
"Bukankah aku sudah memelukmu dari tadi Tari."kata Zaki gemas ulah istrinya itu.
"Tapi aku ingin lebih lama lagi." kata Tari tidak mau melepaskan pelukan Zaki.
"Aku nyaman dengan bauk tubuh kamu Mas, dari awal aku hamil." Kata Tari lagi merasa nyaman dengan harumnya tubuh suamianya itu yang selama ini sangat dirindukan Tari.
"Sekarang kamu tidurlah, aku akan menemani kamu disini. " kata Zaki yang masih memeluk istrinya itu.
Tari membaring tubuhnya diatas ranjang Zaki, sehingga Tari tidak membiarkan Zaki pergi meningalkannya.
"Mas tetap disini, temani aku."kata Tari tidak ada rasa malu lagi pada Zaki.
"Tidurlah aku akan disini menemani kamu, aku tidak akan meningalkan kamu." kata Zaki lagi ikut membaringkan tubuhnya disamping istrinya itu,Zaki masih memeluk istrinya itu kembali,ada rasa bahagia dihati Zaki saat ini entah maegapa Tari Memintak Untuk memeluknya malam ini.
"Tari Boleh aku bertaya satu hal pada kamu?"kata Zaki pada istrinya itu.
"Apa yang ingin kamu tanyakan padaku Mas?", Tanyanya kembali pada Zaki saat ini yang masih Menatap wanjah cantik istrinya itu dengan lembut.
"Aku masih merasa Penasaran Dengan lirik Lagu yang kamu bawakan di caffe tadi, apa itu tadi kamu melepaskan rasa ungkapan hati kamu lewat Lagu itu?" kata Zaki Sedikit segan menayakan itu pada istrinya itu.
"Kenapa Mas bertanya tentang lirik lagu,dan mengapa kamu ingin tahu Mas? apa ada yang mengajal dihati kamu kerena aku membawakan lagu tadi?"tanya Tari kembali.
"Bukan itu maksudnya Tari, aku ingin tahu saja,apa sesakit itu kamu rasakan ketika aku bersama Serly, maafkan aku membuat kamu sesakit itu."
"Itu sudah berlalu, angap saja masa lalu mas, sepert apa yang aku nyayikan tadi."kata Tari menjawab dengan Mata Yang mulai mengantuk.
"Aku tidak menyangka kamu bisa beryanyi bagus seperti tadi,kamu memiliki suara bagus." kata Zaki masih megigat suara istrinya itu benar-benar merdu.
Zaki hanya Tersenyum saja banyak yang tidak dia tahu selama ini tentang istrinya itu,dan juga memiliki dua sahabat yang selalu setia padanya,pertama kali Zaki melihat Arkan memeluk Tari dia sangat marah,ketika itu pas Arkan Petama kali sampai dari Belanda dengan Rara waktu itu, Zaki melihat Arkan dan Tari sangat dekat.
"Tari apa Hubungan kamu dengan Arkan selama ini, samapai sekarang aku masih ingin tahu, melihat kamu dan Rakan sangat dekat."kata Zaki pada istrinya itu.
"Aku dan Arkan Tidak Ada hubungan yang lain diantara kami selain Persahabatan kami selama beberapa tahun ini berteman." jelas Tari pada Suaminya itu.
"Apa kamu cemburu pada Arkan yang sangat dekat denganku?" kata Tari tutup poin pada Zaki.
"Cemburu pasti adalah, masa gak, melihat kamu kamu dipeluk didepanku saat itu dicaffe."kata Arkan.
"Jangan Pernah salah atas kedekatan kami, semua orang yang melihat kami pasti akan salah paham, yang sebenar Arkan itu menyukai Rara, namun sampai saat ini dia belum juga Sempat menyatakan hatinya pada Rara, kerena dia masih takut akan merusak persahabatan kami."kata dan penjelasan Tari pada Suaminya itu.
__ADS_1
"Rara saja menyangka bahwa Arkan meyukaiku dari dulu,tapi aku tidak mau mengatakan itu pada Sahabatku, biarkan saja Arkan yang Menjelaskan pada Rara."jelas Tari lagi.
"Maafkan aku selama ini,merasa cemburu pada Arkan, kerena mungkin aku sudah mulai suka waktu itu sama kamu namun aku tidak bisa berterus terang, karna Waktu itu aku masih ragu dengan hatiku." jelas Zaki.
"Kamu Itu orang yang terjahat aku temui selama aku hidup,sikap anguh dan sombong kamu itu juga membuat aku Sakit hati."kata Tari lagi.
"Tapi sekarang tidak lagikan?" tanya Zaki menatap istrinya itu yang ada didepannya, mata mereka saling bertatapan saat ini.
"Apanya, jika marah aku masih Mas." kata Tari sedikit Malu pada Suaminya itu yang menatapnya dengan tatapan yang penuh arti.
"Tidaurlah,besok kita akan periksa kandungan kamu."kata Zaki tersenyum pada istrinya itu dan tidak lupa Zaki mencium Kening istrinya itu dengan rasa sayangnya.
Tari megeratkan pelukannya pada Zaki saat ini,seperti dia tidak mau berpisah dengan suaminya itu,entah kenapa saat ini Tari ingin dipeluk Zaki.
"Selamat malam Mas!! "
"Malam!! tidurlah. " kata Zaki diam saja sambil meleluk istrinya itu.
Tidak butuh Lama untuk mereka Menejamkan mata untuk masuk kedalam alam mimpinya Masing-masing saat ini Tari dan Zaki sudah tertidur ,dengan nyaman didalam pelukan suaminya itu.
"Ayoklah Jeng, Terima aku jadi Kekasih kamu kenapa sih,apa yang kurang lagi padaku, semua sudah aku miliki." bujuk Gio datang gilanya jika sudah bersama Ajeng.
"Mana ada kayak gitu menyatakan cinta sama cewek, gak rosamantis kamu Dokter tanpan."kata Ajeng santai.
"Aku lamar jadi istrinku juga gak mau, jadi kekasih juga gak mau, apa mau kamu jeng, cukuplah Aku menahan Perasaanku selama ini padamu, sudah bertahun-tahun mamanya." kata Dokter Gio yang tidak semagat itu.
"Makanya Luangkan waktu kamu sedikit saja Untuk aku Gio, masak kamu Harus kerja terus,jika Kamu Nikah denganku mungkin untuk sekedar menyapa aku saja kamu gak bisa."kata Ajeng mulai serius lagi berbicara pada Gio saat ini.
"Kamu harus megerti juga aku kayak mana Jeng,aku bukan Dokter saja Yang aku urus, urusan Psrusahan juga aku yang megurusnya saat ini."kata Gio lagi Menjelaskan kembali berulang-ulang pada Ajeng.
"Kalau itu membuat kamu gak bisa meluangkan waktu untuk aku,ya sudah aku juga tidak mau memaksakan hatiku untuk mencintai kamu selama ini, kerena aku tidak mau Kamu tidak ada waktu bersamaku, kamu bisa cari wanita lain selain aku."kata Ajeng juga tidak mau lagi berharap pada Gio saat ini."wajah sendu Ajeng terlihat kerena Ajeng sangat berharap Gio bisa membagi waktunya.
"Tokkk..... tokk!!"
"Masuk!! ucap Gio sedikit kaku saat ini yang baru Mendegar kata Ajeng barusan.
"Dok tuan Zaki sudah sampai!! "kata Suster yang Baru saja masuk itu.
__ADS_1
"Suruh mereka Masuk Sus!! " kata Gio mulai merilexkan kembali Wajah yang agak kusut itu.
Tidak lama Zaki masuk dengan Tari yang yang sedang terseyum pada Ajeng.
"Hai Mbak apa kabar!! " sapa Tari senang.
"Baik Tari, kamu apa kabarnya?" tanya Ajeng Memeluk Tari.
"Seperti inilah Mbak aku sekarang." kata Tari tersenyum pada Ajeng.
"Kamu Abis berantam lagi sama Kak Gio mbak?" bisik Tari pada Ajeng yang lagi berpelukan itu.
"Nantik saja aku ceritakan,kamu ikut aku setelah ini kebutikku ya."balas Ajeng Pelan.
"Ok,aku akan seharian ini bersama kamu mbak." kata Tari pada Ajeng.
"Dek ayok keruang priksa, kakak akan prisa kamu dulu, ayok Zak,jika kamu ingin menemani Istrinya kamu."ajak Gio pada Zaki.
"Ayok!!"kata Zaki juga bersemagat ingin melihat Bayinya itu didalam sana sehat-sehat saja.
Tari berbaring tempat tidur yang ada di ruangan praktek Gio itu yang dibantu oleh suster yang bertugas pagi ini.
Gio memeriksa Tari dengan alat yang ada ditangannya saat ini, bayi yang mungil itu tampak dilayar yang ada dihadapan mereka.
"Bayi kamu Sehat Tari, mungkin dalam bulan ini kamu sudah lahiran,aku harap kamu banyak gerak tari jika kanun ingin melahirkan secara normal."kata Gio tidak banyak Kata Saat ini.
"Kamu Harus siaga Zak, sebentar lagi Tari akan lahiran, aku harap kamu bisa bersamanya saat dia akan melahirkan buah hati kalian."kata Gio pada Zaki saat ini.
"Aku akan mencoba sebaik mungkin untuk bisa bersama dia Gio." kata Zaki senang.
"Apa kamu sudah menahan Tari disini, jika sudah beri tahu pada Ayahnya, jadi mereka tidak mencemaskan Tari lagi. " kata Gio sambil beranjak Dari ruangan paratek itu ke ruangannya kembali.
"Untung saja kamu Ingatkan, jika tidak Bisa-bisa dia mamuuk padaku Gio." kata Zaki Sedikit Takut istrinya itu marah lagi padanya.
"Rupanya kamu Sudah mulai takut istri ya!! kata Gio tersenyum pada Zaki.
"Bagai mana aku tidak takut Gio,aku akan memperbaiki semua kesalahanku pada Tari yang selama ini aku sangat bersalah padanya, aku tidak mau lagi kehilangan dia, sulit bagiku aku jauh dari dia."kata Zaki apa adanya.
*************
__ADS_1