
"Eeeeh tunggu mau kemana Si kak, makan malam dulu disini,aku akan siapkan makan malamnya dulu,jangan bergerak dari meja makan ini."kata Tari pada Reza.
"Tapi nona saya gak enak." kata Reza lagi.
"Ini bukan dikantor kak, ini dirumahku,jadi gak ada yang bisa membantah ucapanku. " kata Tari apa adanya.
"Baiklah jika begitu." kata Reza tidak bisa megikuti keinginan Wanita hamil didepanya saat ini.
"Kak, kok bisa sebanyak ini sih beli Mi nya siapa yang makan ini?" kata Tari bingung ada 6 bungkus mi diatas meja itu.
"Tanya saja pada tuan Nona!! " kata Reza Berbisik pada Tari.
"Dia itu tidak mendengarkan aku bilang nama Mi tek-tek, pada hal muda sekali mengingatnya kak." kata Tari lagi pada Asistennya suaminya itu.
"Mungkin saja suaminya Nona itu lagi gak pokus atau terlalu cuek kali!! " kata Reza lagi.
"Kalian berdua lagi bicarakan aku aku ya!? " sahut Zaki pada kedua orang itu.
"Gaka usah merasa gitu Mas,belum tentu orang bilang kamu. " balas Tari santai, pada hal memang betul lagi membicarakan suaminya itu.
"Ayok kita Makan,kamu jga duduk Za, kita makan sama-sama hari ini."Kata Zaki lagi pada Kedua orang yang ada di depannya itu.
"Tingtong..... tingtong..!! " bunyi Bel rumah itu berbunyi.
"Sayang siapa yang datang ya?" kamu makan saja Mas biar aku Yang Lihat." kata Tari santai ingin berjalan keluar namun Zaki mencegahnya.
"Kamu duduk saja, kamu berjalan sudah susah begitu, biarkan aku saja yang bukak pintunya." Zaki perhatian pada istrinya itu.
Zaki meningalkan Tari dimeja makan bersama Reza lagi, sampai dipintu Zaki sedikit kaget kerena Ada shidan dan Gio juga Ajeng dan Syarif bersama mereka.
"Kok kalian bisa barengan kayak gini? "tanya Zaki pada keempat manusia itu.
"Sialan Lo suruh orang masuk dulu kek, ini nyosor aja Lo."kata Zhidan Selalu begitu pada Zaki, selama ini mereka sangat dekat.
"Ya sudah ayok masuk, kita makan yok sekalian kalian juga ada disini." kata Zaki pada keempat Orang itu.
"Ini Ma langkah Yang bangus kita saat samapai ni Gio, ayok kita makan aku juga sangat lapar jiga ni."kata Syarif acuh melangkah kemeja makan.
Mereka langsung kemeja makan saat ini Tari lagi menarok lauk yang di masaknya tadi sore diatas meja dan dibantu oleh Reza megiapkan piring.
"Hai Dek!!" sapa Zhidan pada Adiknya itu.
__ADS_1
"Abanga kapan pulangnya, kok Tari gak tahu? kata Tari kaget.
"Baru nyampai, besok Abang ada kerjaan disini sadikit." kata Zhidan Duduk dikursi.
"Ini enak bagat Ikan rica-ricanya ni Dek, sudah lama kami gak mkan masakan kamu. " kata Syarif sudah tidak sabar lagi ingin makan.
"Itu apa Dek yang dibukusan itu?" tunjuk Gio lagi pada Tari.
"Ohhhh ini mi goreng,Tadi aku pesan ini sama Mas Zaki, apa kak Gio ingin makan ini biar Tari ada teman makannya,enak lo kak,selagi hangat Ayok dimakan." kata Tari lagi pada Gio.
"Mau dong Dek sebungkus saja." kata Gio ingin memakan Mi goreng itu yang mengugah seleranya kerena harum Mi itu bikin Gio ingin memakannya.
"Aku juga dong!!" Kata Ajeng juga memintak Mi goreng itu.
"Jika jumpa Mi tek-tek jangan dimakan ya, itu untuk aku." kata Tari ingin memakan Mi itu lagi.
"Ok baiklah Kita makan sekarang!! " Ajak Zaki pada semuanya.
"Kamu bukak saja Mi nya Ta, biar mereka juga makan sama nasi mereka sekalian biar habis tu kata Zhidan.
"Baiklah Tari bukan saja ya!! kata Tari lebih semagat.
"Sekarang kamu juga makan Saayang, sini biar aku saja yang bukak,saatnya kamu makan Minya nantik Mi dingin lagi, jadi gak selera lagi makannya."kata Zaki lebih perhatian pada Tari saat ini.
"Sudah kita makan Mas!! " ajak Tari pada Suamainya itu.
"Iya!! "kata Zaki tersenyum senang pada istrinya itu, menikmati Mi yang dibelikannya tadi.
"Kamu mau Mas, ini enak lo kamu coba saja sedikit!! " suap Tari pada Suamainya itu
"Gak!! aku makan nasih saja sayang kamu saja yang makan." tolak Zaki
"Rasa dulu sikit kenapa sih Ahhh!!! " kesal Tari pada Suamainya itu.
"Kamu itu nurut saja kenapa Sihhh Zak!! " kata Gio.
"Bukan aku gak mau, tapi terlalu bayak yang aku makann Gio." kata Zaki yang tidak pernah makan jajanan pinggir jalan.
"Ayoklah Satu sendok saja Mas. " rengek Tari lagi.
"Cuma satu sendok saja mencoba Zak, lihatlah betapa inginnya wanita hamil itu agar istrinya ingin melihat suamainya makan Mi."kata Syarif lagi.
__ADS_1
"issey kalau tega bangat Tuan biarkan dia meyuapai Mi itu,angap saja itu keinginan anak Tuan." kata Reza seadanya saat ini.
"Baik,, Aku akan memakan Mi itu, tapi satu sendok saja." kata Zaki sedikit ragu membukak mulutnya.
"Ayok buka mulutnya biarkan aku suap . "kata Tari sambil meyedokan Mi itu ke mulut Zaki.
Zaki dengan pelan megunyah Mi itu, Zaki baru tahu rasanya Mi itu, kenapa istrinya itu suka kali mkan Mi tek-tek itu.
"Enak kata Zaki!! " reblek berkata begitu pada istrinya itu.
"Apa kamu masih jijik memakan makanan pinggir jalan?"tanya Tari pada suamainya itu.
"Kerena aku belum terbiasa saja Sayang." kata Zaki lembut.
"Tak semua keamanan pinggir jalan itu tampak jorok, kamu melihat sendiri bagai mana bapak itu memasak Mi ini dengan kebersihan tempat dagangannya itu." jelas Tari pada Zaki.
"Ayok dimakan lagi, jangan bicara terus, entar gak abis-abis Mi kamu itu." kata Zaki lagi
Mereka semua makan dengan saling becanda dimeja makan itu,malam ini makan malam yang sangat tidak diduga bahwa malam ini mereka akan berkumpul disini.
"Kami bantu Tari berkemas piringnya dulu sini Jeng, kami akan keluar dulu." kata Gio yang sudah siap makan begitu juga dengan yang lain saat ini berkumpul di ruang Tengah rumah itu samabil berbincang.
"Ok, calon imamku!! " kata Ajeng pada Gio.
"Sudah aku kekuar dulu ya." kata Gio meningalkan kedua wanita cantik itu dimeja makan.
"Hai mbak, apa kalian sudah baikan? "kataTari
penasaran pada Hubungan Gio dan Ajeng saat ini.
"Sama seperti biasa, aku belum sempat bicara dengan dia Ta,aku sedikit ragu akan bilang itu pada Gio."jelas Ajeng pada Tari.
"Kok gitu sih mbak, usahakan mbak ngomong padanya, biar hubungan kalian berdua itu bisa lebih seriusan lagi, bukan status gak jelas ini terus yang harus kamu harapkan dari Kak Gio." kata Tari,ada rasa kesalnya pada Ajeng saat ini.
"Aku takut Ta,dia akan menolak keinginan aku Selama ini."kata Ajeng sedikit cemas.
"Gak ada salah mbak mencobanya dulu, aku salalu dukung Mbak kok!! " kata Tari memberi semagat pada Ajeng.
"Lilat nantilah Ta, aku masih pikirkan dulu baiknya kayak mana." kata Ajeng agak sedikit sendu.
"Sudah jangan pikirkan lagi ayok kita kedepan, dan bantu aku bawa kopinya Mbak!! " kataTari lagi.
__ADS_1
"Ok !! nyoya Zaki." kata Ajeng senang melihat Tari sudah bisa bahagia dengan Zaki saat ini.
***************