MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Kesedihan Zhidan


__ADS_3

Siangnya Tari baru turun ke lantai bawah melihat putranya yang lagi bermain dengan Pengasuhnya saat ini,Tari melihat ada ibu dan ayahnya dirumahnya.


"Yah... ibuk sudah dari tadi sampai disini?" kata Tari duduk memeluk ibunya itu.


"Dari jam sembilan tadi kamu kayak kecapean kali ya,jadi ibu tidak membangunkan kamu." kata Buk Mai pada putrinya itu mengerti saat ini.


"Apa kamu senang sekarang kamu sudah bersama suaminya kamu Nak?" kata Ayah nya itu.


"Alhamdulillah Yah, Tari sangat senang bersamanya,Tari bakan hidup bahagia dengan keluarga kecil kami." kata Tari sedikit senang.


"Syukurlah nak akhirnya ayah bisa melepaskan kamu dengan tenang bersama Zaki, semoga kamu selalu bahagia bersama suaminya kamu."kata Pak Rahman pada putri satu-satunya itu.


"Sekarang Ibu, hanya mencemaskan hidup Abang kamu, dia sampai sekarang belum juga menemukan jodoh bisa menerimahnya, ibuk juga berharap Zhidan menikah, memiliki keluaga dan pasangan untuknya." kata Ibu Mai sendu.


"Mungkin belum ada jodoh yang pas untuk Abang Buk,Jagan pikirkan itu Buk,Yakin saja suatu hari nanti pasti Abang bisa menemukan wanita yang baik, sebaik Mbak Mekar. "kata Tari pada ibunya itu.


"Ibuk juga berharap begitu Sayang,somoga Zhidan menemukan Gadis yang baik untuknya, agar dia bisa melupakan Mekar, akan sampai kapan dia selalu seperti ini." kata Ibu Mai menghelah nafas panjang.


"Ibu yang Sabar ya, jangan pernah desak Abang Zhidan untuk hal itu buk, Tari takut saja dia akan merasa terpaksa untuk mencari pasangan." kata Tari lembut pada Ibuknya itu.


"Iya Sayang,ibuk mengerti Abangmu." balas buk Mai tersenyum pada Putrinya itu.


"Jika Tuhan berkehendak,pasti ada jodoh yang lebih baik lagi untuk putra kita buk, kamu jangan berpikir panjang gitu." kata Pak Rahman.


"Iya Pak, semoga saja putra kita menemukan Gadis yang bisa mengantikan Mekar dihatinya."


"Sudah jangan bahas itu lagi." kata Pak Rahman tidak ingin melihat istrinya itu selalu memikirkan nasib putranya itu.


"Asalamualaikum...!! kata Zhidan baru juga sampai dirumah adiknya itu.


" Waalaikumsalam...!! sahut dari dalam,kamu sudah bangun nak?" kata buk Mai melihat putra itu juga meyepil di sampingnya.


"Sudah buk, saat aku bangun gak ada orang satupun dirumah, aku lihat Syarif sudah kerumah sakit, aku bingung sendirian dirumah, lebih baik aku kesini bermain sama siunyu itu." kata Zhidan melihat keponakannya itu lagi bermain bersama Pegasuhnya.


"Abang Sudah makan siang?", kata Tari bertanya pada Abangnya itu.


"Malas makan dirumah sendirian, ibuk juga sudah disini,kamu masak apa sihh dek?Abang sangat lapar ni!! " tanya Zhidan kembali pada adiknya itu.


"Ibu yang Masak,adek kamu baru saja turun." kata Ibuk Mai.

__ADS_1


"Kita makan siang yok buk, aku sudah sangat lapar." kata Zhidan.


"Tungguin Zaki bangun dulu Nak,tidak enak kita makan duluan." kata Ibunya lagi.


"Emangnya itu anak belum Bangun Dek?" kata Zhidan Pada Adeknya itu.


"Belum Bang,mungkin saja terlalu ngatuk dia, semalaman kalian bergadang!! " jawab Tari santai pada Abangnya itu, kerena dia tidak mau Abangnya itu tahu Zaki baru saja menghabiskan waktu paginya dengan permainan panas mereka.


"Ya sudah kita makan duluan saja gak mungkin dia bangun cepat Buk!! "kata Tari mengajak keluaganya itu makan siang bersama Hari ini.


"Ya sudah kita makan yok!! " kata Ibuk Mai tersenyum.


Sampai dimeja makan mereka makan dengan menikmati masakan ibu mereka siang ini dengan lahap mereka makan, sampai selesai,setelah selesai mereka kembali duduk bersabtai ditaman belakang bersama Beby Abian,Zhidan bermain dengan Keponakannya itu, sambil mengedong Abian saat ini yang sudah berumaur dua bukan lebih.


Zhidan sangat senang keponakannya itu sehat, sudah berbadan gembul.


"Kamu lucu sayang Nanti paman akan membawa kamu lagi keinggris jika kamu sudah agak besar."kata Zhidan bercanda dengan Abian.


"Bang!!! "pangil Tari mendudukkan pantatnya disampaingnya kakaknya itu.


"Apa Dek, ada yang ingin kamu bicarakan dengan Abang?" tanya Zhudan melihat Adeknya itu.


"Apa itu, bilang saja Dek Abang akan mendegar!! " santai Zhidan pada Tari.


"Bang dalam koma Aku bertemu dengan Mbak Mekar saat itu,aku melihat dia sangat cantik, tapi tidak ada kebahagiaan diwajahnya kak, dia dengan sendunya berbicara denganku,apa kerena Abang belum bisa melupakannya dari hati Abang,dan mengikhlaskan itu semua?" kata Tari pada Zhidan.


"Dek, tidak semudah itu bagi Abang untuk melupakannya, dia wanita satu-satunya yang selama ini Abang cintai,belum ada wanita lain yang bisa mengantikan namanya dihati Abang." jawab Zhidan.


"Abang Tahu, saat itu mbak Mekar berpesan padaku.........Tari mengingat kembali waktu dalam komanya.


,,,,


"Dimana aku,tempat apa ini?" kata Tari ada tanda tanya di dirinya saat ini, "Apa aku sudah tidak di duniaku lagi, apa aku sudah meningalkan orang-orang yang aku sayangi? Ayah, ibu,Bang,Mas Zaki dimana kalian aku disini sendirian, tangis Tari dalam kesendirian.


"Tempat kamu bukan disini Tari!! " kata Wanita yang tiba-tiba berdiri dibelakangnya.


"Mbak Mekar, kenapa mbak ada disini?" kata Tari bingung.


"Ini sudah tempatku Mentari,bukan tempat kamu, belum waktunya kamu disini,mereka semua masih membutuhkan kamu disana, kembalilah pada keluarga kamu, saat ini suami dan putra kamu sangat membutuhkan kamu,Mereka menunggu kamu Tari." kata Mekar Tersenyum dengan memakai pakaian serbah putih itu.

__ADS_1


"Mbak,apa kamu tidak ingin kembali bersamaku,Bang Zhidan sangat Merindukan Kamu mbak!! " kata Tari


"Tidak Tari karena aku tidak bisa lagi kembali ke dunia kamu,aku dan shidan sudah berbeda dunia,suruh shidan untuk melupakan aku Tari, agar dia bisa hidup dengan bahagia tampa bayang-bayang diriku,aku juga bisah tenang disini." kata Mekar pada Tari.


"Pulanglah saatnya kamu kembali Tari... berjalanlah kearah cahya itu, jangan pernah kamu melihat kebekang lagi, berjalanlah lurus ingat keluarga kamu saat ini menunggu kamu." kata Mekar berjalan meningalkan Tari dan hilang dikebut putih tebal itu.


"Mbak!!!! pangil Tari pada Mekar yang Hilang itu.


,,,,


"Mbak Mekar memintak Abang agar bisa melupakannya, agar Abang bisa hidup bahagia, dan dia juga bisa tenang disana." kata Tari menatap abangnya itu.


"Apa itu benar dek, selama ini dalam kesusahan disana kerena aku belum bisa mengikhlaskan kepergianya?"


"Begitulah Bang, kasihan Mbak Mekar, cobalah Bang untuk mengiklaskanya, aku yakin kamu bisa Bang." kata Tari memeluk Kakaknya itu.


"Apa yang dibilang Adik lo benar Idan!! cobalah untuk mencari gantinya dengan Gadis lain biar lo bisa merasakan ketenangan dan Melupakan Mekar." kata Zaki tiba-tiba berada dibelakang mereka berdua.


"Lo dengar semua apa yang kami bicarakan?" kata Zhidan pada Suami adiknya itu.


"Ya, gak salahkan !! " duduk santai Zaki di samping istrinya itu dan menarik tubuh istrinya pada kearahnya.


"Alah cemburu kali lo jadi orang, masak aku gak bisa peluk adek gue." kata Zhidan kesal. pada Zaki.


"Gak ada yang boleh dekat-dekat sama dia lelaki selain gue,walaupun elo Abangnya." kata Zaki santai.


"Alah bicin kali lo jadi orang!! " kata Zhidan


"Mas kamu belum makan aku siapkan dulu makan untuk kamu ya, kalian bisa bicara dulu disini." kata Tari meningalkan kedua orang itu.


"Kenapa Lo bingung seprti?" kata Zaki melihat teman nya itu sedikit melamun.


"Gue lagi memikirkan kata istri lo tadi Zak,apa Mekar tidak tenang disana, kerena gue belum bisa melupakan dia dan mengikhlaskan kepergian dua selama ini." kata Zhidan sendu dan sedikit mata berkaca.


"Gue yakin lo bisa Idan, berlahan-lahan lo coba,pasti bisa, coba saja lo pikir dengan pikiran jernih, elo juga harus menjalankan hidup lo untuk kedepannya,lo juga tidak bisa harus terpuruk dalam mengingat kejadian itu selamanya,ada masanya elo untuk melupakan itu,elo butuh hidup bahagia, bukan selamanya harus lo megingat Mekar yang tidak akan pernah bisa kembali lagi bersama lo."kata Zaki mengingatkan Temannya itu.


"Tapi sulit untuk gue melupak itu Zak." kata Zhidan Meneteskan air matanya.


"Gue mengerti!! " Zaki melihat diri tenannya selama ini sangat rapuh, beda dengan Zhidan yang biasanya dia lihat.

__ADS_1


***********


__ADS_2