MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Mengajak Mentari Untuk Kembali Kedesa


__ADS_3

Syarif tidak tega melihat Adeknya itu menagis ketakutan padanya, dengan lembut tangannya itu menyentuh pipi yang penuh dengan air mata itu.


"Sudah Jagan menagis,Abang ada disini bersama kamu Jagan takut lagi,abang akan menemui orang itu dan akan mengcaritahu siapa yang sudah melakukan ini padamu."ucap Syarif pada Tari.


"Abang tidak usah memintaknya lagi untuk bertangung jawab atas semua ini, orangnya tidak akan mau bertagung jawabkan ini semua terhadapku."ucap Tari masih dengan isak tagisnya.


"Apa kamu bilang, berakti kamu sudah tahu siapa orangnya?"


"Aku tidak mengenal orang itu siapa Bang,suaminya dari kakak Sepupu mbak Ajeng yang mengenal pria itu, kerena teman dekatnya."ucap Tari pada Abangnya itu dan menceritakan semua kejadian hari itu pada sepupunya itu dengan air matanya.


"Dasar kurang ajar kamu sialan, awas saja jika aku tahu siapa kamu." ucap Syarif dengan mengepalkan tangannya.


"Tenanglah Sya,Aku akan memintak Gio untuk mengurus ini, kerena Gio megenal pria yang telah membuat Tari seperti ini."ucap Ajeng agar Temanya itu tenang.


"Ayah-Ibu maafkan Mentari sudah bikin kalian kecewa!! "peluk mentari pada Ayahnya itu sangat sedih.


"Jangan katakan ini lagi Nak,Ayah juga mintak maaf kerena ucapan ayah kemarin membuat kamu merasa sakit."ucap Pak Hasan pada putrinya itu.


"Aku tidak pernah marah pada ayah,maafkan Tari sudah mengecewakan Ayah-ibu."ucap Tari sedih.


"Maafkan juga Ibu nak,kemarin itu ibu tidak bisa mencegah kamu pergi dari rumah."Kata Buk Mai sangat sedih melihat nasib putri semata wayangnya itu.


"Aku tidak apa-apa buk, aku paham dengan ini semua Buk, kerena ibu juga tidak bisa membantah kata Ayah."ucap Tari.


"Kita kembali ke desa Nak,biar kamu bisa tenang bersama kami,Ayah dan ibu akan mengurus kamu dan cucu ayah dikampung."ucap Pak Hasan pada putrinya itu.


"Tari tidak mau bikin ayah malu,jika Tari kembali ke desa yah,sebentar lagi tari akan wisudah,biarkan dulu Tari disini untuk menyelesaikan pendidikan Tari yah."


"Saat ini malu itu tidak bisa ditutup lagi nak, semua itu sudah terjadi."ucap Pak Hasan pada Putrinya itu.


"Mungkin ini jalan terbaik untuk Tari dulu Yah,biarkan Tari disini selama anak ini lahir, jika ayah merindukan kami datanglah kesini untuk menjegukku disini."ucap Tari sedikit menagis.


"Jangan menagis lagi kami ada bersama kamu sekarang, Ayah akan merawat cucu ayah walau pria itu tidak mau bertangung jawabkan ini sebagai ayah dari bayi yang sedang kamu kadung itu."ucap Pak Hasan merusak air mata putrinya itu.


"Terimakasih Ayah, Tari sangat senang Ayah dan ibu saat ini bersama Tari." kata Tari senang.


Ajeng yang menyaksikan itu semua juga ikut menagis kerena terharu melihat Tari bersama Ayah dan ibunya.


"Kamu menagis juga?" sindir Syarif pada temannya itu.

__ADS_1


"Dasar kau ini,apa mau aku tabok mulut kamu itu. "bisik Tari pada Syarif.


"Jangan gila ya Jeng,tangan kamu itu sakit jika kenak di pipiku."ucap Syarif megigat saat waktu kuliah dulu pernah ditonjok oleh Ajeng saat itu, kerena Ajeng sedikit tomboy.


"Takut kamu Sya dengan kepalan tanganku ini?"ucap Ajeng membukatkan tinjunya itu didepan Syarif.


"Hepppp jangan dong Jeng aku tidak akan menganggu kamu lagi."ucap Syarif dengan sedikit senyum masamnya sambil takut melihat kepalan tangan Ajeng.


"Jeng apa Gio masih bertugas dirumah sakit miliknya itu sekarang?"ucap Syarif megalikan Ajeng dengan ancaman padanya barusan.


"Masih tapi cuma pagi saja,kalau siang dia mengurus perusahaannya, kamu tahu bukan dia itu anak laki-laki satu-satu dikeluaganya itu.


"Tapi dia senang ya megeluti itu semua,apa yang dia kejar sebagai dokter kandungan itu, pada hal dia sudah memiliki semuanya."ucap Syarif dengan heran.


"Bisa saja dia senang dengan profesinya itu Sya."ucap Ajeng dengan santai.


"Terus hubungan kamu sama dia kayak mana?"


"Hubungan apa Sya, aku tidak ada berhubungan spesial dengannya selama ini, sampai saat ini,bertemu saja aku jarang dengan orang supar sibuk itu."ucap Ajeng sedikit kesal pada Gio.


"Jadi selama ini kalian tidak ada kemajuan sama sekali?"


"Gila tu Gio katanya suka sama kamu tapi sampai sekarang dia tidak mendekati kamu sampai saat ini."Ucap Syarif tidak habis pikir pada sahabatnya itu.


"Emangnya dia berkata begitu pada kamu?" tanya Ajeng kembali.


"Dulu sihhh sudah sangat lama Jeng,, saat itu aku sama Shidan ingin mengejar kamu."ucap Syarif jujur.


"Tapi tidak ada perubahan dari sikap Gio padaku Sya sampai sekarang sama saja sifatnya itu saat kuliah dulu.


"Gitu ya!! "


"Jadi Mbak Ajeng kenal sama Abangku Shidan ?" kata Tari tiba-tiba meyahuti perkataan mereka berdua.


"Kenal,, tapi Mbak gak tahu kamu itu adiknya Shidan."ucap Ajeng dengan senyumannya.


"Berakti kalian sangat dekat dengan Abangku selama ini."


"Bangat!! "jawab Ajeng senang.

__ADS_1


"Kamu telpon Dong dodol itu suruh kesini, aku sudah sangat lama tidak bertemu denganya,semenjak aku ditugaskan dirumah sakit yang ada di desaku, aku sudah jarang kekota."ucap Syarif pada Ajeng.


"Nantik aku akan hubungi dia, biar dia nyusul kesini."ucap Ajeng pada Teman lamanya itu.


"Kamu cerewetnya tidak pernah berubah-ubah ya Jeng,gaya tomboy kamu itu selalu terbawa sampai sekarang walau kamu sudah berhijab, tapi tetap emosi dan pemarah seperti dulu."ucap Syarif.


"Apanya Sya, aku sudah banyak berubah sekarang, lihatlah dari penampilan aku sekarang seperti wanita alim, aku sudah tidak mau lagi suka ninju orang sembarangan."


"Syukurlah jika kamu sudah berubah."ucap Syarif.


"Ini sudah sore Mbak,apa kamu ingin pulang ?"tanya Tari


" Tidak Tari aku ingin bersamamu dan kedua orang tua kamu disini."ucap Ajeng dengan malasnya untuk pulang kerena dia sendiri berada dirumah itu.


"Kenapa Tu mungka kayak biawak gitu?"celetuk Syarif Asal.


"Apa Kata kamu Sya!! mungkaku kayak biawak?"tanya Ajeng lagi kesal Pada Syarif.


"Lihat mimik wajah kamu itu, tampak malas gitu."ucap Syarif.


"Aku lagi malas pulang Sya kerena hanya aku yang ada dirumah saat ini, sunyi bangat jika tidak ada mereka dirumah Sya, aku merasa tidak ada orang tua selama ini, dari dulu aku selalu sendiri dirumah besar itu."ucap Ajeng merasa sedih dengan keadaannya saat ini.


"Sudah tidak usah sedih Jeng,jika kamu mau menikah denganku saja,aku banyak keluarga tidak membuat kamu sepi sendiri lagi. "


"Enak saja kamu itu, aku tidak akan menikah dengan kamu yang suka bikin ribut sama aku, kalian bertiga tidak pernah bikin aku senang, malah membuat kau bertambah makin kacau dan tresss saja."jawab Ajeng dengan santainya pada temanya itu.


"Benaran apa yang kamu bilang itu Jeng, apa kamu tidak ada menyukai antara kami bertiga?"


"Sama kamu!! bisa-bisa kamu itu remuk aku bikin Sya,kalau Sama Shidan apa lagi, mekihatku saja dia sudah kabur diluan,kalau sama orang super sibuk itu apa lagi, bisa aku tidak diperhatikan sama dia yang tidak punya waktu itu."ucap Ajeng asal sehingga membuat orang yang ada diruangan itu ketawa mendegar ceketuknya yang asal itu.


"Ada-ada Saja kamu ini Nak Ajeng."ucap buk Mai tersenyum melihat tingkah Ajeng yang periang itu.


"Tante jangan diambil hati ucapanku tadi itu cuma becanda,aku tidak serius dengan perkataan aku barusan."ucap Ajeng sedikit malu pada kedua orang tua Tari.


"Santai saja Nak, kami paham dengan anak mudah, asakkan Jagan berbuat macam-macam saja."ucap Pak Hasan pada Mereka semua.


"Sejauh ini kami berteman tidak ada yang aneh-aneh pada ketiga pria yang berteman denganku om, masih aman terkendali."ucap Ajeng asal.


Pak Hasan hanya tersenyum mendegar celetuk Ajeng seat ini sehingga kesedihan mereka rasakan saat ini hilang begitu saja kerena tingkah Ajeng dan Syarif barusan.

__ADS_1


***********


__ADS_2