
Paginya Tari dan Ajeng akan kerumah sakit untuk memperiksakan kandungannya hari ini yang diantarkan oleh Dani saat ini yang sedang menunggu mereka keluar dari dalam rumah itu.
Ajeng dan Tari dengan angun memakai jilbab dan pakaian sopan saat ini, mereka berdua tidak pernah melepaskan tutup kepalanya itu jika mau pergi dan keluar dari kamar.
Dani memperhatikan Tari dari penampilannya dia cukup pandai berdadan dan menyesuaikan pakaiannya.
"Gadis ini cukup menarik bagiku, kamu pasti menyesal jika kamu tidak mau bertangung jawab padanya dan anak kamu zaki, lihatlah gadis itu sungguh cantik,tidak kalah dari kekasih kamu yang glamor itu."kata Dani la dalam hati sembil memperhatikan Tari."
"Mas Maaf kami sedikit lambat."kata Ajeng pada Dani yang sedang duduk di bangku kemudi mobilny itu.
"Mari kita berangkat, kalian masuklah?"ucap Dani lembut pada kedua wanita cantik itu.
Mereka bertiga saat ini dalam perjalanan menuju rumah sakit, didalam mobil ituTari hanya diam saja, dia tidak banyak bicara, hanya saja Ajeng yang lebih banyak berbicara dengan Dani saat ini.
"Mas apa kamu tidak ada kerjaan saat ini, kami takut akan menganggu kamu."ucap Ajeng pada Dani.
"Nantik siang aku ada miting di perusahaan temanku."ucap Dani santai.
"Nanti kami pulang bisa pakai taksi mas,lagian kita berdua akan ke butik hari ini."jelas Ajeng
"Aku akan mengantar kalian berdua nantik ke butik sepulang dari priksa Tari." jawab Dani lagi dengan santai.
"Ya sudah, jika tidak membuatmu repot Mas."kata Ajeng pasrah kerena dia tidak mau bersitegang lagi dengan kakak iparnya itu.
Tidak lama mereka sampai dipikiran rumah sakit itu,Ajeng dan Tari turun dari dalam mobil dan ildiikiti oleh Dani dari belakang masuk kedalam rumah sakit itu.
Ajeng lansung menemui Gio temanya itu,dia seorang dokter dan juga pengusaha sukses dalam berbisnis, kerena Gio adalah anak dari permgusaha kaya di jakarta itu.
Ajeng sampai diruangan itu,sebelum masuk kedalam ruang Gio, dia menyuruh Tari dan Dani untuk duduk dulu dibangku tunggu.
"Mas bisa tunggu disini dulu aku akan masuk kedalam sebentar menemui Gio."ucap Ajeng.
"Baiklah,!!! ucap Dani.
"Kamu juga duduk dulu Tari aku akan bicara dulu sama Tenanku, sebentar saja."kata Ajeng masuk kedalam ruangan Temannya itu.
Ajeng masuk kedalam ruangan Gio setelah megetuk pintu ruangan itu,Gio sudah menunggu Ajeng dari pagi kerena sudah lama tidak bertemu dengan gadis cantik yang selalu dibikin dia ketawa terus.
"Pagi Dokter!!! sapa Ajeng sedikit cuek pada Temannya itu.
"Pagi Jeng, kamu sudah datang, silakan duduk!! " suruh Gio pada Ajeng.
"Mana teman kamu itu, katanya mau priksa kandungan,kok kamu saja yang masuk kesini,, apa jangan-jangan kamu juga mau priksa hamil juga!! " ciletuk Gio asal.
"Dasar gak punya aklak yang kamu Gio,tanya ke kabar aku dulu, ini langsung nyosor aja mulut tidak sekolah kamu itu."Kata Ajeng sagat kesal pada temanya itu.
__ADS_1
"Kamu tetap pemarah seprti dulu ya Jeng tidak berubah-ubah sifat kamu itu."
"Jangan memancing ingin ribut denganku Dikter."ucap Ajeng menatap Di
Dokter itu dengan sedikit marah.
"Aku hanya rindu saja dengan tingkah kamu itu, sudah lama aku tidak melihat marah kamu padaku."kata Dokter gagah itu.
"Apa kamu gak rindu sama Aku sih Dok,masa kamu selalu bekerja saja, sehinga tidak mau meluangkan waktu sedikit saja berbincang denganku!!! "sungut Ajeng pada Gio.
"Aku tidak ada waktu Jeng untuk bermain-main,waktu yang aku punya hanya beristirahat untuk tidur saja."jelas Gio pada Ajeng.
"Ya sudah kalau begitu tidak apa,aku akan pangil Temanku masuk dulu."ucap Ajeng keluar untuk memangil Tari dan dan Dani saat ini.
"Tari ayokk masuk, juga kamu Mas!! "ajak Ajeng pada Kedua orang itu.
"Ayok Tari ucap Dani."
"Ya Mas."balas Tari berjalan dulu dari Dani masuk kedalam ruangan Dokter Gio.
Gio yang melihat Dani masuk bersama Tari membuat Gio kaget kerena Dani rekan bisnisnya di perusahaannya.
"Loh Tuan Dani kok ada disini?"ucap Gio tampak bingung.
"Ini suami mbak Vita Dokter!! " ucap Ajeng pada Gio.
"Dia ini hanya ingin megantar kami kesini,kerena kejadian yang tidak Diduga itu sampai temanku ini menagung dari perbuatan pria berensek itu."ucap Ajeng kesal.
"Tunggu Tuan Gio, jangan berpikir jauh dulu tentang kami, disini aku hanya membantu teman dari adik istriku ini."jelas Dani menjelas kan ini semua pada Gio agar dia didik salah paham nantik nya.
"Gitu ya,tapi siapa yang tega berbuat begitu pada kamu Tari?"tanya Gio pada Tari.
"Aku tidak kenal orangnya Dok,hanya Mas Dani saja yang tahu dan kenal sama Orang yang sudah membuat aku seprti ini."uacap Tari sedikit menunduk.
"Siapa Tuan Dani, bisa anda katakan padaku orangnya.
"Pasti Anda tahu dengannya,dia adalah Zaki rekan kerja kita juga."ucap Dani sedikit kecewa pada temannya itu.
"Gila,, Berbuat mau tapi tidak mau untuk bertanggung jawab Pada Tari,Dasar itu orang."ucap Gio sedikit kesal.
"Aku menilainya selama ini dia sangat menghormati wanita tapi apa yang buat pada Tari tidak ada rasa bersalah sedikit saja."ucap Gio lagi.
"Jika dia ada merasa bersalah pasti dari baru kejadian itu terjadi pasti dia akan mencari tahu wanita yang sudah didurinnya Tuan Gio."ucap Dani lagi.
"Baiklah,,,nantik kita bicarakan lagi, Mari kita periksa dulu kandungan kamu disana Tari." ucap Dokter Gio menyuruh Tari untuk berbaring ditempat tidur yang sudah ada diruang prateknya itu,dan dibantu oleh seorang suster disana.
__ADS_1
Dokter Gio melakukan usg pada kandungan Tari yang baru sebiji kacang itu,Gio hanya tersenyum melihat bayi itu, juga Ajeng dan Dani sangat senang melihat Melihat perkembangan Bayi yang ada dilahim Tari.
"Silakan Duduk kembali Tari, kita lanjutkan pembicaraan kita disan saja!! "ucap Gio pada ketiga orang itu.
"kamu tidak usaha bepikir banyak Tari,saat ini kehamilan kamu baru masuk 4 minggu,dia sangat sehat,kamu butuh banyak makan yang Berisi agar bayi kamu berkembang sehat di rahim kamu."ucap Dokter Gio saat ini juga tersenyum padanya.
"Terimakasih Dokter."ucap Tari
"kamu tidak usah merasa canggung padaku Tari,angap saja aku teman bagi kamu sama dengan Ajeng yang selalu menganggaku teman."sindir Dokter Gio pada Ajeng.
"Kamu kalau tidak mau aku tabok Jagan pernah banya omong ya."ucap Ajeng sedikit marah pada Dokter Gio.
"Kamu selalu galak padaku Jeng."ucap Gio senang bikin Ajeng kesal.
"Apa kamu tidak akan megasih resep untuknya?"
"Kasih dong masa ngak!!! kata Gio cepat menjawab Ucapan Ajeng barusan.
"Ada keluhan lain saat ini kamu rasakan pada hamil semester awal ini Tari?"
"Saat ini belum ada aku merasakan apa-apa denganku Dok, tapi entah nantik!! "ujar Tari.
"Jika ada keluhan lain kamu bisa hubungi aku atau suru Ajeng yang menghubungiku.jeas Dokter Gio.
"Kalau begitu aku kami kembali dulu Dok, karena kami berdua akan bekerja."ucap Ajeng lembut.
"Baiklah, ini resed obatnya harus kamu tebus nantik."ucap Dokter itu memberika pada Ajeng.
"Terimakasih banyak dokter ganteng."canda Ajeng pada Dokter Gio.
Mereka bertiga pergi ketempat menebus obat untuk Tari,disaat Dani lagi membayar adminya, tidak segaja dia juga bertemu dengan Zaki juga berada di rumah sakit itu juga.
"Kamu Disini juga Zak?sakit juga kamu ya."ucap Dani santai.
"Kamu lagi apa kesini Dan?"
"Lagi ngantar orang yang kamu bikin hamil,itu lihat lah gadis yang duduk di sana dengan memakai hijab itu."ucap Dani menujuk Tari yang lagi duduk termenung dikursi tunggu pasien itu.
"Ini!!!! ucap Dani memberikan gambar hasil USG bayi itu pada Zaki,,aku ingin kamu tahu saja saat ini dia lagi berkembang sehat di rahim ibunya saat ini, kamu jangan kawatir jika kamu tidak mengigikan dia."ucap Dani pada Zaki.
Zaki hanya diam melihat kearah Tari tidak jauh darinya itu,Entah apa yang sedang dipikirkan oleh Zaki saat ini, menatap Tari dari jauh.
Zaki memperhatikan lagi poto calon bayi itu kembali,yang baru dikasih oleh Dani padanya, Ajeng dan Tari berjalan mengikuti Dani keluar dari rumah sakit itu yang masih diperhatikan oleh Zaki.
*************
__ADS_1
"