
Sorenya Lira pulang kerumah majikan ibunya saat ini cepat dari biasanya kerena ada untuk membantu ibunya dirumah besar itu, kerena selama ini majikan dia sudah baik pada keluarganya, selama ini majikan ibu Lira lah yang membantu biaya sekolah sampai dia tamat dari SMA, dan saat ini dia masih kuliah dibantu juga oleh majikan ibunya itu.
Lira saat ini baru saja sampai dirumah besar itu dengan senang bisa pulang cepat hari ini, biasanya dia sepulang dari kerja dia harus berangkat kuliah separuh waktunya.
"Ibuk Lira pulang!! " ucap Lira memeluk ibunya itu yang lagi sibuk menyiapkan hidangan yang akan dibawak kedepan untuk keluarga besar majikan bik sari hari ini.
"Kamu sudah pulang Nduk?sana ganti pakaian kamu, cepatan, setelah itu bantu ibu disini ya. "kata Buk Sari pada putri bungsunya itu yang baru berumur 22 tahun itu.
"Baiklah buk, Lira akan kekamar dulu.
"Cepatan ya Nak, ibu sangat disibuk sekali hari ini." kata Bik Sari pada putrinya itu.
"Baik Bosss!! senyuman Lira pada ibunya itu.
" Kamu ini jangan ke cicilan gitu, kebiasaan kamu ini. " kata Bik Sari lagi.
"Sudah dari sononya buk. " jawabnya santai
"Jawab terus kamu, cepatan sana ganti baju kamu, ibu tidak ada waktu ladenin kamu hari ini." kata Ibunya Lira.
"Ya sudah Aku kekamar dulu!! ucapnya sambil berjalan ke kamar nya itu.
Tidak beberapa lama Lira pergi Tari sampai dimeja makan itu mencari Lira.
"Buk,Lira belum pulang ya?aku belum lihat dia?" kata Tari bertanya pada Buk Sari.
"Sudah Nak, dia lagi dikamar ganti bajunya." jawab Bik Sari pada Istrinya Majikannya itu.
"Aku datang Kak, pasti cari Lirakan??" kata Lira memeluk Tari.
"Kamu ini gak bisa berubah-ubah sifat kamu itu Lira, sudah besar pun masih tetap kecicilan." jawab Tari sudah angap Lira seperti adik sendiri.
"Kamu bantu kakak bawak minuman ini kedepan kita hanya tamu keluarga dan teman-teman kakak dan kakak Zaki saja." jelas Tari pada Lira yang tersenyum padanya.
"Ok Bos, hari ini Adik kamu yang selalu manja ini Akan membantu." kata Lira penuh semangat.
"Dek,mana minumnya itu orang diluar pada mintak minum." kata Zhidan baru datang dari depan.
"Ya,Bang bentar biar Aku yang bawak Sama Lira saja kedepan." kata Tari mengambil Gelas yang sudah berisi minuman itu diatas mampan.
"Sudah biar Abang bantu deh!! biar cepat Dek." kata Zhidan Mengambil Mampan yang ada ditangan Tari.
__ADS_1
"Jagan yang ini,itu sama Lira saja, ini biar aku yang Bawak." kata Tari meningalkan dua orang itu yang sama-sama tidak sadar kerena Lira lagi asik menuang akan minum dalam gelas yang kosong itu.
"Mmmm, dek mana minum yang akan dibawak ?"kata Zhidan lembut bertanya pada Lira yang masih menuang minum itu.
"Ohhh ya i... ni..kak!! " kata Lira kaget melihat pria tampan yang di temuainya tadi ditoko tempat dia bekerja.
"Kamu......? kaget Zhidan.
"Kok om genteng ada disini sih?" kata Lira asal.
"Apa kamu bilang Om?" kata Zhidan sedikit Kesal pada Lira.
"Om...!!! " kata Lira menatap Zhidan.
"Sini minumannya aku bantu bawak!! " kata Zhidan mengambil minuman yang baru siap diisi oleh Lira.
Setelah itu Zhidan kedepan membawa minuman itu pada teman-temannya yang sudah mengumpulkan dirumah adiknya itu.
"Ini minumnya, gue lagi baik sekarang. kata Zhidan masih saja bete keluar dari belakang.
"Kenapa lo Idan?muka lo gak baik-baik saja seperti nya?" kata Gio menatap Sahabatnya itu.
"Ha.. ha. haaaa...!! kamu itu kenapa sih masa Zhidan yang ganteng gini dibilang Om, siapa sih berani bilang lo om?" kata Gio lagi.
"Itu ada gadis dimeja makan, kesal gue." kata Zhidan duduk di samping Gio.
"Lira ya?" ungkap Syarif.
"Mana gue tahu Sya sapa gadis itu!! " kata Zhidan masih bermungka masam.
"Itu ya orangnya!! " tunjuk Syarif pada Lira yang baru membawak dua piring kue kearah mereka.
"Benar dia. " santai Zhidan
"Lo harus sabar mehadapi tu anak, kerena dia sangat cerewet dan suka usil dan ke cicilan." kata Syarif yang satu tahun ini mengenal Lira.
"Apa peduli gue." kata Zhidan santai.
"Hai kak Syarif,ini kue untuk kalian semua, hari ini aku lagi berhati baik megantar kue enak ini untuk kakak-kakak yang geteng." kata Lira santai tersenyum menaruh kue ditangannya itu dimeja tempat duduk mereka semua.
"Ehhh ada Om ganteng juga rupanya disini!!" sapa Lira Santai tampa ada rasa bersalah.
__ADS_1
"Apa!!! ehh Dek cukup kamu bilang gue Om kedua kalinya ya." kata Zhidan kesal mintak ampun.
Gio dan Syarif dan juga Zaki Sama Reza baru saja ingin bergabung dengan mereka bertiga berdiri tidak jauh dari mereka, menyaksikan tingkah Lira pada Zhidan saat ini, mereka berempat hanya tersenyum melihat Zhidan sangat kesal pada Lira.
"Emangnya kenapa aku pangil Om, gak salah bukan, lihat saja umur kita aja sudah jauh lo Om, jadi jangan marah jika dibilang Om, memeng kenyataannya gitu kok." kata Lira acuh pergi dari hadapan Zhidan.
"Dasar ni anak,baru kali ini gue nemui cewk supir ngeselin." kata Zhidan megerutuk.
"Ha ha haaaa!! " ketawa Gio dan Syarif yang tidak bisa ditahan mereka berdua saat ini melihat Sabatnya itu menahan emosinya saat ini.
"Baru tahu lo adek ipar lo menaruh gadis yang nyebelin dirumahnya?" kata Gio tersenyum pada Zhidan.
"Sudah gak usah kesal gitu,Kira emang kayak gitu. " kata Zaki baru saja duduk disamping Syarif.
"Biar lo ada lawan untuk kesal lo." kata Reza santai.
"Ahhh lo juga sama sama tu cewek Za, mau gue lempar lo sama bantal ini." kata Zhidan Kesal.
"Elo gak tahu saja itu anak, jika lo kenal sama dia, orang asikk kok." sambung Syarif lagi.
"Kerena lo belum kenal saja sama tu anak." kata Reza santai.
"Kenapa tu cewek ada disini, tadi gue beli mainan untuk Abian, seperti nya, dia karyawan disana dehh."kata Zhidan Pada Semua orang yang ada dihadapanya itu.
"Itu toko punya gue,tadi dia sudah izin sama gue mintak pulang cepat." jawab Reza santai.
"Gitu ya."balas Zhidan sedikit diam.
"Lo kenapa diam gitu?suka lo sama tu anak? " tanya Gio lagi.
"Kalian ini kalau ngomong suka asal, mana mungkin gue suka anak tu cabe-cabean kaya gitu." kata Zhidan Acuh.
"Jangan bilang gitu, nantik jatuh cinta sama Lira baru rasa lo." kata Syarif lagi.
"Dia putri bungsu Bik Sari, gue membiayai kuliahnya, dan juga Tari mintak Lira tingal bersama kami, kerena adek lo sangat meyayangi Lira selama ini,sebenarnya dia satu kampung sama lo Idan." kata Zaki santai.
"Gak usah gitu kali,lo santai saja, dia jarang berada dirumah kok, dia separuh hari kuliah dan selajut saparu harinya bejerja ditoko gue." ucap Reza pada Zhidan.
"Dia tidak bakal ganggu elo Idan." kata Gio sambil menahan tawanya kerena Zhidan sudah menahan emosinya dari tadi.
******************
__ADS_1