MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA

MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA
Part 84


__ADS_3

Zhao Xiang hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Zhang Wei, meskipun itu sebuah bisikan, tapi sebagai seorang kultivator tingkat dewa dewi awal, tentu saja dia dapat mendengar nya dengan jelas.


Mata Zhao Xiang menyipit melihat kaisar Yongsheng tersenyum begitu bahagia, meskipun saat ini hatinya begitu dongkol dengan ucapan Zhang Wei, tapi dia tak bisa berbuat apa pun untuk membalas nya.


Akhirnya ikan pun telah selesai di bakar, semua telah duduk dan mulai menyantap ikan bakar beserta talas yang telah di bakar.


Semua orang berdecak kagum saat merasakan sensasi rasa gurih manis di lidah mereka, apalagi kaisar Yongsheng, dia adalah orang yang paling bahagia karena merasakan masakan yang di buat oleh calon permaisuri masa depan nya.


Setelah selesai makan, semua orang pun duduk sambil mengobrol, sedangkan Zhang Wei masuk ke dalam gubuk kecil milik kakek Zhang Xiu.


Suasana pun menjadi begitu riuh, apalagi dengan kaisar Ahn yang tak henti-hentinya bercerita tentang masa mudanya, setelah hari menjelang sore, semua orang pun berpamitan, kecuali kaisar Yongsheng yang memutuskan akan bermalam di gubuk kakek Zhang Xiu.


Zhang Wei melotot mendengar ucapan dari kaisar angin itu, dia tak habis fikir, bagaimana mungkin seorang kaisar bermalam di gubuk kecil? Apalagi gubuk kakek Zhang Xiu hanya memiliki satu kamar dan itu pun telah di tempati oleh Zhang Wei.


"Apa kau sengaja ingin merebut kamarku?" tanya Zhang Wei sambil bertolak pinggang.


Kaisar Yongsheng hanya tersenyum tipis mendengar ucapan dari calon permaisuri nya itu, bukankah selama ini keduanya sudah terbiasa berbagi tempat tidur?


Akh.. Sepertinya kaisar Yongsheng lupa jika saat ini calon permaisuri nya itu telah kehilangan ingatan nya, hingga melupakan dirinya.


"Kau bisa beristirahat dengan nyaman di kamar mu nona, zen akan tidur disini bersama kakek Zhang" jawab kaisar Yongsheng.


Zhang Wei hanya melirik sebentar kemudian segera melangkahkan kakinya menuju ke kamar nya.


Sedangkan kaisar Yongsheng telah menyiapkan jubah nya untuk alas tidur.


Malam semakin sunyi, angin malam berhembus kencang membawa rasa dingin yang menusuk hingga ke tulang, Zhang Wei terbangun dari tidurnya, tenggorokan nya terasa sangat kering dan dia lupa tak menyiapkan air minum sebelumnya.


Dengan langkah pelan Zhang Wei pun perlahan keluar dari dalam kamar nya dan berjalan menuju dapur, suasana hening menyapa dalam kegelapan.

__ADS_1


Dalam keremangan cahaya rembulan, Zhang Wei tanpa sengaja melihat wajah kaisar Yongsheng yang begitu tampan, entah kenapa jantung nya terasa berdegup sangat kencang.


Zhang Wei memegang dadanya, ada perasaan yang sulit untuk dia ungkapkan saat melihat wajah kaisar Yongsheng tanpa topeng perak nya.


Setetes air mata Zhang Wei turun, entah karena apa hatinya terasa begitu perih, seolah telah meninggalkan sesuatu yang paling berharga dalam hidup nya.


Tubuh kaisar Yongsheng perlahan bergerak, Zhang Wei pun bergegas meninggalkan tempat itu dan meneruskan langkahnya menuju dapur.


Tanpa Zhang Wei sadari, kaisar Yongsheng mengetahui apa yang tengah dia lakukan, meskipun hatinya ingin sekali merengkuh dan juga memeluk tubuh gadis ringkih di hadapan nya, dia terus berusaha menenangkan diri dan tak berbuat gegabah hingga membuat Zhang Wei membencinya.


Kaisar Yongsheng ingin agar gadis itu sendiri yang mengingatnya dan segera kembali ke pelukan nya.


Bukan hanya Zhang Wei yang merasakan debaran di dadanya, kaisar Yongsheng pun merasakan hal itu, meskipun secara fisik, Zhang Wei jauh berbeda dengan Feng May, tapi pemilik jiwa yang ada di dalam tubuh itu adalah calon permaisuri nya.


Bagaimana mungkin seseorang tak bisa mengenali pasangan nya sendiri? Apa lagi keduanya telah saling mencintai selama beberapa waktu.


Kaisar Yongsheng bersedia menunggu dengan sangat sabar hingga suatu hari nanti ingatan Feng May kembali, dia akan terus menjaga belahan jiwanya itu.


Zhang Wei kembali ke dalam kamar nya, dia berusaha untuk memejamkan matanya, tapi entah apa yang terjadi, mata Zhang Wei terus saja terjaga dan tak mau terpejam hingga pagi menjelang.


Pikiran Zhang Wei terus tertuju pada kaisar Yongsheng, ada rasa yang tak bisa dia ungkapkan dalam hatinya saat menatap wajah pemuda itu.


Zhang Wei merasa sangat bingung, entah apa yang terjadi dengan dirinya? Bukankah dia baru saja bertemu siang tadi dengan kaisar Yongsheng? Lalu kenapa tubuh nya bereaksi dengan begitu hebat hanya karena melihat wajah nya saja? Bukankah itu janggal? Atau mungkin jiwa asli dari pemilik tubuh yang dia tempati saat ini memiliki suatu hubungan dengan pria itu?


Zhang Wei menggasak rambutnya dengan kasar, saat ini dia benar-benar di buat frustrasi dengan keadaan hati dan juga jiwanya yang tak menentu.


"Baiklah.. Aku akan bertanya pada pria itu besok! Semoga saja dia mau berbicara jujur tentang hubungan nya dengan pemilik tubuh sebelumnya" gumam Zhang Wei dalam hati sambil kembali mencoba untuk memejamkan matanya.


Pagi pun akhirnya tiba, rintik hujan turun dari atas langit, cuaca mendung, angin pun bertiup sangat kencang.

__ADS_1


Zhang Wei menggeliat dari tidur nya, dia pun perlahan terbangun sambil menikmati suara gemerincik air hujan dari jendela kamar nya.


Harum aroma daging panggang tercium melalui hidung nya, Zhang Wei segera bangkit dan melangkahkan kakinya menuju ke dapur.


Kaisar Yongsheng dengan santai membolak-balikan daging beast spirit rendah yang baru saja dia dapatkan pagi tadi. Mata kaisar Yongsheng melirik dan melihat Zhang Wei yang datang menghampirinya.


Senyum manis tersungging dari bibir kaisar Yongsheng, sambil menyodorkan sepotong daging panggang pada Zhang Wei, kaisar Yongsheng pun berucap.


"Kau sudah bangun? Kemarilah dan duduk bersama zen" ajak nya.


Zhang Wei pun segera duduk dan menerima sepotong daging panggang itu dengan mata yang berbinar, dia pun menggigit daging itu pelan, entah kenapa meskipun kaisar Yongsheng hanya membubuhkan garam di daging itu, Zhang Wei terlihat begitu menikmati makanan nya dengan begitu lezat.


Kaisar Yongsheng mengelap sudut bibir Zhang Wei dengan ibu jari kanannya, Zhang Wei terperanjat kaget melihat perlakuan pemuda yang ada di hadapannya.


Apakah dia selalu melakukan hal itu pada semua gadis yang di temuinya? Pikir Zhang Wei yang langsung berfikiran buruk terhadap kaisar Yongsheng.


Sedangkan kaisar Yongsheng sendiri merutuki dirinya yang begitu spontan langsung mengelap bibir calon permaisuri nya itu tanpa pikir panjang.


"Maaf.." kaisar Yongsheng menunduk


Zhang Wei melihat kaisar Yongsheng sambil tersenyum tipis "Apa kau terbiasa melakukan hal itu pada setiap gadis yang kau temui?" tanya Zhang Wei.


Kaisar Yongsheng menggelengkan kepalanya pelan "Zen hanya melakukan itu pada calon permaisuri zen saja" ucap nya dengan yakin.


Deg...


Deg...


Deg...

__ADS_1


Jantung Zhang Wei berdegup sangat kencang mendengar ucapan dari kaisar Yongsheng.


__ADS_2