MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Ingin makan bakso


__ADS_3

Waktu berlalu dengan cepat sudah satu bulan aja usiah kamdungan tari saat,Tari tingal menunggu hari kelahiran Putranya saat ini,Zaki sudah tidak masuk bekerja lagi kerena tidak mau meningalkan istrinya itu sendirian dirumah,Seminggu ini Zaki betul-betul bekerja dari rumah saja, kerena istrinya sudah tidak ada teman di rumah hanya sendiri saja, apa lagi mertuanya belum datang ke Jakarta untuk menemani putrinya itu, kerena Zaki melarang mereka untuk datang.


Saat ini mereka berdua sudah tidak tingal dirumah Zhidan lagi karena Zaki sudah membawa Tari tingal dirumah baru mereka senggu yang lalu,Tari ingin tingal dirumahnya saat anaknya lahir nantik.


"Mas, aku sudah gak kuat berdiri terlalu lama, aku boleh mintak bikinkan teh sama buk Sari, tapi Mas yang bilang sama buk satu dehh." kata Tari ingin minum teh saat ini dia lagi menyelesaikan Gambar rancangan busana yang akan dikasihnya sama ajarng Sore nanti.


"Ya sudah, biar aku saja yang bikin, aku bisa bikin sendiri." kata Zaki sudah sangat kasihan pada istrinya itu, bergerak sudah agak susah.


"Makasih ya mas." senyum Tari terpancar dibibir manis itu karena terlalu senang,Zaki semakin hari semakin perhatian samanya.


"Ya sudah, aku bikinkan untuk kamu dulu ya, kamu tunggu saja disini.", Zaki bangkit dari duduknya yang untuk membikinkan teh untuk istrinya itu.


Setelah Zaki peningalkannya Tari kembali melajutkan kembali kerjaanya itu, kerena malam ini mau diambil Ajeng.


Zaki yang lagi merebus air di kompor dan lagi serius memasukan Gula dan teh kedalam gelas itu, bik Sari datang dengan tiba-tiba.


"Den Zaki lagi apa ?" sapa bik Sari melihat Majikannya itu membuat Teh sendiri.


"Aku lagi bikin teh buat Tari bik.


"Kok gak pangil bibik Den!! " kata bik Sari tidak enak.


"Tidak apa Bik, alau masih bisa bikin sendiri, bibik gak usah merasakan gak enak padaku,ehh bik apa ada cemilan yang bisa dimakan oleh Tari??" kata Zaki


"Ada den, biar bibik ambailkan dulu." kata bik Sari mengambil cemilan dilemari penyimpanan cemilan untuk Tari.


"Ini den, beberapa hari ini Nak Tari suka sama kripik kentang ini, jadi bibik selalu nyediapkan ini lebih." kata Bik Sari memberikan setoles kripik kentang itu pada Zaki.


"Terimakasih ya Bik, aku Bawa ini dulu ya pada Tari. " kata Zaki lembut.


"Ya Den!! " kata bik Sari senang akhirnya Majikannya itu bisa juga mengangap Tari istrinya dan sudah menerimanya, bukan pertama kali Tari datang kerumahnya dulu, Zaki sering menyakiti Tari.


Zaki tidak lama sampai diruangan Kerjanya Tari lagi asik mencoret kertas dan Zaki duduk kembali di samping istrinya itu sambil menarik teh yang dibutnya itu diatas meja.


"Ini sayang teh kamu, awas nantik tumpa!! " kata Zaki mengingatkan pada istrinya itu.


"Iya, makasih ya mas!! " kata Tari singkat.


"Apa kamu belum selesai ?" kata Zaki melihat kerjaan istrinya itu sudah banyak selesai hari ini.


"Tigal ini aja lagi, sedikit lagi ni, baru siap." kata Tari santai.


"Abis itu kamu istirahat dulu, jangan terlalu memaksanya." kata Zaki.


"Iya sayangku, jangan bawell napa sih mas." kata Tari tersenyum dan sedikit mengoda suaminya itu.


"Jangan mengoda ku sayang,entar tidak baik untuk kamu."ingat Zaki pada istrinya itu.


"Emangnya kenapa sih mas?" Tari bingung apa yang diucapkan suaminya itu.

__ADS_1


"jika aku gak tahan nantik pasti kamu yang Akan habis,apa kamu mau aku melakukan itu lagi pada kamu? sebeluam kamu itu benar-benar halal aku sentuh, kata Zaki lagi.


"Aku tidak mau melakukan itu sebeluam anak kita lahir dan menikahi kamu lagi sayang,biar hatiku tenang akan apa yang aku mau atas diri kamu." kata Zaki jujur,sebulan tingal bersama istrinya itu belum pernah Zaki memintak haknya pada istrinya itu sekali saja, kerena Zaki ingin megulang nikahnya kembali setelah anak mereka lahir, agar Pernikahannya itu benar-benar sah dengan Istrinya itu.


"Aku gak mancing kok mas,aku biasa saja saat ini!! " sambunga Tari cepat.


"Apanya kamu terus mengangguku sayang." kata Zaki lagi .


"Baiklah aku tidak akan manja lagi sama kamu, biar kamu bisa nahan."ejek Tari pada suaminya itu.


"Ngejek ?" tanya Zaki mengusap perut buncit itu."


"Cepat hadir ya sayang papa sudah gak sabar ingin lihat kamu, dan juga papa juga gak sabar ingin bikin adik buat kamu!! " bisik Zaki bercanda.


"Pukkk!! " Tari memukulkan kertas di punggung suaminya itu dengan pelan.


"Kenapa sayang?itukan benar setelah dia lahir kita bisa bikin lagi kok."


"Enak saja kamu itu Mas, emangnya aku Kucing bisa beranak setahun itu lebih satu kali. " kata Tari kesal.


"hahaha kamu ini lucu kaya gitu, aku suka lihat kamu seperti ini,aku cuma becanda sayang jangan marah."


"jika ingin tambah anak tunggu putraku agak besar dilu, aku belum mau membagi kasih sayang kita dengan adiknya, sebeluam dia mengerti mas." kata Tari serius.


"Baiklah jika itu yang kamu inginkan, minum tu tehnya sudah dingin tu." kata Zaki tersenyum dengan melihat wajah kaget dan kesal istrinya itu.


"Apa!! "


"Aku boleh mintak sesuatu lagi gak?" tanya Tari lagi.


"Apa yang kamu mau?" kata Zaki masih serius menatap leptopnya itu kembali.


"Aku ingin makan bakso mercun yang ada didekat jalan mau masuk kekomlek kita mas, apa aku boleh makan itu?" kata Tari lembut kerena ada maunya.


"Gak!!" kata Zaki cepat.


"Kenapa gak boleh Sih, aku sangat mengiginkan itu mas,yok kita kesana ya!! " ajak Tari sedikit manja lagi pada suaminya itu.


"Gak boleh sayang itu pedas kali jika kamu ingin makan itu."kata Zaki


"Tapi aku ingin itu!! " kata Tari lagi


"Jagan meregek sayang,itu bahaya untuk kamu makan,lain itu deh baru aku antar,selain baksok marcus itu." tegas Zaki pada istrinya itu.


"Gak Mau, aku inginnya makan itu." regek Tari lagi.


"Sayang aku tidak mau lihat kamu menret makan bakso terlalu pedas itu." kata Zaki lembut.


"Jika gak boleh baksok kuah bisa saja deh yang penting sekarang aku ingin makan bakso mas." regek nya lagi.

__ADS_1


"Benar itu saja,entar sampai sana kamu mintaknya yang aneh-aneh. " kata Zaki lagi.


"Benar mas, aku akan mintak bakso urat saja ya,kita pergi yok, aku kepegen kali Mas." kata Tari tersenyum pada suaminya itu.


"Benar apa yang kamu katakan itu?"


"Benar Mas!! "


"Awas saja nanti mengukirinya."kata Zaki


"Ayok kita kesana, tapi gak boleh macam-macam ya." kata Zaki


"Horeee, Makasih Mas!!! " kata Tari langsung mencium kedua pipi suaminya itu dengan senang.


Zaki pun dengan cepat menyabar bibir istrinya itu kerena sudah tidak tahan melihat tingkah istrinya itu dari tadi bikin dia gemas, Zaki mencium bibir itu dengan lembut dan sedikit lama bermain dibibir manis istrinya itu,hanya itu saja sebulan ini yang dapat Zaki lakukan, kerena dia masih menahan untuk tidak menyentuh istrinya itu setelah anaknya lahir dan menikah ulang kembali dengan istrinya itu, baru Zaki bisa memintak haknya lebih pada istrinya itu.


Pas Lagi asik mencium bibir istrinya itu dengan tiba-tiba saja Zaki terganggu oleh deringan nada pangilan hpnya saat ini.


"Mas,HP kamu bunyi, diangkat dulu, kata Tari cepat melepaskan ciuman suaminya itu, yang sudah membuatnya sedikit sesak itu.


"Isss siapa lagi sih, menganggu saja." kata Zaki kesal.


"Halllo Ma, ada apa mama menelpon Zaki?"


"Zak, malam ini mama ingin makan malam dirumah, kamu bawak Istrinya kamu makan malam dirumah malam ini,kerena mama baru saja kemabali dari Singapura., Mama merindukan kamu sayang, juga istrinya kamu." kata Mama saki.


"Baiklah nantik kami akan datang."kata Saki singkat.


"Ya sudah mama tungguin kedatangan kalian berdua nantik malam,jangan sampai gak datang ya." kata Mama Zaki menutup hpnya itu.


Zaki menaruh hpnya kembali,dan melihat pada istrinya itu yang lagi memperhatikan dia juga.


"Nantik malam mama menyuruh kita datang kerumah utama, untuk makan malam sama mereka malam nantik." kata Zaki pada istrinya itu.


"Tidak masalah aku juga lama tidak jumpa mereka berdua Mas, kapan pulang mama sama papa? " kata Tari lagi.


"Baru hari ini?" kata Zaki santai.


"Apa masih ingin makan baksonya?" kata Zaki pada istrinya itu.


"Iyalah mas, aku pengen sekali!! " regek nya manja lagi.


"kalau begitu ayok sayang, jangan duduk lagi." kata Zaki membatu istrinya itu berdiri.


"Terimakasih Mas." kata Tari senang.


Zaki hanya tersenyum saja melihat tingkah manja istrinya itu.


**************

__ADS_1


__ADS_2