
Sampai di rumah besar itu, Lira turun didepan pagar saja kerena Kenno hanya mengatakannya pulang,Lira melihat kepegian temanya itu, setelah mobil Kenno hilang dari matanya baru Lira Masuk kedalam,namun belum sempat Lira masuk kedalam pekarangan rumah besar itu, sebuah mobil baru saja berenti depanya.
Lira mengenal mobil itu,hatinya mulai sesak lagi, menahan kesedihannya saat ini, orang yang ingin dilupakan saat ini muncul lagi di hadapan nya saat ini.
Lira hanya menatap Zhidan yang baru turun dari dalam mobilnya, Lira hanya diam saja tidak bicara, dia menatap Zhidan dengan hati berkecamuk didalam.
"Dek bisa kita bicara?"kata Zhidan agak kurang enak pada Lira.
"Apa yang ingin kakak bicarakan,aku capek kak,hari ini aku tidak bisa memenuhi keinginan kamu kak, maaf kata Lira berjalan masuk kedalam.
" Tunggu dek!! " kata Zhidan menarik tangan Lira,"Jangan salah paham dengan apa yang kamu lihat tadi dipesta itu, wanita itu hanya teman bisnis ku saja tidak lebih. " ucap Zhidan menjelaskan itu pada Lira.
"Untuk apa kak Zhidan menjelaskan itu padaku,itu hak kakak dengan siapa kakak pergi dan berdansa, bukan urusan aku, kerena aku tidak siapa-siapa bagi kakak, aku hanya gadis ingusan,ke cicilan selama ini yang tidak kakak suka." kata Lira santai berkata begitu pada Zhidan.
"Jangan begitu Ra,aku bukan bermaksud nyakitin kamu,maaf selama ini aku tidak pernah membalas perasaan kamu padaku."'kata Zhidan.
"Jangan lanjutkan lagi kak, jika kak Zhidan tidak mau melihat aku sedih,aku cukup sadar selama ini, aku tahu perasaan aku tidak akan pernah terbalaskan kerena aku bukan gadis yang bisa mengantikan nama yang sudah tertanam dihati kamu, maaf juga aku mungkin selama beberapa bulan ini menganggu kakak, dan membuat kakak tidak merasa nyaman oleh tingkah jodohku selama ini."kata Lira menitikan air matanya di hadapan Zhidan.
"Aku juga sadar diri bukan aku gadis yang kakak impikan, aku seorang anak diri pembantu, itu tidak akan bisa kita bersama, karena jauh dari apa yang kakak inginkan selama ini, maaf aku sudah mengagu ketenangan kakak selama ini." ucap Lira pergi dari hadapan Zhidan.
Dengan linangan air matanya Lira masuk kedalam pagar itu.
"Aku mencintai kamu Ra,selama tiga bulan ini aku memikirkan kamu,maafkan aku sudah membuat kamu menagis." kata Zidan berjalan keraha Lira lagi.
"Aku mencintaimu!! " kata Zhidan memeluk Tubuh kecil itu yang berdiri mematung itu.
Lira kaget setengah mati apa yang baru didengarnya barusan,apa dia tidak bermimpi atau nyata saat ini.
"Ra, kamu dengar aku?" tanya Zhidan berbisik pada Lira saat ini.
__ADS_1
"Apa Yang kamu bilang barusan, apa gak mimpi?" tanya Lira lagi pada Zhidan.
"Tidak Ra,itu benar yang kamu dengar itu, aku mencintaimu." kata Zhidan tersenyum pada gadis kecil itu.
Lira tidak bisa menahan air mata bahagianya saat ini apa yang baru didengar dari mulut Zhidan barusan,ada rasa senang dan bahagia saat ini dirinya.
"Apa kamu mau menjadi kekasih Halalku Ra?" kata Zhidan langsung melamar Lira.
"Apa maksudmu kak?" kata Lira bingung
"Ya Ra, apa kamu mau jadi istri ku?" kata Zhidan kembali.
"Jangan gila kamu ya, masa melamar orang seperti itu."kata Lira asal bicara.
"Kerena aku takut kehilangan kamu Ra." jawab Zhidan memeluk gadis itu.
"Apa harus aku jawab sekarang juga Kak?" pertanyaan bodonya saat ini
"Aku harus jawab apa ?bingung gadis itu menatap wajah tampan itu yang masih memeluknya itu.
"Ya terserah kamu, mau jawab apa, tingal jawab ya atau tidaknya saja kok susah." santai Zhidan.
"Mmmm, ya aku mau jadi istrinya kamu kak." kata Lira membalas kata Zhidan.
"Terimakasih kamu sudah menjawabnya." kata Zhidan memeluk gadis itu dengan erat dan mencium kening gadis kecil itu.
"Sudah pelukannya, belum mukrim. " kata Kedua orang Zhidan saat ini juga ikut menyaksikan Zhidan melamar Lira.
Kedua orang yang sedang berbahagia itu sangat kaget kerena tidak sadar kedua orang tua mereka saat ini sudah menyaksikan drama cinta mereka berdua, juga Zaki dan Tari ikut meyaksinkan itu semua.
__ADS_1
Mareka semua saat ini bisa bahagia akhirnya Zhidan bisa melupakan Makar, dan juga sudah melamar Lira menjadi istrinya,Tari hanya tersenyum senang melihat pasangan baru itu.
"Aku sangat senang Mas, lihat mereka bisa saling mencintai, akhirnya bang Zhidan menemukan jodoh dan cinta sejatinya." senyum Tari melihat kearah Zhidan Lira.
"Benar kamu Sayang, akhirnya rasa cinta Lira juga sudah terbalaskan,aku senang mereka bisa mengucapkan perasaan mereka." kata Zaki memeluk istrinya itu.
"Tapi kak Zhidan tidak sejahat kamu dulu mas." kata Tari mengingat masalalunya dulu apa yang sudah dibuat Zaki pada awal mereka baru menikah sunguh menyakiti hati Tari.
"Jangan mengingatkan itu kembali sayang, sekarang kita hidup bahagia, itu sudah masa lalu kita, jangan pernah mengungkitnya lagi. " ungkap Zaki memeluk istrinya itu dengan kasih sayang dan cintanya.
"Kita sudah pernah bahas ini tidak akan mengingatkan itu lagi, melupakan yang terburuk dari masa lalu itu, dan meniti masa depan yang lebih baik kedepanya." kata Tari membalas pelukan suaminya itu dengan sayangnya pada Zaki.
"Untuk keluarga kita,semoga kita selalu seprti ini sampai maut yang memisakan kita." kata Zaki mencium kening istrinya itu dengan lembut.
"Terimakasih kamu sudah menjadi imam yang baik untuk aku dan anak kita Mas." kata Tari memeluk hangat tubuh suaminya itu yang berdiri disampinya saat ini.
Saat ini semua orang yang maeyaksikan Zhidan Lira rampak Bahagia, termasuk bik Sari sebagai Orang tuanya Lira juga tampak merasakan bahagia akhirnya putri bungsunya saat ini sudah menemukan kebahagianya, yang selama ini tidak pernah didapatkanya,tapi dari sosok pria tampan disisi putrinya sekarang Putrinya bik Sari menemukan pegeran hati yang bisa mencintai putrinya itu.
Bik Sari hanya tersenyum saja melihat putrinya itu memutuskan untuk menerima lamaran Zhidan barusan.
Bik Sari hanya bisa mengikuti apa yang di inginkan putrinya, dia hanya ingin putrinya bahagia bersama orang yang dicintainya.
Begitu juga dengan Kedua orang tua Zhidan saat ini Menerima semua apa Keputusan putranya itu, munkin Lira jodoh buat Zhidan yang digariskan untuknya oleh tuhan, mereka berdua tidak sengaja pertemukan disalah satu tempat belaja mainan anak2 waktu itu, Zhidan suka sama Lira awal pertemuan itu, namun selama ini dia hanya memastikan perasaannya itu untuk Lira.
Malam ini rasa bahagia yang terpancar diwajah seluruh keluarga itu, sunguh membuat mereka bahagia, akhirnya Tari dan Zaki menemukan kebahagianya bersama keluarga kecilnya, sedangkan Zhidan akhirnya mengucapkan persaannya pada Lira dan melamar gadis itu untuk menjadi istrinya.
Begitu juga dengan Sahabatnya mereka sudah menemukan pasangan untuk diri masing-masing, Gio dan Ajeng sudah berakhir dipalaminan, dan Reza akhirnya jadian dengan Hanna,sedangakan Arkan dan Rara juga sudah menikah.
Untuk Sang dokter ganteng Syarif masih saja Sendiri dia belum bisa menemukan Pujaan hatinya sampai saat ini,Syarif belum beruntung dalam masalah cintanya saat ini.
__ADS_1
Akhirnya Semuanya menemukan kebahagian dan pasangannya masing-masing dan bahagia diakhir cerita.
TAMAT.