MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA

MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA
Part 154


__ADS_3

Mata tetua Fang langsung melotot mendengar ucapan Wu Shan, sejak kapan pemuda bau kencur yang selama ini selalu berada di bawah tekanan nya itu mulai menjadi seorang pembangkang? Bahkan dia berani melawan dengan terang-terangan.


Betapa bodoh dan konyol nya pemuda itu yang berani memprovokasi seorang tuan besar seperti dirinya, bahkan kekuatan maupun kekuasaan dari keluarga Fang nya jelas lebih tinggi di bandingkan keluarga Wu.


Sedangkan Wu Shan hanya tersenyum tipis melihat raut wajah tua dari tetua Fang yang sedang marah, terbersit dalam fikiran nya untuk membuat pria tua itu semakin emosi hingga bisa dengan mudah dia lenyapkan.


"Habisi pemuda bodoh itu! Dan sisakan kepala nya untuk di antar kembali pada keluarga nya!" teriak tetua Fang memberi perintah pada semua antek-antek nya.


Swush...


Swush...


Swush...


Ratusan orang mulai keluar dari persembunyian dan langsung berdiri di belakang pimpinan mereka, tetua Fang terlihat semakin kesal saat mengetahui jika Wu Shan tak hanya datang berdua dengan Yu Lian. Tapi membawa pasukan yang cukup banyak untuk menyerang kediamannya.


Apalagi saat ini seluruh pasukan yang di pimpin oleh Wu Shan menunjukan aura kultivasi mereka yang di sertai aura penindasan hingga 50% untuk menekan pasukan dari keluarga Fang.


Bruk...


Bruk...


Bruk...


Lebih dari 500 orang terjatuh, mereka yang memang hanya berada di ranah mortal dan di ranah bumi tak sanggup menahan aura penindasan dari pasukan Wu Shan.


Tetua Fang tentunya sangat terkejut, wajah nya terlihat pucat pasi, bahkan dirinya yang sudah berumur 60 tahun baru saja mencapai ranah langit tingkat akhir. Itu pun membutuhkan waktu hingga 50 tahun. Lalu bagaimana dengan pasukan yang di pimpin oleh Wu Shan? Jika pasukan mereka saja sudah setinggi ini, lalu bagaimana dengan pemimpinnya.


Tetua Fang berusaha untuk mengendalikan dirinya, meskipun saat ini tubuh nya terasa lemah, tapi dia tak boleh memperlihatkan hal itu di hadapan orang-orang nya. Dia tak ingin malu karena di kalahkan secara telak oleh musuh bebuyutan dari cucunya.


Bruk...


Bruk...


Bruk...


Ratusan orang kembali terjatuh, bahkan banyak diantara mereka yang sudah tak sadarkan diri, pasukan Wu Shan tak tanggung-tanggung menunjukkan kekuatannya, hingga beberapa tetua dan juga ketua para bandit pun sudah mulai bersimpuh dengan lutut mereka.

__ADS_1


Kaki mereka bergetar hingga tak sanggup lagi menopang badannya, hingga akhirnya mau tak mau mereka pun harus terjatuh dengan tidak elit nya.


Wu Shan hanya tersenyum dingin, dia sama sekali tidak memperdulikan apa pun yang di lakukan oleh pasukannya. Baginya asalkan keluarga Fang hancur, itu sudah lebih dari cukup.


Swush...


Tubuh Yu Lian melesat dengan cepat, dia sengaja ingin sedikit bermain dengan musuh-musuh nya yang kini sudah tak berdaya, pasukan nya yang melihat tindakan Yu Lian pun ikut melesat dan melakukan hal yang sama, mereka membabat habis seluruh tubuhnya musuh nya tanpa sisa. Bahkan Yu Lian memotong tubuh musuh nya hingga menjadi puluhan keping.


Tubuh beserta wajah Yu Lian terlihat penuh darah, penampilan nya tak lagi mencerminkan seorang putri bangsawan, bahkan dia lebih cocok di sebut sebagai dewi kematian, Yu Lian tertawa dengan sangat lantang sambil berdiri di atas potongan tubuh musuh-musuh nya.


Ini adalah janjinya, untuk menginjak tubuh dari semua musuh suaminya, Wu Shan hanya tersenyum manis melihat kelakuan dari istri kecilnya itu, dia terlihat sangat puas menikmati pembantaian sepihak yang di lakukan oleh Yu Lian beserta pasukan nya terhadap keluarga Fang dan juga seluruh sekutunya.


"Hahaha...! Inilah yang pantas kalian dapatkan setelah berani mengganggu ketentraman keluargaku! Hari ini aku akan mencincang tubuh kalian semua dan menginjak nya seperti kotoran!" teriak Yu Lian sambil terus mengibaskan pedang nya pada kumpulan orang-orang yang sudah tak berdaya di hadapan nya.


Yu Lian bahkan tak merasa jijik, dia terus melancarkan serangan yang sangat besar pada mereka, dia menyayat tubuh musuh nya dan membuat tato mawar di punggung mereka, Yu Lian dengan santai mengiris telinga, mencabuti gigi bahkan merobek perut dan mengeluarkan seluruh organ dalamnya hingga akhirnya matanya bertemu dengan tetua Fang yang terlihat sangat pucat.


Perut tetua Fang terasa mual, entah setan apa yang saat ini tengah berada di dalam tubuh Yu Lian hingga melakukan tindakan yang begitu brutal, bahkan dirinya yang sudah menjadi seorang tetua sekalipun tak pernah melakukannya.


Hoek...


Hoek...


"Hei pak tua! Kenapa kau muntah disini? Lihatlah hasil kerjaku jadi tak seindah tadi karena perbuatan bodohmu!" teriak Yu Lian sambil menunjuk potongan daging manusia yang telah berhasil dirinya cincang yang terkena muntahan dari tetua Fang.


Gluk...


Tetua Fang menelan paksa ludahnya dengan susah payah, bagaimana bisa wanita di hadapan nya ini mengatakan hal seperti itu? Sedangkan dia sendiri telah mencincang tubuh seluruh keluarga Fang hingga berkeping-keping.


Lalu dimana letak keindahan yang dia katakan itu? Itu hanyalah potongan daging manusia, bukan lukisan yang berharga mahal. Meskipun hatinya di liputi kekesalan pada wanita yang telah membantai seluruh keluarga nya, nyatanya nyali tetua Fang sudah ciut, dia tak ingin mati di tangan wanita gila yang saat ini berdiri di hadapan nya.


Dia harus memikirkan cara untuk bisa melarikan diri dari tempat itu, mata tetua Fang bergerak ke kanan dan ke kiri untuk mencari celah kabur dari sana, tapi tentu saja ketajaman indra penglihatan dari Wu Shan tak bisa di bohongi begitu saja.


Dengan gerakan yang sangat gesit, dia langsung melemparkan belati yang sejak tadi telah bertengger cantik di tangannya.


Jleb...


Belati itu langsung menancap di punggung tetua Fang hingga menembus jantung nya. Bahkan sudut mulut nya langsung menyemburkan darah segar.

__ADS_1


Bruk...


Tetua Fang langsung ambruk di atas tanah dengan mata yang melotot, dia masih belum bisa terima jika dirinya di kalahkan hanya dengan satu kali serangan dari Wu Shan yang tidak bisa dia rasakan aura nya.


Sedangkan Wu Shan langsung mengangkat tangan nya dan memerintahkan seluruh pasukan nya untuk berhenti.


"Saat ini juga kita akan menuju kekaisaran angin dan memberikan kejutan untuk kaisar Yongsheng!" teriak Wu Shan.


Yu Lian nampak mengerutkan dahinya, dia sama sekali tak mengenal nama itu, tapi jika sang pemilik nama merupakan musuh dari suaminya, maka dia akan maju sebagai garda terdepan untuk melindungi Wu Shan.


Dia meyakini dalam hatinya jika apa pun yang di lakukan oleh Wu Shan, itu adalah yang terbaik untuk keduanya.


Jauh di tempat lain, saat ini seorang wanita tengah bersandar di dada suaminya sambil terus merengek agar bisa di berikan izin untuk segera kembali ke kerajaan cahaya untuk menemui keluarga nya.


Dia memiliki firasat buruk jika dalam waktu dekat akan terjadi pertempuran besar, dan dia harus memastikan seluruh keluarga nya selamat, sedangkan sang suami masih terus berdiam mendengarkan ocehan dari istrinya sambil memainkan ujung rambut coklat milik istrinya.


"Tenanglah Juan'er.. Zhen sangat yakin kita bisa melewati semua ini dengan baik!" ucap sang suami pada akhirnya sambil mengecup pucuk kepala istrinya dengan penuh cinta.


...----------------...


Karena novel yang ini akan segera berakhir dalam beberapa bab ke depan, jangan lupa untuk mendukung hasil karya author yang lain ya 🙏🙏🙏.



Novel alkemis iblis akan kembali di up mulai satu minggu ke depan.



Begitu juga dengan novel yang ibu cerdas putri jeniusku, insya allah akan author up 2 bab perhari mulai minggu depan.


Dan di akhir bulan ini, author juga akan kembali membuat karya baru dengan gendre yang berbeda, sebagai bentuk kasih sayang author terhadap sahabat sekaligus saudara author yang baru saja berpulang ke rahmatullah.


Semoga Allah mengampuni segala dosa nya, dan memberikan tempat yang layak di sisinya.



Novel yang mengandung bawang karena di penuhi intrik dan air mata, kisah cinta segi tiga antara almarhum beserta seseorang yang begitu dia kasihi dan juga seseorang yang masih hadir dari masa lalu.

__ADS_1


__ADS_2