MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Bercerita


__ADS_3

Sudah sudah satu minggu berlalu, akhirnya Tari mulai pulih,hari ini Zaki sudah benar-benar sembuh dari kelumpuhan yang menipanya sebulan yang lalu kerena kejadian yang tidak diinginkannya itu, membuat istrinya dan putra ikut merasakan apa yang diperbuat oleh mantan kekasihnya.


"Mas aku ingin melihat putraku!! " kata Tari setelah pertama kali dia melihat putranya pas baru sadar dari komanya.


"Kamu harus sabar ya,sebentar lagi kamu sudah boleh pulang,jadi kamu bisa puas bermain bersama Abian." kata Zaki yang sudah dikasihnya Nama untuk putranya itu.


"Aku merinduinya Mas,sudah seminggu ini aku tidak berjumpa denganya." kata Tari lagi


"Kita tidak bisa membawanya ke sini,ini rumah sakit sayang." kata Zaki memberi pengertian pada istrinya itu.


"Kenapa Aku tidak pulang saja Mas,saat ini tibuhku sudah membaik tidak selemah seperti hari- hari kemarin."kata Tari tidak mau lagi dirawat dirumah sakit itu.


"Tunggu satu minggu lagi ya, baru kita pulang." kata Zaki lembut.


"Ya sudah,tapi seminggu ini saja aku disini, aku sudah bosan disini." kata Tari sedikit tidak semagat.


"Sayang maafkan aku sudah membuat kamu seperti ini, ini salahku kerena Serly kamu jadi seperti ini.", kata Zaki meyesal pada istrinya itu.


"Itu bukan salah kamu juga mas, kerena Serly yang tidak bisa menerima ini semua,dendam dan rasa sakit hati, cemburunyalah dia melakukan ini semuanya." kata Tari menjawab lembut pada suaminya itu.


"Aku tidak bisa menjaga kamu dengan baik Sayang, maafkan aku."ungkap Zaki lagi.


"Sudah amad!! itu sudah berlalu mas jangan ungkit lagi, saat ini kita bisa bersama lagi dengan Abian dan keluarga kita." kata Tari Megusap pipi suaminya yang lagi menatpnaya itu.


"Terimakasih kamu kembali untuk kami,jika kamu pergi apa aku bisa menjalankan hidupku tampa kamu di sisiku." kata Zaki lagi


"Pada akhirnya kita bisa bersama Mas." kata Tari singkat.


"Mari kita sama memperbaiki diri kita dari kejadian yang menimpa kita." kata Zaki lembut mencium tangan istrinya itu.


"Mas kenapa aku bisa ada di negara ini? tanya Tari pada Zaki.


" Aku juga tidak tahu,dari awal aku sangkah kamu sudah tiada, kerena aku salah paham pada Reza saat itu dia akan menjelaskan kamu pergi bersamaku putra kita kesini, saat itu diriku dengan cepat memotong penjelasan Reza, aku menyimpulkan dengan cepat saat itu bahwa kamu sudah tidak ada."kata Zaki.


"Apa selama itu aku koma Mas?",


"Iya, satu bulan lebih,Gio Zhidan dan Ajeng mengurus kamu disini,mereka tidak menigalkan kamu sedikit saja, Gio bolak balik dari tanak air kesini." kata Zaki menjelaskan itu semua pada Istrinya itu.


"Kasihan mereka, sibuk mengurusku." kata Tari merasa tidak enak sama mereka semua.


"Jangan pikirkan itu lagi mereka iklas melakukan itu, kerena mereka perduli dan menyayangimu sebagai adiknya." kata Zaki lembut dan tersenyum pada istrinya itu.

__ADS_1


"Aku sangat beruntung memiliki mereka, selama ini dia selalu ada untuk aku Mas,aku senang." kata Tari.


"Aku juga bersyukur pada Yang kuasa sudah mengembalikan kamu lagi padaku,disaat kamu sudah dinyatakan meningal aku tidak bisa berpikir jernih lagi,aku benar-benar takut,aku benar-benar tidak bisa menerimanya,hari itu aku baru saja sampai disini,dengan kenyataan yang cukup pahit yang harus aku dengar." kata Zaki menjelaskan pada istrinya itu.


"Apa benar aku sudah dinyatakan begitu mas? tanya Tari begitu kaget dan Bingung dengan Ucapan Zaki kerena dia baru tahu bahwa dirinya sudah dinyatakan meningal.


"Itu benar Sayang,aku tidak bisa mau meyimpan ini semua." kata Zaki lagi.


"Tapi aku sangat beryukur pada dia yang sudah menyuruhku untuk kembali,dimimpiku saat itu aku bertemu denganya,wajah cantik itu berbicara lembut padaku."kata Tari tampak tersenyum diwajah cantiknya.


"Boleh aku tahu diapakah orang yang kamu maksud itu.


"Mungkin saja dia pelantara maikat untuk tidak jadi mencabut nyawaku,dan dia j


kerena dia juga aku bisa kembali lagi pada kamu." kata Tari jujur.


"Akun ingin tahu siapa yang kamu maksud itu, apa kamu mau memberi tahu aku." kata Zaki. lagi.


"Dia adalah mbak Mekar Mas, aku tidak sangkah dia datang untuk menemuaiku, disaat aku bingung saat aku sendiri berada dipandang luas tidak ada siapapun disana,Mbak Mekar datang bilang padaku bahwa disana bukan tempatku, belum waktunya aku disana, kerena masih banyak orang yang meningguku." jelas Tari pada Zaki menceritakan apa yang ada didalam komanya itu.


"Benarkah itu sayang." kata Zaki sangat terharu pada cerita istrinya itu.


"Tapi saat itu aku megajaknya untuk kembali bersamaku, dia tidak mau, kerena dunia sudah berbeda dunia dengan aku, dia menujukan jalan aku pulang saat itu,setelah itu dia hilang Dikabut tebal itu. " kata Tari lagi.


"Mungkin itu sudah jalannya dia, kerena waktu kamu disini masih bersama kami sayang." kata Zaki lagi sungguh terharu mendegar ungkapan dari istrinya itu.


"Sekarang kamu istirahatlah, sudah waktunya kamu untuk istrahat,nantik aku akan membangunkan kamu pas waktunya minum obat." kata Zaki membantu istrinya itu untuk berbaring kembali di tempat tidur itu.


"Terimakasih kami sudah menemani aku Mas, aku senang kamu bisa bersamaku disini." senyum Tari bahagia kerena dia masih diberi hidup kedua kali untuk bersama orang yang sangat disayanginya.


Setelah Tari tidur Zaki kembali memegang Leptopnya, yang sudah satu bulan ini tidak bisa melakukan kegiatan biasanya dilakukan itu.


Zaki melihat laporan data dari perusahaannya yang dikirim oleh Reza sambil menunggu Istrinya itu bangun dari tidurnya itu.


Saat Zaki sedanga asik dengan pekerjaanya saat ini Zhidan datang,dengan pelan Zhidan membukak pintu dan dia masuk kedalam ruangan rawat Adiknya itu,Zhidan tahu saat ini adiknya lagi istirahat.


"Sibuk lo Zak?" sapa Zhidan pada Suami adiknya itu.


"Eh lo Idan,kapan datangnya lo?" kata Zaki sedikit kaget.


"Elo yang terlalu serius dari aku datang melihat leptop lo itu." kata Zhidan santai.

__ADS_1


"Lo dari mana?tumben pakai pakaian kantor lo?" kata Zaki lagi.


"Gue baru siap miting dengan rekan bisnis didekat dini, jadi gue sempatkan mampir kesini dulu." jawab Zhidan santai.


"Gitu ya!! "


" Bagai mana dengan keadaannya sekarang Zak?" tanya Zhidan pada suami adiknya itu.


"Dia sudah cukup membaik sekarang, seminggu lagi Tari sudah bisa keluar dari rumah sakit ini, dia juga sudah bosan ingin pulang, dia juga sudah meridukan Abian saat ini." jelas Zaki pada Zhidan.


"Kamu harus bisa membujuknya untuk dirawat seminggu ini disini,biar dia benar-benar pulih." kata Zhidan.


"Mungkin dia mencemaskan putra Kami idan,dia sudah merasa tidak enak merepotkan kalian semua." kata Zaki santai.


"Lo harus sabar menemani istri lo, aku yakin kalian akan hidup bahagia setelah apa yang terjadi sebelumya." kata Zhidan.


"Semoga saja kami bisa hidup bahagia dengan Adik lo, tampa ada halangan lagi di Keluagaku." jawab Zaki santai.


"Bersabarlah Zak!! "kata Zhidan Menepuk lengan temannya itu lembut.


"Terimakasih banyak lo masih percaya pada gue untuk menjaga Adik lo." kata Zaki lagi


"Santai bro, gue tidak akan pernah bisa melarang adik gue untk bahagia, kebahagiaannya adalah disisi lo Zak, gue harap lo bisa membahagiakan dia untuk seterusnya."


"Gue janji akan selalu membahagiakan dia,gue tidak akan pernah bisa jauh darinya." kata Zaki tersenyum pada Zhidan.


"Jagalah adik gue, dan sayangi dia seperti apa gue meyayanginya." kata Zhidan lagi.


"Gue akan selalu menjaganya, lo gak usah kwatir." kata Zaki


"Ya sudah gue harus kembali ke perusahaan, kerjaan gue sudah bertumpuk sebulan ini tidak bisa mengerjakan dengan baik, kita pada sibuk megurus Tari disini." kata Zhidan Ingin menigalkan ruangan itu.


"Eh tunggu di ku lo main pergi aja!! "cegah Zaki .


" Apa lagi Sih Zak?" lo ini kebiasaan tidak bisa lihat gue pergi dengan tenang ya,apa mau lo?" kesal zhidan pada Zaki.


"Lo jika kesini lagi lo carikan gue cemilan gitu kek,gue juga merasa lapar jika gak ada yang dimakan." ujarnaya


"Ya nantik gue cariin,gue pergi dulu." ucap Zhidan meningalkan ruangan itu.


**************

__ADS_1


__ADS_2