
Zaki datang memjeput Tari sepulang dari tempat kerja,Zaki kenutiknya Ajeng kerena Tariasih menunggunya di butik Ajeng
Akhirnya sore ini Tari siap meyelesaikan disein Pakaian untuk Ajeng.
"Alhamdulillah akhirnya Selesai juga Mbak,ini bisa Mbak Pilih yang mana akan Mbak jadikan Model baru di butik ini."kata Tari memberikan buku yang sudah dicoret-coretnya itu pada Ajeng.
"Wowwwe, ini bagus bangat Ta, aku suka, tapi semuanya bagus-Bagus, jadi bingung pilih yang mana.!! " kata Ajeng bingung.
"Gak usah bingunga bak, pilih aja salah satu."kata Tari santai sambil tersenyum pada Ajeng yang selalu seperti itu.
"Nanti aku akan bikin untuk mbak lagi dirumah,aku usahakan Sebelum aku lahiran, aku buatkan stok model yang baru!! " jelas Tari pada Ajeng.
"Terimakasih banyak ya Ta, aku gak ada kamu keteteran bangat."
"Gak usah bilang begitu, bukankah kita sudah berteman cukup lama mbak,kamu sudah ku angap saudara perempuanku. " kata Tari memeluk Ajeng.
"Makasih sekali lagi Ta!! " kata Ajeng membalas pelukan Tari dengan cara mereka.
"Tapi jangan Lupa temui kak Gio sekali lagi setelah itu Mbak bisa mundur,jika kak Gio tidak megerati .",kata Tari Berkata Begitu pada Ajeng agar Ajeng tahu sekali lagi bagai mana tangap Gio kali ini.
"Baiklah, aku akan coba sekali lagi Bicara sama dia Ta." kata Ajeng Sedikit tersenyum.
"Semagat, Jagan loyo gitu, gak asik. " kata Tari mehibur jati Ajeng yang sedikit gunda itu.
"Ya!!! " dengan senyum paksa Ajeng didepan Tari.
"Ya sudah aku pulang dulu, mungkin Mas Zaki sudah nungguin dibawah.", kata Tari Pada Ajeng yang tersenyum padanya.
"Semangat bagat sih kamu ingin pulang." kata Ajeng bercanda.
"Iya Dong Pengen peluk Dia Lagi." canda Tari sambil Membukak pintu ruangan itu.
"Dasar tu anak, sudah bucin saja sama Zaki." repet Ajeng yang tinggal sendiri di ruangannya itu.
Baru saja Tari sampi dibawah Zaki pun baru saja masuk kedalam Butik milik Ajeng.
"Mas Kamu sudah lama Nyampek ? "kata Tari pada Zaki.
"Baru saja sampai!! " kata Zaki tersenyum pada istrinya itu.
"Ayok kita pulang!! " ajak Tari pada Zaki.
"Ayok!! "Zaki mengikuti istrinya itu dari belakang
Dalam perjalanan pulang Zaki Memperhatikan istrinya itu Sedikit senang, Dalam perjalanan pulang Zaki Hanya diam saja tidak banyak bicara.
"Mas mampir dulu disitu, aku ingin makan mi tek-tek langananku."kata Tari tiba-tiba
"Kenapa gak bilang dari tadi Tari, ini udah lewat, kita harus putar arah lagi,Kata Zaki pada istrinya itu bicara Sedikit sabar.
"Ya sudah Putar saja, pokoknya aku pengen makan itu,orang baru saja lihat Kok." jawab Tari sanai.
"Kita putar arah lagi." kata Zaki sedikit sabar menghadapi orang hamil disebelahnya itu.
__ADS_1
"Apa kamu sudah jadi bilang sama Ayah Mas?" tanya Tari.
"Sudah tadi siang Aku sudah hubungi ayah." jawab singkat Zaki.
"Apa Ayah mengizinkan aku tingal denganmu?" tanya lagi
"Ya tentu saja Ayah mengizinkan, kamu itu istrinya aku Ta." kata Zaki lembut.
"Syukur deh, aku takut Ayah dan ibu gak izinkan aku disini." kata Tari Sedikit Senang.
"Apa Kamu senang ingin bersamaku?"kata Zaki tersenyum pada Istrinya itu.
"Senang Banget!! "
"Benaran??? " kata Zaki juga senang akhirnya istrinya mau juga tingal bersamanya.
"Ya!! " angukk Tari sedikit tersenyum pada Zaki
Akhirnya Mereka berdua Sampai juga di mi tek-tek pinggir jalan itu.
"Kamu benaran ingin makan disini Ta?" kata Zaki sedikit tidak percaya pada istrinya itu.
"Iya, emangnya kenapa Mas, kamu gak suka, jijik ya?" kata Tari cap poin pada suaminya itu.
"Bukan gitu Tari!!tapi disini banyak debu, apa gak ada tempat yang lain.?" kata Zaki salah harus kayak mana menjelaskan pada Istrinya itu.
" Aku gerti kok, orang seperti kamu mana Bisa makan ditempat seperti ini, orang-orang seperti aku yang bisa makan ditempat seperti ini." kata Tari Pada Zaki sedikit agak kecewa, dia tahu suaminya tidak akan suka makan di pinggiran Jalan seprti ini.
"Gak usah turun,Mas biar aku saja yang turun, aku akan membeli untukku saja jika kamu gak mau." kata Tari turun dari mobil Menuju tempat pedagang kaki lima itu.
Tidak lama Tari selesai dengan pesanannya itu, dia membeli Dua bungkus mi itu,Tari masuk kembali ke mobil Zaki.
"Ayok jalan Mas, kita pulang sekarang. " kata Tari pada Zaki.
"Kamu Mau kemana sekarang pulang ketempatku, apa kerumah Zhidan? " tanya Zaki
"Kerumah Kak Zhidan Saja." sawab singkat Tari, setelah itu dia hanya diam saja tidak ada pembicaraan lagi akhirnya sampai mereka di rumahnya Zhidan.
"Mas ridak turun?" kata Tari pada Zaki.
"Aku langsung pulang saja ya."kata Zaki pada Tari yang menatapnya dengan sendu.
"Ya, sudah, mas Hati-hati!! " kata Tari lagi dan keluar dari mobil Zaki.
"Masuklah,jika ada apa kamu hubungi aku." kata Zaki pada Tari.
Zaki hanya melihat Istrinya itu masuk kedalam rumah besar Zhidan.Zaki tidak tahu harus bagai mana Cara agar bisa istrinya itu merasa senang bersamanya,namun bayak yang Belum diketahuinya tentang Istrinya itu.
Tari pun langsung kemeja makan menarok Mi yang dibelinya tadi dimeja setelah itu dia masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang seharian ini berkeringat diluar.setelah siap mandi Tari memakai pakaian santai saja didalam rumah itu, tampa siapa yang ada dirumah besar itu.
"Huuuuuhh!! sunyi sekali gak ada orang dirumah ini,seperti inilah jika dirumah sendirian,apa aku harus suruh Rara saja kesini!! kata Tari baru ingat.
Tari mengambil hpnya kembali didalam kamarnya saat ini, Tari Langsung Chat Sahabatanya itu, belum siap Tari mengetik pesan,Rara sudah menelponnya.
__ADS_1
"Hallo Ra, aku baru saja mau Chat kamu."
"Bukak pintunya aku ada didepan ni!! " kata Rara langsung mematikan pangilannya.
"Memang Ni anak kebiasaan kali belum sempat orang menjawab sudah main matikan saja. " Repetnya itu sambil menuju pintu.
Setelah itu Tari pun Membukak pintu rumah itu, Tari kaget Saat melihat Kedua sahabatnya itu dan juga ada Zaki diluar bersama mereka.
"Lo datang sama Arkan Ra?"
"Iya, terus sama siapa lagi, kalau bukan sama dua, emang dia izinkan aku pergi sendiri tampa dia."kata Rara santai.
"Ya sudah yok masuk!! "suruh Tari pada kedua sahabatnya itu.
"Mas belum jadi pulang?", tanyanya lagi pada Zaki dengan bingung.
"Aku gak tenang Ninggalin kamu sendiri disini!! " jawab Zaki seadanya.
"Ayok kita Masuk, gabung sama mereka berdua."ajak Tari Pada Zaki.
Mereka Berdua menyusul Arakan Dan Rara yang duduk santai di ruangan tengah.
"Lo bawa Apa Ra, itu kantong yang ada di sebelah Kamu?" tujuk Tari pada Kantong disebelah sahabatnya itu.
"Itu makanan dan cemilan aku sempatkan Belanja dulu sebelum kesini. " jawab arkan dengan santainya.
"Ahhh kamu gak berubah Ar, selalu seperti itu jika ingin ngumpul. " kata Tari pada Arkan.
"Kamu gak tahu aku saja Ta."jawab Arkan seadanya pada Tari.
"Lo kenapa ?" kok loyo aja tu mungka?" tanya Tari lagi pada Arkan yang Lagi tidak semangat itu.
"Aku gak kenapa-kenapa ta!!" kata Arkan Malas.
"Semagat dong, masa kalian terus kayak gini sih."kata Tari juga gak mau melihat kedua sahabatnya itu saling diam.
"Kita siapkan makanannya dimeja makan Yok Ta."ajak Rara pada Tari.
"Ya sudah kami kebelakang dulu, kalian bisa ngobrol dulu, biarkan kami silakan makan Malam buat Kita."kata Tari berlalu dari ruanga tengah itu menuju meja ka makan.
Lo kenapa lagi sih Ra!! kamu selalu seperti ini sama Arkan apa yang gak kamu suka sama dia Ra, kamu bisa bilang Baik-baik pada Arkan,kamu tahu gak selama ini dia suka sama kamu. "kata Tari pada Rara.
"Apa!!!!! benaran itu Ta, apa gue gak salah dengar tu." kata Rara kaget.
"Benaran Ra, cuma dia selalu takut bilang sama kamu selama ini, dia takut kamu akan menjauh dari dia, jika kamu tahu dia menyukaimu kamu."jelas Tari pada Rara yang bingung dan kaget mendengar kata Sahabatnya itu.
Kenapa Dia gak perna bilang Sama aku ya Ta?"
"Karena Dia takut Persahabatan kita akan Hancur, kamu tahu selama ini dia itu suka sama aku,tapi kamu salah Ra, selama ini dia menyukaimu kamu bukan aku." kata Tari apa adanya.
"Pantas saja dia selalu melarang aku jika mau pergi selalu bersamanya."kata Rara baru tahu.
Rara Binggung harus bagai mana dengan Arkan saat ini, apalagi saat ini dia lagi kesal Padanya,pas menuju ke rumah Tari mereka berdua berdebat karena Rara gak mau diantar oleh Arkan.
__ADS_1
***********