MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Berdebat tiga sekawan


__ADS_3

"Keluar lo dari ruangan ini." kata keno cepat.


Didit dengan cepat keluar dari rungan itu, kerena saat ini dia tidak bisa melawan karena selangkangnya masih terasa sakit kerena tendangan maut Lira barusan.


"Gue tidak akan diam ya, cam itu.!! " ancam Dimo sebelum pergi.


"Apa lo,masih ngacam kita lo!! apa lo mau mati." kata Keno lagi.


Dengan cepat Dimo keluar dari ruangan itu tampa melihat dua orang itu lagi dia dengan sedikit susah berjalan keluar dari ruangan tempat belajar Lira.


Lira ikut masuk meyusul kedua temannya yang ada diruangan itu.


"Keno, Dudit lo berdua gak apa-apakan?" tanya Lira pada temannya itu.


"Kita gak apa-apa kok Ra, lo gak terluka olehnya kan?" tanya Dudit kembali padanya.


"Aku gak apa kok."


"Syukur lah lo gak apa, kita senang bantu lo, untung saja kita cepat datang kalau gak entah apa terjadi pada lo." kata Keno melihat pada Temanya itu.


"Untung saja gue bisa terlepas dari cengraman tu orang, kesal bangat gue pokoknya tu sama anak." kata Lira kesal.


"Sudah lo harus menjauh dari dia,sagat bahaya dia bagi lo." kata Dudit lagi.


"Makasih ya kalian berdua bantu gue." kata Lira.


"Sudah jangan dipikir, sudah tugas kami sebagai laki-laki melindung lo." kata Keno.


"Hai kalian lagi apa sih ,kok tentang kaya itu,? apa yang terjadi?tanya Mila baru saja datang dengan membawa beberapa cemilan ditangannya.


"Lo kemana saja Mila, lihat tu teman lo hampir saja dilecehkan oleh si berandal itu." kata Dudit kesal.


"Gue cari cemilan keluar bentar,mana gue tqhu akan terjadi begini, tapi lo gak apakan Ra?" nanyanya kembali pada Sahabatnya itu.


"Gue gak apa kok, gue baik-baik saja." kata Lira tersenyum pada ketiga teman sejurusannya itu.


"Maafkan gue dehh,sudah ninggalin lo sendiri disini, gue juga gak tahu bakal kejadian kayak gini Ra!! " kata Mila sangat menyesal meningalkan Lira disini sendirian.


"Sudah, lupakan La, gue gak apa-apa kok, lo jangan merasa bersalah gitu."kata Lira pada Mila.


"Ya sudah, kita makan cemilan ini dulu, gue banyak beli ni cemilan, lo berdua juga Makan ini." kata Mila megasih kan satu bungkusan untuk keno dan Dudit.

__ADS_1


"Terimakasih banyak Mila lo baik banget hari ini, ada angin apa ni?" kata Keno lagi.


"Anggap saja itu,bayaran untuk kebaikkan kelian berdua." santai Mila bicara sudah biasa Seperti itu pada kedua teman laki-lakinya itu.


"Lo kemaren kemana Sih Ra,kita berdua gak lihat lo datang kekampus semalam?"


"Ngapain gue datang, bukankah tidak ada jam mata kuliah kita semalam,dan juga gue ada acara ditempat majikan ibu gue." jelas Lira pada kedua temanya itu.


"Pantas saja gak datang"ucap Didit sedikit paham apa yang dikatakan oleh Lira.


Sudah beberapa Jam berlalu akhirnya jam kuliah mereka selesai juga dijam 9 malam, Lira pulang Diantar oleh Mila sampai dirumah Majikan ibunya itu dengan Motor bebeknya milik Mila itu.


"Lo gak Mampir dulu Mil?Kata Lira saat sudah turun dari motor temanya itu.


"Gue langsung pulang saja Ra, ini sudah sangat malam, gue juga gak mau Ayah dan ibu gue nunguin gue." kata Mila.


"Terimakasih banyak ya lo sudah ngantar gue."kata Lira berterimakasih pada sahabatnya itu.


"Iya!! gue balek ya, sampai jumpa besok, daaa. " kata Mila meningalkan Lira yang masih berdiri diluar pagar rumah mewah itu.


Setelah Mila tidak terlihat lagi Lira langsung masuk kedalam rumah besar itu lewat pintu samping rumah itu.


Sampai didalam kamarnya Lira menghempaskan tubuhnya dikasur empuk itu, tidak lama Buk sari datang, melihat putri bungsunya itu terbaring diatas kasur tampa membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.


"Lira Capek sekali buk, hari ini jam kuliah Lira sangat padat." kata Lira masih sadar sedikit sambil menjawab perkataan ibunya itu.


"Mandi sana dulu Nak, tidak baik anak gadis kayak gitu." suruh buk Sari lagi.


"Besok saja buk, Lira sangat megantuk." kata Lira yang sudah sangat megantuk.


"Jangan tidur duluan Lira, kamu belum makan malam." kata Buk Sari lagi.


"Lira gak lapar buk,mata kira tidak bisa ditahan lagi buk." kata Lira sudah hilang kesadaran yang kerena tidak bisa menahan kantuknya lagi.


"Dasar ni anak pemalas." kata Buk Sari mengelengkan kepalanya melihat tingkah anak gadisnya itu.


Lira tertidur dengan Nyamannya diatas kasur empuk miliknya itu, sampai pagi tampa membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.


,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


Lain di rumahnya Zhidan saat ini Gio datang kerumah itu untuk menemui kedua orang tua sahabatnya itu untuk membicarakan apa yang siang tadi mereka sudah bahas,setelah selesai Gio menyampaikan maksud kedatanganya kepada Ayah dan ibu Zhidan saat ini,kerena kedua orang tua Zhidan juga tidak bisa menolak apa keinginan Gio, kerena Gio juga seprti anak bagi mereka.

__ADS_1


"Zhidan Kamu kapan lagi nikah nak, itu Gio sudah akan melamar Ajeng dalam minggu ini, kamu juga harus mencari pendamping hidup kamu Nak, akan sampai kapan kamu harus hidup melajang? " tanya Buk Mai pada putranya itu lagi.


"Belum ada Gadis yang kecantol buk, jadi jangan ibu pikirkan itu lagi." kata Zhidan menjawab santai.


"Kamu ini, benar apa yang diucapkan ibukamu itu Nak, mau sampai kapan kamu sendiri, lebih baik kamu menikah,umur kamu itu sudah kepala tiga. " kata Pak Rahman pada anak laki-laki nya itu.


"Yah jangan bahas itu lagi ya, kerena Aku belum menemukan gadis yang tepat untuk Zhidan Jadikan istri." kata Zhidan menjawab kembali.


"Apa mau ayah carikan Jodoh untuk kamu Nak?" kata ayahnya itu.


"Gak usah ya, Zhidan akan menikah dengan gadis yang Aku suka ya, mungkin saat ini Aku belum menemukan gadis yang tepat Yah. " kata Zhidan santainya.


"Terserah kamulah Nak, ayah hanya ingin yang terbaik untuk diri kamu nak." kata Ayahnya kembali.


"Pasti Zhidan akan menikah Yah, tapi bukan sekarang, mungkin belum waktunya yah."jelasnya pada Kedua orang tuanya itu.


"ya sudah Ayah kedalam dulu, kelian berdua bicaralah." kata Ayahnya itu masuk kedalam kamar bersama ibunya saat ini kerena waktu sudah malam.


"Lo gak pulang ?" kata Zhidan megusir Sahabatnya itu.


"Lo ngusir gue?dasar lo ya. " kata Gio kesal pada Temanya itu.


" Terus ngapain lagi lo disini Gio, urusan lo sama bokap gue sudah selesai." kata Zhidan Dengan santainya pada Gio adalah bos dan sahabatnya selama ini.


"Bentar lagi ya, gue lagi malas bawak mobil, gue nginap disini saja ya, malas gue pulang." kata Gio santai.


"Dasar Lo!! "


"Untuk malam ini saja, gue sudah lelah Idan." kata Gio sedikit lemas.


"Hai kalian lagi ngapain. " Sapa Syarif juga baru datang kerumah Zhidan.


"Lo juga ngapain kemari, lo punya Apartemen, ingin nginap lagi disini lo Sya?" tanya Zhidan pada Sepupunya itu.


"Gue ngutusin nginap malam ini disini, besok gue gak ada jam jaga diruamah sakit." kata Syarif menjawab kata sepupunya itu.


"Lama-lama rumah gue jadi tempat penginapan oleh kalian berdua."kata Zhidan tampa Sala sedikit saja.


"Jangan pelit gitu ngapa sih Idan, lo kan tahu kita hanya punya saudara lo,ya hanya kesini lah tempat kami mengadu, iyan Kan Gio!! " kata Syarif Kompak dengan Gio.


"Betul tu Sya yang lo katakan itu." santai Gio menjawab kata Syarif.

__ADS_1


Zhidan tidak bisa bicara apa lagi jika mereka berdua sudah kompak gitu, sulit untuk megusirnya dari rumahnya saat ini, terpaksa Zhidan mengikuti kata Kedua sahabatnya itu, apa lagi Syarif sepupunya dari kecil mereka selalu bersama.


***************


__ADS_2