MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Berbincang dengan orang terdekat saja


__ADS_3

Nalamnya setelah mereka semua sampai dirumah dirumah Zaki setelah pesta yang diadakan di hotel milik Gio.


Malam ini mereka semua sudah berkumpul dirumah Zaki,Zhidan dan Syarif sudah berada disana,juga Reza tidak bisa tingal, dan diikuti oleh Arkan mryusul mereka setelah Megantar Rara pulang kerumahnya saat ini.


"Lo duduk dulu semua disini, gue tingal dulu masuk untuk mengganti pakaian Gue, gak nyaman gue." Jelas Zaki pada semua orang yang ada diruang santai rumah besar dan mewah milik Zaki itu.


"Jika lo mau Mintak jatahpun ama adik kita juga gak apa,kita semua gerti kok."kaya Syarif suka asal.


"Santai Bro, gue gak segitunya sama Adek kalian, gue tahu batasnya."santai Zaki berjalan naik ke lantai atas untuk mengganti pakaiannya dulu sebelum dia bergabung lagi dengan kakak ipar dan teman-temannya itu.


Sampai dikamar Tari baru saja siap melepas hijabnya untuk membersikan tubuh yang sudah berkeringat itu,Zaki masuk melihat istrinya itu lagi ingin membuka gaun cantik i ditubuhnya itu dengan kesusahan,akhirnya dia membantu istrinya itu membukakan Kancing gaun itu.


"Sini aku bantu, kamu gak bisa melepaskan kancing belakangnya itu." kata Zaki membantu istrinya itu.


"Ehhh kamu mas, kapan kamu masuk kedalam?" kata Tari kaget melihat Suami itu sudah ada didalam kamar.


"Kenapa Kaget kayak gitu?" kata Zaki melihat istrinya itu.


"Gak ada Mas, aku biasa saja." kata Tari sedikit agak dekdekkan saat ini Zaki berada dibelakangnya.


"Kenapa gugup kayak gitu sayang?" kata Zaki lagi memperhatikan wajah istrinya itu sedikit grogi padanya.


"Kamu tenang saja aku tidak akan memintanya malam ini sayang,malam ini kamu aman, kerena masih ada mereka disini,belum tentu besok malam." kata Zaki bercanda pada istrinya itu.


"Jika itu malam ini mas,itu sudah menjadi tugas aku sebagai istrinya kamu, untuk melayani kamu, tidak harus besok atau hari malam ini, jika kamu menginginkan malam ini aku siap."kata Tari lembut memutar tubuhnya itu menghadap pada suaminya itu.


"Benaran itu sayang?" kata Zaki.


"Benar Mas!! " kata Tari menjawab dengan senyuman saja.


"Terimakasih kamu megerti apa yang aku inginkan." kata Zaki mencium bibir manis istrinya itu dengan lembut.


"Sana Tukar Pakaian kamu mas, aku juga mau Mandi dulu." Kata Tari masuk kedalam kamar mandi dengan santainya didepan suaminya itu yang sudah melepas gaun pengantin itu ditubuhnya saat ini, sehinga Zaki hanya menelan Silvanya."


"Kamu benar-benar menguji imanku sayang!! " kata Zaki dalam hati masuk kedalam ruang ganti yang ada didalam kamar nya itu.


Setelah siap Zaki menganti pakaiannya itu dengan pakaian santai.

__ADS_1


Tidak lama Tari pun sudah siap mandi dengan handuk melilit di tubuh kecilnya itu,sampai diruangan ganti itu Tari sedikit kaget pas Suaminya masih didalam rungan itu.


"Mas kamu belum siap ganti Pakaian?"tanya Tari pada Zaki.


" Ini baru saja Siap, aku akan turun kebawah sayang,kamu istirahatlah."kata Zaki mencium istrinya itu.


"Emang mereka semua sudah datang?" kata Tari pada Suaminya itu.


"Sudah Sayang,ada Arkan juga diluar!! " jelas Zaki lagi.


"Ngapain tu anak ikut gabung sama kalian sih?" kata Tari juga Bingung.


"Ya biasalah sayang, ngumpul sama kita palingan hanya bahas kerjaan dan Sekali saling tukar pendapat gitu, hanya saat seperti ini kita bisa ngupul." kata Zaki santai.


"Ya sudah sana kamu mas turun, kirain nantik kamu lagi ngapa-ngapain sangka pikiran mereka itu."usir Tari pada Suaminya itu.


"Kamu ngusir aku sayanag,tunggu bentar aku ingin bermanja sama kamu masa diusir sihhh !!! "kata Zaki memeluk kembali istrinya itu, dan mencium lekuk leher istrinya itu.


"Sudah mas,geli tau!! sudah ahh sana,gak enak kamu lama-lama disini." kata Tari tersenyum pada suaminya itu.


"Dasar bucun kamu Mas,aku gak sangka kamu akan seperti ini." kata Tari melihat punggung suaminya itu keluar dari kamar ganti itu.


Sampai dibawah mereka semua sedang


berbincang-bicang dengan mereka semua,Zhidan mekihat temannya itu baru saja Turun dari lantai atas,langsung mengeluarkan Ejekanya itu


"Lagi kerjain adek gue Lo Zak,lama benar lo dikamar,mau bikin adek untuk Abian lagi Ya.? " kata Zhidan Santai tampa ada salah sedikitpun.


"Apaan sih lo,mana bisa sebentar jika gue gerjain adik lo."jawab santai Zaki pada kakak iparnya itu dan juga temannya.


"Lo lagi bicarakan apa sih, kok serius banget?" tanya Zaki lagi.


"Itu tentang Mantan lo ama yang naprak lo kemaren itu,gak bisa orang suruahan gue melacak keberadaan mereka."jelas Gio lagi.


"Gitu ya,tapi kayaknya dia Gilang ditelan bumi gitu. "kata Arkan juga bingung.


"Jika dia betul-betul hilang ditelan bumi, kitapun senang,gak nada lagi yang menganggu Hidup Tari dan Zaki lagi." jawab Sayarif.

__ADS_1


"Gue juga heran, kenapa orang Suruahan kita gak bisa menemui dimana saat ini mereka bersemuyi ya." kata Zhidan bingung juga.


"Tapin kasus ini aneh ya,sampai sekarang polisi belum juga dapat menemukan Serly dan anggotanya itu." kata Gio


"Apa lo tahu Za, gue lihat lo diam saja Dari tadi, dan santai saja ?" tanya Zaki memperhatikan Asistennya itu.


"Kalian semua kenapa pada mikirkan soal Matan Bos gue si, sampai kemanapun Kalian cari gak bakal ketemu lagi, kerena tuan besar sudah megurusnya!! " bisik Reza Santai di pada mereka semua.


"Yang benar saja lo Za?" tanya Zaki lagi.


"Benar Tuan,mana mungkin tuan besar diam saja saat melihat Tuan dan menantunya hampir menigal oleh perbuatannya manta Tuan itu." kata Reza Santai.


"Syukur deh gue juga senang jika wanita itu sudah tamat hidupnya." kata Arkan senang.


"Gue juga setuju Arkan, senang wanita itu sudah dialam lain,yang tega sama adik gue." kata Syarif santai.


"Gue juga gak nyangkah papa gue secepat itu bertindak sebelum polisi megetahui dimana Mereka bersenuyi." kata Zaki kaget mendegar papanya lebih kejam, kerena tidak pernah melihat papanya seperti ini.


"Pantas saja kita gak bisa melacak mereka." kata Gio lagi


"Tapi syukur dehh,kita bisa aman sekarang gak perlu di pikirkan lagi, hidup lo bakal senang tidak ada lagi mantan lo yang gak beguna itu bakal menganggu hidup dan rumah tangga lo sama Adik kita." kata Zhidan Menatap Zaki.


"Tapi gue gak nyangka papa gue semala ini hanya aku lihat biasa-biasa saja terhadap angota keluarganys, tapi lebih kejam dari yang gue bayangkan." kata Zaki tidak biasa pikir.


"Mungkin lo saja yang belum tahu bagai mana orang tua lo, selama ini lo biasa hidup sendiri." kata Gio lagi


"Ada benar juga kata lo itu." kata Zaki dapat menerima ucapan Temannya itu.


"Mana ada Orang tua yang bisa sabar sedangkan anak menantunya berjuang untuk hidup selama satu bulan lebih tidak dapat bergerak dirumah sakait."ucap Reza Pada semuanya.


"Betul itu Za,coba saja kita diposisi Papa Lo Zaki, pas kita juga akan melakukan Hal sama untuk orang terkasih kita,apapun itu." kata Arkan.


"Benar juga kata lo Ar, Gue saja Tidak ada hubungan sama Zhidan Dan Tari tidak bisa Terima kelakuan Serly sama Tari saat itu" kata Gio yang sudah diangapnya Tari adiknya itu.


"Tapi gue sangat bersukur bisa memiliki teman seprti kalian semua." kata Zhidan lembut dan senang pada teman-temannya itu.


**********

__ADS_1


__ADS_2