itu sia-sia.


Dia bahkan tak bisa melakukan apa pun.


Gruuuuk...


Gruuuk...


Perut kaisar Junjie pun berbunyi, cacing di dalam perut nya seolah tengah berpesta dan meminta untuk di puaskan dengan makanan.


Jika sebelumnya dia bisa menahan lapar selama bertahun-tahun karena kultivasi yang di milikinya, kini dia tak lagi berdaya dan membutuhkan makanan untuk mengganjal perut lapar nya.


Sementara dalam penjara jiwa yang sempit itu, dia bahkan tak bisa menemukan satu butir nasi pun, terlebih jika mengharapkan lauk ataupun sayur.


Kaisar Junjie menarik nafas lelah, entah apa yang kini di fikirkan oleh kaisar tua itu, berkali-kali dia pun menghela nafas berat, seolah tengah memikul beban yang sangat berat.

__ADS_1


Hingga akhirnya dia pun kembali duduk dengan tenang.


Saat ini, dia akan mencari cara untuk keluar dari penjara jiwa itu, dan kembali membentuk sekutu dan juga kekuatan yang baru agar bisa menghadapi kaisar Yongsheng dan juga Xiu Juan.


__ADS_2