MENTARI HILANG DI UPUK SENJA

MENTARI HILANG DI UPUK SENJA
Keputusan Yang Harus Diambil Oleh Tari


__ADS_3

Lain saat ini dengan Tari yang menangis dipelukan Kakaknya, hatinya sangat Sakit Saat Zaki membawa Serly kerumahnya, entah kenapa Hatinya saat ini tidak Terima Zaki bersama kekasihnya


"Dek sudah jangan menagis lagi,Abang Ada disini bersama kamu. "Zhidan merasa sakit melihat adiknya menagis seperti ini.


"Sudah Tari kamu Harus bisa melupakan dia,Zaki bukan orang yang untuk kamu Tangisi,sampai kapanpun dia tidak akan pernah bisa untuk menerimamu, sudah saatnya kamu Harus berenti berjuang untuk mendapatkan hatinya, berenti untuk bertahan demi suami kamu."kata Gio dengan Rasa sayang seperti apa Zhidan Meyayangi adiknya seperti itu juga dengan Gio.


"Kami sudah megasih Dia Waktu agar tiga bulan ini Zaki bisa menyadari kesalahannya dan berubah tingkah buruknya pada kamu,namun tidak ada yang berubah dengannya." kata Zhidan kembali pada Adiknya itu


"Kak bawak aku pergi dari sini, aku tidak mau melihatnya lagi." kata Tari di isak tabgisnya saat ini.


"Untuk sekarang kamu belum bisa pergi Dek, kamu Masih dalam keadaan hamil itu sangat beresiko jika kamu melakukan Perjalanan jauh."kata Zhidan Menjelaskan Pada Adiknya itu.


"Kak Tari ingin menjauh darinya, sudah cukup kak selama 6 bulan ini Tari memperjuangkan pernikahan ini, akhirnya Tari juga yang tersakiti, Tari sudah menerima pernikahan ini kak, tapi tidak dengan dia."'kata Tari yang Masih menagis pilu.


"Kita Akan Kembali Kedesa, dulu ya." kata Zhidan.


"Sebaiknya Kamu tenagkan dulu diri kamu Tari."kata Gio sangat Merasakan apa yang dirasa Tari saat ini.


Disaat Zhidan dan Gio lagi menenangkan Adiknya itu, Zaki datang yang sudah berdiri saja Di hadapan mereka Saat ini.


"Kenapa kamu kesini ?"kata Zhidan pada Zaki sangat Kecewa dan ada rasa marah pada suaminya adiknya itu.

__ADS_1


"Zhidan,, maafkan aku, aku menyesal sudah berbuat salah pada Tari, aku tidak pantas dipanggil suami,dan ayah yang baik untuk anakku nantik."kata Zaki Memintak Maaf pada Zhidan.


"Pergilah Dari sini,aku sudah memberi kamu Waktu selama tiga bulan ini, agar kamu bisa memperbaiki kesalahan itu, namun kamu masih saja meyia-nyiakan adikku yang sudah menerima kamu sebagai suaminya dengan sepenuh hatinya, tampa kamu beri apa-apa padanya selama enam bulan ini dia bersama kamu."ungkap Zhidan Sangat kecewa pada temannya itu.


"Aku Mohon beri aku waktu lagi untuk memperbaiki ini kembali,aku akan memperbaiki kesalahan ku pada Tari." kata Zaki sangat menyesal apa yang sudah dilakukan.


"Aku tidak bisa megutuskannya Zaki, keputusan ada di tangan Tari saat ini, kau bisa membicarakan dengan istri kamu."kata Zhidan Pergi dari ruangan tamu itu,megasi ruang untuk mereka berdua saat ini agar bisa berbicara,Gio juga ikut Meningalkan ruanga tamu itu.


Zaki hanya Menatap sendu pada istrinya yang sedang menagis tampa menatapnya sedikit saja,Zaki sangat sakit melihat Istrinya itu menagis kerenanya.


"Tari Maafkan aku, yang sudah membuat kamu menderita selama kita menikah,aku Tidak tahu harus bilang apa lagi pada kamu, maafkan Aku."ungkap Zaki bersimpuh dikaki istrinya itu sambil menagis.


"Maafkan aku Tari, bisakah kita memperbaiki ini semua,aku janji akan menjaga kamu dan anak kita,mari kita memulainya dari awal kembali Tari,aku baru sadar jika aku tidak bisa kamu jauh dariku."kata Zaki jujur pada istrinya itu.


"Maafkan aku,aku sadar bayak salah pada kamu, tapi beri aku kesempatan untuk memperbaiki ini semua Tari, aku tidak mau berpisah dengan kamu Tari, kamu istri ku sampai kapanpun kamu akan tetap istri ku."kata Zaki menagis di kaki istrinya itu.


"Beri aku kesempatan lagi Tari,untuk anak kita, aku janji tidak Akan pernah mengecewakan kamu lagi. "kata Zaki kembali.


"Untuk saat ini jangan paksa aku Mas, beri aku ruang untuk merenugi dan Memikirkan ini semua, aku akan pergi sampai Anak ini lahir,setelah anak ini lahir aku baru akan memikirkan kembali,apa yang kan aku putuskan nantik,Sekarang Mas pulanglah, sampai bertemu nantik disaat anak kamu sudah lahir." kata Tari Sangat menusuk hati Zaki,Tari berdiri dari duduknya meningalkan Zaki yang masih duduk terpaku atas apa yang baru di katakan oleh istrinya itu.


Zaki tidak bisa berkata apapun lagi harapan untuk bersama Tari sudah tidak ada lagi, dengan langkah gontai Zaki meninggalkan Rumah Zhidan Dengan tetesan air matanya saat ini Zaki meyesali perbuatannya pada istrinya itu selama menikah tidak sedikitpun dia membuat Tari tersenyum dan senang, namun membah luka dan rasa kecewa pada istrinya itu.

__ADS_1


Hari Demi hari dilalui Zaki tampa Tari dirumah nya saat ini, setelah kejadian hari itu Zaki tidak pernah bertemu Tari lagi, kerena istrinya itu megutuskan untuk tingal di desa bersama orang tuanya sampai anaknya lahir.


Dua bulan Sudah Tari tingal bersama Orang tuanya,semua Tari tingalkan demi menjaga hatinya saat ini masih terasa Sakit dan kecewa pada Zaki suaminya yang seharusnya memperjuangkan dia dan anak yang sedang di kandungnya saat ini,Semenjak kejadian hari itu, Tari juga tidak pernah lagi kejakarta semua ditahan Tari demi menjaga hati yang sedang bimbang atas keputusan yang akan diambilnya nantik setelah Anaknya lahir.


"Tari Kamu jangan Terlalu lama mengambil keputusan ini Nak,kasihan Zaki menunggu kamu terlalu lama,tidak baik kamu seprti ini,dia sudah menyadari kesalahannya selama ini sama kamu,kamu juga jangan seperti ini,ingat Ada anak yang harus kamu pikirkan, dia butuh kasih sayang Seorang ayah, cobalah untuk memaafkan suami kamu, jalani kembali rumah tangga kamu, sekali lagi kamu Kasih dia kesempatan, sebelum semuanya terlambat nak." kata Ibunya Tari menasehati putrinya itu.


"Tapi Buk, saat ini Tari masih bimbang dengan hatiku Buk, Tari takut dia akan melakukan hal yang sama lagi pada Tari, Tari takut dia tidak bisa menerima Tari." kata Tari sendu melihat ibunya itu.


"Dia sudah memintak Maaf atas kesalahannya Nak,biarkan dia menebus kesalahannya itu Nak, kamu bisa memberinya sedikit ruang untuknya memperbaiki kesalahannya itu."


"Yakinlah Nak,Zaki benar-benar sudah menyadari kesalahanya,cobalah untuk berdamai dengan hati kamu, ibuk juga tidak bisa memaksa kamu,tapi pikirkan demi anak kamu." kata Buk Mai masuk kedapur kembali untuk melanjutkan Pekerjaanya.


"Ibu kamu benar Nak, cobalah untuk berdamai dengan hati kamu,coba kamu beri kesepakatan Lagi pada suami kamu,tidak ada manusia yang tidak akan melakukan kesalahan diduani ini nak,tidak ada yang tidak melakukan dosa didunia ini,setiap kita tidak akan bisa luput dari kesalahan itu, namun kita bisa untuk memperbaikinya, dengan niat hati yang tulus Nak."kata Pak Hasan mengigatkan kembali putrinya itu.


"Tari Masih takut Yah,dia tidak akan berubah."kata Tari.


"Bagai mana kamu tahu, jika kamu tidak memberinya waktu untuk menjalankan hidup kalian dan rumah tangga kalian."kata Paka Hasan lagi.


"Tari akan pikirkan kemabali apa yang Ayah-Ibu katakan."ucap Tari dengan susa payah Dengan perut besar berdiri untuk membantu ibunya bekerja.


"Entahlah Nak, ayah harus berbuat apa lagi agar kamu bisa mengerti." kata hati pak Hasan melihat Putrinya itu meningalkannya sendiri di ruangan Tamu itu.

__ADS_1


*********


__ADS_2