
Mentari Merenungi Kata-kata ayahnya tadi pagi saat dia lagi membantu ibunya memasak.
"Apa aku harus memaafkan Mas zaki, demi anakku yang sebentar lagi akan lahir,aku ingin Mas Zaki mendampingi aku lahiran Tapi aku tidak bisa memahami hatiku saat ini,apa aku harus berdamai dengan hati dan rasa kecewa ku padanya selama ini?" kata Hati Tari bertanya sendiri pada dirinya saat ini yang lagi berbaring ranjangnya.
Pas tari lagi asik memikirkan Zaki tiba-tiba saja Arkan menelponnya.
"Asalamualaikum Ar, ada apa kamu menghubungiku?" kata Tari pada sahabatnya itu.
"Kita sudah sangat merindukan kamu Tari, kapan kamu akan kejakarta lagi?"kata Arkan
"Untuk saat ini aku belum bisa kesana Ar, kerena Sebulan lagi aku akan lahiran gak mungkin Aku lahiran disana sendiri,disni ada ibuk yang menemanin Aku."jelas Tari pada Arkan.
"Gitu ya,,kita berdua sudah sangat merindukan kamu,ya sudah gak masalah jika ada waktu nantik aku dan Rara akan berkunjung ke desa kamu ya." kata Arkan singkat."
"Ya sudah, gak masalah kok kalian kesini sambil expresing mata didesaku."canda Tari pada Arkan.
"Apa kandungan kamu baik-baik saja Tari?"
"Saat ini Alhamdulillah Ar sehat, tidak ada yang perlu kamu khawatirkan." kata Tari pada Arkan.
"Terus bagaimana hubungan kamu sama suaminya kamu,apa kamu masih belum mau memaafkan Zaki Ta?"kata Arkan Lagi.
"Entahlah aku masih bingung saat ini Ar,aku belum dapat memikirkan, kadang aku merindukan dia jika malam aku sediri,tapi jika aku melihat kelakuannya padaku, hatiku kembali kecewa padanya, aku ingin bersamanya Ar,tapi hatiku ini belum bisa berdamai untuk memaafkan dia." jelas Tari pada Arkan saat ini lagi tersenyum Mendegar kata Sahabatnya itu.
"Berakti kamu mencintainya Tari,kamu meyayangi ayah dari anak yang kamu kadung sekrang, sebaiknya kamu Memaafkan dia,aku perhatikan dia sudah banyak berubah." kata Arkan Pada Sahabatnya itu.
"Hubungan Kamu salam Rara kayak mana Ar?"
"Masih seperti dulu, gak ada perkembangannya Ta, aku takut dia tidak akan Membalas cintaku,aku masih sahabatnya sekarang." kata Arkan sedikit Senyum getir megingigat dirinya mencintai sahabat sediri.
__ADS_1
"Tapi kamu harus jujur Ar,sebelum terlambat selagi Rara masih sendiri." kata Tari pada Arkan.
"Aku takut persahabatan kita jadi hancur jika Rara tahu aku mencintainya."Ucap Arkan sendu.
"Tidak masalah Ar,jika itu jalan yang Bisa buat kamu berterus terang pada Rara,agar kamu puas Ar, kamu bisa pastiin jika Rara mau menerima kamu atau tidak."kata Tari pada Sahabatnya itu.
"Aku takut nantik dia akan menghindari aku Tari,jika aku menaruh hati padanya." kata Arkan
"Tidak apa,yang penting kamu bisa mengucapkan perasaan yang sudah lama kamu pendam pada Rara."suruh Tari
"Nantik aku coba untuk berterus terang pada Rara,tapi aku takut harus kehilangan dia." kata Arkan santai.
"Ya sudah Dulu ya Ta, aku harus melanjutkan pekerjaanku dulu."kata Arkan menutup Telpon.
Tari kembali teringat Pada Zaki saat ini,selama tingal dengan Zaki, setiap hari mereka pasti ada yang selalu didebatkan.
Saat ini Tari merindukan perdebatan itu dangan Zaki,namun Tari tidak mau mengingat itu kembali yang akan membuatnya Akan bertambah Sedih, bayak Kata-kata Zaki yang menyakitkan untuk Tari semenjak mereka menikah.
"Maafkan aku Yang sudah meyakiti kamu selama ini,aku tahu saat ini aku sudah sangat mencintai kamu Tari,Aku sangat merindukanmu,jika kamu mengizinkan aku dan memberi aku kesempatan sekali lagi padaku,aku tidak akan pernah meyia-nyiakan Kamu lagi, aku akan berubah kelakuanku selama ini yang sering membuat kamu merasakan sakit oleh perlakuanku."kata Zaki berbicara sendiri menatap Gedung-gedung tinggi itu.
"Selamat sore Tuan,ada yang ingin bertemu dengan anda." kata Reza pada Zaki.
"Siapa Za?" kata Zaki kembali.
"Ada Tuan Gio saat ini lagi diluar lagi menunggu anda. " jelas Reza pada Bisnya itu.
"Suruh Masuk Saja Za."kata Zaki pada asistennya itu.
"Baiklah Tuan saya akan meyuruh Tuan Gio masuk.
__ADS_1
Tidak lama Gio masuk Kedalam Ruangan Zaki, Zaki hanya tersenyum melihat Gio datang ke perusahaan.
"Ada Angin apa Kamu datang Ke perusahaanku Tuan Gio?" kata Zaki Santai
"Apa seperti ini cara kamu jika ada tamu?" kata Gio lagi
"Ohh ya,, aku lupa, silakan duduk!?"kata Zaki pada Gio yang sedang berdiri,Gio duduk disofa yang ada diruangan Kerja Zaki.
"Ada apa Kamu Datang kesini Gio."kata Zaki lagi.
"Aku hanya sekedar berkunjung saja kesini,aku juga pas lewat sini."ucap Gio santai.
"Apa Tari saat ini baik-baik saja Gio?, kamu yang lebih banyak tahu dari aku.!! "kata Zaki pada Gio.
"Zak ini sudah dua bulan Kamu tidak bersama Tari, saranku sebaiknya kamu juga meluangkan waktu kamu sekedar berkunjung untuk melihat dia, agar dia tidak terlalu kecewa sama kamu,apa yang disarankan Zhidan sebulan yang lalu pada kamu."kata Gio.
"Aku takut membuatnya terganggu Gio,aku tidak mau dia tress jika aku hadir kembali di hadapannya, aku juga tidak mau terjadi apa-apa dengan kandungannya saat saat ini, biarkan saja aku menunggu sampai anakku lahir.", jawab Zaki sendu.
"Zak, aku sarankan datanglah kamu ke desa untuk sekedar menanyakan Keadaannya, aku yakin Tari bisa memaafkan kamu, apa lagi sebentar lagi dia akan lahiran,dia pasti butuh kamu Zak."kata Gio lagi
"Tunjukkan pada Tari jika kamu sudah berubah,semoga saja dia mengerti Zak."jelas Gio lagi Agar Zaki mau mengunjungi istrinya itu saat ini sedang berada di desa bersama kedua orang tuanya.
"Nantilah Kau pikirkan lagi,untuk sekarang aku belum Kepikir kearah sana Gio." ucap Zaki sedikit Ada rasa Tenang di dirinya penjelasan dari Gio.
"Aku sangat berharap Tari bisa hidup bahagia dengan Kamu Zak,aku dapat melihat kesediahannya,selama Tingal didesa dia hanya murung saja, sudah dua kali aku kesana Dengan Ajeng tidak terlihat lagi senyum gadis itu, kedua orang tuanya juga tidak bisa berbuat apa-apa." jelas Gio pada Zaki saat ini.
"Nantik aku pikirkan kembali Gio atas ucapan kamu tadi."Taka Zaki sedikit bimbang saat ini untuk menemui istrinya itu.
Zaki hanya terdiam saja saat ini setelah Gio pergi meninggalkan ruangannya saat ini.
__ADS_1
"Apa aku harus datang kesana untuk melihat Kamu Tari,aku sangat meridukan kamu selama kamu tidak ada didekatku Selama dua bulan ini,aku tidak bisa kehilangan kamu Tari, mungkin aku sudah mencintai kamu,maafkan aku selama ini aku tidak menyadari perasaanku."kata Zaki kembali berkecamuk dalam hatinya sendiri.
*************