MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Akhir dari hidup Serly


__ADS_3

sudah tidak terasa sudah satu bulan saja saat ini Zaki dirawat dirumah Zakit milik Gio,hari ini Gio datang melihatnya temannya itu


Gio senang Melihat Perubahan Zaki dalam sebulan ini sudah ada perubahan pada dirinya, saat ini Zaki dia sudah bisa duduk lurus ,yang sebelumnya Zaki hanya bisa berbaring saja diatas ranjang Saja,saat ini dia sudah beransur membaik.


Zaki sudah dibolekan pulang oleh dokter yang merawatnya Selama satu bulan ini, karena Zaki bertekat kuat ingin bangkit dari rasa bersalah nya pada istrinya.


"Gio, bole lo antar gue di mana Makan istrinya gue!! " kata Zaki pada Gio yang menatapnya dengan tidak percaya.


"Siapa yang menigal, lo gak salah nanya sama gue?" tanya Gio, juga kaget saaat ini.


"Bukankah Mentari sudah pergi meningalkan gue sediri didunia ini?" kata Zaki lagi.


"Siapa yang bilang Sama lo,istrinya lo pergi ke dunia lain si Zak?"kata Gio kesal pada Zaki.


"Kata Reza Tari pergi meningalakan gue dan anak gue juga ikut bersamanya."kata Zaki jujur.


"Lo salah dengar kali,atau lo salah paham dari perkataan Reza kali."kata Gio menjelas kan pada teman nya itu.


"Maksudnya lo apa Sih Gio gue gak gerti? bingung Zaki pada Gio.


"Istri dan anak lo di Inggris sekarang lagi dirawat, saat itu Kita tidak ada jalan lain kita harus merawat mereka disana kerena alat disana lebih lengkap,dari dirumah sakit gue ini,Maafkan gue belum sempat kasih tahu lo tentang Tari saat ini, kerena Kondisi lo yang masih belum Stabil dan masih belum benar-benar sembuh, berjuanglah untuk putra lo yang sekarang sudah berkembang baik,dan berat badanya sudah melebihi kata sehat."kata Gio sedikit sedih pada nasib Putra dan istrinya temannya itu.


"Jadi mereka berdua kasih hidup Gio?" kaget Zaki dan merasa bahagia mendengar istrinya dan Putranya masih ada.


"Makanya lo harus semagat lagi, agar bisa lihat putra lo disana, mereka berdua menunggu kedatangan lo Zak." kata Gio sedikit Pelan mengingat kondisi Tari beluam. ada perkembangan sama sekali, masih tetap seperti itu.


"Tari bagai mana Keadaannya sekarang Gio, gue juga ingin tahu kabarnya juga Gio, aku sangat merindukannya." kata Zaki lagi menitikan air matanya saat mendegar Istrinya masih hidup.


"Lo jangan Sedih mendegar kabar ini ya,saat ini istrinya lo lagi gak baik,Tari koma sampai saat ini, beluam ada perkembangannya sama sekali,apa dia masih bisa bertahan atau tidak." kata Gio sedih.

__ADS_1


"Apa !! istri gue koma,semenjak kejadian itu!!kata Zaki sagat shok mendegar itu semua dari Gio.


"Ya Zaki, lo harus kuat menerima cobaan ini, aku harap lo cepatlah sehat, agar lo bisa melihatnya disana, mungkin saja dia saat ini lagi menunggu lo, agar dia bisa bangun dari tidur panjangnya itu." jelas Gio pada Zaki


"Berangkatkan gue sekarang juga Gio,gue ingin melihatnya!! " kata Zaki ingin bertemu dengan istrinya itu.


"Gak bisa sekarang Zaki, lo juga masih dalam Pengobatan Saat ini." kata Gio menahan niat temannya itu.


"Itulah alasannya Saya tidak mengatakan ini pada tuan sampai sekarang,kerena tuan Tidak akan bisa menahan diri." kata Reza menyambung kata kedua orang itu.


"Kamu juga Za, mengapa kamu harus meyemuyikan ini dari aku, padahal istriku dan putraku masih hidup sapai saat ini.


"Aku tidak pernah mengatakan mereka pergi kedunia lain Tuan, saat aku ingin meneruskan ucapanku sebulan lalu tuan sendiri yang memintakku untuk diam dan tidak boleh meneruskan ucapanku lagi." jelas Reza pada Bosnya itu.


"Apa gue bisa melanjutkan pegibatan ditempat yang sama dengan istri gue Gio?" kata Zaki memintak pada Gio.


"Terimakasih Gio lo gertiin gue sampai saat ini, gue sangat merindukan dia." kata Zaki menagis sedih.


______________


Ditmpat lain saat ini Tuan Marwin berangkat ke lokasi jauh dari pinggir kota diman Saat ini serly dan orang yang sudah menabrak putra dan menatunya saat itu.


Sampai diposisi itu,Tuan Marwin masuk kedalam rumah tua itu,tampa ada penduduk di sekeliling sana jauh dari pemungkiman penduduk.


"Salamat Siang Tuan besar!! " sapa anak buah Papanya Zaki.


"Bagai mana?Dengan wanita Berdebah itu? apa dia belum juga mati?? " kata Pak Marwin sangat marah pada Wanita itu yang sudah membuat putranya lumpuh dan menatunya cucunya ikut celaka ulanya.


"Belum tuan tapi dia sudah tidak berdaya lagi." kata Salah satu anak buah Tuan Marwin.

__ADS_1


"Baguslah itu, biarkan dia sepeti itu sampai malaikat mencabut nyawanya." kata Pak Marwin lagi bersajalan ketempat dimana serliy dikurung oleh anak buahnya itu.


"Siram dia!! kata Tuan Marwin geram.


"Auuuuuuww!! suara serak dari serly sedikit terdegar kerenan dia sudah lemas selama sudah satu bulan ini dikuruang diruangan itu tampa dikasih makan oleh anak buah Tauan Marwin.


"Bagai mana Wanita kejam, apa kau sudah siap dengan kematian kamu,apa sakit rasanya, saat ini kau rasakan, seperti ini juga yang dirasakan oleh menatuku sampai sekarang dia juga tidak bisa makan seprti apa yang kamu rasakan selama sebulan ini,dan juga gara-gara kau putraku lumpuh."kata Tuan Marwin megijak tangan Serliy kerena rasa sakit hatinya megigat menatunya saat ini belum bisa bangun sampai saat ini kerena ulah Serly.


"Maafkan aku tuan!! " ucap Serly pelan tidak bisa bersuara lagi.


"Jika sekarang kamu memintak maaf, sudah tidak waktunya lagi,nikmatilah masah hidup kamu ini sebaik mungkin." kata pak Marwin meningalkan Wanita itu.


"Kalian urus dia,saya tidak mau mendegar dia ada didunia ini,karena dia akan selalu mengangu hidup putraku saja." kata Tuan Marwin pada anak buahnya itu.


"Baiklah tuan, kami akan menurut sebaik mungkin." kata Salah satu anak buah Tuan Marwin.


"Ini bayaran untuk kalian semua, urus dengan bersih jangan ada meningalkan Jejak sedikit saja, jika kalian salah melakukan kerjaan kalian saya tidak akan memaafkan kalian."kata Pak Marwin penuh tekanan.


"Baik tuan, soal itu kami yang akan bertagung jawab dan melakukan semua dengan baik Tuan."kata anak buah tuan Marwin.


"Bagus, jika kalian semua mengerti." katanya lagi.


Pak Marwin pergi meninggalkan rumah tua itu ditengah hutan jauh dari pemungkiman penduduk disana.


Senyum Licik dan rasa puasnya Tuan Marwin terkebanng diwajah tampan yang mulai sedikit berumur itu.


"Aku tidak bisa membiarkan kamu berkeliaran disekitar keluagaku,kau akan selalu membuat putraku akan susah,kau akan menganggu hidup dan rumah tangganya." kata hati Pak Marwin dengan tenang.


*************

__ADS_1


__ADS_2