
Setelah Tari siap dengan Mandinya,Tari Memasang hijab nya kembali dan keluar dari kamar ganti itu, untuk turun kebawah, kerena sudah terbiasa selama tingal dirumah Zaki Tari memasak Makan malam untuk Zaki, walau dia tidak pernah makan dirumah itu.
Zafira Hanya diam saja keluar dari Kamar itu dengan membuka pintu kamar itu,tidak melihat Zaki yang sedang asik memainkan hpnya dengan cuek saja saat Tari Keluar dari kamarnya.
Sampai dibawah Tari langsung bergabung Dengan bik sari yang sedang memasak didapur.
"Sore Buk!! sapa Tari pada buk sari.
"Kamu sudah pulang Nak,mulai sekarang kamu jangan pangil ibu Ibuk ya, jika didepan Den Zaki,ucap Buk sari pada Tari.
"Emang kenapa Aku pangil Ibuk dengan pangilan itu,apa akan merusak repotasinya jika aku meyebut pembantu rumah dia dengan sebutan itu."ucap Tari asal
"Bibik gak enak saja Nak."jelas bik Sari
"Biarkan saja bik, aku juga tidak diangap istrinya kok,aku tidak ada apa-apa baginya bik."ucap Tari sedikit sedih.
Namun Sepasang telinga mendegar pembicaraan mereka betdua saat ini.
"Setelah Kedua mertuaku kempabali Kerumah utama dia akan menendang ku kembali Kekamar belakang bik, aku tingal bersamanya saat ini kerena orang tuanya saja,dia tidak akan pernah bisa menerima kami bik,sampai kapanpun aku bertahan tidak akan bisa membuat Kami ini ada baginya bik, jadi jangan pikirkan itu semua bik,sampai mana aku bisa bertahan bik, jika aku sudah lelah disitu aku akan meyerah,saat itu aku akan meninggalkan rumah ini."ucap Tari Meneteskan air matanya.
"Sudah Nak kamu Jagan sedih terus, bibik tidak mau melihat kamu setiap hari menagis, kasihan anak kamu yang ada didalam dia pasti merasakan apa yang sedang dilami ibunya."ucap Buk sari.
"Makasih bayak Ibuk selama ini Yang selalu membantu Tari bisa kuat menjalankan ini semua."ucap Tari Merusak air matanya.
Tari dan Bik Sari kembali Melanjutkan memasak untuk makan malam hari ini kerena ada Kedua orang tuanya Zaki saat ini dirumah itu.
Setelah siap Tari kembali lagi kekamar Zaki saat ini, dilihatnya Zaki sudah tidak dikamar itu, Tari Mengambil HPnya Saat ini, dilihatnya ada Pangilan dan pesan Masuk.
__ADS_1
"Rara!! tumben dia menelponku,apa dia sudah kembali."Kata Tari tersenyum megigat Sahabatnya itu, sudah dua tahun merekan sudah tidak bertemu karena Rara pindah keluar nekri untuk melanjutkan pendidikannya.
Tari membuka Chat dari Rara dan membacanya ada sedikit senyuman diwajah cantik itu kerena kedua sahabatnya itu akan kembali Lagi ke tanak air.
"(tunggu kami Tari kita akan bersama lagi Aku dan Arkan akan kembali besok, kami sangat merindukan kamu saat ini, sampai jumpa besok.) "tulis chat dari sahabatnya Tari.
"Aku senang bangat kalian akan kembali, jika kalian bertemu denganku besok jangan kaget ya, banyak terjadi pada diriku, banyak yang kalian berdua tidak tahu."balas chat Tari pada Sahabatnya itu.
Setelah itu Tari Merebahkan dirinya di sofa yang ada dikamar Zaki, kerena Tari tidak ingin tidur diranjang saki, Tari takut Zaki akan marah padanya jika menyentuh barang-barangnya yang ada dikamarnya itu.
Tidak lama Tari tertidur disofa itu,kerena tubuhnya saat ini sudah merasa sangat lelah bekerja seharian untuk memenuhi biaya hidupnya dan Anak yang akan dia lahirkan sebentar lagi.
Zaki Meyusul Tari Kekamarnya kerena Kedua orang tuanya sudah menunggu untuk makan malam dengan dia.
Zaki melihat Tari Tertidur dengan nyaman,Zaki tidak tega membangunkan istrinya itu,rasa kasihan sedikit dihati Zaki saat ini melihat Tari sangat tampak lelah, apa lagi Mendengar pembicaraan Tari dan bik Sari tadi, membuat Zaki bertambah mersa bersalah.
Zaki kembali kebawah bergabung kembali dengan orang tuanya Saat ini.
"Dia tidur Mah,aku jadi tidak tegah Untuk membangunkan dia."ucap Zaki pada Mamanya itu.
"Zak,kamu itu sebagai suaminya seharusnya kamu itu mengerti istrinya kamu lagi hamil, jangan kamu biarkan dia bekerja,kamu sudah bisa mengasih dia nafkah,jadi untuk apa lagi dia bekerja."ucap Pak Marwan Pada putranya itu.
Zaki sangat Kaget apa yang dikatakan oleh Papanya itu, selama ini Zaki tidak pernah mengasih itu semua untuk istrinya itu, makan saja Tari tidak pernah dirumahnya selama dia tingal dirumah Zaki.
"Kenapa Kamu diam Zak, apa ada yang salah dengan perkataan papa kamu Nak?"ucap Mama Sodiah.
"Tidak Ma!!mari kita Mulai makan malamnya."ucap Zaki megilangkan Kegugupan nya, agar orang tuanya itu tidak mengetahui perbuatannya pada Istrinya selama ini.
__ADS_1
Sampai siap Mereka bertiga makan, mereka tidak berbicara lagi,Zaki siap dengan makan malamnya saat ini,Dia memintak bik Sari untuk mengantarkan Makan malam untuk Tari dan Zaki kembali ke ruang kerjanya melanjutkan Pekerjaanya.
Tidak terasa sudah sangat malam,Tari terbagun dari tidurnya, dia melihat Ada makanan sudah terletak di meja yang ada disampingnya itu.
"Kenapa Ada makanan disini sih, apa mungkin Dia membawakan untukku?"ucap Tari berpikir.
"Ahh tidak aku tidak mau merepotkan dia untuk semua ini,sebaiknya aku tarok makanan ini lagi Kedapur, jangan sampai dia memintak semua yang aku makan dirumh ini tidak gratis saja."ucap Tari turun kebawah menarok makan Malam untuknya itu kembali.
Dan Tari Mengambil Susu Hamilnya,mendingan untuk meganjal perutnya sampai pagi nantik,baru bisa Tari Sarapan diluar.
Setelah siap Tari membuat susu untuknya, Tari kembali lagi kekamar Zaki,namun saat ingin keluar dari dapur Tari melihat Zaki sudah menatapnya Dengan tatapan tidak bisa diartikan.
"Makanlah Makanan kamu itu."ucap Zaki dingin.
"Tidak aku sudah kenyang!!"ucap Tari menahan rasa laparnya itu.
"Ingatlah ada satu nyawa di rahim kamu itu."kata Zaki lagi pada Tari.
"Untuk apa kamu sibuk mengurusku tuan Zaki,aku tidak Akan pernah merepotkan kamu, aku sudah membayar semua yang pada kamu, sudah melakukan pekerjaan aku selama tiga bulan ini, dengan aku memasakkan kamu."jawab Tari tidak mau kala pada Suaminya itu.
"Jadi berhentilah untuk mengurus urusan aku, makan tidak makan aku, apa peduli kamu, kerena aku tidak ada arti bagi diri kamu."ucap Tari lagi dan pergi meninggalkan Zaki yang diam mematung mendengar kata Tari barusan.
Sungguh menusuk hatinya Zaki saat ini,ada sedikit rasa sakit mendegar kata Tari barusan, Zaki hanya menatap Istrinya itu naik kembali ke lantai Atas.
Tari sampai Dikamar Zaki saat ini sangat kesal dan rasa sakit meyelimuti hatinya saat ini, namun dia tahan saja,Tari tidak ingin menangis didepan Zaki.
"Maafkan aku Mas,aku harus berbuat seperti ini, kerena kamu tidak akan pernah menerima aku sebagai istrinya kamu, walau aku menerima kamu dengan tulus kamu suamiku tapi tidak dengan kamu."ucap Tari dalam hati sambil membaringkan kembali tubuhnya itu disofa yang sempit itu.
__ADS_1
"Maafkan Bunda nak,membuat kamu ikut merasakan apa yang bunda rasakan sekarang, kepahitan atas kehidupan kita nantik Nak."sedih Tari sambil megusap perutnya yang sudah besar itu.
*************