
"Coba lo pikir sendiri, lo renungi,selama bertahun-tahun lo mikirkan tentang Mekar, apa yang lao dapat hanya kesedihan dan rasa bersalah lo,lo harus bisa lupakan dia, coba lo sedikit saja pikirkan gadis lain dihati lo, pasti lo akan mendapatkan kebahagia lain dari biasanya Idan." kata Gio sedikit santai bicara dan mengigatkan sahabatnya itu,biar Zhidan tidak selalu sepeti ini.
Lama Zhidan terdiam oleh perkataan Gio barusan,ada benarnya juga kata sahabatnya itu, bertahun-tahun dia memikirkannya Mekar tapi rasa sedih dan bersalahnya bertamba
besar pada Mekar yang tidak akan pernah kembali lagi padanya.
Setelah acara siap,Mereka semua langsung pulang kerumah tidak dengan Tari dan Zaki saat ini,Zaki ada yang ingin dicarinya untuk keperluan istrinya itu.
"Idan lo sakalian antar Lira pulang ya,gue juga mau cari keperluan Tari sebentar."kata Zaki pada Zhidan.
"Baiklah,kata Zhidan santai kerena tidak bisa menolak.
"Sya lo bawak mobil gue itu,sekalain sama ibu dan ayah juga!!" kata Gio memang sengaja mendekatkan Lira sama Zhidan.
"Emang lo gak pulang? kata Zhidan balik bertanya.
"Ya pulang lah, tapi lo antar gue dulu, biar Orang tua lo sama Syarif saja." kata Gio santai.
"Emang ni anak nyulitkan orang aja kerjaannya." kesal Zhidan lagi pada Sahabatnya itu.
"Ayok cepat, gue Harus cepat balik kerena besok pagi gue harus berangkat ke Inggris, kerjaan gue bertumpuk ulah lo Gio. " kata Zhidan.
"Ya sudah,ayok kata Gio masuk santai dalam mobil itu.
"Mana Lira lo gak pangil tu anak?kata Gio lagi.
"Lupa gue bisa ngamuk Tari tantik." kata Zhidan kekuar kembali dari mobil itu.
"Dek lo gak akan pulang apa Mau nginap sama Ajeng disini?" kata Zhidan santai.
"Elah Lo idan Gak bisa lihat gue lagi asik cerita sama Lira, ganggu aja lo." kata Ajeng.
"Ya sudah Mbak besok kita sambung lagi,Si om tampan entar ngamuk lagi." bisik Lira pada Ajeng.
"Benar lo Dek, ayok berjuang dapati hati di Om tampan itu!!",ketawa mereka berdua sedikit terdegar sama Zhidan.
"Apa Yang kalian bicaraka!!, gue?" tanya Zhidan lagi.
"Ya engak lah, jangan suka sauson lo,bisa gak lihat orang senang lo,sensi amat lo Idan."kata Ajeng
"Ayok Dek pulang,nantik aku tingal kamu disini mau."ancam Zhidan lagi pada Lira.
"Jangan dong Om, besok aku kerja." kata Lira cepat-cepat masuk kedalam mobil itu.
"Up, jangan duduk dibelakang aku bukan supir keliaan ya!! " ingat Zhidan Pada Lira.
"Terus aku harus dimana duduknya, apa gak kak Gio aja yang didepan?" kata Lira pada Gio.
"Gak dek kamu saja temanin Zhidan Didepan, kakak mau tidur bentar." kata Gio pura-pura.
"Ya sudah Dehh,aku duduk didepan." kata Lira masuk kedalam mobil itu.
Dalam perjalanan pulang kerumah Zhidan tidak ada bicara dia hanya diam saja selama perjalanan kerumah Gio.
"Gio bangun lo,lo memang betul-betul mau gerjain gue hari ini ya,kok bisa mobil lo ada dirumah ajeng sih?" kata Zhidan kesal.
"Ya terserah gue,Ajeng calon bini gue jika dia mau bawak mobil gue biarin saja." kata Gio santai.
"Dasar lo!! " kesal Zhidan lagi.
Tidak lama Mereka sampai dihalam rumah Gio saat ini,Gio turun dari dalam mobil itu.
"Tunggu dulu,besok gue berangkat, jangan lo persulit lagi gue,, Gerti lo." kata Zhidan pada Gio.
"Lo berani sama Gue!! " tantang Gio lagi.
"Gue gak bakal pernah takut sama ancam lo itu." Santai Zhidan lagi dan menjalankan mobilnya Saat ini.
"Sadar ni Bosss gila." kata Zhidan kesal.
"Kakak kenapa Sih kesal bangat sama Tu kak Gio?" tanya Lira juga heran sama Zhidan.
"Lo gak tahu, ini kerjaan dia biar lo itu bisa satu mobil sama gue,Zaki juga sama Gilanya sama Gio." jelasnya.
"Ya kalau kakak gak mau bawak aku pulang bilang dari tadi biar aku bisa pulang Sama Kak Syarif." kata Lira santai.
"Apa lo bolang pulang sama Syarif,bisa abis gue sama adek gue,kamu gak tahu saja tu mulut Tari." kata Zhidan Asal bicara.
"Ya jangan marah sama Aku Om Ganteng, aku jadi takut kadinya." kata Lira lagi.
"Kamu tahu takut, tapi kamu masih saja bikin salah yang sama, berenti pangil aku Om, aku ini bukan Om kamu." kata Zhidan sedikit tinggi.
"Kak Zhidan orang susah ya, emang gak bisa diajak becanda,baiklah aku mintak maaf memang aku salah." kata Lira sedikit terdiam.
"Sudah gak usah dibahas lagi, aku akan antar kamu pulang." kata Zhidan sedikit Lembut melihat Lira sedikit sedih.
Lira tidak mau bicara lagi setelah apa yang diucapkan pada Zhidan barusan sampai mereka berdua sampai dirumah Zaki.
__ADS_1
"Terimakasih Kak, sudah megantarku,kata Lira turun dari mobil Zhidan dengan sedikit hatinya sedih, kerena sikap Zhidan barusan."
"Tunggu sebentar Dek!! " kata Zhidan Menegang tangan Lira sebelum gadis itu turun dari mobil itu.
"Apa kak, kata Lira yang masih kedudukan kepalanya tidak menatap Zhidan.
"Kamu marah, apa yang aku ucapkan barusan, aku mintak maaf." kata Zhidan tulus.
"Jangan bahas itu lagi kak,lupakan saja mungkin tingkahku memang seprti ini, membuat kakak gak suka,tapi aku gak bakal mengulangi lagi, memang betul kakak bukan Om aku." kata Lira Pergi meningalkan Zhidan yang terdiam mendegar kata Lira.
"Auuuw kenapa begini jadinya ya,gue kok bisa jaga omongan gue sehinga dia tersinggung apa yang gue katakan." kata Zhidan kesal pada Dirinya sendiri.
Zhidan kembali ke rumahnya setelah megantar Lira pulang kerumah adiknya itu.
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Ke esokan harinya Lira berangkat Bekerja seperti hari biasanya selalu nebeng sama Zaki, tapi saat ini wajah gadis itu tidak seperti biasanya, tidak suka asal, dan kurang ceria, Zaki memperhatikan Lira dia juga bingung.
"Lira Kamu sakit? ada apa dengan kamu hari ini kok banyak diamnya? kenapa?" kata Zaki
"Biasa saja Kak, aku gak kenapa-kenapa kok."kata Lira yang duduk dibangku samping Zaki itu.
"Benaran kamu gak kenapa?" kata Zaki lagi.
"Benaran Kak,Lira hanya Capek saja kurang tidur semalam ngerjakan tugas sampai Tengah malam." bohongnya Pada Zaki.
"Gitu ya,jika kamu merasa capek kenapa Gak mintak izin saja sama Reza?" kata Zaki lagi.
"Tidak bisa kak,kerena Nana masih sakit, tidak ada yang mengantikan dia, pagi ini Hanya kami berdua sama Hanna saja Ditoko, dan satu kasir." kata Lira Apa Adanya pada Zaki.
"Ya sudah, kamu semagat sedikit kenapa sih, apa ada masalah kamu sama Zhidan semalam itu,apa dia kasar sama kamu kerena kamu kakak titip pulang sama dia?" kata Zaki.
"Gak Kak, aku ada masalah apapun dengan Si Om Tampan itu."kata Lira Berbohong lagi.
Zaki tidak banyak tanya lagi kerena mobilnya sudah sampai ditoko Lira bekerja.
"Terimakasih banyak kak atas tumpangannya pagi ini." kata Lira turun dari mobil Zaki dan langsung masuk kedalam toko itu.
Zaki sangat penasaran apa yang terjadi padanya semalam itu, membuat wajah ceriah Lira berubah menjadi sendu pagi ini, tidak seperti biasanya.
Zaki megambil ponselnya dan menghubungi Zhidan masih dirumah sebentar lagi dia juga mau berangkat ke Inggris.
"Drakkk..... drakkkk punyi getar ponselnya saat ini.
"Halo Zak, ada apa lo menelpon gue ?" tanya Zhidan pada Zaki.
"Ada apa yang terjadi semalam, apa lo meyakiti gadis kecil itu?" kata Zaki ingin tahu.
"Kerena gue ingin tahu Idan,gadis itu pagi ini beda dari biasanya,dia gak ada semagat sedikit saja, banyak diamnya, lo apakan dia semalam, lo nyakiti hatinya ?" tanya Zaki lagi.
"Maafkan gue semalam gue tidak sengaja marah sama dia kerena gue merasa kesal pada kalian semua, dengan sengaja buat gue dan Lira bisa pulang sama." terang Zhidan pada adik iparnya itu.
"Pantas saja dia beda raut wajahnya,lo harus mintak maaf sama dia,lo bisanya nyakiti hatinya,sampai dia gak tidur semalaman lo bikin." kata Zaki
"Apa hubungan sama Gue dia yang gak tidur. " kata Zhidan heran.
"Kerena Dia mikirin lo begok!! " kata Zaki kadung mematikan sambungan hpnya itu.
"Ahhh gila tu orang." kata Zhidan sedikit Berpikir tentang Lira.
"Apa benar dia gak tidur semalaman kerena Kata-kata gue semalam sama dia.
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Sedangakan Ditoko saat ini Lira baru masuk sudah ditunggu sama Hanna dipintu masuk itu.
"Lo kenapa Kok gak ada gaira mau hidup, kepanapa lo?" kata Hanna melihat Lira.
"Kenapa Sih lo gak bisa diam baru saja gue nyampek, sudah gue segar suara jelek lo itu."lemas Lira samabil berjalan kedalam masuk keruang lokernya.
"Lo kenapa si Ra,semagat sikit napa sih. ?"kata Hanna bingung dengan temanya itu.
"Gue sudah kehilangn Om yang tampan itu Han,dia nyuruh gue tidak memangilnya Om lagi,dia marah pada gue Han." kata Lira sedikit sedih.
"Kerena itu lo sedih Ra,Jagan gila lo, samapai lo gak semangat gini sih." kata Hanna pada Lira.
"Abisnya gue bakal gak akan bertemu sama dia lagi,dia akan pergi meningalkan gue Hanna." kata Lira lesu.
"Lo Jagan gila lagi kerena Orang yang baru lo kenal Han, buka mata lo." kata Hanna tidak habis pikir pada temannya itu.
"Abis gue cinta sama dia, pertemuan dan pandangan pertama gue gak bisa lupakan senyum yang sudah memikat gue Han.
"Wowww sadar pret, jangan suka gila lagi lo,capek gue dengar kata lo itu."kesal Hanna melihat Tingkah Lira pagi ini.
"Lira,Hanna kalian didalam!! " pangil Reza.
"Mati kita, bos sudah sampai Ra." kata Hanna cepat-cepat keluar dari ruangan lokerrnya itu.
__ADS_1
"Iya bos, kata Hanna dan diikuti Lira dibelakangnya.
"Kalian berdua ini, gak bisa gak ngerumpi dulu jika kerja ya,nantik sip kalian berdua aku pisa ya." kata Reza.
"Jaganya dong bos,gak bisa kami entar bucara lagi Bos."kata Hanna santai.
"Hanna ini masih pagi bisa gak kamu gak bikin aku marah.
"Bisa bos tampan. "Kata Hanna cepat.
"Berenti dengan tingkah kaliann berdua ini,serius lah bekerja, jika tidak kalian pisa sip saja, biar Kamu Han jaga malam,besok Saya suruh Nana masuk pagi.kata Reza.
"Jangan gitu Bos tampan, jangan pisa kan kami,kami sudah biasa seperti ini." kata Hanna sedikit tersenyum. pada Bosnya itu.
"Kamu kenapa Lagi Lira, pagi kamu sudah lemas gitu? Tanya Reza lagi
"Ini ulah Teman Kak Reza itu, membuat hatiku hancur seprti ini."kata Lira selalu asal.
"Kenapa Emangnya Dengan Zhidan?" kata Reza kembali bertanya pada Lira.
"Dia sudah meluluhlantakkan hatiku Kak!! " lesuh Lira
"Sudah Lira dengan tingkah bodoh kamu itu,jelas Zhidan itu susah untuk didekati, kamu masih saja mendekatinya."kata Reza tahu Lira suka sama Zhidan.
"Sudah kalian berkerja dengan baik hari ini,aku akan berangkat kerja kata Reza meningalkan dua gadis itu, yang selalu bikin pusing Reza setiap hari.
Setelah Reza pergi Zhidan mampir ditoko milik Reza mencari Lira, sebelum dia berangkat ke Inggris pagi ini.
Zhidan masuk kedalam dan bertanya Pada teman kerja Lira, pas pada Hanna.
"Maaf mbak, bisa pangil Lira sebentar. " kata Zhidan Lembut pada Hanna.
"Sebentar kak, saya pangil dulu orangnya saat ini lagi digudang." kata Hanna.
"Ohh, ya mbak bisa cepat sedikit, kerena saya tidak bayak waktu lagi.
"Oh ya kak, tunggu ya sebentar saja saya pangil." kata Hanna cepat-cepat memangil Lira di gudang.
Hanna masuk kedalam gudang dengan nafas teengah-engah.
" Lo kenapa Sih Han,kok kayak dikejar setannya saja.?" kata Lira lihat temannya itu.
"Ada yang cari lo diluar sana, cepatan temui orangnya dia mintak cepat." terang Hanna yang tidak tahu Itu Zhidan Hanya Nana yang yang pernah bertemu dengan Zhidan saat itu.
"Siapa ?lo gak nanya ?kata Lira lagi heran
"Jangan bayak tanya Ra, buruan lo keluar, biar gue yang bawak barang ini keluar." kata Hanna.
"Ya sudah gue keluar dulu, lo bawak ini keluar semua ya, nantik gue bikin laporan barang masuk kemarin." kata Lira berlalu kekuar. Sampai diluar Lira kaget melihat Zhidan berdiri didepan pintu masuk toko itu.
"Kak Zhidan ngapin ke sini bukanlah kakak akan berangkat pagi ini?" kata Lira tidak percaya Zhidan mencarinya ke toko pagi ini.
"Dek, aku kesini hanya mastiin kamu saja gak kenapa-napa kerena ucapan aku semalam, aku mintak maaf ya, kerena gak enak aku ningalkan kamu lagi marah padaku." kata Zhidan tidak enak.
"Lupakan tentang semalam itu kak, aku tidak marah pada kakak kok, kerena aku tidak memasukkan dalam hati perkataan kakak semalam, santai saja kak, aku gak apa-apa kok.
"Benaran kamu gak kenapa Dek?" kata Zhidan menatap wajah sedih itu dan sedikit dengan senyuman yang dipaksakan itu.
"Banaran kak,jangan dipikirkan itu, santai saja kak." kata Lira santai.
"Jika begitu aku senang berangkat seperti ini, kerena gak ada beban dipikiran aku."kata Zhidan Tenang.
"Mmmmm tapi tunggu, aku boleh mintak nomor kamu?" kata Zhidan megasihh HP pada Lira, agar Lira memasukan nomor dia kedalam hpnya itu.
"Baiklah, kata Lira kemasukan no ponselnya itu, setelah itu dia kembalikan lagi pada Zhidan.
"Sampai jumpa natik Dek, nantik sampai di Inggris aku akan hubungi kamu."kata Zhidan keluar dari toko itu.
"Mimpi apa gue semalam, kok tumben dia datang kesini?" kata Lira melihat kepergian Zhidan.
"Ayokkk siapa pria tadi?Tanya Hanna baru datang dari dalam gudang.
"Di Om tampan gue lah Han!! " lemas Lira.
"Masa dia orang kamu bilang setiap hari itu. " kaget Hanna tidak percaya.
"Itu orangnya Han, lo gak percaya?" kata Lira sedih.
"Lo kenapa Lagi?"
"Dia pergi Han, bakal lama lagi dia akan kembali kesini,selama ini dia menetap di Inggris." kata Lira jujur.
"Cinta jarak jauh ni judul ceritanya ni."kata Hanna mengejek temannya itu..
"Gue yang cinta sama Dia, dia itu gak cinta sama gue Han,judulnya kita ganti saja, cinta bertepuk sebelah tangan." kata Lira asal bicara.
"Itu juga bagus judulnya Ra, jadi lo kudu sabar saja." kata Hanna menepuk-nepuk Pungung temanya itu.
__ADS_1
Mereka berdua tanpak lucu, bertingkah aneh dan asal jika bicara berdua.
******************