MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
PENGUMUMAN


__ADS_3

Hai bagi yang ini lanjutan cerita Syarif dan Nana bisa baca di judul dibawah ya bun.


pertemuan perkedua Mereka, tidak menyangka Syarif dan Nana akan terlibat Pernikahan yang tidak pernah diduganya saat menolong gadis itu dari kerjaran lentenir yang ingin menikahi Nana.


Syarif mengaku pada Kedua orang tua Nana dia adalah kekasih Nana demi menolong gadis itu bisa bebas dari lentenir itu, dan membayar hutang orang tua Nana



Bab 1.


Syarif saat ini hanya diam ditempat duduk sambil memakan cemilan yang baru diambilnya dari tempat hidangan yang sudah disiapkan.


"Kenapa Lo Sya kok loyo saja ?" tanya Gio dan Ajeng Baru saja bergabung dengannya saat ini.


"Gue iri sama lo semua, kenapa nasib gue gak seberuntung lo semua sih Gio." kata Syarif menatap Zhidan dan Lira di atas pelaminan itu.


"Mungkin lo belum menemukan jodoh yang diturukan oleh Tuhan untuk lo, yang sabar saja menunggunya Sya." kata Ajeng santai.


"Lo pada enak sudah memiliki Keluarga sendiri sedangakan gue masih menikmati jomlo gue seumur hidup." lemas Syarif.


"Sabar kenapa Lo sih Sya, gak sabar saja lo jadi orang." kata Gio.


"Kayak mana gue sabar Gio, lo pada sudah pada nikah gue masih saja seperti dulu, tidak punya kekasih." kata Syarif sangat mengerutuk pada dirinya sendiri.


"Sudah Jagan dipikirkan itu,lo nikmati saja masa sendiri lo dulu sampai jodoh itu datang sendiri." kata Ajeng sedikit tersenyum pada sahabatnya itu.


"Ya mau diapa lagi sudah nadib gue kayak gini, ya dinikmati saja." santai Syarif.


" Semoga saja bidadari itu cepat datang buat dokter tidak beruntung ini." ejek Gio dengan santai.


" Dasar teman sialan lo ya, mentang-mentang lo udah nikah,jangan ngejek gitu lo ya." kata Syarif kesal pada Gio.


Setelah perdebatan mereka hari ini Syarif Ingin keluar dari gedung acara pesta Zhidan sepupunya itu, Namun tiba-tiba saja dia ditaprak oleh seorang gadis yang lagi membawa minum, sehinga minum yang ditangan gadis itu tumpah diwajah dan mengenai tubuh Syarif.


"Ya Allah apes benar ni nasibnya aku hari ini, apa lagi yang ujian yang engkau beri untukku hari ini." cerepat Syarif sambil megibaskan pakaiannya yang basah tumpahan minuman itu di pakaian yang dipakai saat ini.


"Maaf mas, saya tidak segaja, kerena saya juga terpeleset!!" kata Orang gadis itu dengan lembut dan sedikit takut pada Syarif.


"Ini ada Sapu tangan untuk membersikan wajahnya yang kenak minum saya." kata Gadis itu merasa tidak enak pada Syarif dan memberikan sapu tangan itu pada Pria didepan nya itu.


"Ohhh tidak masala,, nantik jalannya lebih hati-hati Jangan sampai kamu merugikan orang lain lagi. " kata Syarif santai pada Gadis itu.

__ADS_1


"Maafkan saya Mas, saya benar-benar gak sengaja." kata Gadis itu lagi.


"Hari ini aku maafkan kamu tapi untuk nanti-nantik nya jika kamu melakukan seprti ini lagi padaku,aku pasti tidak bisa memaafkan ." kata Syarif Santai pergi dari hadapan Gadis itu.


"Dia ramah tapi sedikit ketus." kata Gadis itu yang masih memperhatikan Syarif keluar dari Ruangan itu.


Gadis itu juga pergi bergabung dengan teman-temannya saat ini yang lagi menunggunya disalah Satu meja saat ini. Sampai dimeja itu gadis itu hanya berwajah Kesal saja dihadapan Sahabatnya itu saat ini.


"Lo kenapa lagi sih Na?kok manyun saja tu mulut?" tanya Hanna pada Nana.


"Gue Kesal bangat sama cowok yang baru gue taprak barusan dan gue sudah numpahin minum di pakaiannya dan wajahnya, gue juga sudah mintak maaf, tpi dia orangnya Hanya menjawab ketus saja,Kesal gue ?!" kata Nana pada Hanna saat ini.


"Siapa yang lo tabrak Na?"


"Mana gue tahu tu orang Han, gue juga gak nanya Kok." kata Nana kesal.


"Sudah Kita nikmati saja Hari ini lihat Lira bahagia dengan Si om tampan nya itu.


"Ehhh gue gak nyangka dia bakal jodoh sama Si Om tampan itu,sungguh gak gue duga Han."kata Nana lagi pada Sahabatnya itu.


"Tingal lo saja yang belum punya pasangan Na, buruan cari biar lo gak jomlo terus." kata Hanna santai.


"Kalian berdua lagi apa ?" kata Reza baru saja sampai.


"Kok baru samapai bos ?" tanya Nana


"Tadi ada sedikit kerjaan jadi aku gak bisa datang lebih awal. " kata Reza.


"Kamu mau minum Mas?" kata Hanna pada Reza.


"Elah kapan pula tu pangilan berubah kayak gitu?" kata Nana megejek mereka berdua.


"Diam mulut lo Na." kata Hanna sedikit kesel kerena mendengar ejek sahabatnya itu.


"Ya harus ganti pangilan dong Na,masa kita udah pacaran dia harus pangil saya Bos,itu pasti gak enak didengar." kata Reza santai.


"Gue cuma becanda Boss." kata Nana Santai saja.


"Za lo Lihat Zaki gak?" tanya Syarif tiba-tiba datang di hadapan mereka saat ini.


"Gue baru saja sampai Sya, belum lihat gue batanga hidung Bos dari tadi." kata Reza pada Syarif sambil memperhatikan pakaian Sepupu istri dari atasannya itu.

__ADS_1


"Itu kenapa Pakaian lo kok kotor kayak gitu, abis lap meja lo?" canda Reza pada dokter tampan itu.


"Enak saja Lo bilang Lap meja,itu tanya sama gadis disebelah cewek lo itu, ini ulah dia." kata Syarif menatap gadis itu.


"Tadi gue sudah mintak maaf Mas, masa masih di masalahkan juga sih." kata Nana sedikit takut pada Syarif.


"Jadi itu orang yang lo taprak Na?" tanya Hanna sedikit tersenyum pada Sahabatnya itu.


"Iya, tapi dia terlalu ketus jadi orang." kata Nana pelan.


"Dia itu memang seperti itua Na, jangan takut tapi hatinya baik kok, lo gak usah takut sama Kak Syarif." kata Hanna pada Nana.


"Apa yang kalian bicarakan Itu?" kata Syarif melihat Kedua gadis itu berbisik."


"Hallo,,jika jadi orang itu jika gak ngesalin napa sih, haruskah kita lapor dulu jika bicara sama kamu, gitu!! " kata Nana Sungguh kesal dengan Syarif.


"Apa yang kamu bilang, aku orang ngesalin kata mu!! " geram Syarif saat ini pada Nana.


"Sya jangan gitu sama cewek ngapa sih, lo juga ngapa gak mau maafkan dia, diakan sudah mintak maaf," kata Reza pada Syarif yang sudah terpancing emosi oleh ucapan Nana.


"Baru ini gue nemuin Gadis kayak dia." kata Syarif megerutuk sendiri.


"Sudah Sya jangan ribut malu sama tamu, lo juga tuan rumah dihari bahagia Zhidan, jangan cari ribut." kata Reza menahan Syarif.


"Kesal gue!! " helah Syarif kepada Reza.


Lain dengan pikiran Nana saat ini yang masih memperhatikan Pria tampan dihadapannya itu dengan inten dan Hatinya berkata Pada Syarif.


"Ke kenapa lagi dia ya, bingung gue sama ni orang kok bisa marah sekarang dia sama gue, pada hal tadi dia gak terlalu masalah,apa lagi datang bulan ni orang ya." kata Hati Nana saat ini yang masih menatap Syarif.


"Hai apa kamu lihat sama gue, naksir lo dengan gue, lihat gue tampan?" kata Syarif pedenya.


"Isss jangan kepedean kamu ya, sapa lagi yang suka orang kayak kamu ini." kata Nana dengan Mungkah yang sudah memerah menahan kesalnya dari tadi.


"Terus ngapain kamu menatap gue?" kata Syarif dengan santainya.


"Sapa Yang sudi lihat lo, kayak gak ada kerjan saja." balas Nana tidak mau kalah dengan Syarif.


"Hai Kamu rupanya Ngesalin juga Ya." kata Syarif tidak bisa meneruskan Kata-kata dia lagi kerena Nana bukan gadis yang mudah untuk ditindas.


,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

__ADS_1


__ADS_2