
Keesokan harinya kaisar Hao beserta rombongan pun segera bergegas keluar dari penginapan, mereka berjalan-jalan dan melihat keadaan rakyat kerajaan neraka. Berpikir mereka bisa membantu salah satu rakyat disana, kaisar Hao malah melihat kenyataan yang bertolak belakang dari rencananya. Keadaan rakyat disana jauh dari bayangan pemikiran yang sebelumnya.
"Apa tuan-tuan mencari sesuatu?" tanya seorang pria yang sedang membantu beberapa wanita menanam sayur
"Kami berkeliling berniat menyapa warga desa ini, tapi kemana mereka?" tanya kaisar Hao sambil duduk di atas hamparan rumput
"Semua rakyat disini bekerja untuk kerajaan, ada yang jadi pelayan, tabib, koki, prajurit dan banyak lagi. Mereka akan kembali ke rumah saat menjelang malam" ucap pria itu lagi
"Lalu kenapa kalian tidak bekerja pada kerajaan dan memilih menanam sayur?" tanya kaisar Hao
"Pekerjaan kami memang bertani tuan. Kami menanam padi dan juga banyak sekali sayuran. Semua itu untuk kebutuhan pangan seluruh rakyat di kerajaan ini. Dan kami juga mendapatkan gaji 50 koin emas perbulannya" jawab seorang ibu yang ikut beristirahat disana
"Apa? 50 koin emas?" tanya kaisar Hao sambil memelototkan matanya
"Itu benar, seluruh rakyat di gaji oleh kerajaan, di berikan tempat tinggal yang nyaman dan juga makanan yang layak" ucap ibu itu kembali
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan anak-anak dan orang-orang yang sudah tua?" kali ini jendral hong pun ikut bertanya
"Anak-anak yatim di tempatkan di panti asuhan, mereka mendapatkan tempat tinggal, makanan dan pakaian juga pendidikan secara cuma-cuma dari kerajaan dan untuk para orang tua di tempatkan di panti jompo, mereka juga mendapatkan tempat tinggal, makanan, pakaian dan juga uang saku sebesar 20 koin emas perbulannya" ucap pria itu
"Lalu anak-anak kalian?" tanya kaisar hao
"Anak-anak kami tinggal bersama kami, mereka juga di berikan pendidikan secara cuma-cuma oleh kerajaan" ucap ibu itu
"Lalu dimana tempat para rakyat miskin di kerajaan ini?" tanya kaisar Hao
"Bukankah terlihat perbedaan antara rakyat yang kaya dan miskin disini?" tanya jendral ji. Sedangkan orang-orang itu hanya tertawa
"Tuan-tuan salah besar, rakyat disini hidup makmur dan sejahtera, kami bisa membeli pakaian yang bagus dengan harga 1 koin emas per helainya. Perhiasan mewah dengan harga 5 koin emas, makanan yang mewah dengan harga 1 koin emas yang cukup untuk di makan 10 orang, pengobatan cuma-cuma pendidikan cuma-cuma, tempat tinggal cuma-cuma dan juga mendapatkan pekerjaan yang layak dengan gaji yang tinggi dan jam kerja yang terbilang cepat. Rakyat mana yang miskin? Sedangkan kami bisa saja tinggal di dalam istana dan meminta koin banyak pada kerajaan jika kebutuhan kami tidak tercukupi" ucap pria itu lagi
"Apakah kalian tidak merasa iri dengan penghasilan keluarga lain yang lebih besar dari keluarga kalian?" tanya jendral Hong
__ADS_1
"Tuan, rakyat yang tinggal di sini dulunya adalah rakyat miskin, gelandangan, pengemis dan juga para budak yang di bebaskan dan di jamin hidupnya oleh para putri dan juga pangeran, semua yang kami miliki saat ini adalah berkat dari kemurahan hati dan juga kebaikan anggota kerajaan ini. Banyak atau pun sedikit yang kami terima, kami tetap bersyukur. Karena hidup kami terjamin" ucap pria itu menjelaskan
"Jika tuan ingin mencari orang miskin, carilah di kekaisaran Feng, Zhao, Zhu dan juga kekaisaran Xuan dan Hao. masih banyak perbudakan di seluruh kekaisaran itu dan juga banyak para bangsawan mau pun pejabat yang menyiksa rakyat, berbeda dengan di kerajaan ini, semua orang hidup bahagia dan terjamin" ucap ibu itu
"Uhuk... Uhuk.." kaisar Hao pun terbatuk
"Tuan, pergilah ke toko pakaian, harga pakaian disana sekitar 10 sampai 30 koin emas, tapi jika kami yang membelinya maka itu harganya hanya 1 koin emas. Lalu pergilah ke toko perhiasan, 1 set perhiasan harga nya 50 sampai 500 koin emas, tapi untuk kami hanya 5 koin emas saja, lalu tuan pergilah membeli pil dan juga herbal, tuan akan tahu jika keberadaannya sangat langka maka harganya bisa mencapai jutaan koin emas. Kami bahkan tidak perlu mengeluarkan 1 koin perak pun untuk membayarnya. Bahkan mereka akan melayani kebutuhan kami dengan lebih baik" ucap pria itu
Akhirnya kaisar Hao dan rombongan pun pamit
"Jika semua rakyat hidup sejahtera, lalu bagaimana zen bisa membantu mereka? Atau kah kita harus mengubah rencana kita?" tanya kaisar Hao
Sedangkan yang lain hanya menggelengkan kepalanya, mereka pun bingung dengan keadaan yang mereka hadapi kali ini.
Jangan lupa baca juga karya terbaru author ya. Judulnya Bangkitnya Alkemis iblis
__ADS_1