MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Zaki dan Zhidan Sangat Terpuruk


__ADS_3

Zaki terbangun lagi setelah Beberapa jam setelah disuntik kan bius agar dia bisa tenang.


Saat dia bangun Zaki menggigat kejadian semalam dia bersama istrinya di restoran itu, Zaki lansung membukak matanya dari tidaurnya itu.


"Mentari!!! " teriak Zaki setelah ingat semuanya kejadian siangan kemarin.


"Tuan anda sudah bangun?" kata Reza saat ini yang menjaga Zaki dirinya sakit itu.


"Za, dimana istriku?" tanya Saki pada Asistennya itu.


"Tuan Sebaiknya anda tenang dulu, dan beristirahat terlebih dahulu." kata Reza balum mau memberitahu tentang istrinya saat.


"Apa istri dan anakku baik-baik saja Za?"tanya naya kembali.


"Tuan baru saja sadar, nantik kita akan membicarakan Ini semua." kata Reza pelan pada Bosnya itu.


"Aku mau sekarang Za, apa istriku baik-baik saja?" tegas Zaki kembali.


"Tidak tuan, Nona dan Putra anda sudah pergi.....!!! " ucapan Reza terputus olah Zaki.


"Stop za jangan terus akan lagi,aku kehilangannya,hik... hik!! " tagis Zaki terdegar pilu saat ini dia terbaring lemah diatas tempat tidur rumah sakit itu.


"Kenapa kamu meninggalkan aku sayang, bisakah kita bersama untuk selamanya, mengapa secepat ini kamu meningalkan aku Sayang!! " kata Zaki sangat sedih kerena dia salah paham atas penjelasan Reza barusan, kerena disangka Zaki istri nya itu sudah tiada.


"Tok... tok..!! "pintu kamar inap Zaki terbuka masuklah Syarif dan kedua mertuanya Zaki kedalam kamar itu.


Kedua orang tua Mentari melihat Zaki lagi menagis,ibunya Tari lansung mendekat Pada Zaki begitu juga ayahnya Tari.


"Nak Zaki..!! " Pangil ayahnya Tari.

__ADS_1


"Ayah maafkan aku tidak bisa menjaganya,dia pergi meningalkan aku Yah...!! " tagis Zaki yang memilukan itu masih terdegar ditelinga semua orang yang ada didalam ruangan itu, siapa saja yang mendegar itu pasti akan ikut menagis.


"Kamu harus kuat menjalankan cobaaan ini Nak, jangan putus asa masih ada jalan untuk kebaikan kamu nak."kata yah mertuanya itu.


"Kami juga sangat sedih Tapi apa boleh buat ini kehendak yang diatas, kita hanya bisa menjalankan saja."jelas Ayah mertuanya lagi.


"Benar Nak, ibu rasa kamu harus iklas, dengan ini semua, itu sudah jalan dari yang diatas." kata Ibu mertuanya lagi.


"Maafkan akau Buk tidak bisa menjaga Tari dan anakku." kata Zaki hanya itu yang dapat diucapkan Zaki saat ini


"istirahatlah semagat lah untuk kesembuhan kamu Nak, ayah harap kamu bisa pulih kembali, agar kita bisa berkumpul bersama." Kata ayah mertuanya itu.


"Kami pamit Dulu ya." kata Ibunya Tari pada menanntunya itu.


"Terimakasih banyak Buk sudah datang menjegukku." kata Zaki diselah tangisnya itu.


"Semangat bro!! " Kata Syarif juga sangat sedih saat ini melihat kedaan suaminya Adiknya itu.


Zaki hanya menundukan kepalanya saat ketiga orang itu keluar dari kamar rawatnya,tangis dan sesegukan pada diri Zaki saat ini sudah tidak bisa dia tahan,dia sudah gagal menjaga istri dan anaknya,baru dia merasakan satu bulan bersama istrinya yang akan memulai hidup baru bersama keluarga kecilnya, namun harapan itu kandas disaat kejadian ini menipanya,apalagi saat kondisi tubunya tidak bisa bergerak, membuatnya tambah terpuruk.


Saat ini ditempat lain dan di negara lain Zhidan dan Gio baru saja sampai dirumah sakit dimana Tari saat ini dirawat,kedua pria tampan itu kembali menuju Diaman Anak Tari saat ini lagi dirawat dan Zhidan ingin tahu perkembangan Keponakannya itu,sampai di ruang bayi itu Mereka berdua masuk kedalam setelah steril segala dari kuman agar bisa masuk kedalam ruangan itu.


"Bagai mana Dengan anak ini Dok, apa sudah ada perkembangan dari kami baru sampai?" kata Gio mengunakan bahasa Inggris untuk bertanya pada Dokter yang merawat Bayi Tari saat ini.


"Perkembangan Bayai Nona Tari saat ini lebih baik, dia sudah mulai aktif setelah kami bisa melakukan dan membebaskan dari penyumbatan pada pernafasnya,untung saja Bayi ini cepat ditangani, selama perjalanan kesini Dokter Gio bisa dihadalkan." kata Dokter spesialis Anak itu.


"Syukurlah Jika begitu,apa dia akan membaik seprti bayi pada umumnya Dok?" tanya Zhidan juga penasaran atas semuanya.


"Kita Yakin saja pada Tuhan, Tuan berdioalah agar mereka dikasih umur yang panjang,dan bisa berkumpul dengan keluarga kalian lagi." kata Dokter agak berumur itu.

__ADS_1


"Terimakasih banyak Dok sudah membantu saya dalam menagani masalah ini dengan cepat!! " kata Gio senang, melihat bayi Tari sudah bisa aktif baru sehari dirawat di rumah sakit ini.


"Jika begitu kami permisi Dok!! " pamit Mereka berdua dangan ramah.


Zhidan dan Gio saat ini keluar dari Tempat Bayi itu,mereka ingin melihat perkembangan Tari saat ini, sampai diarisngan ICU itu Gio masuk kedalam Bergantian kerena tidak boleh ramai masuk kedalam Ruangan rawat Tari.


"Dek bangunlah, apa kamu tidak ingin melihat Putra kamu sekarang dia sudah bisa bergerak aktif samapai dinegara ini, apa kamu tidak ingin bangun dari tidur panjang ini,Pasti Zaki sangat sedih kamu tinggalkan dia sendiri disana, bukalah matamu." kata Gio sangat sedih melihat tubuh yang lemas itu, yang penuh dengan alat rumah sakit.


Gio Hanya bisa menagis,sedih melihat Tari yang sudah diangapnya adik selama mengenal Tari, dan adik dari sahabatnya itu.


Gio keluar dan bergantian Masuk kepadamu dengan Zhidan saat ini menatap Tubuh adinya itu, dengan rawat kesedihan, tidak ada keceriaan diwajah Kakaknya itu,hanya wajah lesuh dan sedih saat ini.


Dek,, Abang menunggu kamu kembali lagi berkumpul dengan Ayah dan ibu, kelurga kita dek,Ayoklah bangun, jangan sampai kamu tidur terlalu lama disini,Zaki pasti menunggu kamu disana,apa kamu tidak ingin melihat Putra kamu yang lucu itu, dia sangat tampan Dek, seprti Zaki." kata Zhidan memegang jari adiknya itu.


Zhidan Tidak tega melihat tubuh lemah adiknya itu terbaring tak berdaya itu diatas tempat tidur dengan wajah pucat pasi dengan mata terpejam.keceriaan selama ini selalu mengisi Hari-hari adiknya itu, saat ini Gadis kecil yang selalu dibilangnya itu kecil dari dulu,dia hanya bisa terbaring lema dengan alat ditubuhnya.


Zaki keluar dengan Air mata tidak dapat ditahan ya melihat adiknya itu seperti ini, entah sampai kapan adiknya itu akan terbangun dari tidur panjangnya itu,apa masih bisa Adiknya itu bangun atau dia akan pergi selamanya meningalkan Mereka semua.


Hanya itu pemikiran jelek Zhidan saat ini yang selalu terlintas dipikiran Zhidan,karena belum ada tanda adiknya itu akan bangun sampai saat ini.


"Lo harus kuat, gue juga sedih dengan ini, tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa,mungkin Allah merencanakan lain untuk Tari,gue barharap Agar Tari kembali pada kita, kita berdoa yang terbaik untuknya, agar dia bisa kembali dengan kita Idan." kata Gio juga meneteskan air matanya.


"Gue sedih melihat tubuhnya pucat pasi itu terbaring lemah dengan alat medis ditubuhnya, entah sampai kapan dia akan bangun dari tidur panjangnya itu."Zhidan hanya bisa tertunduk lemas dilantai rumah sakit itu, dia tidak kuat melihat adiknya itu.


"Kita bisa berdoa untuk kesembuhan Tari, gue juga sangat menyayanginya seperti lo meyayangi dia juga." ungkap Gio menyemangati sahabatnya itu.


"Terimakasih banyak lo selalu membantu gue, gue takut kehilangan Orang yang gue sayangi untuk kedua kali Gio, gue pernah merasakan kesakitan itu waktu gue sma dulu,gue tidak ingin kejadian itu kembali, sulit untuk gue lupakan sampai sekarang gue masih troma, apa lagi dengan kecelakaan Tari membuat gue sungguh kaget dan tidak bisa menerima ini semuanya, dia adik satu-satu bagi gue, adik yang selalu megerti gue" kata Zhidan lagi.


"Serahkan ini pada yang maha kuasa,kita berdoa saja semoga ada keajaiban datang untuk Adik kita Zhidan." kata Gio sedikit tenang dan bisa menguatkan sahabatnya itu.

__ADS_1


"Gue harus bisa Gio,untuk menahan emosi gue!! " kata Zhidan tidak bisa bicara lagi.


***********


__ADS_2