MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Merasa geram


__ADS_3

Sedang ditempat lain saat ini, serly sudah megerutuk sendiri kerena rencananya gagal hari ini membuat Tari marah pada Zaki, kerena ketahuan Tari bahwa dirinya sengaja menjebak Zaki.


"Dasar kamu,,Kenapa Kamu Bodoh sekali sih, tugas itu saja kamu tidak bisa melakukannya." kata Serly marah pada wanita yang disuruhnya tadi untuk mencoba menganggu Zaki.


"Kok aku kamu salakan, kamu itu yang bodoh,ngapin kamu berduri diding itu tadi kamu sendiri yang Sudah salah, kok meyalakan orang,jika begini aku gak mau bantu kamu."kata teman Serly merasa kesal padanya.


"Terus bagai mana lagi cara yang harus kita Lakukan Clara, aku gak mau dia hidup bahgia sedang aku sengsara sekarang semenjak gadis itu hadir didalam hubunganku dengan Zaki selama ini."kata Serly sedikit tidak senang melihat Zaki bahagia bersama Tari.


"Ya kamu pikir sendirilah, aku gak mau ikit-ikutan lagi, sepertinya gadis itu wanita baik, gak seperti kamu, jangan berpikir terus ingin menhacurkan hubungan rumah tangga orang lagi, itu sudah jadi jodoh Zaki,kamu bisa iklaskan dia dan cari lah lelaki yang bisa menghidupkan kamu dan bertangung jawab atas diri kamu."Kata Clara mengingatkan temanya itu.


"Aku tidak bisa menerimanya ini semua Clara, Zaki itu aadalah milikku, dia tidak boleh hidup enak sama Zaki,aku yang seharusnya menjadi istrinya Zaki bukan Perempuan itu." kata Serly sakit hati pada Tari saat ini.


"Hentikan Serly,sebaiknya kamu jalankan hidup kamu tampa menaruh dendam,Zaki tidak akan pernah lagi mau menerima kamu,karena kamu sendiri yang telah menghianati dirinya selama ini, jadi jangan pernah kamu menyalakan istrinya lagi"kata Clara pada Serly.


"Aku tidak semudah itu untuk menyerah Clara, aku harus bisa membuat Mereka hancur."kata Serly dengan senyuman liciknya saat ini, entah apa lagi yang akan direncanakan.


"Itu terserah kamu, tapi jangan pernah libatkan aku lagi,aku pulang!! " kata Clara pada temannya itu meningalkan Serliy yang diam saja melihat kepergian Clara.


"Aku akan menghancurkan kamu Zaki,aku tidak akan senang kau hidup bahagia dengan wanita itu."kata Serliy mengepal tanganya.


*


*


Malamnya setelah Siap makan malam Tari dan Zaki duduk di teras rumah Zhidan, sambil menikmati secankir kopi yang dibikinkan oleh istrinya itu.


"Mas,aku boleh tanya gak ?" kata Tari pada Zaki saat ini yang lagi pokus dengan layar hpnya itu.


"Apa?", kata Zaki santai yang masih melihat pada hpnya itu.


"Maaf ya, aku ingin bertanya selama ini kamu berhubungan dengan Mbak Serly, apa kamu tidak pernah Melakukan macam-macam padanya ??" kata Tari sedikit segan.


"Kenapa kamu bertaya begitu?apa aku seperti lelaki suka bermain dengan bayak wanita?" tanya Zaki kembali.


"Ya mana aku tahu Mas!! " jawab santai Tari.


"Aku tidak seperti yang ada dipikiran kotor kamu itu sayang,aku hanya sekali seumur hidupku melakukan itu,itu aku bukan sadar berbuat pada kamu Ta." kata Zaki jujur pada istrinya saat ini, selama ini dia tidak pernah menyentuh Serly selama mereka pacaran, Zaki sangat menghormati wanita, kerena Zaki masih mengingat kata kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Apa kamu meragukan aku sayang?" tanya Zaki lagi.


"Tidak!! " kata Tari cepat.


"Terus kamu merayakan itu padaku tujuannya untuk apa?"tatap Zaki pada Istrinya itu.


"Aku ingin tahu saja, kerena aku banyak tidak tahu tentang kamu Mas, kita selama ini tidak saling megenal, jadi aku juga ingi tahu." santai Tari.


"Percayalah padaku Sayang, aku tidak suka untuk bermain-main selama ini dengan wanita,jujur aku dulu memang santai mencintai Serly sebelum ada kamu didalam kehidupanku, setelah kamu hadir,aku dalam waktu singkat itu kita bersama, aku merasakan lain dihatiku ketika kamu melihat aku bersama Serly saat itu Ajeng melakrak aku dan Serly waktu itu, hatiku sedih melihat kamu menagis,aku hanya bisa menepis perasan itu." jelas Zaki.


"Kenapa kamu sedih melihat aku, bukan kamu tidak menginginkan aku menjadi istrinya kamu Mas waktu itu?"


"Mungkin aku sudah merasakan rasa suka dan tertarik pada kamu Saat itu, tapi aku masih ragu dengan perasaanku sendiri pada kamu." jawab Zaki pada istrinya itu dengan senyumannya.


"Berakti kamu bertemu pertama kali dengan aku kamu sudah suka dengaku, eehhh maksudnya sudah rasa tertarik pertama kita bertemu mas?"tanya Tari lagi.


"Ya pertama kita akad nikah saat itu aku melihat wajah kamu dengan jelas, kamu sangat cantik." kata Zaki lagi.


"Jahat kamu Mas, terus mengapa kamu menyakiti hatiku sehingah aku merasa hidup dalam neraka, menahan sesak salama aku tingal dirumah kamu. " kata Tari sedikit menagis mengingat kembali perlakuan Zaki padanya.


"Hikkk.. hikkk kamu jahat Mas, kamu gak adil pada kami,mengapa kamu senang membuat kami menderita." kata Tari masih menagis tetisak dipekukan suaminya itu.


"Sudah Jagan menagis lagi, aku sangat meyayangi kamu dan mencintaimu sekarang, tidak ada lagi yang bisa mengantikan kamu dihatiku lagi, sekarang kamu yang akan menjadi wanitaku seorang."sebuah kecupan di kening istrinya itu.


"Jangan pernah tingakkan kami Mas,aku dan dia sangat membutuhkan kamu." kata Tari menaruh tangan suaminya itu diperut besarnya itu.


"Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu lagi sayang, kalian berdua adalah hidupku sekarang."kata Zaki menatap istrinya itu denga cinta.


"Terimakasih mas!! "ucap Tari megeratkan pelukan nya itu.


"Kalian berdua ini gak liaht-lihat tempat jika ingin bermanja-manja sih!!" kesal Gio dan Zhidan yang baru datang.


"Mana gue takut lo berdua datang?" jawab Zaki santai.


"Lo buat adik gue menagis lagi ya?" tanya Zhidan melihat Tari baru menghapus air matanya itu.


"Itu hanya drama cinta kami,lo gak usah ikut campur Idan."kata Zaki santai.

__ADS_1


"Awas lo sampai nyakiti kembali adik gue, gak bakal selamat hidup lo gue bikin." ancam Zhidan pada Zaki.


"Ya engak lah Idan, mana mungkin gue bisa nyakiti dia." jawab Zaki lagi.


"Cinta sampai mati!! " ucap Gio asal menambah.


"Ahhh dasar lo!! emang elo tu sama Ajeng."ucap Zhidan kesal.


"Eeeh Bang itu apa yang kalian bawak itu sih?"kata Tari melihat zhidan memegang sekotak makanan.


"Kamu mau,ini martabak didepan sana Abang beli buat kamu, karena kamu akhir-akhir ini suka nyemil. " ujar Zhidan dan memberikan kota martabak itu pada Tari.


"Dek kamu bikin kopi dong, kita belum. ngopi dari tadi siang." kata Gio pada Tari.


"Baiklah Tari bikin dulu ya, sambil pindakan martaba nya kedalam piring juga." kata Tari berjalan kedalam untuk membuat kopi untuk kedua pria tampan yang baru datang itu.


Gio melihat Tari sudah masuk baru dia menatap Zaki dengan tatapan tajamnya itu.


"Elo kenapa menatap gue kayak gitu, apa ada yang salah pada gue?" tanya Zaki bingung.


"Gila lo ya,apa ini kata Gio mekihatkan Vidio yang dikirimkan oleh anak buahnya kejadia sore tadi.


"Lo dapat dari mana vidio itu?" tanya Zaki bingung.


"Lo gak usah bekagak gak tahu, jelaskan masksudbya ini apa?" kata Zhidan pada Zaki


"Ohhh itu,tadi aku gak tahu tiba-tiba saja wanita itu peluk aku dipakiran saat mau pulang belanja dengan adik lo,aku gak kenal siapa dia." kata Zaki menjelaskan semua kejadian sore tadi pada kedua orang yang sedang menatapnya itu.


"Jadi itu perbuatannya ?" kata zhidan kesal.


"Dia lagi,kita tidak bisa biarkan dia bebes seperti ini Idan, jika tidak akan terjadi sesuatu pada Tari jika tidak kamu Zak, kita tidak tahu entah apa lagi rencananya selanjutnya pada Tari dan kamu."kata Gio.


"Kamu harus pokus jaga istrinya kamu Zak, urusan Tari biar aku dan Gio yang urus, kita tidak bisa diamkan ini,jika tidak mau terjadi apa-apa dengan Tari, wanita itu sangat berbahaya." kata Zhidan Sangat marah.


"Aku akan menjaga istriku dengan baik Idan kamu gak usah takut!! "aku juga sudah menyuruh orang untuk megawasi Tari jika diluar rumah, saat aku tidak bersamanya.


********

__ADS_1


__ADS_2