MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Akhirnya nikah lagi


__ADS_3

Mentari turun ke aula dimana acara pesta mereka diadakan malam ini, dia tampak angun berbalut gaun pengantin yang cantik,Zaki juga tampak gagah dengan Jasnya malam ini akan dilaksanakan akad nikah mereka untuk kedua kalihnya agar mereka berdua betul-betul menjadi pasangan sempurna.


Jabatan tangan Zaki dengan pak rahman adalah ayah Mentari malam ini,keheningan saat Zaki menjawab ijab kabul itu,dari orang tuanya Mentari sangat lancar, sama pertama Zaki menikahi Mentari dikantor KUA saat itu.


Kata sah terdegar kembali dari para saksi dan tamu saat ini yang menyaksikan akad nikah itu didalam gedung berhias cantik itu.


"Sah!! "


"Sah!! "


"Sah!!


"Alhamdulillah akhirnya mereka bisa mewujudkan impian mereka kembali pa, mama berharap mereka berdua bisa hidup dengan tenang bersama istri dan anaknya."kata Mama Sodiah."


"Papa juga berharap begitu untuk putra dan menantu kita Ma."kata Pak Marwin senang.


Zaki saat ini memasang aku cicin pernikahan untuk istrinya itu kerena dari awal. pernikahan Zaki tidak pernah membelikan cicin pernikahan untuk Tari, tapi hari ini sakai tidak maua lagi, dia sudah tidak. mau meyia- nyiakan istrinya itu lagi, Tari saat ini sangat berharga untuknya.


"Terimakasih sayang sudah mau menjadi istri ku." kata Zaki mencium kening istrinya itu setelah memasangkan cicin penikahan dijari manis Mentari.


Tari hanya menjawab dengan senyuman bahagianya saat ini, kerena hal ini tidak pernah terpikirkan olehnya akan mengadakan pesta pernikahan semewah ini.


Setelah Semua siap Tari malam ini melayani tamu yang datang bersama suaminya, bayak kalangan Pengusaha dan kolega dari perusahaan Zaki juga datang ke pesta meteka.


"Kamu capek sayang?"


"Bangat Mas!!"


"Sebentar lagi tamu hampir pulang semua, sabarlah. " kata Zaki melihat tamu sudah banyak yang pulang.


"Begini rasanya menjadi ratu sehari ya mas, aku gak mau lagi untuk megadakan pesta kayak gini." kata Tari menyerah kerena dirinya merasa sangat lelah beberapa jam berdiri saja.


"Jangan begitu sayang,aku hanya ingin kita juga merasakan apa yang dirasakan oleh pasangan lain." jelas Zaki pada istrinya itu dengan senyuman.


"Hai bro, sepertinya kalian bahagia benar ni?" sapa Arkan datang dengan mengandeng Rara.


"Apaan kalian ini,habis ini lo berdua yang nikah, gak usah berantam terus,nikah biar tahu rasanya bekeluaga itu kayak mana."kata Zaki santai.


"Tenang saja setelah ini gue akan lamar dia Zak, lo gak usah Kawatir."jawab santai Arkan pada Zaki yang tersenyum padanya.


"Itu baru maco bro!!! " tepuk Zaki di lengan Arkan pelan.

__ADS_1


"Benaran Ar, lo mau lamar Sahabat gue?" kata Tari senang mendegar itu.


"Iya,gue juga gak mau dia dimiliki oleh pria lain, gue sudah bertahun-tahun ngicar dia, masa orang yang dapatkan dia." kata Arkan Asal jika bicara.


"Asal ngomong aja lo Ar,mana ada gue didekati sama Pria lain, hanya lo yang dekat sama gue." repet Rara pada Arkan.


"Baguslah itu Ar, lebih cepat lebih bagus itu, kita senang akhirnya Rara Terima lo juga." kata Tari sagat sebagai mendegar kabar itu dari sahabatnya itu.


"Ya sudah ini sudah malam gue harus megantar anak gadis orang, entar bapaknya mara jika tidak gue kembalikan anaknya." kata Arkan Asal.


"Selamat ya Ta, aku senang lo bisa memiliki cinta Suami lo buat lo." kata Rara memeluk sahabat dekatnya itu.


"Terimakasih banyak lo sudah datang Ra, semoga abis gue ini lo dan Arkan menyusul gue." kata Tari.


"Semoga saja." kata Rara Senang dan tersenyum.


"Selamat ya Ta, gue senag lo bahagia, dan tersenyum kembali seprti ini." kata Arkan memeluk Sahabat yang selalu megerti padanya selama ini."


"Ya,, terimakasih banyak Ya Ar." ucap Tari meneteskan air matanya kerena Arkan selalu megerti dia.


"Jangan nangis, sudah ada pegeran yang akan gertiin lo sepanjang hari." kata Arkan megusap air mata sahabatnya itu.


"Lo Gak usah takut sekarang, gue akan selalu jaga istrinya gue, dia ratu gue."kata Zaki juga memeluk Arkan.


"Suda kita cabut ya, dahhh semoga malam pertama kalian sukses malam ini." canda Arkan pada kedua orang yang sedang melotot kan matanya padanya.


"Arkannnnn!! " teriak Tari sangat kesal pada Arkan.


"Jangan berteriak,nantik saja diranjang!! " sambung Zaki bercanda pada istrinya itu.


"Kamu juga sama gilanya sama dia." kesela Tari pada Zaki.


"Itu memang Benar Apa yang diucapkan Arkan Sayang, aku akan memintak hakku malam ini." Kata Zaki usil pada Istrinya itu.


"Mas!!! bisa gak bahas itu disini, aku malu." regek Tari pada suaminya itu.


"Gak usah malu,aku suaminya kamu sekarang."Kata Zaki tersenyum melihat tingkah istrinya itu.


" Kalian ini, gak usah kayak gitu nantik saja jika dikamar peluk-peluknya!! " kata Gio datang sambil mmengedong putra Zaki dan Tari itu.


"Hai Sayang Mama, kamu anteng abanget tu Sama mereka berdua!! " bisa-bisa kamu nantik lupa kita ini Orang tua kamu Abian." kata Tari becanda.

__ADS_1


"Biarkan saja dia juga anak kita,iya kan Yang!! " kata Ajeng pada Gio yang sedang tersenyum melihat tingkah dua wanita manis dihadapannya itu.


"Benar Sayang, Abian anak gue,lo gak usah takut dia gak bakal lupakan kaliaan berdua sebagai orang tua kandungnya."kata Gio senang.


"Selamat ya Ta,akhirnya kalian berdua seperti ini, semoga setelah ini gak ada lagi yang membuat hubungan kalian regang dan menganggu rumah tangga kalian berdua." kata Ajeng Memeluk Tari sudah seperti adiknya itu.


"Terimakasih Mbak, Kak Gio sudah bantu kita,aku gak tahu lagi harus berkata apa kak."tangis Tari memeluk Gio.


"Jangan cengeng, kamu adalah adikku, kita keluarga Tari,kerena aku tidak punya saudara, maka kamulah suaraku sekarang." kata Gio lenbuat berbicara pada Tari adik dari sahabatnya itu.


"Lo jaga adik gue baik-baik Zak, jangan kejadian kemarin terjadi lagi."kata Gio pada Zaki.


"Aku akan tetap menjaganya lo tenang aja,dia wanita yang paling aku Sayang dan aku cinta saat ini." kata Zaki jujur dengan hatinya.


"Ala lagak lo,jangan panas-panasin gue lo ya Zak, jadi iri gue ama lo." kata Gio apa adanya.


"Maka lo cepat nikah, jangan lama-lama lo anggurin dia,entar elo ditingal baru rasa." karta Zaki becanda.


"Gak bakal bisa dia ninggalin gue Zak, dia itu sudah cinta mati ama gue."santai Gio berkata begitu didepan Kedua wanita cantik itu.


"Enak aja kalau ngomong, aku bisa ningalin kamu Dokter ganteng.!! " kata Ajeng santainya.


"Jangan dong sayang,kita sudah janji gak bakal saling meningalkan." kata Gio santainya.


"Ahhh bucin lo, nikahin tu cepat." kata Zaki megejek sepasang kekasih itu.


"Biarin saja Ya Sayang Ayah!! kata Gio pada Abian yang didalam gendongannya itu.


"Ehhh abis ini kita pada kemana ngumpul malam ini?" kata Gio lagi bertanya Pada Zaki.


"Rumahku saja Malam ini kita Bergadang dirumahku, gak mungkin aku bawak Tari malam disini, sepertinya kamar hotel membuat troma baginya Gio. " kata Zaki pada Gio.


"Ya sudah aku lansung Pulang kerumah lo aja ya, kasihan Abian sudah malam ini, kita tungguin lo dirumah saja, sampai jumpa dirumah."tingal Gio dan Ajeng.


"Hati-hati ya Kak." kata Tari.


"Iya, kamu tenang saja." jawab Gio seadanya.


Saat mereka semua Pulang karena acara sudah selesai saat ini, Zhidan juga mengantarkan ibunya Pulang kerumah mereka,paginya baru nantik ibu dan ayahnya menyusul kerumah Zaki Dan Tari, kerena rumah mereka berdekatan hanya sebelah gang saja.


*********

__ADS_1


__ADS_2