MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Nasehat para sahabat


__ADS_3

"Lo harus juga Idan, sampai kapan lo akan larut dalam masa lalu yang akan membuat lo selalau megenangnya, itu tidak akan membuat dia bisa kembali lagi pada lo,iklaskan itu Idan, sudah saatnya lo untuk mengikhlaskan Mekar, biar dia pergi dengan tenang." kata Syarif menatap sepupunya itu.


"Gue selalu akan berusaha Zya. " kata Zhidan sendu.


"Ini kenapa?ada yang gue tidak tahu?apa yang elo sembunyikan dari gue selama ini Idan ?" tanya Gio tidak tahu tentang Zhidan.


"Maafkan gue,selama ini gue gak pernah cerita pada siapapun tentang gue, cukup hanya gue yang merasakan ini semua, bertahun-tahun gue menahan diri, dan bergelut dengan perasaan sedih gue sendiri. " ungkap Zhidan menatap jauh ke awang-awang.


"Kenapa lo gak pernah cerita sama kita selama ini,apa berat lo untuk mengatakan itu pada kita?bertahun-tahun lo nyemuyikan ini dari gue,tidak pernah lo sekali saja untuk berbagi kesakitan itu sama gue!! teman seperti apa kita idan ?" kata Gio menatapnya.


"Maafkan gue Gio selama ini aku semuyikan ini semua dari kalian, kerena gue tidak ingin kalian merasakan kesedihan gue juga, sungguh menyakitkan Gio bagi gue, sampai sekarang kejadian itu tidak pernah lupa di pikiran gue meregut nyawa orang yang sangat gue sayang dan gue cinta." tangis Zhidan pecah juga dihadapkan sahabatnya selama ini yang selalu mengerti dia, yang membantu dia.


"Hari ini gue akan mencoba untuk melupakan dia,agar dia bisa tenang disana, kerena Mekar memintak gue melepaskan dia dihati gue, gue belum bisa!!! hik.. hik, gue rapuh Gio, gue sedih, gue tidak bisa melepaskan dia dihati gue, dia wanita satu-satunya yang bersemai dihati ini, sampai kapanpun gue tidak akan bisa melupakan dia." kata Shidan sangat sedih menagis sambil memeluk lututnya.


"Maafkan gue, selama ini gue gak pernah Tahu bahwa lo membawah luka yang pahit, itu sangat sulit untuk lo selama ini." kata Gio juga merasakan apa yang dirasakan oleh sahabatnya itu, sungguh sakit dan menahan rasa yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


"Saatnya lo untuk bangkit Idan,lo gak bisa terus-terus kayak gini, lo butuh melanjutkan hidup lo, masa depan lo masih panjang, jangan lo selalu terpuruk oleh Kejadian saat itu,iklaskan mekar, sudah cukup bagi lo untuk megenangnya selama bertahun-tahun." kata Syarif mengingatkan Sepupunya itu.


"Gue akan mencoba itu,hari ini Tari memberi tahukku tentang Mekar Sya, kerena dia bertemu dengan Mekar selama komanya, Mekar yang menujukan jalan pulang untuk adik kita, tapi dia berpesan pada Tari agar aku bisa melupakan dia,dia ingin tenang disana, Tari bilang tidak ada wajah kebahagiaan yang terlihat diwajahnya,dia sangat menderita kerena gue selama ini yang tidak bisa mengiklankan dia." jelas Zhidan pada kedua temannya itu.


"Itu ada benarnya juga Idan,Mekar memintak elo untuk melupakan dia, kerena mungkin dia juga ingin melihat lo hidup bahagia disini, kerena jalan kalian sudah berbeda, dia tidak akan bisa kembali lagi." kata Syarif menepuk punggung Sepupunya itu dengan lembut.


"Berjuang alah Idan, gue rasa lo bisa,lo harus mulai membuka hati elo untuk gadis lain, agar nama itu bisa tergantikan dihati lo." kata Gio menatap Sahabatnya itu.


"Gue akan berusaha Gio, untuk itu semua." sendu Zhidan.


"Cobalah!! pasti kamu bisa." kata Syarif lagi


"Terimakasih banyak, kalian mengerti gue." balas Zhidan.


"Jangan ngomong seperti itu Idan, lo teman kita." jawab Gio.

__ADS_1


"Yok kita makan dulu Gio, nantik bibik marah jika tidak memakan hidangan yang sudah bibik siapkan." Ajak Syarif mengajak Gio untuk memecahkan suasana mereka saat ini.


"Ya sudah kita kemeja makan sekarang!! lo mau makan lagi gak ?" kata Gio mengajak Shidan.


"Gak,, elo aja gue masih keyang. " jawab nya singkat.


"Ya sudah lo temanin kita aja, ayok !!"kata Syarif.


Kalian aja makan sana!! gue nonton disini saja,makanlah dulu Gue tungguin kalian disini. " kata Zhidan santai.


"Ya sudah jika begitu, kita makan dulu." kata Syarif berjalan kerah dapur.


Lama Gio dan Syarif berada dimeja makan itu, kerena Gio juga ingin tahu cerita tentang sahabatnya itu dari Syarif sebagai sepupu Zhidan, pasti dia tahu tentang kejadian Zhidan dan Mekar.


Syarif bercerita tentang sepupunya itu pada Gio,dia sudah sangat kasihan melihat Zhidan selama ini menderita menahan rasa sakit kehilangan orang yang sangat disayanginya,lama Zhidan terpuruk, seperti orang gila, saat tahu ,saat itu kekasihnya meningal kerena kecelakaan akibat ditabrak oleh Mobil rem blong saat itu Zhidan dan Mekar bergoncengan hendak kesekolah mereka pagi itu.


Namun disaat Zhidan bangun dari koma,dia dihadapkan dengan kenyataan pahit, dia kehilangan kekasihnya selama ini selalu bersama.


"Gue gak nyangka Zhidan bisa bisa sekuat itu Sya,gue saja mendegar ini semua, rasanya gak bisa untuk gue menahan sendiri." ungkap Gio sendu, merasakan apa yang dirasakan oleh Sahabatnya selama ini.


"Seperti itu keadaan yang sebenarnya,Zhidan menahan kesedihannya sendiri tampa mau berbagi cerita sama siapa saja,kamipun sebagai saudaranya hanya bisa diam, tidak mengungkitnya kejadian itu, kerena takut Zhidan akan terpuruk seperti dulu lagi, lama untuk puli dia saat itu." Kata Syarif bercerita tentang Sepupunya itu pada Gio.


"Ya suda, kita keluar yok!! " Ajak Gio lagi setelah selesai makan.


"Ayok, nantik itu anak nyari."kata Syarif bangkit dari tempat duduknya.


Sampai di rungan santai itu Zhidan tidak ada, membuat Mereka berdua bingung.


" Kemana tu anak ya?" tanya Gio bingung.


"Kita nyatai diteras depan saja sambil ngopi saja, gue juga ada yang igin gue bahas tentang rumah sakit sama lo. " kata Syarif santai dan beranjak pergi kedapur lagi untuk membuat Kopi untuknya dan Gio.

__ADS_1


Gio dengan santainya berjalan kearah teras rumah Zhidan saat ini,Gio malah melihat Zhidan lagi melamun di bangku taman depan rumahnya itu.


"Lo disini Idan, gue sangka lo dikamar." kata Gio berdiri teras rumah.


"Eehh lo, udah siap lo makan ?


"Uda, baru saja,gak usah dipikir lagi, gue gerti perasaan lo saat ini Idan, tapi saran gue,lo jangan terus-terusan seperti ini mikir juga hidup elo,gak mungkin elo akan menunggu orang yang tidak akan bisa kembali lagi pada lo,kerena dia sudah beristirahat dengan tenang dialamnya." kata singkat Gio, agar sahabatnya itu bisa berpikir lebih luas lagi, dan tidak akan terpuruk oleh satu kejadian.


"Nah, kopinya sudah siap,elo kenapa lagi Idan,duduk kayak ayam akan mati esok aja lo?sudah lupakan itu semua, gue berdoa buat elo agar ada gadis yang baik untk mengartikan Mekar dihidup lo." kata Syarif.


"Diam mulut lo Sya, Lama-lama gue tabok juga pakai Sendal ini, bikin gue kesal aja tu mulut." kata Zhidan pada Sepupunya itu.


"Isss marah,gak relah lo,apa lo gak ingin nikah,?apa lo ingin tua perjaka samapai lo tua nantik?jangan gila lo ya!! lo harus mikir tu orang tua elo juga ingin lo itu hidup bahagia sama saat ini seperti adek kita, lihat Mereka bahagia dengan kekuarganya, lo arus belajar dari masa lalu Zhidan.!! " kata Syarif mengerocos tak berenti ngomong jika sudah kesal.


"Bisa diam gak mulut tu!! " kata Zhidan lagi.


"OK,gue diam Puas lo!! " kata Syarif lagi.


"Sudah jangan ribut, tadi lo mau bilang apa Sya,kata mau bahas rumah sakit?" tanya Gio pada Syarif.


"Besok ada aalat medis yang gue pesan dari luar kerena alat dirumah sakit kita kurang lengkap dan memadai, ya gue harus sediakan itu, agar kita lebih mudah untuk merawat pasien yang membutuhkan alat itu." jelas Syarif


"Ya gue gak masalah Sya lo mau pesanan apa untuk keperluan rumah sakit itu, semuanya itu bukankah sudah gue serahkan sepenuhnya pada lo, jadi terserah elo, elo yang bertanggung jawab sekarang." kata gio santai.


"Gue mana enak jika gak bicara dulu sama lo, apa-apa nantik jangan samapai gue yang disalahkan.


"Gue sudah meyerahkan itu semua pada lo, jadi terserah lo untuk kebaikkan Rumah sakit itu." jawab Gio .


Perbincangan mereka bertiga malam ini sangat seru,akhirnya mereka bertiga bisa berbagi cerita bersama sebelum Gio kembali pulang kerumhanya.


************

__ADS_1


__ADS_2