MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Mencari Gaun untuk Lira


__ADS_3

Ke esokan harinya Semua keluarga Zaki akan menghadiri pernikahan Gio dan Ajeng Di gedung hotel milik Gio, hari ini Tari dan zaki akan berangkat cepat karena Ajeng ingin Tari mendampingi sebagai teman dan adik bagi Ajeng selama ini, hubungan baik yang terjalin antara Ajeng dan Tari membuat mereka berdua selalu dekat, apa lagi putra Tari sangat dekat dengan Ajeng dan Gio.


"Sayang apa kamu sudah siap, nantik Ajeng kelamaan nunguin kamu, kita haruss cepat kesana." kata Zaki berjalan masuk ke ruang ganti pakain itu.


"Bentar lagi Mas, aku lagi sulit memakai ini, bantu dong aku menarik Resresting pakaian ku ini." kata Tari sedikit berteriak pada Zaki.


"Jangan berteriak aku sudah disini sayang. " kata Zaki menghampiri istrinya itu.


"Bantuin dong Mas, biar aku cepat Bersiap. " kata Tari.


"Ya sini sayang aku bantuin menaiki resresting pakaian kamu itu.' kata Zaki menarik resreting itu.


"Makasih ya mas, kamu selalu ada pas aku butuh." kata Tari sedikit manja pada Suaminya itu.


"Jagan bermanja sekarang, ini tidak saatnya sayang!! " kata Zaki sedikit tersenyum dan memegang pipi cantik istrinya itu dengan lembut.


"Ayok keluar aku mau dandan dulu, kamu tungguin aku duduk disofa saja Mas." kata Tari bejalan ke tempat makaup nya yang tersusun rapi dilemari hiasnya itu.


"Mas apa lira akan ikut dengan kita hari ini?tanya Tari pada suaminya itu.


"Gak tahu juga Sayang, hari ini dia banyak mata kuliah,apa dia datang ke pesta nya Gio atau tidak, aku juga kurang tahu." kata Zaki


"Anak itu sungguh aneh semenjak Bang Zhidan kembali ke Inggris dia tidak seperti dulu lagi, sudah bayak berubah pada dirinya,apa dia merasa kecewa kerena cintanya itu tidak terbalas oleh Bang Zhidan mas?" kata Tari lagi


"Soal itu aku juga gak tahu, hanya Lira Yang tahu sayang,biarkan itu jadi rahasia dia sendiri sayang, jangan bayak ikut campur soal percintaan Kakak kamu itu." kata Zaki mengingatkan Istrinya itu.


"Aku merasa kasihan saja sama itu anak." kata Tari kembali.


"Kita tidak tahu dengan hati seseorang sayang, entah apa dengan isi hati Zhidan pada Lira selama ini, kita tidak bisa tahu, makannya kita jangan bayak bicara biarkan seperti semestinya."kata Zaki santai sambil membaca majalah.


"Aku juga tidak habis pikir dengan isi pikiran Bang Zhidan entah apa yang ada di pikiranya itu,samapai sekarang dia tidak bisa membukak hatinya untuk gadis manapun." kata Tari lagi.


"Sudah jangan pikirkan itu semua, itu akan membuat kamu sedih saja." kata Zaki mengingatkan istrinya itu.


Setelah Siap berdandan Tari langsung berangkat ke tempat diadakan Pesta Ajeng dan Gio akan digelar.


Sapasanga suami-istri itu tampak Sangat serasi kerena memakai pakaian seragam.

__ADS_1


Sampai digedung itu Zhidan sudah menyapa mereka berdua lebih dahulu,melihat adik dan suamianya sudah datang Zhudan menghampiri mereka.


"Hai dek, apa kabarnya!! " sapa Zhidan belum bertemu dengan Trai dari dia sampai dari kemaren.


"Alhamdulillah sehat Bang,kamu tambah gagah saja Bang." canda Tari pada Kakaknya itu.


"Kamu ini, tidak pernah berubah ya."kata Zhidan sedikit memeluk adiknya itu.


"Sudah kita masuk,Ajeng sudah nunguin kamu dikamar dia lagi dandan saat ini, sana kamu susul dia dek!! " kata Zhidan pada Adiknya itu.


"Yah sudah aku tingal dulu ya, kalian bisa berbicara, aku kekamar Mbak Ajeng ya." kata Tari meninggalkan kedua pria tampan itu.


,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


Lain ditempat Lira saat ini sudah seharian Lira berada dikampusnya saat ini, karena waktu libur seperti ini dia mengambil Jam kuliah penuh satu hari, kerena biar dia cepat menyelesaikan pendidikannya itu.


Sore ini Lira baru saja Siap dengan belajarnya dengan ketiga sahabatnya itu.


"Ra,lo mau langsung pulang ya?" tanya Mila yang melihat Lira sedikit lelah hari ini.


"Lo datang saja, hanya untuk mengucapkan selamat saja kok setelah itu lo pulang, gak usah lama-lama disana, kerena juga gak cocok seperti orang kayak kita berada disana." kata Sahabatnya itu.


"Lo temani gue kenapa sih Mil, gue malas sendiri kesana, gak ada teman." malas Lira.


"Ya sudah kita pergi sama aja, biar kita semua temani lo,kita bisa cari pakaian yang agak cocok untuk ke pesta itu malam ini." kata Kenno pada Lira.


"Benar tu Ra, biar kita temanin lo ya. " kata Dudit santai.


"Benarkah kalian bertiga bersedia temanin gue kesana?" kata Lira lagi.


"Iya dong, kita kan teman." kata Dudit


"Tenang saja kita bersedia apa yang lo inginkan hari ini,gue akan temanin lo cari gaun lebih cantik untuk kepada itu." kata Kenno lagi.


" ya sudah kita pergi sekarang ya ken, biar aku nebeng beli gaun pesta juga sama lo. kata Mila santai.


"Lo mau nya gitu terus Mila sayang." kata Kenno memeluk Sahabatnya itu.

__ADS_1


Keepat sekawan itu pergi meningalkan kampus itu dengan sedikit senang, merena langsung menuju butik yang terdekat saja mencari apa yang sudah di bilang Kenno barusan,Mereka semua masuk kedalam butik dengan mencari gaun untuk Lira dan Mila untuk keacara pernikahan Gio dan Ajeng malam ini.


Setelah semua sudah didapat Lira mereka berempat memutuskan untuk lansung kerumah Kenno karena kenno juga ingin memakai Pakaian pormal untuk keacara itu malam ini, kerena dia juga dari anak pegusaha, jadi tidak sulit untuk bemakai begituan bagi Kenno dan Dudit.


"Kalian tunggu kita disini bentar sambil bersiap juga kalian,kata Kenno mengantar Lira dan Mila kekamar tamu yang berada diruamhanya itu.


"Terimakasih banyak ya Ken, lo bantu gue hari ini, jika gak ada lo semua gue malas kali untuk datang kesana." kata Lira.


"Sudah santai saja, jangan kayak gitu lo Ra, kita teman." kata Kenno santai.


"Ya sudah gue mau mandi dulu, lo siap-Sipa juga sana." kata Kenno meningalkan mereka berdua dikamar tamu itu. Lira Dan Mila juga melakukan hal yang sama Saat ini,setelah mandi dan mereka berdua berdandan cantik seperti apa yang diinginkan temanya itu.


"Wowww lihatlah kita malam ini Ra, seperti bidadari baru dari kayangan." Mila melengokan tubuhnya didepan kaca saat ini.


"Lo cantik benar Mil, Lo cantik dengan gaun pendek selutut kayak gini." puji Lira pada Sahabatnya itu.


"Lo juga Ra, tidak kalah sama gue lo lebih cantik dan angun pasti bayak pegusaha yang perhatian lo natik.' kata Mila asal.


" Ahhh Dasar lo ini, emangnya kita cari pasangan kesana. " kata Lira santai.


"Ya gak gitu juga Ra, sambil nyelam minum air." canda Mila lagi.


"Mungkin lo iya, gak dengan gue."kata Lira acuh saja.


"Ya sudah kita sudah siap, ayok kita keluar nantik mereka berdua kelamaan nungguin." kata Mila mengajak Lira.


" Ayok !! " kata Lira berjalan leluar.


Sampai diluar Kenno dan Dudit sudah duduk santai disofa tamu itu menunggu dua bidadari itu.


" Lo berdua dandan lama benar, itu kedua orang tua gue sudah pergi duluan"kata Kenno.


"Kita berangkat sekarang. " Ajak Dudit kembali.


Mereka berempat langsung pergi tidak menunggu lagi, mereka dengan senyuman senang saat ini bisa juga untuk melihat Acara pesta orang kaya seperti pegusaha sukses kaya Gio.


***********

__ADS_1


__ADS_2