
Kaisar Yongsheng berjalan sambil sempoyongan menuju kamar pengantin, tempat sang istri tercinta yang baru saja di nikahinya beberapa jam yang lalu sedang menunggu kedatangan nya.
Meskipun tubuh nya terlihat tidak stabil akibat banyaknya minuman yang harus dia telan malam ini, nyatanya pengantin pria ini masih memiliki kesadaran yang sempurna, dia tak akan menyia-nyiakan kesempatan pertama nya untuk bisa membuka cadar merah yang hingga saat ini masih menutupi wajah cantik dari sang permaisuri nya.
Kriet...
Pintu kamar pun terbuka, Xiu Juan melirik dengan ujung mata, saat ini pria yang begitu di cintai nya mendatangi kamar dan bersiap untuk melakukan ritual pengantin. Dahi nya sedikit mengkerut, apalagi dia juga mencium bau anggur yang menguar dari tubuh sang suami.
Namun apa daya? Saat ini dia terjebak dalam tradisi yang mengharuskannya tetap diam, duduk dengan tenang di atas tempat tidur dan menunggu sang pujaan hati menyambanginya.
Kaisar Yongsheng berjalan perlahan menuju peraduan, di singkapnya kelambu yang menutupi keindahan dari sang istri yang masih setia duduk menanti kehadiran nya.
Tangan kaisar Yongsheng terulur dan membuka cadar yang menutupi wajah istrinya, betapa cantik dan menggemaskan wanita yang kini menjadi istri dan calon ibu untuk anak-anak nya kelak, seorang wanita yang begitu tangguh memperjuangkan cinta bersama nya hingga akhirnya langit pun memberi hormat dan syurga juga memberikan restunya.
"Maaf membuat mu lama menunggu" ucap kaisar Yongsheng berbisik di telinga sang istri dengan suara pelan, hembusan nafas nya terasa begitu hangat menerpa hingga gadis yang kini telah mengubah status nya menjadi istri itu nampak merona.
Kaisar Yongsheng melihat perubahan dari wajah sang istri dengan mata nya, tangannya langsung mengambil sesuatu dari cincin penyimpanan nya, dan langsung menelannya dengan cepat.
Bagaimana bisa dia melakukan sesuatu di saat dia sedang dalam keadaan mabuk? Dia harus mengontrol dirinya dan memutuskan untuk menelan pil pereda mabuk yang telah dia persiapkan dari jauh-jauh hari.
Xiu Juan menatap wajah suaminya, dia sempat berfikir tentang obat yang di telan oleh kaisar Yongsheng, namun melihat perubahan wajah dari sang kaisar itu membuat dirinya yakin jika saat ini pria tercintanya berusaha meredakan mabuk agar bisa menikmati malam indah bersamanya.
Kaisar Yongsheng membuka mata nya, saat ini dia bisa menatap dengan sangat jelas gadis idaman hati yang telah sekian lama dia tunggu, tangannya langsung merengkuh tubuh mungil itu kedalam dekapan nya dan langsung membaringkan nya di atas peraduan.
"Zhen mencintaimu Juan'er! Terima kasih banyak karena telah berjuang untuk kita!" ucap kaisar Yongsheng sambil menatap wajah gadis yang kini sedang menatap nya juga.
__ADS_1
Cup...
Kaisar Yongsheng mencium bibir Xiu Juan dengan sangat lembut, sedangkan Xiu Juan memejamkan matanya dan menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh sang suami.
Ctak...
Kaisar Yongsheng mengangkat tangan kanan nya dan menjentikan jarinya, pintu, kelambu dan jendela langsung tertutup, bahkan lilin yang menjadi satu-satunya penerang di kamar itu pun ikut mati.
Saat ini kamar itu telah menjadi saksi untuk pertama kalinya kedua sejoli yang sedang di mabuk cinta itu memadu kasih, hampir tiga jam...
Dan suara-suara yang menggelitik pendengaran itu masih saja berlangsung, para prajurit yang berjaga pun berusaha untuk menulikan pendengaran mereka dan mulai berjalan sedikit menjauh dari kamar yang di tempati oleh sang kaisar dan juga permaisuri nya.
Kaisar Yongsheng pun bangkit dari tempat tidur nya, dia mengambil selimut dan langsung menutupi tubuh polos sang istri yang masih terlelap dengan sangat pulas.
Setelah menggunakan kembali pakaian nya, kaisar dari kekaisaran angin itu segera melesat menuju sebuah goa yang tak jauh dari istana nya, dan segera duduk dengan posisi lotus.
Akhirnya setelah beberapa jam berlalu, dia pun mendapatkan pencerahannya, sejenak dahi nya berkerut, dia tertegun saat menyadari rahasia besar yang baru saja terkuak di hadapannya. Wajah nya terlihat bersinar dengan senyuman lembut menghiasi bibir nya.
"Rupanya Juan'er memiliki konstitusi tubuh khusus, tubuh yin yang mana bisa menaikan ranah kultivasi keduanya dengan cepat tanpa mengalami efek apa pun. Dan siapa pun yang pertama kali membuka segelnya secara otomatis akan mendapatkan yang terbaik dalam peningkatan ranah dan juga pemurnian energi tubuh fisik nya!" ucap nya sambil menopang dagu.
"Itu artinya semakin sering zhen melakukan nya maka semakin besar juga energi Qi yang bisa di murnikan!" ucap nya sambil tersenyum kecil. Otak sang kaisar angin itu sepertinya telah mengalami sedikit kemunduran akibat melalui malam panjang bersama sang istri tercinta, sehingga kini dia berfikir tentang itu dan itu saja.
Sungguh pria yang sangat licik! Tapi walau bagaimanapun dia adalah pria yang paling di cintai oleh Xiu Juan.
Kaisar Yongsheng segera bangkit dari duduk nya, dia kembali melesat meninggalkan goa menuju ke istana nya, tepat nya menuju kamar pengantin nya.
__ADS_1
Hanya dalam lima belas hela nafas, dia telah kembali muncul di depan kamar yang kini masih di huni oleh sang istri. Kaisar Yongsheng berjalan perlahan, dia tak ingin membangunkan Xiu Juan yang saat ini masih terlelap dalam mimpi indah nya.
Langkah nya begitu hati-hati, tangan nya menggenggam gagang pintu dengan pelan, dan membuka nya perlahan-lahan.
Kriet...
Pintu pun terbuka, kaisar Yongsheng tertegun melihat pemandangan yang ada di dalam kamar nya, saat ini Xiu Juan tengah duduk bersila di atas peraduan sambil memejamkan matanya, seperti nya sang istri kini tengah menstabilkan kekuatan baru yang di dapatkan nya setelah melewati masa indah bersama kaisar Yongsheng.
Sungguh pasangan yang di berkahi syurga, setelah merasakan dunia milik berdua, kini keduanya juga mengalami peningkatan dalam ranah kultivasi termasuk juga kekuatan fisik nya semakin kuat dan kuat.
Sementara di tempat lain, tepat nya di kekaisaran bintang saat ini, sepasang pengantin baru sedang duduk di peraduan nya sambil malu-malu.
Keduanya tetap diam tanpa mengeluarkan satu patah kata pun, Qiaofeng masih tertunduk dengan cadar nya, dan putra mahkota Ahn Chyou masih terus berusaha untuk menghilangkan kegugupan nya.
Kedua nya sama-sama tak tahu harus berbuat apa, sementara waktu terus bergulir dan keheningan masih mendominasi kamar pengantin.
"Pangeran..!" panggil Qiaofeng akhirnya memulai pembicaraan.
Putra mahkota Ahn Chyou pun langsung melirik mendengar panggilan dari sang istri.
"Ya...!" singkat, padat dan jelas. Hanya kata itu yang keluar dari mulut sang putra mahkota kekaisaran angin.
"Apa kau tak ingin membuka cadarku?" tanya Qiaofeng dengan suara yang sangat rendah, dia sedikit takut akan menyinggung perasaan dari sang suami.
...----------------...
__ADS_1
Mohon maaf jika bab nya kurang greget, autor gagal fokus 😁