
Setelah semua orang pada pulang saat ini,sehabis sholat magrib, Gio juga pulang dan Juga Arkan bersama istrinya.
Hanya Zaki kedua kakak iparnya saja yang tingal dirumah besar Zaki saat ini.
"Sayang bikin kopi sana,nantik antar keteras depan ya, kami ada didepan." ucap Zaki pada Istrinya itu.
"Baiklah mas, aku akan bikin dulu kebelakang." kata Tari beranjak pergi kedapur.
"Kita kedepan yok Sya, kita bisa bicara di depan suntuk didalam saja dari tadi." kata Zaki pada Kedua kakak iparnya itu.
"Ya sudah kita cerita diluar saja Zak!! " ajak Shidan pada Zaki.
Sampai didapur Tari melihat Lira lagi makan makan dimekarkan maka.
"Lo kok baru makan kamu Dek,dari tadi disuruh makan kok gak makan-makan kamu. " kata Tari.
"Mbak, tadi Lira lagi malu tu Sa om Ganteng itu." kata Lira Santai saja mengatakan Zhidan sebutan om.
"Siapa maksudnya kamu bilang Om dek?" kata Tari bingung mendengar kata Lira.
"Itu mbak yang tadi bantu kita bawak minuman kedepan." kata Lira santai sambil meyuap nasinya .
"Kamu ini ada-ada saja Lira,orang segagah itu dibilang om." kata Tari sadikit tersenyum ulah Anak bik sari itu, kerena bisa saja Lira bilang kakaknya Itu dengan sebutan Om.
"Kan benar mbak keadaannya kayak gitu, kerena dia jauh umurnya dari Lira." santainya
"Sudah'' antar ini kedepan dulu sana, itu Abian nangis!! " kata Tari meningalkan Dapur itu setelah Menarih tiga gelas kopi didepan Lira.
"Kemana mbak kopinya diantar ini?" teriak Lira pada Tari yang sudah buru-buru.
"Keteras depan Kak Zaki berada Disana!! " kata Tari lagi.
"Dasar ni mbak Tari gak bisa lihat gue senang menikmati makan malam dengan tenang. " kata Lira sambil membawa Kopi itu kedepan denga Megomel.
sampai didepan teras itu Shidan langsung melihatnya dengan tatapan Kesalnya pada Lira,Syarifpun memperhatikan sepupunya itu sedikit tersenyum.
"Selamat malam cantik!! " goda Syarif pada Lira yang baru sampai dihadapan mereka.
"Malam kak, ini kopinya !! mbak Tari gak sempat antar kerena Abian nagis." kata Lira menaruh kopi itu diatas meja.
__ADS_1
"Kamu gak kuliah malam Lira?kata Zaki pada Gadis itu.
"Gak ada kelas hari ini Kak,makanya Hari ini Lira bisa dirumah menikmati malam dirumah." jawabnya santai.
"Gitu ya, kamu boleh kedalam sekrang !! terimakasih banyak sudah megantar kopinya kesini." kata Zaki pada anak bik sari itu.
"Ya sudah Kak, aku kedalam dulu!! ehh si om kenapa mungkanya kayak gitu,masam saja aku lihat, kanapa om ganteng?tanyanya pada Zhidan sudah kesal duluan padanya.
" Bisa gak bangil aku dengan sembutan lain." kata Zhidan Benar-benar kesal pada gadis kecil dihadapanya itu.
"Terus Lira mau pangil apa dong Om ?emang kenyataannya kayak gitu, memang Om kok?katanya santai tampa bersalah sedikit saja pada Zhidan.
"Sudah Lira kamu kedalam sana!! suruh Zaki kembali pada gadis itu.
"Baiklah kak,!! jangan marah-marah nantik cepat tua Om, dan juga gantengnya itu hilang lho. " kata Lira tersenyum sambil berkata pada Zhidan dengan santai, dan masuk kedalam rumah itu kembali.
"Apa kamu bilang?" ucap Zhidan juga geram pada Gadis itu.
"Entar Om ganteng cepat tua!! 🤑🤑🤑!!" ejek Lira pas dipintu masuk itu sebelum dia masuk kedalam rumah itu.
"Ahhhh dasar kamuu ya, anak kecil!!" teriak Zhidan sangat marah kerena beraninya Lira megejeknya.
"Diam lo, baru ini gue lihat Gadis yang super kesal gue dibikinnya." kata Zhidan merepet.
"Sesudah jangan marah sama anak itu, dia memang tingkahnya sukah aneh,tapi jika gak ada dia rumah ini sunyi." kata Zaki santai melihat kearah Zhidan.
"Gue benar-benar kesal tu Sama cewek. " sahut Zhidan kembali.
"Minum ni kopi lo, biar bisa rilex kembali Idan!! " senyuman Syarif memberikan kopi pada sepupunya itu.
"Diam lo!!" kata Zhidan Mengambil Kopi yang sudah diulaurkan Syarif padanya.
"Sudah jangan dipikirkan Gadis itu, itu akan membuat lo bertambah kesal saja."sahut sepupunya itu lagi.
"Entar lo marah-marah sama Lira,jatuh cinta baru rasa." kata Zaki pada Kakak iparnya itu.
"Tidak akan gue jatuh cinta tu sama dia, masih sangat kecil, bukan tipe gue dia Zak, masih cabe- cabean dia." kata Zaki santai.
"Jangan bilang gitu Idan, entar lo jodoh,kita gak tahu saja jodoh."sambung Syarif lagi.
__ADS_1
"Apaan sih lo bilang gitu, gak usah bahad tu cewek lagi." kata Zhidan santai meminum kopinya itu.
"Apa lo suka kerja dirumah Sakit Sya?gue perhatikan setahun ini lo gak pernah ngeluh?" tanya Zaki pada sepupu istri nya itu.
"Alhamdulilah Zak, gue suka dan sudah merasa nyaman berada disana, gaka pertama Gue kerja,agak berat waktu itu gue pinda kerumah sakit Milik Gio."
"Kenapa gitu Sya?
"Kue gak berat saat itu meningalkan rumah sakit Milik desa kami, kerena penduduk desa sudah nyaman berobat dengan gue." kata Syarif.
"Tapi gak mungkin lo juga harus disana saja, lo juga butuh pengalaman dari ruamh sakait baru dan teman baru,saat ini lo bisa berbagi ilmu dengan dokter lain,apa lagi lo sebagai dokter bedah, mana bisa lo selamanya didesa itu,sedangakan lo punya kemampuan." kata Zhidan.
"Sekarang gue sudah jauh lebih nyaman, hanya saja ada satu keinginan gue,gue ingin menikahi seorang dokter cantik, tapi gue gak bisa mendapatkan dia."kata Syarif bercerita pada Mereka berdua saat ini.
"Siapa dokter cantik itu?" kata Zaki ingin tahu.
"Dia dokter Kandungan Zak,dia sangat cantik lembut tapi sayangnya dia sudah punya kekasih, itu yang membuat gue kecewa." kata Syarif sedikit sendu.
"Lo harus dapatkan dia, baru pacar, belum suami!! masih punya kesempatan lo untuk dapatin hati dia Sya, belum jadi istri orang, gak dosa lo." kata Zhidan memotong kata Syarif dan Zaki.
"Gak berani gue,segan gue sama dokter Arka." kata Syarif.
"Apa !! dia kekasihnya dokter Arka yang merawat gue dulu ya?kaget Zaki.
"Iya!! " kata Syarif lemas.
"Kalau itu jangan lo tikung Sya,cari gadis lain masih banyak cewek selain dokter canti itu, lo harus melupakan itu." kata Zaki kembali.
"Ya harus gue lupakan Zak, gak mungkin gue mengharap yang tidak akan gue dapat." kata Syarif sanatai.
"Baguslah, jika lo sadar dari sekarang, jangan pernah lo memaksakan sesuatu yang tidak dapat lo miliki, itu lebih menyakitkan." kata Zhidan pada sepupunya itu.
"Benar kata lo Ia dan, gue gak mungkin maksain hati gue sama dokter cantik itu,karena sudah milik hati orang." kata Syarif santai.
"Yakinlah pasti ada jodoh yang lebih cantik menatikan kamu sya, jangan mengambil apa yang sudah jadi milik orang." kata Zaki menepuk pundak sepupu istrinya itu denga lembut.
"Terimakasih banyak lo berdua msih mengingatkan gue." kata Syarif tersenyum manis pada Kedua orang dihadapannya itu.
****************
__ADS_1