MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA

MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA
Part 39


__ADS_3

"Apa kau sudah lapar nona Song? Bagaimana jika kita lanjutkan setelah makan?" ucap jendral Jiu


"Baiklah, aku juga sudah lapar" ucap Song Yun masih di atas pembaringan.


"Bangunlah terlebih dulu, aku akan menyuruh beberapa pelayan untuk melayani semua keperluanmu selama di sini" ucap jendral Jiu yang hanya di balas anggukan kepala oleh Song Yun.


Setelah kepergian jendral Jiu, beberapa pelayan datang untuk membantu Song Yun membersihkan diri dan berganti pakaian. Sebenarnya para pelayan itu enggan untuk melayani Song Yun, tapi karena ini perintah dari majikan mereka, jadi mau tak mau mereka pun menjalankannya.


Setelah menyiapkan pemandian beserta beberapa taburan bunga mawar merah dan juga campuran parfum mawar, mereka pun membawa Song Yun untuk melayaninya. Song Yun benar-benar puas dengan para pelayan itu, mereka benar-benar memberikan pelayanan terbaik untuk nya.


"Nona, apakah anda akan makan di ruang makan atau disini saja?" tanya seorang pelayan pada Song Yun


"Aku benar-benar lelah, bawakan saja makanannya kesini" ujar Song Yun sambil menatap pantulan wajahnya di cermin rias, jejak kebanggaan terlintas di matanya melihat kecantikannya terpancar begitu sempurna.


"Ambil ini untuk kalian semua" ucap Song Yun sambil menyerahkan sekantung koin pada mereka. Salah satu pelayan memberanikan diri untuk mengambil nya, tangan nya terlihat gemetar melihat begitu banyak koin emas di tangannya.


"Aku puas dengan pelayanan kalian. Kalian bekerja dengan sangat baik, dan itu adalah hadiah dariku untuk kalian semua" ucap Song Yun hingga membuat para pelayan itu bersujud dan mengucapkan terima kasih


"Apapun yang aku lakukan bersama jendral jun di kediaman ini, aku harap kalian tidak membocorkannya pada orang luar" ucap Song Yun


"Tentu nona, kami semua akan tutup mulut" ucap mereka sambil kembali bersujud membuat Song Yun mengangguk puas.


Seorang pelayan yang melihat kejadian itu di balik dinding pun nampak tersenyum, matanya menyiratkan ketamakan dan kerakusan melihat kejadian itu. Timbul niat jahat dari hatinya membuat dia dengan tergesa-gesa pergi dari sana


"Seandainya aku tahu dari dulu, dengan menaiki ranjang majikanku bisa membuatku jadi lebih di hormati orang lain. Mungkin sejak dulu aku sudah menyanggupi permintaan tuan jendral. Aku harus kembali menggoda tuan jendral agar dia kembali jatuh ke pelukanku dan menyingkirkan gadis j****g itu" pikir pelayan yang bernama Xiao Min.


Saat ini seorang pelayan dari kediaman Song datang terburu-buru menuju kediaman jendral Jiu, dia pun bertanya pada para penjaga disana tentang nona nya dan langsung di antar menuju paviliun jendral Jiu.


"salam nona muda" ucap pelayan itu sambil bersujud di depan Song Yun


"Ada apa Yi? Apa ayah yang menyuruhmu datang kemari?" tanya Song Yun. Pelayan yang di panggil Yi pun celingak-celinguk, Song Yun yang mengerti segera menyuruh para pelayan untuk pergi.


"Kalian pergilah" ucapnya. Semua pelayan pun langsung pergi


"Katakan."


"Tuan muda Bing Lu meminta anda untuk menemuinya nona" ucap Yi hampir saja membuat Song Yun tersedak


"Apaa? Kapan?" tanya Song Yun


"Tadi orang suruhannya datang dan menemui tuan perdana mentri. Tuan muda Bing Lu bersedia membantu asal nona bersedia melayaninya" ucap Yi setengah berbisik


"Katakan padanya, aku akan meemuinya besok" ucap Song Yun


"Tapi nona.." Yi membisikan sesuatu di telinga Song Yun hingga membuat Song Yun terbelalak


"Aku akan meminta izin pada jendral terlebih dulu baru aku pergi denganmu" ucap Song Yun.

__ADS_1


Jendral Jiu baru saja kembali ke paviliunnya dan melihat jika para pelayan yang dia perintahkan untuk mengurus Song Yun tidak ada disana, dan hanya ada pelayan dari kediaman mentri Song saja.


"Dimana para pelayan? Apakah mereka tidak mengurusmu dengan baik?" tanya jendral Jiu


"Aku meminta mereka pergi karena pelayan dari kediamanku datang" ucap Song Yun sambil berjalan mendekati jendral Jiu


"Ayah mengirim pesan, aku harus segera kembali ke kediaman song. Sepertinya penyakit ibu kambuh" ucap Song Yun memberi alasan.


"Benarkah?" jendral Jiu menatap tajam pada Yi dan hanya dijawab anggukan.


"Baiklah, tapi sebelum itu, layani aku sekali lagi" ucap jendral Jiu sambil menarik pinggang Song Yun dan membawanya keperaduan. Yi kaget melihat tindakan jendral itu pada nona nya, seakan tak melihat kehadiran Yi, jendral itu langsung saja melucuti seluruh pakaian Song Yun dan mulai merangsang nya.


"Tunggu aku di luar Yi aargh... dan jangan lupa tutup pintunya aaargh.." ucap Song Yun di sertai d*****n nya saat jendral itu mulai meraba dan menciumi seluruh tubuh nya.


Yi pun segera keluar dan menutup pintu, wajahnya tampak memerah hingga telinga nya. Tak lama terdengar d*****n Song Yun di sertai jeritan kecil. Yi yang masih polos terlihat kalang kabut mendengar nya, dia takut jika terjadi sesuatu pada nona nya.


Para prajurit yang berjaga di depan pintu pun berdehem, mereka bukan nya tak mendengar suara-suara ambigu itu, hanya saja mereka sudah terbiasa. Jika Song Yun datang, pasti suara-suara seperti itu pun mereka dengar.


"Apa nona baik-baik saja?" tanya Yi entah pada siapa. Prajurit yang mendengar pertanyaan Yi pun sontak mendekat dan bicara pada Yi


"Nona mu baik-baik saja" ucap nya. Tapi Yi kembali bertanya dengan wajah bodoh nya


"Apa kau tidak mendengar nya? Nona ku terus saja menjerit dari tadi. Mungkin dia butuh bantuan" ujar Yi sambil berjalan mendekati pintu dan hendak membuka nya. Namun di halangi oleh prajurit yang lain


"Menjauhlah dari pintu dan jangan ganggu kesenangan tuan kami" ucap prajurit itu sambil melotot pada Yi


Prajurit itu pun membisikan sesuatu pada Yi hingga membuat wajah nya semakin merah seperti tomat matang


"Apakah seperti itu?" tanya Yi


Para prajurit itu pun menganggukkan kepalanya pertanda membenarkan pertanyaan Yi.


Satu jam kemudian, jendral Jiu pun keluar dari kamar nya. Yi yang melihat itu bergegas masuk menemui nona nya.


"Nona, anda baik-baik saja? tadi Yi mendengar nona terus menjerit tapi saat Yi ingin membantu nona, para prajurit itu menghalangi Yi" pertanyaan Yi di susul aduannya terhadap para prajurit


"Haah.. Aku benar-benar lelah Yi, jendral itu benar-benar sangat kuat. Aku di buat tak berdaya oleh nya" keluh Song Yun


Setelah membersihkan diri, Song Yun pun berdandan di bantu oleh Yi, setelah siap mereka pun segera meninggalkan kediaman jendral Jiu menuju ke kediaman bangsawan Bing Lu.


"Apa kau yakin jika tuan muda Bing Lu itu pemimpin pembunuh bayaran?" tanya Song Yun pada Yi saat mereka sedang di dalam kereta


"Benar nona, tuan perdana mentri sendiri yang mengatakannya pada yi"


"Baiklah.. Yi bangunkan aku setelah sampai disana. Aku ingin tidur dulu. Badanku rasanya benar-benar hancur setelah melayani jendral Jiu tadi" ucap Song Yun sambil memejamkan matanya


"Nona, apakah jendral itu menyiksamu?" tanya Yi hingga membuat Song Yun kembali membuka matanya.

__ADS_1


"Apa maksud mu Yi?" tanya Song Yun


"Nona terus menjerit tadi membuat Yi benar-benar ketakutan" ucap Yi sambil menunduk


"Tidak apa, aku hanya merasa heran dengan stamina jendral itu yang seperti tidak pernah merasa lelah" ucap Song Yun.


Akhirnya kereta yang membawa Song Yun dan Yi pun sampai di kediaman bangsawan Bing. Yi membantu nona nya untuk keluar dari kereta, seorang pelayan menunjukkan jalan menuju ke ruang kerja tuan muda nya.


Tok.. Tok.. Tok..


Pelayan itu pun mengetuk pintu. Setelah di persilakan masuk, pelayan itu pun membuka pintu dan mempersilahkan Song Yun masuk. Sementara dirinya dan Yi menunggu di luar.


"Tidak di sangka nona muda Song ini berani datang kemari" ucap Bing Lu sambil menyeringai


"Bagaimana mungkin aku menyia-nyiakan kesempatan untuk bersenang-senang dengan pemuda tampan sepertimu tuan muda" ucap Song Yun dengan genit.


Bing Lu pun langsung menarik Song Yun dan mendudukkannya di atas pangkuannya. Song Yun dengan senang hati melingkarkan ke dua tangannya di leher Bing Lu


"Katakan apa yang kau inginkan!" ucap Bing Lu


"Aku ingin mendapatkan pangeran Zhu Kai dan menjadi permaisuri nya" ucap Song Yun dengan tak tahu malu


"Lalu apa untung nya bagiku?" tanya Bing Lu kembali


"Aku bisa memberikanmu posisi yang tentunya akan menguntungkanmu" ucap Song Yun sambil mengecup bibir Bing Lu


"Kau benar-benar nakal nona Song. Baiklah, selama kau bersedia menuruti keinginanku, aku akan selalu siap membantumu" ucap Bing Lu sambil membalas kecupan Song Yun.


Tak lama terdengarlah suara-suara ambigu dari dalam ruang kerja Bing Lu membuat pelayan dan juga Yi yang berada di depan ruang kerja itu menunduk malu.


"Sepertinya Tuan muda dan nona Song sangat bersemangat" Celetuk pelayan itu membuat Yi mengangkat wajah nya


"Benar, suara mereka sangat keras" ucap Yi ceplas-ceplos


"Apa kau sering melihat nona mu seperti itu?" tanya pelayan itu


"Baru dua kali.." ucap Yi polos


"Tuan mudaku sering membawa perempuan kemari, dan aku sudah terbiasa mendengarnya" ucap pelayan itu yang membuat Yi terperangah.


"Ternyata tuan muda Bing Lu dan nona Song sama saja" pikir Yi


Di istana kekaisaran Zhu, seorang mata-mata sedang melapor pada tuannya, hingga membuat sang tuan tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha... Ternyata sampah" ucapnya sambil menyeringai


"Siapkan kereta, aku akan memberikan kejutan untuk keluarga perdana mentri Song. Sepertinya dia sangat senang bermain-main dengan pangeran ini" ucap pemuda itu yang tak lain adalah Zhu Kai

__ADS_1


__ADS_2