
Sedang Dokter yang membantu Gio didalam megurus Tari tanpak Senang,dokter tim yang Menyatakan Tari sudah meninggal juga tidak percaya keajaiban ini terjadi pada Tari hari ini.
"Aku tidak percaya ini akan terjadi pada pasienku dokter Gio,ini sungguh mujisat yang dikasih Tuhan pada Tari." ucap Dokter itu pada Gio.
"Aku sungguh Senang Dok, akhirnya adikku kembali." kata Gio senang.
"Kita tunggu pasien sadar,dia sudah siuman saat ini, kita tingal Menunggunya sadar." kata Dokter itu.
"Akhirnya dia melewati masa kritisnya, dan keluar dari komanya." kata Gio dengan dokter itu.
"Baiklah Dokter Gio saya keluar dulu, kita hanya menunggunya sadar, tidak ada yang perlu kita takutkan lagi." kata Dokter itu.
"Terimakasih banyak Dok sudah merawat adikku selama sebulan ini." kata Gio berterimakasih pada Dokter itu.
"Ya!! "" kata Dokter itu meninglakan ruangan Tari.
Gio menatap Tari dengan senyuman, dia senang akhirnya Tari kembali lagi, berjuang hidup kembali bersama keluarganya.
"Bagai mana dengannya Gio? " kata Zhidan masuk kedalam menyusul sahabatnya itu.
"Aku tidak menyangkah Allah masih memberi kesempatan padanya untuk berkumpul bersama kami lagi."kata Zhidan Megusap pipi adiknya itu.
"Terimakasih dek kamu Sudah berjuang kembali pada kami,putra kamu saat ini membutuhkan kamu,Abang senang kamu kembali. "kata Zhidan mencium tangan adiknya itu.
Semua Keluaga Tari menunggu Tari sadar dari tidurnya itu,Zaki tidak mau meningalkan Istrinya itu sampai saat ini, dia selalu duduk di bangku ada disamping tepat tidur Tari saat ini.
Sudah tiga jam lamanya Zaki menunggu istrinya sadar,saat ini Zaki masih memegang tangan istrinya itu yang masih terpasang inpus.
"Mas...pangil Tari pelan dan tidak berdaya itu.
"Sayang kamu sudah bangun!! " senang saki mekihat istrinya itu sudah sadar.
"Mas,aku dimana?kata Tari saat ini
"Kamu jangan bayak bicara dulu,aku akan pangil dokter dulu." kata Zaki meningalkan Tari masih melihatnya itu.
Zaki memangil dokter dan Gio lagi saat ini,kerena Tari harus diperiksa lagi oleh dokter yang merawatnya selama satu bulan ini.
Setelah siap dokter memeriksa tari,dokter itu berbicara pada semua Keluaga Tari sat ini.
__ADS_1
"Tidak ada yang perlu di takutkan lagi Nona Tari saat ini sudah melewati masa kritis dan sudah sadar sepenuhnya, biarkan Pasien istirahat dulu,malam ini juga Nona Tri sudah bisa dipindahkan dikamar inap,Nona Tari tidak Perlu alat bantu lagi, alat medis sudah bisa kami lepaskan semua,kedaanya sudah membaik." jelas dokter itu.
"Alhamdulillah..!!! kata Pak Rahman yang dari tadi sudah tegang tudak bisa berbicara apapun dari mulai samapai dari tanak air sampai saat ini,karena terlalu takut menerima semua ini.
"Pak putri kita Sudah sadar,aku sangat Senang dia bisa berkumpul kembali bersama kita." kata Buk Mai pada Suaminya itu.
"Iya Buk,bapak juga senang mendegar ini semua." senyum Bahagia pak Rahman terpancar diwajahnya itu.
"Ayah tidak usah takut lagi, Tari sudah baik-baik saja saat ini." kata Zhidan Pada ayahnya itu.
"Iya Nak,Adik kamu bisa kembali berkumpul bersama kita lagi.
"Kita beryukur pada yang maha kuasa Yah, kita masih diberi kesempatan lagi bersama Dia." kata Zhidan.
"Jeng kamu lelah nak,jika kamu lelah, istirahtlah, biar ibu yang jaga putra Tari." kata Buk Mai pada Ajeng saat ini yang duduk di bangku tunggu rumah sakit itu.
"Tidak buk, aku baru saja menitipkan Putra Tari di penitipan yang ada di diamah sakit ini, cucu ibu lagi tidur."kata Ajeng Ramah dan lembut pada ibu sahabatnya itu.
"Terimakasih banyak Ya Nak, kmau membatu Tari mengurus bayinya." kata Ibunya Tari.
"Jangan bilang gitu buk, Tari juga adikku,aku tidak pernah megagapnya orang lain selama kami kenal,aku melakukan ini karna Tari adalah teman dan adikku." kata Ajeng iklas melakukan itu untuk Tari.
"Sayang Kamu lelah, Apa kamu ingin istirahat ?" kata Gio keluar dari ruang rawat Tari.
"Nantik kita bisa bawak dia bertemu dengan Tari, biar Tari senang dan bersemangat untuk sehat. " kata Gio terkembang senyum. bahagia saat ini.
"Aku senang Dia sudah kembali lagi pada kita,kerena dia kita bisa dekat dan menjalin hubungan ini lebih serius Dokter ganteng." bisik pelann Ajeng pada Gio yang duduk disampinya saat ini.
"Terimakasih banyak kamu juga sudah membantunya untuk mengurus si unyu kecil itu."kata Gio membalas senyuman kekasihnya itu."
Mereka berdua bahagia saat ini,karena berkat kerja sama mereka semua akhirnya Tari kembali lagi yang sudah dinyatakan meningal oleh dokter rumah sakit yang merawat Tari selama satu bulan ini.
Lain saat ini Zaki dan Zhidan tidak sadar bahwa Zaki sudah berjalan sendiri tampa kursi roda lagi dari Tari dinyatakan meninggal oleh dokter tadi, dia tidak menyadarinya sampai saat ini.
"Lo ada yang aneh gue perhatikan dari tadi ya Zak?" tanya Zhidan bingung memperhatikan Temanya itu.
"Apanya yang aneh Sih Idan padaku?" tanya Zaki lagi bingung pada Temanya itu.
"Apa ya!! "Zhidan masih saja memperhatikan Zaki.
__ADS_1
"Ehh tunggu lo, bisa jalan Zak?" kata Zhidan tidak percaya.
"Masak!! " kata Zaki mengerakan kakinya dan juga dia berdiri.
"Alhamdulilah lo bisa jalan Zak,ini semua tidak kita duga Zak, lo bisa jalan,gue senang lo sudah baikan, dan juga Tari saat ini sudah kembali pada kita."
"Terimakasih banyak ya Allah atas kebaikkanmu sudah memberikan kesempatan untuk kami memperbaiki diri, aku bersyukur padamu ya Allah, atas karuniamu yang engkau limpahkan pada Aku dan istriku." ucap syukur Zaki pada yang maha kuasa, bersujud dilantai rumah sakit itu, sambil maenagis bahagia.
"Bang!! " pangil Tari baru saja bangun dari tidurnya.
"Dek kamu sudah bangun?tanya Zhidan melihat adiknya itu memangilnya.
"Aku dimana?
"Kamu dirumah sakit sayang,sudah satu bulan lebih kamu koma disini, semenjak kecelakaan itu, kamu berada disini." jelas Zhidan pada Adiknya itu.
"Anakku!! kata megusap perutnya.
"Sayang kamu jangan cemas putra kita baik-baik saya, nantik Ajeng akan membawanya kesini." kata Zaki pada istrinya itu.
"Apa dia baik-baik saja Mas? kata Tari kembali.
"Dia baik, dan sehat sayang, cepatlah kamu pulih biar kita bisa bermain dengan putra kita." kata Zaki lembut mencium jari tangan istrinya itu.
"Aku ingin melihatnya,malaikat kecilku Mas!! " kata Tari.
"Dia lagi tidur saat ini, setelah dia bangun Abang akan membawanya dia kesini." kata Zhidan.
"Terimakasih Bang, sudah merawatnya selama aku terbaring disini.
"Jangan katakan itu,kamu adalah Adikku apapun akan aku lakukan untuk kami Dek, istirahatlah.
"Bang tunggu,aku masih megigatnya,dalam mimpiku." kata Tari menahan Zhidan hendak keluar dari ruangan itu.
"Jangan banyak bicara dulu dek nantik saja apa yang ingin kamu ceritakan pada Abang, nantik saja tunggu kondisi kamu pulih sepenuhnya." kata Zhidan pada adiknya itu.
"Baiklah kata Tari diam melihat kepergian Abangnya itu.
"Aku senang melihat kamu lagi mas." kata Tari pelan yang masih lemah itu.
__ADS_1
"Istirahatlah kamu masih lemah jangan banyak bicara dulu. "ucap Zaki pada istrinya itu dengan rasa bahagianya saat ini.
**********