
Saat ini Zhidan Dan Gio makan siang bersama setelah Siap miting di perusahan Adik ipar dan temannya itu, Zhidan memilih makan dulu sebelum kembali ke perusahaan Gio,sebelum dia kembali ke Inggris, kerena ada beberapa kerjaan di perusahan induknya tempat dia bekerja, Gio sebagai Pemilik perusahaan tempat Zhidan bekerja.
"Lo jangan kembali dulu deh minggu ini ke Inggris Idan, gue mau rencana meminang Ajeng, minggu ini juga pada keluarganya, dia sudah bersedia menikah dengan gue." kata Gio pada sahabatnya itu.
"Enak lo aja, melarang gue berangkat keinggris, bisa-bisa kerjaan gue bertumpuk Gio." kata Zhidan menatap sahabatnya itu.
"Jangan gitu lo dong, gue juga mau Sahabat gue meyaksikan gue melamar Ajeng." kata Gio sedikit Malas melihat sahabatnya Saat itu.
"Ya jangan maksa dong, lo tahu gue banyak kerjaan jangan berharap banyak dari gue." kata Zhidan santai.
"Jika lo gak mau, ini termasuk kejaan kantor saja." kata Gio santainya.
"Emang gila ni anak, lo yang mau lamar Ajeng kok dibawak gue sih.!! " kata Zhidan Ingin membuat Bos besarnya itu jengkel dan kesal padanya dulu.
"Kerena lo itu sahabat gue Bro, gue ingin saat hari bahagia itu sahabat gue ngumpul dengan gue, itu saja, gak ada alasan lain." kata Gio benar-benar pada sahabatnya itu.
"Apa itu gak ada yang lain lagi?" kata Zhidan memancing temanya itu
"Gak" sekarang hanya ingin lo yang mendampingi gue sebagai saudara gue Idan." kata Gio merasa sedikit sedih melihat kedua orang tuanya sudah tidak Ada lagi, hanya saudara jauh dari keluarga papanya saat ini yang ada.
"Gue ingin keluarga lo yang melamarkan Ajeng untuk gue, dan membicarakan ini semua pada keluarga Ajeng nantik, gue butuh bantuan lo Saat ini, hanya ko yang gue punya." kata Gio pada Shidan.
"Kamu masih memiliki saudara jauh dari papa lo saat ini Gio, apa nantik itu tidak akan menjadi masalah?" kata Zhidan bertanya pada Sahabtanya itu.
"Lo bukankah tahu hubungan gue dengan mereka tidaklah baik, mereka hanya megigin harta gue saja, mereka mendekat pada gue hanya ada yang diincar nya selama ini, ingin meguasai harta Orang tua gue." jelas Gio pada Sahabatnya itu.
"Nantik lo saja yang bicara langsung pada Ayah dan ibuk gue, keputusan ada pada mereka bukan gue, lo yang mengatakan itu semua pada orang tua gue sendiri." kata Zhidan meyantap makanannya dengan santai .
"Ya sudah nantik malam gue kerumah lo dehhh." kata Gio sedikit senang pada Sahabatnya itu.
"Gue tunggu nantik malam, tapi lo harus pastiin benar-benar Ajeng mau lo lamar." kata Zhidan lagi.
__ADS_1
"Sudah gue lamar dia secara pribadi kemaren malam di butik dia." kata Gio santai.
"Ya sudah kalau begitu,itu bagus, kita makan,bentar lagi kita ada moting lagi diperusahaan lo. " ingat Zhidan .
Sedangkan tidak jauh dari bangku Zhidan dan Gio makan ada Lira lagi makan siang bersama teman kuliahnya saat ini kerena sebentar lagi dia akan berangkat kuliah.
"Ra lo dicari semalam sama Siberandal Dimo, emang lo kemana semalam sih?kata teman kuliahnya itu.
"Semalam itu ada acara dirumah majikan ibu gue, jadi gue bantu ibu gue, lagi pula gue jam kuliah kosong kemaren itu.
"Ohhh gitu ya, ehh tapi Dimo tampak kusut kali gue lihat,apa dia lagi tress lo putusin ya?" kata Mila pada Lira makan dengan santai.
"Mana gue tahu,sala sapa banyak pacar, selama setahun gue pacara sama dia tapi hati gue gak bergetar sedikitpun sama dia,gue mau sama dia juga paksaan dari dia kok, gak benar-benar gue cinta ama tu anak yang bajingan kayak dia,yang suka mematahkan hati para Cewek kayak dia." kata Lira apa adanya dan santainya mengatakan begitu pada Temannya itu.
"Lo juga sama gilanya Sama Domo, sudah tahu gak suka terus ngapain lo pacaran sama tu anak?" kata Mila tidak abis pikir sama temannya itu.
"Gue ingin dia tidak selalu nganggu gue terus,capek gue dia selalu menganggu ketenangan gue jika saat gue lagi bersama teman-teman yang lain." kata Lira lagi.
"Lo ngapain disini, sana lo pergi gue gak ngudang lo disini." kata Lira kesal, baru saja bilang orangnya langsung nongol.
"Ya gue nyari lo lah,kita balekkan lagi yok sanyang, gue gak bisa putus sama lo." kata Dimo santai kerena memeng play boy kelas kakap di kampusnya.
"Gak mau gue, enak aja lo bilang balikan sama gue, sapa dulu yang cari gara-gara, lo bukan? yang bisanya bilang sama gadis pujaan lo jika gue bukan pacar lo, ya sudah sekalian aja lo pergi dari hidup gue, amit-amait gue mau balekan ama lo." kata Lira Acuh saja saat Dimo melihatnya.
"Ayok lah, gue janji akan ada lo sendiri dalam hidup gue, gak abakal ada lagi gadis selain lo." kata Dimo juga santai bilang itu.
"Gak bakal gue kabulkan keinginan lo itu,sana lo gue mau makan." kata Lira santai megusir Dimo saat ini.
"Apa lo bilang aaah,lo berani ngusir gue, Hai lo sangka lo cantik aaah, lo itu gak ada apa-apanya dibanding gadis gue pacarin dikampus,mereka lebih jauh cantik dari lo." kata Dimo menghina Lira.
"Tutup mulut lo ya, jika ada gadis yang cantik dari gue ngapain lo masih gejar gue,bisa gak lo gak hadir dihidup gue lagi, dari dulu gue tidak pernah mintak lo untuk mencintai gue,lo yang selama ini maksain gue jadi pacar lo, gerti lo!!! " kata Lira tidak mau kala dengan Pria itu.
__ADS_1
"Apa lo bilang, aaaahhh dasar cewek yang paling meyebalkan lo ya,awas lo gue gak bakal perna diam, gue gak bakal lihat lo senang berhubungan dengan laki-laki lain selain gue, camkan itu baik-baik." ancam Dimo.
"Mau apa lo?ngacam gue, gak takut gue, ingat ya, gue bukan gadis yang bisa lo tindas seenak jidat lo." kata Lira lebih gila lagi dari apa yang di dipikirkan Oleh Dimo.
"Apa lo mau?" kata Dimo lagi.
"Jangan pernah lo nampakan diri lo yang sok belagu dan sok sempurna itu di hadapan gue lagi,kerena lo itu tidak ada apa-apa nya bagi gue."kata Lira pergi meningalkan Dimo sedirian.
Zhidan dan Gio hanya melogo menyaksikan Sikap Lira pantang di tindas itu,Shidan juga tidak meyangka Lira gadis yang tegas dan tidak ada takutnya apapun.
"Gila ni anak,baru kalau ini gue lihat cewek lebih gilanya dari cowok." kata Zhidan tidak habis pikir melihat pertengkaran Lira sama Dimo.
"Lo baru tahukan Lira orangnya kayak mana, kecil tapin paten Coy." kata Gio asal.
"Pantas saja adik gue suka sama dia, kerena dia itu memiliki sifat yang beda dengan cewek umumnya." kata Zhidan sedikit senyuman dibibirnya.
"Napa lo senyum, suka lo?" kata Gio melihat temannya itu ada sedikit suka sama Lira.
"Apaan sih lo, mana mungkin gue suka tu sama anak kecil sepertinya. " kata Zhidan santai.
"Benaran aja lo, entar lo nyesal lo, jarang yang nemuin cewek kayak gitu kata Gio pada sahabatnya itu.
"Lo bisa diam gak, pusing pala gue jika lo sudah ngomong." kata Zhidan lagi kesal pada sahabatnya itu.
"Alah lo jangan munafik dehh Idan,hati lo berkata Lainkan?" kata Gio lagi.
"Apaan ?" tatapan Zhidan nematikan pada Sahabatnya itu.
Gio hanya bisa diam setelah kenak tatapan Zhidan, dia tidak berani lagi melawan Sahabatnya itu jika sudah menatapnya seperti itu, bakal tidak bernadip baik dia, lebih baik Gio diam saja.
***************
__ADS_1