
"Turunlah,kita sudah sampai. " kata Zhidan Sedikit dingin dan acuh pada Lira.
"Kelian sudah datang?" Sapa Zaki baru saja keluar dari dalam rumah milik Orang tuanya itu melihat Zhidan baru sampai.
"Lo jangan bertanya Zak, sudah jelas gue sudah berada disni." kata Zhidan Sedikit Bete pada Zaki.
"Lo kenapa?bete amat lo?" kata Zaki pura-pura gak tahu saja,walau dia tahu saat ini pasti kaka iparnya itu kesal ulah Lira.
"Diam lo,tu antar bocah ketempat Tari sana, Jagan tanya Gue terus lo." kata Zhidan Sangat malas berdebat dengan suami adiknya itu.
"Lo kayak datang bulan saja. " jawab Zaki tersenyum melihat Tingkah temanya itu.
"Apaan si lo Zak, Malas gue." kata Zhidan agak malas meladenin Zaki berdebat."
"Ayok Lira masuk,Mbak Tari ada didalam." Zaki mengajak Lira kedalam untuk ketemu sama Tari yang sedang berada di taman belakang.
"Lira Sini!! " kata Tari melihat Lira baru saja Sampai.
"Mbak,emang ada acara apa sih?" kata Lira santai.
"Tak Ada Ra, cuma acara ngumpul saja sama Mama dan keluarga mbak juga." kata Tari seadanya.
"Jadi untuk apa Lira kesini Mbak?" tanya Lira lagi bingung.
"Kamu bantu mbak lah, jaga Abian, kerena mbak gak membawa pegasuh Abian, jadi kak Zaki mintak kamu kesini juga."
"Ohh gitu ya."kata Lira tidak bertaya lagi pada Tari.
"Kamu datang sama Siapa, apa Jadi Bang Zhidan Jemput kamu Ra?" kata Tari lagi bedanya.
"Jadi mbak,dia ada diluar sama Kak Zaki." kata Lira.
"Ohhh, ayok kita ketempat ibu mereka lagi bicara dibelakang."kata Tari membawa Lira Ke taman belakang Rumah besar milik mertua Tari.
Sampai dibelakang taman belakang Lira melihat dia keluarga itu berbicang hangat,Keluarga Zaki sangat ramah pada besan mereka saat ini.
"Enak bangat ya,lihat Keluarga Mbak ngumpul kayak gini Sama mertua mbak."
"Cuma sekali saja mereka bisa begini Ra, kerena Mama Sodiah tidak menetap disini, jadi mengharuskan mereka bolak balik singapur dan Indonesia." terang Tari
"Ohhh gitu ya!! "
"iya Lira.
Setelah Maksud mereka semua mengumpulkan di belakang Juga ada Gio dan ajeng datang, kerena Zaki juga ingin mereka berdua bergabung malam ini disini bersama keluarga Zaki.
"Kamu bantu Kak Gio dan Mbak ajeng saja Sana Ra, biar mbak Yang Pegang Abian, seprti nya dia rewel kerena ngatuk nik, seharian dia gak tidur banyak main bersama omanya." terang Tari pada Lira.
"Baiklah Mbak, aku kesana ya." kata Lira beranjak dari duduknya menuju Ajeng dan Gio.
"Lira Bantu ya Kak Gio!! " tawar Lira baru datang.
__ADS_1
"Ehhh kamu dek,kamu duduk saja sama ajeng sana,biar kakak saja, ini asadnya banyak bangat." kata Gio lagi megipas-gipas bara yang sedikit berapi itu.
"Sini Lira bantuin ngipas Baranya Kak,masa bos main Asap!! itu akan membuat bauk pakaiannya kak,jika Lira akan bakal apa kenak asap,."celoteh Alira Santai.
"Kamu ini ada saja Lira, jika aku boss tidak boleh membakar ikan dan berasap kayak gini?" kata Gio lagi sambil ketawa mendegar kata Lira.
"Nantik Mbak ajeng jadi lari tu kerena gak tahan bauknya asap di tubuh dokter gantengan ini." ejek Lira pada Gio.
"Aku tetap Sayang sama dia Lira, walau dia bauk asab." kata Ajeng meyahuti Lira.
"Apa benar itu Mbak?"
"Benarlah,dengan susah paya Mbak memenangkan hati dia itu."singkat Ajeng melihat Gio yang lagi tersenyum padanya.
"Isss jadi cemburu aku mbak, membuat aku iri saja." kata Lira melihat tingkah dua manusia yang lagi dimabuk cinta itu.
"Kamu juga bisa Ra,tapi ada syaratnya juga,kamu harus bisa memenangkan hati pria yang duduk didekat Zaki itu Bisik Ajeng Pada Lira.
"Siapa?tanya Lira bingung.
"Itu Zhidan!! " bisik Gio lagi.
"Gak ahh, dia itu susah untuk didekati Kak,si Om tampan itu sangat pemarah." kata Lira santai.
"Emang kenapa dengan Dia Lira??" tanya Ajeng bingun.
"Dia itu suka bete dan mara-mara saja Sama Lira, dia gak asik Mbak.
"Ya pantas saja dia marah Ra, kamu pangil dia Om terus." kata Gio .
"Sekali lagi kamu hilang aku Om, awas kamu ya." kata Zhidan baru datang diri belakang Lira.
"Mati aku kak, ketahuan lagi pangil dia Om, dia ada disini!! " takut Lira sambil lari kebelakang Gio.
"Kak Gio selamatkan aku dari Om tampan itu." bisiknya lagi pada Gio.
Ajeng dan Gio saat ini hanya ketawa melihat tingkah Lira sudah mati kutu kerena takut sama Zhidan.
"Maafkan aku Om Tampan, aku gak segaja."
"Liraaaaaa, bisa gak kamu bukin aku gak kesal sedetik saja." kata Zhidan Sangat kesal pada Lira.
"Bisa Om!! "Gagap Lira meyahuti Zhidan.
"Itu apa Lira, kamu masih meyebut aku Om,pangil kakak. " kata Zhidan Menatap Lira yang berada dibelakang Gio.
"Mampus gue kak, tamat riwayat hidup gie hari ini,ini mulut gak bisa diam sihh!! " kata Lira bicara pelan pada Gio.
"Kamu ulang lagi pangil dia kakak!! " kata Gio berbisik pada Lira.
"Gak Mau, nantik bisa habis gue kak." kata Lira mulai panik saat ini Zhidan mendekat.
__ADS_1
"Sini kamu Lira,jika mulut kamu itu tidak bisa diam aku akan Menghukum kamu, kerena sudah lancang bilang aku Om."kata Zhidan Menatap Lira dibelakang Gio.
"Idan Lo apakan anak gadis orang." kata Gio ketawa melihat Zhidan.
"Diam Lo, dia ini sudah terlaluan sama gue." kata Zhidan.
"Apanya Om Tampan,masa dibilang Om tampan saja masa marah sihh,pujaan hati gue." kata Lira Asal ngomoang.
"Masak iya, iya Aku pujaan hati kamu, benaran itu.Tanya Zhidan Lagi.
" Benaran Om tampan, sayangaku." membuat Lira, suka asal.
"Kamu ini selalu ngaurr jika bicara Dek." kata Zhidan melepaskan tangan Lira.
"Kenapa Dilepas Om tampan,pegang lagi dong."kata Lira megulurkan tangannya pada Zhidan.
"Pukk,satu sentilan sampai lagi dikening Lira"buang pemikiran kotor kamu Itu,jangan harap aku kan suka sama kamu." kata Zhidan Meningalkan Lira yang lagi megusap keningnya.
"Ahhh dasar manusia nutup, sombong kali."gerutuk Lira.
"Kenapa dek, enak?" tanya Gio lagi pada Lira.
"Enak apanya, sakit tahu Kak, kenapa sih orang gak lembit-lembutnya sama orang" kata Lira agak sewot pada zhidan.
"Kerena kamu belm mengenalnya saja Lira,dia baik kok orangnya." kata Ajeng bicara lagi pada Lira."
"Baik apa Nya Mbak sama aku saja dia selalu begitu,sombong bangat." kata Lira megerutu.
"Sudah kita bakar lagi ikan yang, ini tingal sedikit lagi, abis itu siap." kata gio.
"Bantu mbak Ajeng sama bikin Acar." suruh Gio.
"Ya sudah jika kakak gak butuh bantuan Aku." kata Lira ikut duduk disamping Ajeng.
"Sudah Kesalnya,natik Acar kita buat gak enak." kata Ajeng lagi melihat Mungka Lira sangat kesal pada Zhidan.
"Kesal gue sama Dia Mbak, kok gak ada baiknya dia sama aku ya ?" kata Lira bertanya pada Ajeng.
" Ya mana Mbak tahu Ra, kenapa Dia sama kamu, kamu tanya saja alasannya apa sama orangnya langsung."kata Ajeng pada Lira.
"Mbak nyuruh aku bunuh diri, nanya itu sama dia, ogak mbak, lebih baik aku diam disinii pada berurusan sama tu orang lagi." kata Lira seadanya.
Zaki dari jauh hanya tersenyum melihat Tingkah Zhidan dan Lira barusan.
"Kenapa kamu Mas, kok senyum-senyum sendiri?" tanya Tarik melihat Suaminya itu.
"Mas gak abisa pikir kenapa Zhidan sangat kesal jika melihat Lira ya." kata Zaki.
"Biarkan saja mas, mana tahu Lira jodoh untuk bang Zhidan." kata Tari
"Kamu gak apa Zhidan berhubungan dengan Lira?"
__ADS_1
"Mengapa tidak mas,aku tidak pernah mempersalahkan semua itu dengan siapa Bang Zhudan akan menetapkan hatinya setelah Mbak Mekar."kata Tari ingin Abangnya itu hidup bahagia dengan orang yang bisa mengantikan nama Mekar di hatinya.
****************